
Keesokan harinya, Stella langsung siap siap untuk berangkat ke perusahaan. Setelah sampai perusahaan, ia langsung mengerjakan pekerjaan – pekerjaan yang ada.
“ Stel, kemarin aku sudah email Atmaji Company untuk kerja samanya dan sudah ditentukan jadwal untuk bertemu, besok jam 3 sore, mereka akan ke perusahaan kita untuk membicarakan kontrak kerja nya. “ Jelas Alana tentang kerja sama Bellvan Company dengan Atmaji Company.
“ baik na, terimakasih ya, kamu persiapkan untuk pertemuan besok, seceatnya langsung kasih ke saya ya. Oh iya Alana, saya minta tolong, kamu ke resepsionis terus bilang nanti pas sekitar jam makan siang, kalau ada seorang anak dan nenek ma bertemu saya, langsung diantarkan ke ruangan saya saja. “ kata Stella.
“ oh baik Stel, nanti aku akan sampaikan ke resepsionis, omong – omong siapa yang akan datang nanti Stel ? “ tanya Alana karena penasarann dengan anak dan nenek yang akan datang mengujungi Stella nanti saat makan siang , karena setau Alana, Stella tidak memiliki keluarga yang masih kecil lalu kenalan atau keluarga Stella pun jarang untuk mengunjungi saat makan siang seperti ini di perusahaan.
“ itu kemarin Jayden telepon , katanya dia dan neneknya mau ke perusahaan siang ini, “ kata Stella menjawab pertanyaan dan ke ingin tahu an Alana.
“ oh baiklah kalau begitu. Aku ke resepsionis dulu ya “ kata Alana sambil berjalan menuju resepsionis, biarpun ia merasa ada yang aneh dengan kunjungan Jayden dengan neneknya nanti , ia tidak terlalu memikirkan nya, Alana hanya berfikir mungkin neneknya ingin mengucapkan terimakasih karena suda menyelamatkan Jayden.
Lalu tiba saat jam makan siang, Jayden dan neneknya pergi ke resepsionis untu menanyakan tentang ruangan Stella.
“ permisi mba, saya dan cucu saya bernama Jayden ingin bertemu dengan ibu Stella, kemarin sudah ada janji, apakah kami sudah bisa bertemu ? “
“ oh sudah ibu, bu Stella ada di ruangannya, mari saya antar. “ kata resepsionis itu dengan ramah karena sudah diberi tahu oleh Alana tadi pagi tentang tamu yang akan datang. Mereka lalu berjalan menaiki lift ke lantai 21, dimana lantai tersebut khusus untuk ruangan CEO saja. Lalu mereka sampai lah di ruangan nya Stella.
“ terimakasih ya mba sudah mengantarkan kami “ kata nenek Jayden berterimakasih kepada sang resepsionis karena telah mengantarkan mereka ke ruangan Stella
“ baik bu kalau begitu saya pamit. “ kata resepsionis itu sambil berjalan turun ke lift.
Lalu Alana yang melihat kedatangan Jayden dan neneknya itu langsung mendatangi dan menyapa mereka sebelum mengantarkan masuk ke ruangan Stella.
“ siang tantee, tante Stella ada di ruangannya kan ? tante Alana ga makan siang ?” tanya Jayden
“ tante udah makan siang kok tadi Jay, kamu langsung masuk aja , tante Stella ada di dalam ruangannya kok “ balas Alana
“ oke tante Alana, makasih ya, byee “ kata Jayden
“ makasih ya mba Alana, kami masuk dahulu” kata nenek Jayden berterimakasih kepada Alana dan sambil berjalan ke ruangannya Stella.
Lalu mereka masuk ke ruangan Stella, melihat Stella sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya, karena sebagai CEO, ia memiliki pekerjaan yang cukup banyak.
“ halo tante Stella, Jay sama nenek udah datang “ sapa Jayden kepada Stella
“ oh selamat siang tan, ayuk silakan duduk. “ kata Stella kepada nenek dan Jayden
Lalu mereka duduk dan berbincang bincang sebentar dan karena sudah jam makan siang, jadinya Stella mengajak Jayden dan neneknya untuk makan siang di restoran depan perusahaan.
“ tan, gimana kalau kita sekalian makan siang? Sudah jam makan siang, Jayden , kamu sudah makan siang belum?” tawar Stella kepada Jayden dan neneknya
“ ayuk, Jayden juga belum makan tan, nenek juga belum makan kan? “ kata Jayden
“ iya nenek juga belum makan, sudah ayuk kita makan siang.” Jawab nenek