Istoriya Printsessy Azura

Istoriya Printsessy Azura
part 9



azura pun terima duel dari lisha .semua orang yang di lapangan tersebut mulai memperhatikan mereka berdua karena mereka penasaran siapa yang akan menang dari kedua gadis tersebut begitupun dengan para pangeran mereka berhenti berlatih dan dan mulai mendekat ke arah luna dan lisha yang sedang bersiap siap untuk mulai berlari .


"hm.....tidak seruu jika hanya berlari saja bagimana di putaran terakhir di kasih tantangan biar makin seru dan menantang , apakah kau setuju lisha? "ucap azura menantang lisha.


"tentu saja nona saya setuju ,tidak asik jika kita lari tapi tidak ada rintangannya "


"bagus lah kalo begitu "


"aku tidak akan menahan diri loh nona"


"itu jauh lebih bagus lisha "


mereka saling tatap bahkan satu sama lain bisa dilihat seperti ada percikan di antara keduannya .


sebastian hanya bisa tersenyum melihat kedua gadis tersebut yang mengeluarka aura permusahan ,ia diminta oleh azura untuk menjadi juri siapa yang akan mulai.


"apakah kalian sudah siap ?"tanya sebastian.


"hm/siap"jawab mereka kompak


tidak butuh lama sebastian menandakan duel tersebut dimulai azura dan lisha yang mendengar aba aba udah di mulai mulai berlari sehingga menimbulkan dubu debu yang berterbangan ke arah para penonton .


semua orang kaget dengan kecepatan mereka berdua mereka saling mendahului satu sama lainnya bahkan persaingan punsemakin gesit .


tidak butuh lama bagi mereka untuk mencapai putaran terakhir. di putaran tersebut sudah ada rintangan yang lumayan sulit di buat oleh sebastian .


semua orang yang melihat rintangan tersebut membuka mulutnya karena rintangan itu sangat sulit bahkan para pangeran yang sudah ahli pun belum tentu bisa melewatinya apalagi mereka yang hanya perempuan .


akan tetapi meraka tambah kaget ketika melihat azura dan lisha melewati rintangan tersebut dengan mudahnya dan bahkan sangat cepat .


semua orang menunggu siapa yang akan menang di anatara dua gadis tersebut katena kekuata mereka seimbang mereka lari semakin dekat dan debu bertebaran dimana mana ketika mereka berhenti .


"jadi siapa yang menang sebas chan/sebastian ?"tanya mereka kompak ke arah sebastian.


"saya ucapkan selamat kepadaaaa...."


azura dan lisha menatap sebastian penuh harap bahwa diri mereka lah yang akana menang "kalian berdua nona dan lisha kalian seri jadi selamat atas kemenangan kalian"ucap sebastian dengan senyuman .


mereka yang mendengar ucapan sebastian, membuat mereka cemburut lagi lagi mereka seri setiap kali duel tidak di dunia ini atau pun di dunia modern pikir kedua .


karena sudah tidak mood lagi azura kembali kediamnnya untuk membersihkan diri karena sekarang tubuhnya sudah sangat kotor begitu pun dengan lisha .


setelah selsai membersihkan diri azura memutuskan untuk jalan jalan di taman kediamanya dia pergi bersama sebastian karena luna sedang berkultivasi setelah latihan tadi


"hah"


"apakah anda butuh sesuatu nona ?"


"tidak aku hanya lelah saja "


"apakah anda ingin saya buatkan minuman dan juga desert ?"


"boleh "


"kalo begitu hamba izin permisi nona "


setelah itu sebastian pun pergi dari sana dan tinggal lah azura seorang diri tapi ketenangan itu tidak berlangsung lama karena lisha datang menghampirinya .


"sendiri aja lu zure"


"ga tadi ada sebastian ia sedang membuat cemilan buat ku "ucap azura sambil mendorong ayunannya pelan.


"bosennya "keluhnya


lisha haya memperhatikan azura yang sedang duduk duduk di ayunan ia pun memilih duduk di bawah pohon yang rindang .


"zur"


"kok lu bisa nemuin nih barang? kan ini udah lama hilang ?"tanya azura penasaran .


"hoo itu gua ambil balik barang lu dari orang yang mencurinya sebelum gua pergi kesini ketika mau gua balikin tapi gua lupa hehe"jawab lisha .


"thank lis" setelah mengucapkan terimakasih azura memakai barang tersebut yang berupa handset yang dia modif dan sebuah jam tangan .


ia mulai memakai kedua barang tersebut azura menutup kupingnya dengan anak rambut supaya tidak ketahuan dengan yang lain dan ia memakai jam tangannya setelah itu ia pun duduk kembali di ayunan .


tidak lama kemudian sebastian datang dengan membawa desert dan juga teh yang ia buat azura memakan tersebut sambil duduk di ayunan


setelah puas makan camilan ia melihat ke arah lisha yang sedang tertidur di bawah pohon dan melihat lisha tertidur pun dirinya menjadi ngantuk dan dirinya juga jatuh tertidur di atas ayunan.


sebastian yang melihat keduanya tertidur hanya tersenyum ia memilih tinggal disana untuk menjaga kedua orang tersebut .


sebastian merasakan bahwa ada seseorang yang datang ke taman di kediaman nonanya ini karena ia tidak merasakan energi yang jahat maka ia tidak terlalu waspada .


"hormat hamba kepada putri hayani "ucap sebastian .


haryani merupakan sepupu dari azura ia datang kediaman azura karena sangat bosan bisa saja ia pergi bersama putri callia tapi ia tidak melakukan itu dikarenakan ia sangat tidak menyukai sifat dari putri tersebut.


"ada keperluan apa adik menemui saya "tanya azura baru membuka mata


karena sejujurnya ia tadi berencana mau tidur siang tapi karena merasakan kehadiran adiknya ia pun mengurungkan niatnya .


"maaf mengganggu istirahat kakak "


"tidak masalah karena kau adik ku duduk sini "


ucap azura sambil menggeser tempat duduk nya dan menyuruh haryani untuk duduk di sebelahnya .


"sebastian tolong siapkan teh dan cemilan untuk adik ku "ucap azura


"baik nona saya permisi dulu "


"jadi ada apa adik kakak ini datang ke sini ?"


tanya azura sambil mengelus kepala haryani


"tidak ada apa apa aku hanya bosan saja kak."


lisha tidak terganggu dengan percakapan mereka semua karena ia pun hanya memejamkan mata sambil menikmati angin yang berhembus .


"taman kakak cantik dan apakah nama benda yang aku dudukin ini kak ?"


"ini namanya ayunan "


setelah percakapan itu tidak ada suara yang terdengar dari mereka berdua haryani hanya makan cemilan yang dibawakan dengan sebastian sedangkan lisha masih saja di posisi yang sama tanpa pindah sekali pun .


karena bentar lagi hari sudah gelap haryani izin untuk kembali kediamannya dan azura pun masuk tidak lama kemudian karena ia juga harus bersiap buat makan malam bersama dengan keluarganya .


karena luna sedang berkultivasi sehingga yang membantunya bersiap hanyalah sebastian dan lisha walaupun sebastian paling banyak melakukan tugas tersebut.


azura memutuskan memakai gaun yang simple dan tidak lupa dengan riasan kepala yang biasa saja ia di temanin mereka menuju ruang makan .


dikediaman mawar tidak ada prajurit istana yang jaga karena mereka di usir dengan lisha alesannya karena ia tidak mempercayai prajurit istana setelah kejadian yang menimpa ratu emely, ide tersebut di setujui oleh sebastian juga


bahkan sebastian membuat array tipis untuk sementara karena kekuatannya belum pulih semua walaupun kejadian itu sudah 14 tahun terakhir


ia meminta kepada lisha untuk mengambil pengawal dari dunia iblis yang di pegang oleh lisha untuk menjaga kediaman mawar yang tidak lain merupakan anak buah dari lisha.


azura memasuki ruang makan ia melihat bahwa semua orang sudah datang setelah melakukan salam kepada semua ia memilih duduk di tengah tengah sepupunya yaitu putri haryani dan pangeran louis


pangeran carlos sedih karena azura tidak duduk di dekatnya ia pun hanya menampilkan senyuman palsu untuk menutupi kesedihannya. mereka yang melihat ekspresi pangeran carlos mengetahui hubungan azura dengan keluarganya tidak baik sejak dulu .