
Saat Jayden dengan kakek dan neneknya sedang makan malam, Julian baru pulang. Ia langsung ikut makam malam dengan Jayden dan ayah ibunya. Setelah makan, mereka berbincang – bincang tentang perempuan yang diceritakan Jayden tadi, yaitu Stella.
“dad , daddy tau ga ? tadi Jay telponan sama tante Stella terus besok Jay mau ke perusahaan tante Stella sama nenek pas pulang sekolah “
“ oh ya ? apakah tante Stella ga keberatan kalau kamu dan nenek datang besok?” tanya Julian
“ ga kok dad, tadi aku udah tanya sama tante Stella, katanya gapapa, terus tante Stella juga ada di perusahaan “
“ oh yauda kalau begitu, tapi jangan seperti itu lagi, tante Stella tuh Cuma kolega daddy, dah sekarang kamu masuk kamar, sikat gigi, terus tidur. “ kata Julian melarang Jayden untuk bertemu dengan Stella karena Julian merasa tidak enak dengan Stella, dimana posisi Stella hanya rekan kerja sama.
“ baiklah dad, good night dad, kakek dan nenek” kata Jayden dengan nada lesuh karena mendengar perkataan daddynya.
“ good night Jayden” balas mereka.
Setelah Jayden masuk kamar nya dan tidur, ayah dan ibu Julian berbicara dengan Julian berkaitan dengan yang diceritakan Jayden tadi siang, tetapi diam – diam , Jayden masih mendengarkan pembicaraan mereka dari dalam kamarnya.
“ iya tadi aku pagi aku ada rapat dengan Bellvan Company bu, itu pertama kali aku bertemu dengan CEO nya yang bernama Stella. Dia orang nya cantik bu, dan sangat pintar, saat aku lihat dia berbicara di depan umum,dia sangat menawan, mungkin aku hanya sekedar tertarik fisik saja bu,tetapi disatu sisi aku ingin memilikinya, apakah mungkin bu ?. “ kata Julian menjelaskan kepada ayah dan ibunya, ia berbicara seperti itu karena masih tidak yakin dengan hatinya, karena sampai sekarang pun ia masih mencintai Adelia, mantan istrinya dan ia masih terus mencari keberadaan Adelia. Tetapi saat ia melihat Stella, ia merasa sangat tertarik , dengan kecantikkan nya, dengan kepintarannya, dan dengan keseksiannya. Dan saat Jayden meminta Stella menjadi mommy nya pun sebenarnya Julian sangat senang, tetapi kembali lagi, ia masih memiliki perasaan cinta dengan Adelia.
“ apakah kamu masih memiliki perasaan pada Adelia ? “ kali ini ayahnya yang mengangkat suara, karena penasaran dengan perasaan anaknya sekarang.
“ sampai sekarang masih yah, tapi aku yakin ,jika nanti Stella terus berada di sisi aku, aku pasti akan mudah untuk melupakan Adelia yah, makanya saat nanti kerja sama perusahaan kita dengan perusahaannya sudah terjalin, aku juga akan mencoba untuk mendekati Stella yah “ jelas Julian meskipun ia harus meyakinkan ayah dan ibunya dengan perkataan yang tidak sepenuhnya benar, karena mau bagaimanapun, ia akan sangat sulit melupakan Adelia.
“ baiklah, kalau begitu ibu setuju, mau bagaimanapun, Jayden pasti membutuhkan seorang ibu, dan kamu membutuhkan seorang istri, ibu percaya , Stella adalah perempuan yang baik karena ia sudah menyelamatkan Jayden dan Jayden pun sangat suka dengan nya. Hanya satu yang ibu minta kepada kamu Jul, tolong lupakan Adelia, mulai kehidupan baru mu dengan Stella nanti jika kamu berhasil bersama nya. Jangan pernah menyakitinya karena Adelia. “ kata Ibu sambil menasihati Julian, karena di lubuk hatinya pun masih ada perasaan khawatir karena Julian tidak akan mudah melupakan Adelia begitu saja, dan ia sangat takut jika Stella disakiti suatu hari nanti.
“ iya Jul, ayah juga setuju jika kamu ingin memilikinya, ayah juga akan membantu kamu untuk memulai kehidupan baru kamu. “
“ siap ayah ibu, doakan aku agar dipermudah jalannya jika Stella memang ditakdirkan untuk aku. “