
Mereka ber tiga melanjutkan makan siang mereka di restoran tersebut. Setelah mereka menyelesaikan makannya, Jayden menunjukkan jalan ke perusahaan papanya. Saat sudah sampai mereka berhenti di depan resepsionis. Stella langsung menyadari bahwa perusahaan yang sedang ia kunjungi adalah Atmaji Company dan otomatis papa Jayden adalah Julian yang merupakan CEO dari Atmaji Company. seketika itu, jantung Stella langsung berdebar tidak jelas, mengingat pertemuan pertama mereka saat meeting kemarin yang membuat Stella seperti jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Julian. Tetapi seketika itupun juga hati Stella seperti diremuk saat mengingat perkataan Jayden bahwa Julian pernah mempunyai dan sampai sekarang ia belum bisa melupakan perempuan itu.
“ ah aku jadi kecewa untuk bertemu dengannya, sudah lah lebih baik aku antarkan Jayden sampai resepsionis ini, asti mereka sudah mengenal Jayden juga “ batin Stella
“ Jayden, tante antar sampai sini saja ya , resepsionis disini pasti sudah kenal kamu kan “ kata Stella untuk menolak bertemu langsung dengan Julian karena hatinya yang agak kecewa dengan perkataan Jayden, biarpun Stella memang bukan siapa – siapa Julian dan tidak berhak untuk seperti itu.
“ tidak tan, ayo kita ke atas, aku mau tante bertemu daddy, sama tante Alana juga “
“ iya ayolah Stel, apa kamu tega buat ninggalin ini anak di resepsionis ? “ kata Alana
“ baiklah , ayo kita keatas”
Lalu mereka berjalan menaiki lift ke lantai 14, dimana lantai tersebut merupakan lantai khusus petinggi perusahaan. Mereka berjalan menuju ruang CEO dan mereka langsung disambut oleh sekretaris dan asisten pribadi Julian karena melihat anak bosnya bersama CEO dari perusahaan yang terkenal.
“ maaf bu Stella, mengapa Jayden bisa bersama anda ya ? “
“tadi saya bertemu dengan Jayden saat ia hamper ditabrak mobil di jalan, jadi saya ajak makan siang dulu , lalu dia minta diantarkan kesini , untuk lebih jelasnya, tanya saja ke Jayden, kalau begitu saya pamit. “ jawab Stella untuk menjelaskan agar tidak ada salah paham
“ Jayden, tante Stella dan tante Alana pulang ya, kamu jangan seperti tadi lagi loh “
“ kalau tante Stella pulang, aku gabisa kenalin ke daddy dong, ah aku harus paksa tante Stella nih biar tante Stella bisa jadi mommy aku “ pikir Jayden
“gamau tante , aku mau kenalin tante ke daddy, ayo tante Stella kita masuk, biar tante Alana bersama om Rian aja di depan. “ kata Jayden sambil menarik tangan Stella.
“baiklah Jay, Alana , kamu tunggu disini bentar ya “ kata Stella kepada Jayden dan Alana
“ daddy, Jayden pulang. “ sambut Jayden yang membuat Stella sadar dari lamunannya
“ Loh Jayden, kok udah pulang, terus bu Stella, kok bisa bersama Jayden ?”tanya Julian dengan
“ Astaga, maaf Jay, daddy tidak melihat jam daritadi, daddy kira masih belum waktunya kamu pulang, maafkan daddy ya, terus kamu kok bisa pulang sama tante Stella ?”
“ iya karena daddy ga jemput, aku tadi jalan ke perusahaan daddy terus pas ak mau nyebrang. Aku hampir tertabrak mobil, untung ada tante Stella dan tante Alana yang nyelamatin aku, terus tadi aku di traktir makan siang juga dad”
“ serius kamu hampir tertabrak mobil ? maafkan daddy ya karena lupa untuk menjemput kamu, besok besok dad janji gabakal lupa lagi. “
“ terus bu Stella, terimakasih banyak ya sudah menyelamatkan Jayden, dan mengantarkannya juga . titip trimakasih juga untuk bu Alana. “
“ panggil saya Stella dan Alana saja pak, lain kali tolong jangan lupa untuk menjemput Jayden karena sangat bahaya jika seperti tadi lagi. “
“ baik Stella, kamu juga panggil saya Julian saja, saya belum tua juga kok. Lain kali saya pastikan tidak akan seperti tadi lagi, sekali lagi terimakasih banyak ya Stella. “
“baik Jul, kalau begitu saya pamit ya “
“Jay, tante pamit yaa, bye “
Setelah itu, Stella dan Alana langsung keluar dari perusahaan itu. Dan menuju ke perusahaannya untuk melanjutkan pekerjaan yang ada.
“huh akhirnya, astaga, tadi deg – deg an banget bisa bicara santai dengannya” batin Stella sambil berjalan menuju perusahaannya.