
Seminggu kemudian, Julian sudah mulai bersiap – siap untk pergi ke perusahaan, sebelum itu, ia mengantarkan Jayden ke sekolah dulu, Jayden sudah masuk SD kelas 1. Ia bersekolah di salah satu sekolah internasional di Jakarta.
“ dad, daddy sudah mulai ke perusahaan ya ? semangat ya dad, nanti siang jangan lupa jemput aku “ kata Jayden dengan suaranya yang masih lucu.
“ oke anak daddy, nanti daddy jemput, jangan kemana – mana sebelum daddy jemput ya ! “
“ oke dad “ jawab Jayden sambil bergaya hormat kepada Julian.
Setelah mengantarkan Jayden, Ia langsung berangkat ke perusahaan yang sudah lama ia abaikan.
“ morning mom , morning dad “ sapa seorang perempuan yang cantik dan berjalan anggun untuk sarapan Bersama orang tuanya. Yang tak lain adalah Auristella yang akrab dipanggil Stella.
Ia merupakan anak tunggal dari Amelia Cahyani dan Johanes Shaenette. Ia memiliki darah campuran Indonesia – Jerman. Mommy nya berkebangsaan Indonesia sedangkan daddy nya berkebangsaan Jerman. Mereka sedang tinggal di Indonesia untuk mengurus perusahaan yang ada di Jakarta. Nama Shaenette sudah terkenal besar baik di Indonesia ataupun di Jerman. Mereka memiliki perusahaan bernama Shaenette Company. Tetapi tidak ada yang tahu bahwa Stella merupakan anak dari keluarga Shaenette karena Stella ingin besar bukan karena nama Shaenette jadi ia menyembunyikan nama Shaenette. Stella terkenal sebagai CEO muda yang sangat cerdas, ia memiliki perusahaan bernama Bellvan Company, yang iya sudah bangun sejak saat kuliah.
“ morning sayang, kamu mau berangkat ke perusahaan sekarang ? “ tanya mommy amel
“ yes mom, aku ada meeting pagi ini dengan perusahaan. “
“ Stella, apakah kamu masih tidak mau untuk mengelola perusahaan daddy ? daddy sudah cukup tua untuk mengelola perusahaan , daddy ingin menikmati masa tua dengan mommy mu “ kata daddy sambil menggoda mommy. Biarpun mereka sudah menikah berpuluh – puluh tahun, mereka selalu mesra.
“ no dad, aku sudah cukup pusing untuk mengurus perusahaan ku, kalau daddy tidak mau mengelola nya, daddy kan bisa cari orang untuk mengelola perusahaan daddy “
“baiklah baiklah, terserah kamu saja stel, nanti daddy akan cari orang untuk mengelola perusahaan, tapi nanti kamu harus pegang perusahaan daddy ya kalau sudah siap! “ akhirnya daddy mengalah karena Stella tetap kekeh tidak mau mengelola perusahaan nya.
“ mom, dad aku pergi dulu ya , bye mom dad, I love you“
“ oke sayangku, I love you too “ kata Mommy dan Daddy
-^-^-^-^-^-^-^-^-
“ Kamu kenapa ga bilang dari kemarin kalau ada meeting pagi ini?!! Apa kamu mau buat perusahaan mereka tidak mau bekerja sama dengan kita karena saya kurang persiapan ? haa?!!” kata Pria itu dengan marah kepada asisten pribadinya.
“ maaf pak, saya tidak tahu kalau anda akan masuk hari ini, semua materi sudah di handel oleh sekretaris bapak yang bernama Sarah”
“ baiklah, lain kali awas kamu begitu ya ! panggil Sarah sekarang kita berangkat ke Bellvan Company sekarang”
“ baik pak,maafkan saya sekali lagi“ balas Rian dengan sangat takut karena Julian yang baru memulai mengurus perusahaan lagi sudah langsung marah marah.
Setelah itu mereka langsung menuju Bellvan Company untuk menjalin kerja sama. Atmaji Company berjalan di bidang kayu,granit,dll. Sedangkan Bellvan Company merupakan perusahaan furniture, jadi Bellvan Company yang termasuk perusahaan besar sedang mencari perusahaan bidang kayu , granit dll untuk bekerja sama. Jadi banyak sekali perusahaan yang ingin mencalonkan diri untuk bekerja sama dengan Bellvan Company.
“ Selamat pagi semua, saya Julian Armand Atmaji selaku CEO dari Atmaji Company yang berlayar di bidang kayu dan granit akan menjamin Bellvan Company mendapatkan kayu dan granit dengan kualitas yang terbaik, yang tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya. Terimakasih atas perhatian dalam presentasi tadi “ tutup Julian. Selama Ia berbicara, ia sama sekali tidak melepas pandangannya pada Stella dan pada beberapa kali juga mereka tidak sengaja berpandang – pandangan.
Setelah semua perusahaan selesai melakukan presentasi. Stella sebagai CEO dari Bellvan Company memberikan kata kata penutup
“ baiklah terimakasih atas partisipasi anda untuk bekerja sama dengan perusahaan kami. Untuk kerja sama , sekretaris saya akan mengumumkan lewat email. Saya mohon maaf bagi perusahaan yang belum terpilih untuk bekerja sama dengan perusahaan kami. Saya berharap kedepannya kita dapat beekrja sama. Terimakasih. Perusahaan kami sudah menyiapkan jamuan, silakan dinikmati. “ kata Stella yang menutup meeting pagi ini. Selama Stella berbicara, tidak lepas dari sepasang mata yang selalu melihatnya dengan kagum.