
🥀
"Ya ampun.. ya ampun.. telat aku telat!!" panik Jelita kala dia berjalan tergesah memasuki sebuah Universitas di kotanya.
BYUUURRRRR...
"Ahhhh... hey mas liat liat dong kalo naik motor ada genangan air main terjang aja, basah kan bajuku." teriak dan gerutu Jelita kala sebuah motor melintasi genangan air yang otomatis mengenai pakaiannya.
"Duh gimana ini, sial bener aku hari ini, udah telat baju basah kuyup gini." gumam Jelita bingung bagaimana dia akan masuk telat dan terkena hina teman kelasnya.
Tiba-tiba ada motor lain berhenti di depannya.
"Kamu gak apa?" tanya seorang yang menaiki motor itu dengan helm fullfacenya
"Gak papa gimana bajuku basah gini, emang kalo naek motor harus ngebut sambil nerjang air gitu, emang kalian gak liat ada orang lain yang mungkin lagi ada di sekitar air itu!" semprot Jelita yang merasa jadi korban moge.
Seorang itu meringis di balik helmnya karena ikut imbas terkena omelan korban kecerobohan temannya.
"Maafin temen gue ya." ucapnyamasih dengan helm yang belum di buka.
"Yang seharusnya minta maaf tuh temen kamu, kenapa kamu yang minta maaf." tanya Jelita.
"Ya aku mewakili dia aja." jawabnya lagi.
"Terserah deh, aku dah telat aku masuk dulu bay." Jelita berlari meninggalkan pemuda yang sedang menyunggingkan senyum di balik helmnya. Dia membayangkan bagaimana gadis itu bila tahu yang mengotori bajunya itu idola kampus. Dia terkikik geli menerawang kemarahan gadis itu bisa berubah jadi kekaguman mungkin kegilaan akan idol kampus itu.
"Unik, korban bertambah satu." batinnya sambil melajukan motornya masuk ke area parkir kampus.
...****************...
"Aduh aduh jangan masuk dulu..." Jelita berlari menyusuri sepanjang koridor kampus untuk cepat sampai di kelasnya.
Dan sebelum dia masuk kelas tiba-tiba.
BUUGG
Jelita terpental dan terduduk di lantai setelah menabrak tubuh seseorang yang kebetulan juga melintas di depan kelasnya.
"Aduh pantatku....." keluh Jelita sambil memegangi pinggangnya dengan posisi terduduk di lantai.
"Elu jalan pake mata gak sih, idup gue sial mulu setiap ketemu lu pasti tabrakan. Apa lu sengaja nabrakin diri ke gue!" omelan Jelita dapat dari lelaki yang menabraknya tadi. Dan ternyata tidak hanya sekali dua kali mereka bertabrakan. Kemarin di tempat Jelita kerjapun lelaki itu yang menabraknya dan marah marah tidak jelas, dan tanpa Jelita sadaripun mereka sering berpapasan dan saling tersenggol tapi tidak separah kemarin dan hari ini.
"Lah kenapa kamu yang marah, seharusnya kan aku yang marah, kemaren kalo bukan di tempat kerja dan ada bos udah aku siram air kamu." Jelita terlihat marah kala mendengar omelan yang tidak sepenuhnya salahnya.
"Kenapa lu gak siram hah? trus sekarang lu mau siram gue gitu? silahkan kalo lu punya nyali dan lu siap jadi artis dadakan!!" tantang lelaki itu.
"Kamu..." Belum selesai Jelita ingin mengumpat lelaki di depannya Dosennya datang menghampiri mereka.
"Hei hei ada apa ini? Jelita kenapa kamu ribut di depan kelas ? sana masuk jam saya segera di mulai." perintah sang Dosen.
"Baik pak, Awas kamu!!" Jelita melirik lelaki yang menabraknya sambil berlalu masuk kedalam kelas.
"Apa lu?!" Lelaki itupun ikut melotot kepadanya.
"Udah kamu jangan bikin onar di kelas saya, sana kamu masuk kelasmu belajar yang bener." Perintah sang Dosen.
...****************...
"Huft..." Jelita menghembuskan nafasnya dan duduk tenang di kursinya.
"Eh Ta kamu kenal ma cowok tadi yang ribut sama kamu di depan." Tanya Cika sahabat Jelita sejak duduk di SMA.
Tenyata sedari tadi dia ribut di depan, teman sekelasnya menyaksikan keributan itu.
"Kagak, ogah bener kenal ma cowok nyebelin kek gitu." ketus Jelita.
"Serius kamu gak kenal dia?" Cika masih penasaran kenapa sahabatnya itu tidak mengenalinya.
"Gak, yaelah emang kenapa sih, kamu nanyanya ngebet banget kek mau di mintain kawin." Jelita terkikik geli setelah menggoda sahabatnya yang bawel itu.
"Kumprit, kamu sadar gak sih tadi ribut ma idola kampus ini. Kamu tuh dah ngampus segini jauhnya gak tau siapa dia kan ajaib Ta." Cika menggelengkan kepala mengherani kepekaan sahabantnya yang memang cuek dengan lingkungan sekitar.
"Bodo...." Jelita memutar bolamatanya masabodo dengan siapa tadi dia ribut.
...****************...
Jam matapelajarannya berakhir, seperti biasa Jelita ingin berkunjung ke perpustakaan meminjam buku untuk tugas. Dia jarang sekali ke kantin kalau tidak karena lapar atau ajakan Cika. Cika yang selalu membuntuti Jelita kemanapun dia pergi, kecuali kalo Jelita pulang kuliah dan berangkat kerja. Jelita menjalani hidupnya tiap harinya dengan pagi sampai sore kuliah dan sorenya kerja di cafe Leon. Leon sudah memakluminya, dan mengijinkan semua pegawainnya melaksanakan pendidikan dan bisa sambil mencari rejeki di tempat usahanya.
"Ta, kita baca buku di taman kampus belakang yuk, kan jam kerjamu masih lama. Sekalian cari udara segar." ajak Cika
"Wah boleh boleh Cik, ayuk." Mereka beriringan menuju taman yang Cika sebut tadi.
Mereka duduk di atas rumput hijau bersih di bawah pohon rindang. Mereka mulai membuka buku untuk mereka baca sambil menikmati suasana nyaman sejuk di sana.
"Ta, ta liat deh tuh cowok yang tiduran di bawah pohon sana." Tunjuk Cika ke arah dimana seorang lelaki tiduran di bawah pohon dengan kedua tangan terlipat di depan wajahnya.
"Itu kan yang tadi ribut ma aku?" tanya Jelita ikut menoleh dimana lelaki itu berada.
"Iya, dia Kevin Danawinarta." jelas Cika.
"Aku tahu." jawab Jelita acuh.
"La tadi katanya gak kenal, kenapa sekarang bilang tahu, kamu amnesia Ta?" Cika menoleh ke arah dimana Jelita sedang sibuk membuka buka bukunya.
"Gak penting buat aku, ngasih makan aku aja nggak, ngapain musti kenal orang itu." ucap Jelita yang belum beralih pandangan dari bukunya.
"Ckk susah ngomong sama kamu Ta." Cika menyerah berbicara dengan sahabatnya yang memang keras itu.
Jelita diam diam mencuri pandangnya ke arah lelaki itu yang bernama Kevin. Idol kampus yang sangat di gilai kaum wanita. Kesan arogan dingin dan hobi balap liar membuat pesonanya tidak pernah redup dari gibahan sehari hari kaum hawa.
...****************...
*happy reading gaes, jangan lupa dukungan kalian ya 😘
mohon goyangan jempolnya buat like rate komen giftnya 🙏
xiexie ni 😘
Erna T.u 🖤*