It'S Me Jelita

It'S Me Jelita
Gue Dah Gila



🥀


"Udah makannya?" Tanya Jelita setelah kembali dari luar untuk membeli makanan.


"Udah, thanks ya, ntar gue ganti semua." jawab Kevin.


"Ckk, aku ikhlas nolong, gak susah-susah amat beli kek gitu, gak usah sombong deh." jengah Jelita.


Jelita membuka makanannya dan memulai menikmati sarapannya tanpa menyadari ada sepasang mata menatapnya.


"Ben hari dia kayak gini? hebat dong dia bisa kuliah di Kampus elit gitu, cuma ngekost kayak gini dan kerja di cafe kak Leon." Batin Kevin yang memperhatikan Jelita yang sedang khusuk menikmati makanannya. Sangking penasarannya Kevin melayangkan pertanyaan.


"Elu dah lama ngekost disini?" tanya Kevin.


"Kamu nanya aku?" masih dengan kunyahan Jelita menunjuk wajahnya.


"Ya elu lah, siapa lagi yang ada di sini ?" Gemas Kevin.


"Oh, aku kirain, ya mayanlah dah setahunan." jelas Jelita.


"Kalo kerja di cafe kak Leon juga lama?" masih dengan penasarannya Kevin kembali bertanya.


"Kalo kerja di cafe pak Leon sih dah hampir dua tahunanlah, sebelum aku ngekost di sini." jelas Jelita.


"Emang gaji di cafe kak Leon banyak ya, sampe lu bisa kuliah di kampus elit?" Astaga Kevin mendadak menjadi cerewet karena kekepoannya.


"Ya mayan, gaji umum sih, dan aku bisa kuliah di sana kan karena beasiswa." Jelita masih santai menanggapi kekepoan Kevin.


"Oh, pantes aja." Terjawab sudah apa yang menjadi penasaran lelaki arogan itu.


Jelita membereskan sisa bungkusan makanannya dan membersihkan barang yang berserakan tanpa menghiraukan Kevin yang sedang mengotak atik ponselnya. Entah sedang apa dia Jelita tidak peduli.


"Eh, lu... " Astaga Kevin baru menyadari bahwa sejauh ini dia belum tahu siapa nama cewek yang sudah menabraknya dan menolongnya. Bego nya... batinnya.


"Apa?" Saut Jelita masih dengan aktivitasnya.


"Sorry, boleh gue tahu nama lu?" Dengan nada malu Kevin bertanya.


"Eh iya kamu belum tahu namaku ya, hihihi." kikikan Jelita membuat Kevin mengrenyitkan dahinya. "Kenapa dia terkikik?" Batin Kevin heran.


"Kenapa lu ngikik?" Tanya Kevin.


"Lucu aja ya, aku nolong orang tapi gak kenalan dulu malah debat dulu." masih terkikik Jelita menjawab.


"Aku Jelita, dan aku dah kenal kamu Kevin kan? gak usah ngenalin diri, cowok kanebo." Jelita semakin tertawa.


"Apa !! Kanebo?! bisa-bisanya lu ngatain gue kanebo?!" wajah Kevin memerah menahan kesal.


"Hahahah tu muka kondisikan bro, aku becanda kali, lagian gimana gak mau di katain kanebo, ben hari kamu cuek kaku diem gak ada ramahnya jadi orang." Jelas Jelita.


"Gue ada alasan sendiri buat semua sikap gue di luar." Kevin memalingkan wajahnya keluar jendela.


"Itu urusan kamu." timpal Jelita.


Kevin memang punya alasan kenapa dia bersikap dingin cuek dan terkesan arogan. Dia malas untuk semua hal yang menurutnya tidak penting. Apalagi urusan wanita yang setiap hari ada saja yang membuatnya malas untuk ngampus. Ada yang cari perhatian, sok kenal sok manja padahal dia tidak kenal dan tidak mau kenal.


Tapi sekarang kenapa dia malah banyak bicara dengan wanita yang baru dia kenal dan sudah dia cap membawa sial. Ah, dia juga penasaran dengan sikapnya sendiri. Apa istimewanya Jelita. Kenapa dia merasa biasa saja dan nyambung untuk sekedar bicara tidak jelas dengan wanita ini. Ini aneh, pikirnya.


"Aku mau berangkat ngampus ada jadwal hari ini, dan mungkin pulang malem soalnya langsung kerja. Kamu gapapa kan aku tinggal." Jelita menerangkan jadwalnya hari ini.


"Enak aja main tuduh, semalem di amanin sama temen abang ojek yang nolong kamu juga, jadi orang kok su'udzon mulu. Nih nomer ponselnya, kamu bisa nelpon sendiri." Jelita menyodorkan nomer ponsel yang mengamankan motor Kevin.


"Oke," cuma kata itu yang terlontar dari mulut kevin. Jelita di buat melongo, tidak ada terimakasihnya batin Jelita.


Tak mau ambil pusing Jelita memutuskan untuk siap-siap berkuliah. Entah apa yang membuat Jelita merasa tidak keberatan kalau Kevin sementara dia tinggal di kostnya. Benar-benar masabodoh, toh dia merasa tidak ada barang berharga yang bisa Kevin ambil. Tapi Jelita tertawa geli membayangkan Kevin orang kaya apa yang mau di ambil.


"Ngapain lu senyum-senyum gak jelas gitu, lu kesurupan, apa terpesona sama gue?" Teguran dan kepedean tingkat langit tujuh Kevin membuyarkan imajinasi tak jelas Jelita. Dan Jelita melebarkan matanya kala sadar Kevin mengatakan dia terpesona kepadanya.


"What?! terpesona?! ora sudi !!" Jelita menggidikan bahunya, merasa geli dengan pernyataan Kevin.


"Ora sudi? bahasa apa tuh?" dengan kepolosan cowok sok keren itu di buat mlongo dengan bahasa Jelita yang tidak pernah Kevin dengar.


"Tau bahasa apa, udah ah ,aku mau berangkat bisa-bisa telat lagi ngladenin kanebo kering." Jelita berlari keluar sebelum sebuah bantal melayang mengenai daun pintu yang tertutup.


"Eh cewek aneh awas lu ya." teriak Kevin.


Setelah kepergian Jelita Kevin bingung akan melakukan apa di kamar kost cewek, dan baru pertama kali Kevin masuk ,tidur dan merasa nyaman.


Sejam dua jam Kevin sudah mulai bosan, dia berniat menghubungi sahabatnya untuk menemaninya.


Tuutt


Tuutt


Tuutt


"Hallo, bro lu dimana ?"


"Gue di kost cewek aneh, cepetan lu kesini jemput gue, bosen gue."


"Cewe aneh? siapa ?"


"Udah gak usah banyak bacot ah, buruan bosen gue."


" Iya kirim alamatnya buru."


"Iya."


Kevin mematikan sambungan telfon dan men sharelok dimana dia berada.


Sambil menunggu matanya tak henti mengamati setiap sudut kamar yang begitu rapi khas cewe.


"Gak ada yang istimewa, tapi kenapa gue nyaman ya." gumam Kevin.


"Apa gue pindah ngekost aja dari pada di rumah apalagi apartemen. Ahhrrggg gue udah gila abis di gebugin semalem."


...****************...


sory baru bisa up , abis down banget gaes.


jaga kesehatan kalian ya, ini cuaca bikin panas dingin gak karuan 🤧


tetep minta dukungannya ya gaes.. lupe u


xie xie ni 😘


Erna T.u 🖤