
Yurin kemudian menggelengkan kepalanya. Ketika membayangkan akan hal apa yang terjadi bila ada seseorang yang mengetahui kekuatan Katagiri .
Dengan bakat nya yang sudah mencapai tingkat pendekar Bumi tahap lanjut membuatnya akan mendapatkan masalah serius.
Hukum di dunia persilatan begitu kejam. Seseorang yang memiliki bakat yang tinggi belum tentu bisa memiliki hidup yang panjang.
Banyak orang yang terkadang iri membuat beberapa pendekar melakukan berbagai cara agar bisa melenyapkan orang yang di kira nya mampu memberikan mereka tanda berbahaya apalagi orang tersebut bukanlah sekutu mereka.
Untung bagi Katagiri bahwa ia bertemu dengan mereka. Yurin tidak bisa membayangkan lagi apabila Katagiri memperlihatkan kekuatan nya di hadapan orang yang memiliki pikiran jahat.
" Kalo begitu beristirahat lah terlebih dahulu. Bila kau lapar, kau bisa memakan makanan yang aku letakan di meja sana. " Tunjuk Yurin ke arah di mana ia meletakkan mangkuk tadi.
" Terimakasih saudari Yurin. Namaku Katagiri " kata Katagiri memperkenalkan dirinya ketika baru Mengingat bahwa ia belum memperkenalkan dirinya.
" Nama mu bagus " puji Yurin
Setelah itu ia pun melangkah keluar kamar. Dia tidak ingin menganggu waktu Katagiri lebih banyak lagi.
Walaupun sudah agak baikan, tapi dirinya tahu bahwa anak itu masih membutuhkan ruang untuk memulihkan semua luka nya.
Katagiri yang melihat Yurin sudah pergi dan menutup pintu kamar segera duduk bersila. Luka yang dialaminya cukup besar membuat nya harus segera memulihkan dirinya lalu menyusun rencana baru.
Ia mencari pil yang sudah di siapkan gurunya ketika akan berangkat di dalam cincin penyimpanannya.
Pil-pil itu walaupun tidak membantu membuat tenaga dalamnya pulih kembali, tapi setidaknya pil itu mampu menyembuhkan organ dalam nya.
Ia segera menelan pil yang ada. Berkonsentrasi penuh untuk bisa menyerap sebanyak mungkin khasiat pil tersebut.
" Uhuk uhuk " ia memuntahkan kembali seteguk darah.
Hasil pertarungannya dengan orang yang bernama Yura membuat organ dalamnya mengalami kerusakan parah.
Walaupun begitu ia masih terus memfokuskan dirinya dalam menyerap khasiat setiap pil yang di konsumsi nya.
Tak lama kemudian organ dalam kini sudah membaik. Ia tersenyum cerah.
Merasa bahwa organ dalamnya sudah baikan, Katagiri bukannya beristirahat tapi segera berkultivasi.
Pertempuran dengan Yura membuatnya sadar bahwa ia masih harus lebih kuat lagi untuk bisa melintasi lebih banyak hal yang ingin ia lihat. Untung baginya karena orang yang ia lawan adalah orang baik.
Ia mulai melakukan pernafasan air. Semua udara yang berada di dalam kamarnya hingga di luar terhisap masuk. Membuat beberapa orang yang lewat di depan kamar Katagiri merasa kesulitan bernafas karena kurangnya oksigen membuat beberapa orang menjadi penasaran.
Katagiri yang sudah pokus tentu tidak mengetahui hal itu. Ia terus berkonsentrasi dalam berkultivasi.
Ia bisa merasakan setiap udara yang ia hirup mulai mengalir masuk ke dalam dirinya. Ia menahan di bagian dadanya dan mengubahnya menjadi tenaga dalam.
Saat dirinya terus melakukan proses itu ia sudah mulai merasakan dobrakan yang terus terjadi di dalam dantian nya.
Katagiri tersenyum tipis. Dengan dobrakan itu ia tentu memahami bahwa dirinya akan segera menerobos. Ia mulai lebih memfokuskan dirinya agar bisa menerobos dengan lancar.
Tapi setelah terus berkultivasi dirinya belum menunjukkan tanda-tanda akan menerobos.
Katagiri mengerutkan dahinya, tapi setelah di pikir-pikir dia pun akhirnya berhenti berkultivasi.
Dia tahu dirinya, bukan masalah bila ingin menerobos. Dua atau tiga hari maka sudah di pastikan ia akan menerobos.
Hanya saja dirinya kini baru menyadari bahwa memiliki tingkat kultivasi yang tinggi, namun tidak mempunyai pondasi yang kuat maka akan merugikan dirinya.
Untuk itu lah ia berhenti menerobos dan malah memperkuat pondasinya. Walaupun usianya masih 9 tahun tapi berkat didikan Leon, ia bisa memiliki pemikiran yang lebih dewasa dari anak seumurannya.
Tepat ketika matahari akan terbit, Katagiri pun membuka matanya dan mulai bernafas lega. Walaupun hampir semalaman dirinya memperkuat pondasinya tapi dia hanya bisa mencapai hasil seperlima.
' sepertinya akan memakan banyak waktu. Tapi sepertinya tidak ada cara lain ' gumamnya pelan.
Tentu dia merasa kecewa, tapi terlalu terburu-buru juga bukan sesuatu yang baik. Untuk saat ini pikirannya difokuskan akan pondasi tubuhnya. Ia tak ingin nanti ketika akan menerobos ke tingkat yang lebih tinggi ia mengalami jalan buntu.
" Untuk saat ini aku hanya perlu melatih keterampilan pertempuran ku agar lebih baik dalam penggunaannya. Terlebih lagi aku masih terlalu awam di dunia persilatan di sini. " Kata Katagiri sambil menggaruk kepalanya.
" Guru Leon pernah memberitahu ku akan mahaguru. Tapi setelah pertarungan yang ku lakukan kemarin membuatku melupakan siapa namanya. Tapi mengingat bahwa guru Leon sangat kuat, maka menemukan mahaguru juga bukan masalah sukar. Aku hanya perlu mengetahui siapa yang memiliki kekuatan yang terhebat di sini. " Ia pun mulai merencanakan langkah-langkah yang akan ia lakukan selanjutnya.
Ia mulai memakan makanan yang di antar oleh Yurin. Makanan nya sudah tidak panas, tapi walaupun begitu Katagiri masih melahapnya dengan nikmat.
Setelah itu ia mulai membersihkan diri lalu melangkah ke luar jendela. Ia harus segera pergi, dia tidak mau menyusahkan lebih banyak orang lagi.
Menulis pesan pada Yurin bila nanti ia akan mencari nya, Katagiri menyimpan nya di atas meja.
" Untuk langkah selanjutnya aku hanya perlu mencari tahu akan lokasi mahaguru, tapi sebelum itu aku harus mengasah kemampuan bertarung ku juga. Kurasa menumpas beberapa jagoan dari sekte aliran hitam tidak masalah. Kata guru orang-orang seperti mereka memang harus di lenyapkan. " Kata Katagiri sambil bergerak cepat. Hanya dalam hitungan menit kini dirinya sudah jauh dari tempat di mana ia pergi tadi.
°°°
Ketika cahaya matahari sudah agak terlihat barulah Yurin berjalan masuk ke dalam kamar Katagiri.
Bukan hanya mereka saja tapi tiga orang lainnya juga mengikuti nya, utamanya Yura. " Yurin apa menurutmu ia bisa memaafkan diriku atas kesalahpahaman yang terjadi?" Yura bertanya sambil menatap Yurin yang kini sudah hampir membuka pintu kamar Katagiri.
Kemarin ia sudah memberitahu semuanya akan apa yang terjadi. Ketiga orang yang mendengarnya menjadi merasa bersalah, utamanya Yura yang terlebih dahulu menyerang tanpa tahu alasan kenapa Katagiri bersikap demikian pada pelayan.
Sejujurnya ia sangat membenci orang-orang kaya yang berlagak sombong, itu sebabnya ia melakukan hal itu pada Katagiri.
Nyatanya mereka semua salah paham bahwa bocah itu bersikap demikian karena melanggar perintah gurunya.
" Di nilai dari sikapnya aku rasa ia akan memaafkan mu. " Balas Yurin santai.
Bertukar kata dengan Katagiri kemarin membuat nya sedikit paham akan sifat anak itu.
" Kuharap kau benar "
Mereka pun melangkah masuk bersama. Pandang mereka semua tertuju pada ranjang yang kini sudah rapi.
" Hey ... Apa menurutmu dia sedang diluar atau bagaimana? Kenapa tempat ini menjadi kosong ?" Tanya salah satu di antara mereka yang memiliki tubuh paling besar.
" Entahlah .. kemarin aku lihat anak itu masih memiliki luka yang masih membutuhkan perawatan. Tanpa pil aku rasa ia akan memakan banyak waktu untuk sembuh. Tidak mungkin kan dia pergi dengan keadaan seperti itu ? balas Yurin sambil mencari keberadaan Katagiri.
Mereka semua berniat meminta maaf akan kejadian yang terjadi. Selain itu mereka juga berniat untuk mengajak nya masuk ke dalam sekte mereka.
Dengan bakat yang di miliki Katagiri tentu setiap sekte pasti akan ada yang mau membukakan pintu pada dirinya.
Hanya saja mereka ingin membangun sebuah hubungan dengannya, akan tetapi mereka tidak menemukan keberadaannya.
" Seperti nya anak itu sudah pergi. " Kata Yura sambil menatap sebuah gulungan di atas meja.
Perkataan nya tentu saja membuat yang lainnya segera melihat ke arah Yura.
" Anak itu mungkin memiliki sesuatu yang harus di kerjakan makanya dia pergi terlebih dahulu. Dan untuk mencegah kita khawatir dia menulis surat yang ditujukan kepada mu Yurin " Lanjutnya sambil menunjukkan surat yang sudah di bacanya ke arah Yurin.
Yurin segera merebut surat itu lalu membacanya.
Saudari Yurin terimakasih karena sudah merawat ku. Aku tersanjung akan kebaikan yang diberikan saudari Yurin. Ketika anda membacanya mungkin aku sudah pergi jadi aku tidak akan berkata banyak. Ketika selanjutnya kita diberi waktu untuk bertemu kembali maka saya akan membalas kebaikan saudari Yurin. Dan juga ketika saat itu tiba aku juga kan mengalahkan pangeran Yura. Jaga diri kalian utama nya anda Saudari Yurin.
Katagiri
Yurin membacanya dengan teliti. Setelah itu ia menyimpan nya kembali.
" Sepertinya anak itu mendapatkan kesan dari mu, sehingga ia dengan berani menulis surat untuk mu. Apa kau memiliki hubungan dengannya?" Selidik Yura setelah melihat Yurin sudah membaca surat itu.
" Anak itu baik. Hanya saja dia masih sangat mudah jadi aku tidak terlalu memikirkan kata-kata yang terkandung didalamnya. Mungkin dia hanya ingin berterimakasih. Anda tidak perlu berfikir terlalu jauh. " Balas Yurin
Yura masih menatap ke arah Yurin
" Terserah kau saja lah. Tapi kalo kau jatuh cinta, usahakan jangan mencari yang di bawah mu. Atau aku akan meledak mu nanti " balas nya lalu tertawa kecil.
Yurin yang di ledek hanya membuang muka kesal. Tapi walaupun begitu ia masih mengingat percakapan mereka dengan Katagiri kemarin.
' kuharap kau juga berhati-hati '
°°°°°
.NOTE :
***hi selamat malam.
oke pertama-tama saya minta maaf karena telat up dari jadwal yang seharusnya. ada kegiatan yang harus saya lakukan, jadi nya tidak bisa mengetik kemarin. apalagi dengan kondisi tubuh yang sudah kelelahan membuat ku lansung tertidur malam harinya.
doain aja moga to next bisa lebih bisa up dengan lancar.
oke selamat berakhir pekan. Tetap jaga kesehatan di luar lingkungan dan mematuhi peraturan yang berlaku.
enjoy***!!