Journey To The Perfect Life

Journey To The Perfect Life
Tidak Menyangka



Keesokan harinya, Julian dan keluarga nya dari pagi sudah sibuk untuk menyiapkan keperluan yang akan dibawa ke rumah Stella. Semua akan ikut ke rumah Stella, begitupun Jayden. Biarpun masih anak anak, Jayden sudah mengerti tentang apa yang akan terjadi, ia sangat senang bahwa sebentar lagi, Stella akan menjadi mommynya. Ia sangat bersemangat sehingga dari pagi ia sudah mengajak untuk berangkat.


“ dad, ayo kapan kita ke rumah tante Stella nya? Ini udah siang dad. “ tanya Jayden kepada Julian saat masih mempersiapkan keperluan untuk melamar Stella.


“ nanti dulu Jay, ini masih jam 8 , masih pagi banget loh, nanti jam 10 kita jalan ya. Mending sekarang kamu bantuin dad deh” jawab Julian menenangkan Jayden yang terlalu bersemangat


Lalu ayahnya tiba tiba mendatangi Julian. “ Jul, kalau kamu memang benar mau serius, jangan pernah nanti berubah pikiran lagi ya. Jangan jadi laki laki yang tidak bisa bertangggung jawab, sekarang kamu sangat semangat untuk memiliki Stella tapi nanti saat sudah memilikinya, kamu jadi tidak peduli lagi. Kamu juga sudah harus benar benar melupakan Adelia ya, sekarang focus untuk mendapatkan Stella dan membahagiakannya. Oke Jul ? “ sebenernya ayah masih ada perasaan takut karena cepat sekali Julian ingin serius dengan Stella, padahal dalam 6 tahun ini aja Julian belum bisa melupakan Adelia tetapi tiba tiba ia langsung melupakan Adelia dan menyukai Stella.


“ iya yah, aku ga bakal macam macam kok, kali ini aku benar benar serius dengan Stella. Aku juga tidak tahu bakal secepat ini tetapi semua seperti sudah diatur sama Allah yah. “ kata Julian meyakinkan


“ baiklah kalau begitu, ayo kita lanjut lagi siap siapnya. “ lalu mereka melanjutkan siap siapnya , nenek berada di dapur untuk mempersiapkan makanan yang akan dibawa, sedangkan yang lainnya dibereskan oleh Julian , kakek dan Jayden.


“ akhirnya selesai, dah sekarang ibu sama ayah mandi dan siap siap ya, aku dan Jayden juga akan mandi dan bersiap- siap. “ kata Julian


“ ah Jayden sudah mandi daritadi dad, kan Jayden udah siap dariadi. “ jawab Jayden


“ wah iya yah, dad lupa kalau kamu terlalu bersemangat. Baiklah dad mandi dulu ya. “


“ halo tante, tante lagi ap? “ kata Jayden di telepon.


“ oh halo Jay, tante lagi duduk aja nih, semua udah selesai beres beresnya, kenapa Jay? Kamu lagi apa? “ tanya Stella.


“ Jayden lagi iseng nih tan, semuanya lagi pada mandii dan beres beres. Jadi Jay telepon tante aja deh hehe. “


“ oh terus Jayden emangnya udah mandi? Udah sarapan belum?” tanya Stella dengan lembut


“ udah semua dong tan, jay udah mandi daritadi hehe. Tan , udah dulu ya, ada yang Jay mau persiapkan lagi nih. “ kata Jayden


“ okee deh Jay. “ jawab Stella


Lalu setelah semua siap, sebelum berangkat, Julian mengabari Stella dahulu bahwa mereka akan berangkat sekarang. Setelah memberitahu Stella, mereka langsung berangkat menuju rumah Stella menggunakan dua mobil karena tidak muat jika hanya satu mobil. Setelah samai rumah Stella, mereka langsung disambut hangat oleh keluarga Stella, sekaligus saat melihat mommy dan daddynya Stella, Julian,ayah dan ibunya sangat kaget mengetahui siapa sebenarnya Stella itu. Karena sebelumnya mereka tidak sadar bahwa nama Stella itu memiliki nama Shaennette.