
" ayuk ibu, ayah, Julian, dan Jay silakan masuk. " sapa Serena
"terimakasih ya Stel." Julian melangkah masuk ke dalam rumah Stella yang jauh lebih mewah daripada rumahnya. Secara, Shaennette Company sudah sangat menguasai dunia perdagangan di Indonesia, bahkan di luar Indonesia juga. Hanya memang sangat sedikit yang tahu tentang anak tunggalnya ini.
Mereka semua langsung duduk di ruang tamu. Kakek, nenek, Julian dan Jayden duduk berseberangan dengan dad, mom dan Stella. " selamat pagi menjelang siang, sebelum nya perkenalkan saya Agus, ayah dari Julian dan ini istri saya, Maria, lalu ini anak Julian,namanya Jayden, tuan Shaenette." kata ayah Julian memperkenalkan diri secara sopan kepada mommy dan daddy Stella.
" tidak perlu formal seperti itu,panggil saya nama saja, Johanes ,dan ini istri saya Amel. Sebentar lagi kan anak kita akan menikah. " jawab daddy Stella dengan ramah.
" baik Jo, terima kasih ya. oh ya, kalian pasti sudah tahu kedatangan saya kesini untuk apa. Saya akan memberi kesempatan kepada Julian untuk berbicara. " kata ayah Julian.
" baik om, sebelum nya saya ingin minta maaf karena melamar Stella secepat ini. Dari awal bertemu Stella, saya langsung tertarik dengannya, dan makin lama rasa itu berubah jadi rasa sayang. Lalu saya mulai yakin untuk serius dengan Stella, ditambah Stella juga merespon perasaan saya. Pada hari ini, ijinkan saya untuk menjadikan Stella istri saya om, saya berjanji akan membahagiakan Stella, saya akan mencintai Stella dengan segenap jiwa saya om. " Julian melamar Stella lagi di depan mommy dan daddy nya. Ia sangat serius dengan Stella, ia harap, mommy dan daddy nya juga setuju.
" sebenarnya om sih terserah Stella, kalau memang Stella bisa bahagia dengan kamu, om akan menyetujuinya. Semua tergantung Stella, karena Stella juga sudah menerima kamu semalam, jadi om juga akan menerima kamu. " kata daddy Stella membalas lamaran Julian. Daddy akan menerima semua keputusan yang Stella ambil, karena ia yakin bahwa Stella akan mengambil keputusan yang baik dan benar.
" iya om tante, tanpa om dan tante minta, saya pasti akan menjaga, membahagiakan dan mencintai Stella dengan segenap jiwa saya, terimakasih karena sudah menerima lamaran saya ,om ,tante. " Julian akhirnya lega dan sangat senang mengetahui lamarannya disetujui oleh daddy dan mommy Stella. Ia berjanji dalam dirinya bahwa ia tidak akan mengecewakan Stella sedikitpun.
" berarti sekarang kamu panggil mommy dan daddy aja ya Jul, seperti Stella memanggil kami, sebentar lagi juga kamu akan menjafi anak kami." kata mommy dengan ramah
" baik mom,dad,terima kasihnya. "
" lalu setelah ini, rencana kamu selanjut nya apa Jul? menurut dad, kalau memang kalian sudah yakin satu sama lain, lebih baik kalian cepat lah menikah" kata daddy berusaha ramah,karena sifat daddy yang sangat keras kepada orang lain, tetapi karena Julian akan menjadi keluarga, daddy sangat berusaha untuk ramah kepada mereka.
Stella kaget karena mendengar perkataan daddy nya. Ia tidak menyangka bahwa daddy nya akan sangat menyetujui nya dengan Julian. " daddd, kami mau saling mengenal satu sama lain dahulu, kami belum cukup dekat untuk menikah. "
" iya Stel, menurut ayah juga kalian lebih baik menikah cepat, untuk mengenal kan bisa seiring berjalan nya pernikahan. Bagaimana nih menurut ibu ibu" sambung ayah.