
Setelah itu , Stella langsung ke ruangan kantornya Bersama dengan sekretarisnya yang bernama Alana.
“ Alana, aku mau perusahaan yang beekrja sama dengan kita adalah Atmaji Company. segera kirimkan email kepada mereka dan ditunggu dalam meeting selanjutnya untuk membicarakan kontrak”
“ tapi menurut saya , ada perusahaan yang memiliki kualitas lebih baik dan menawarkan harga yang lebih baik bu, apa ibu yakin tetap ingin bekerja sama dengan Atmaji Company?“
“ Alana, aku kan sudah bilang, umur kita Cuma beda setahun, aku tidak mau kamu panggil ibu. Aku belum tua loh. Dan satu lagi, aku tetap yakin untuk bekerja sama dengan Atmaji Company. sudah sana kamu kirimkan emailnya aja, oke? “
“ baiklah stel kalau itu mau kamu”
Saat jam makan siang, Stella mengajak Alana untuk makan siang di resoran depan perusahaan.
Saat hendak menyeberang, tiba – tiba ada anak yang hamper tertabrak mobil, dengan segera Stella langsung menarik anak itu ke pinggir jalan.
“ astaga de, kamu gapapa kan ? ada yang luka ga ? kok kamu bisa disini ? orang tua kamu kemana ? “ tanya Stella bertubi – tubi karena sangat khawatir dengan anak itu.
“ gapapa tante, makasih ya udah selamatin aku, tadi aku ga lihat – lihat saat mau menyebrang. Aku dari sekolah ingin ke perusahaan daddy karena daddy ga jemput aku, padahal aku udah nungguin dairtadi”
“oh yauda, kamu makan siang dulu ya sama tante, mau ? abis itu tante anterin ke kantor papa kamu, tante juga mau makan siang nih “
“ oke tante aku mauu”
Setelah sampai di restoran depan perusahaan, mereka langsung memesan makanan dan sambil menunggu pesanan datang , Stella dan Alana mengobrol dengan anak itu.
“ ohh aku Jayden tante , aku kelas 1 SD Pelita Harapan”
“ oh terus daddy kamu kerja di perusahaan mana ? mama kamu kemana ? “ sekarang gentian Alana yang penasaran dengan Jayden.
“ daddy itu bos di perusahaan keluarga kita tante, perempuan itu ninggalin aku pas aku baru lahir, tapi dad masih terus mengharapkan dia , aku tidak tahu kenapa, padahal dia udah ninggalin kita tapi daddy masih aja nyariin dia “ jelas Jayden Panjang kali lebar. Meskipun ia baru kelas 1 SD atau 6 tahun, ia sudah sangat lancer berbicara. Karena Julian selalu tidak perhatian pada Jayden, jadi Jayden sudah disekolahkan oleh kakek dan neneknya dari umur 3 tahun.
“mengapa Jayden tidak memanggil mommy ya ? apa ia sangat benci dengan mommy nya sampai ia tidak menganggap mommy nya ? anak kecil saja sudah seperti ini .” pikir Stella setelah mendengar penjelasan Jayden tentang mommynya atau yang disebut Jayden perempuan itu
“ohh maafkan tante ya Jay, tante tidak tahu”
“ gapapa tanteee, oh ya, aku boleh minta nomor telepon tante Stella dan tante Alana ga ?”
“boleh kok, ini nomor tante Stella ya , “
“ ini juga nomor tante Alana ya, oh ya, emangnya Jayden sudah punya hp ? Jayden masih kelas 1 SD kan ? “ tanya Alana karena penasaran dan sambil memberi nomor teleponnya
“oke tante terimakasih ya, Jayden dikasih hp sama daddy , buat komunikasi, Cuma hpnya ada di rumah, ga boleh dibawa kYe sekolah tan “
“ oh baiklah kalau begitu, makanan kan sudah datang, kamu makan dulu saja, tante dan tante Stella akan mengantarkan kamu ke perusahaan papa kamu abis makan ya “
“ oke makasih tante yang baik - baik “