
" kalau ibu sih terserah kalian, karena ini hidup dan pernikahan kalian, kami tidak bisa mengatur. Kalau memang kalian belum siap untuk menikah cepat,ya sudah, lakukan yang menurut kalian benar, biarpun sebenarnya ibu sih ingin cepat menimang cucu dari kalian hehe.. " kata Ibu Julian
" iya mommy juga setuju dengan Maria, semua tergantung kalian Stel, Jul," sambung mommy.
" iyaaa tanteeeee, ayolaahh cepat jadi mommy Jay, Jay udah ga sabar mau tidur bareng mommy, mau diajarin sama tante, mau makan disuapin tante, jangan lama lama ya tann, pleaseee" Jayden berakting lagi untuk mendapatkan sesuatu yang dia mau, yaitu Stella menjadi mommy nya secepatnya, jadi ia memasang muka sedih dan juga memohon kepada Stella.
Dengan bujukan semuanya, Stella cukup tersentuh hati nya, ia menengok ke Julian dahulu untuk meminta pendapat nya dan ingin ia memulai pembicaraan. Julian yang menyadari tatapan Stella, langsung mengangguk dan membuka pembicaraan tentang pernikahan secepatnya
" baiklah semuanya, Julian sih setuju untuk menikah secepat nya dengan Stella. Julian akan mulai mengenal Stella dari sekarang, dan akan mengenal lebih dekat lagi seiring berjalan nya pernikahan kita. Julian juga memang sudah sangat serius dengan Stella. Tapi Julian tergantung Stella aja." kata Julian.
Stella sangat bimbang dengan ini. Semua menyuruh Stella untuk menikah cepat tetapi tidak tahu kenapa di lubuk hati nya yang paling dalam, masih belum bisa menerima Julian apalagi menikah secepat nya dengan Julian,tapi karena ia mengingat keluarga nya semua,jadi ia menyetujui untuk menikah secepatnya dengan Julian.
" baiklah ,Stella mau kok menikah seceparnya dengan Julian, agar Stella bisa cepat jadi mommy nya Jayden juga." Stella sambil tersenyum ke arah Jayden dan Julian secara bergantian..Ia sudah sangat menyayangi Jayden semenjak pertama kali ketemu tanpa tahu ia anak Julian atau bukan.
" yeyyyy serius tante? terimakasih ya. berarti sekarang aku boleh panggil tante dengan panggilan mommy? " Jayden sangat senang dengan jawaban Stella. Ia langsung memeluk Stella seperti mommy nya sendiri
" boleh dong Jay, Jayden kan akan jadi anak mommy" sambut Stella.
" terimakasih ya Stel, kamu mau menerima Julian dan Jayden.. berarti sekarang kita sekalian ngomongin tentang pernikahan kamu ya? bagaimana kalau pernikahan kamu diadakan bulan depan? tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat bukan? " kata ayah Julian
" gimana menurut daddy dan mommy? apa bulan depan pas untuk aku menikah dengan Julian? " tanya Stella kepada mommy dan daddy nya untuk meminta persetujuan
" menurut daddy sih pas kok, jadi mulai sekarang kalian persiapkan apa yang akan kalian butuhkan saat pernikahan kalian nanti" jawab daddy.
" iya Stel, ibu juga setuju apa yang daddy dan ayah bilang. " kata Ibu Julian menambahkan, sedangkan mommy hanya diam saja .
" baiklah, Jul, kamu tidak keberatan untuk menikah bulan depan kan? " tanya Stella kepada Julian
" kalau aku sih keberatan, mau nya aku minggu depan kita nikah Stel hehehe.. " jawab Julian dengan bercanda.
" iyaa Stella ,aku setuju kok, itu waktu yang pas, jadi kita ada waktu untuk mempersiapkan segala nya dengan matang juga. " jawab Julian kali ini dengan serius krena tidak mau bermain main dengan rencana pernikahan nya.
" baiklah kalau begitu, berarti kita sepakat ya untuk mengadakan pernikahan bulan depan, untuk hari dan tanggal, ayah serahkan ke kalian saja. " kata ayah
" baiklah ayah " kata Stella dan Julian berbarengan
Setelah berbincang bincang cukup lama, akhirnya keluarga Julian memutuskan untuk pulang. Tetapi karena Stella dan Julian ingin langsung menyicil persiapan pernikahan, jadi Stella dan Julian pergi berdua saja.
Saat keluarga Julian sudah sampai di rumah, Ibu dan Ayah langsung berbincang bincang berdua
" ayah, apa tadi ayah perhatikan reaksi mommy nya Stella? kok ibu lihat seperti nya mommy nya Stella tidak terlalu suka dengan pernikahan Stella dan Julian ya." kata ibu membuka pembicaraan karena daritadi ibu memperhatikan mommy nya Stella seperti tidak bersemangat dengan pernikahan Stella dan Julian
" hush, kamu tuh ya bu, ga boleh berfikiran seperti itu, sebentar lagi mereka akan jadi besan kita, tadi mommy nya Stella juga kan sudah setuju, mungkin ia hanya sedih kalau anak semata wayang nya nikah sama Julian dan tinggal bareng kita. " kata ayah menenangkan ibu karena tidak mau ada fikiran yang jelek.
" ah baiklah yah kalau begitu, maafin ibu ya sudah berbicara seperti itu tentang mommy nya Stella. "
Lalu di lain sisi, di rumah Stella, mommy dan daddy juga berbincang tentang pernikahan Stella.
" dad, kok perasaan aku tentang pernikahan Stella dan Julian tidak enak ya? aku jadi tidak yakin bahwa Stella akan bahagia dengan Julian. " kata mommy
" ga enak kenapa mom? menurut aku, Julian anak yang baik kok, dia juga kan serius sama Stella.. jadi kamu ga perlu mikir yang negatif, itu bisa jadi doa loh buat Stella dan Julian nanti. "
" iya sih dad, tapi firasat seorang ibu itu ga pernah salah kan. " jawab mommy
" udah ah mom, jangan mikir yang aneh aneh, kita berdoa aja biar yang kamu fikirkan tidak benar. " kata daddy menutup pembicaraan tentang pernikahan Stella