Istoriya Printsessy Azura

Istoriya Printsessy Azura
part 16



tiba tiba azura melesat ke arah callia dan melakukan serangan bertubi tubi kreek suara tulang yang patah terdengar dari arah callia begitu pun teriakan kesakitan


azura terus menyerang callia tanpa ampun meskipun ia hanya menyerang menggunakan tangan kosong tapi bisa membuat beberapa tulang callia patah


beberapa menit kemudia azura menghentikan serangannya karena di pertandingan ini tidak di ijinkannya saling membunuh maka ia hanya bisa membuat luka saja terhadap callia.


ketika azura menghentikannya callia sudah jatuh pingsan dengan muka yang sudah babak belur ,pertandingan pun di menangkan oleh azura


setelah itu azura melawan seorang bangsawan cowok untuk menentukan babak akhir .


''siapa kau sebenarnya ''tanya orang tersebut dingin .


''hm...?''azura hanya memiringkan pala nya sedikit karena bingung dengan pertanyaan cowok yang ada di depannya .


''huuft.....ku ulangi siap kau sebenarnya kenapa kau bisa tau gerakan bela diri ''tanya orang tersebut


''kau tau itu gerakan bela diri berarti apakahkau dari abad 21 juga?"tanya azura balik


''iyaa ''jawab dia dingin


''siapa nama mu dan dari mana asal mu waktu di abad 21 ?''tanya azura penasaran sambil duduk di tanah tidak peduli dengan bajunya yang akan kotor.


mereka semua pada bingung kenapa tidak ada yang bertanding padahal pertandingan sudah di mulai dari tadi .


''nama gua pas di dunia modern nagano akashi gua orang jepang''ucapnya


azura yang mendengar nama itu membelakan matanya tidak percaya


''aka san ?''gumam azura tapi masih bisa di dengar oleh akashi


akashi yang mendengar gumaman azura pun kaget karena hanya sahabatnya alice yang memanggilnya begitu .


''a chan kau beneran a chan ?''tanya akashi memastikan


azura hanya mengagguk kepalanya mendengar pertanyaan dari alice .


''bagaimana ceritanya kok sampai bisa ada disini''


''panjang cerita btw kita masih ada pertarungan loh nanti saja ceritanya setelah pertarungan ''jawab azura sambil bangun dari duduknya


''hm..kau benar a chan ''jawab dia


''sperti biasa ....?''


''ya ''


''yang kalah harus mentraktir yang menang ''ucap mereka kompak


akashi dan azura sudah siap dalam posisi menyerang ketika akashi ingin menyerang azura


''tungggu ...''ucap azura tiba tiba terpaksa akashi menghentikan serangannya


para penonton pun bingung kenapa azura menghentikan pertarungan tersebut


''ada apa a chan ?''tanya akashi bingung


''aku mau nanya jika arena ini hancur aku tidak bertanggung jawab kan '' tanya azura polos


mereka semua seketika berwajah datar ketika mendengar pertanyaan polos dari azura sedangkan akashi ia ingin sekali rasanya memukul kepala azura karena greget dengan tingkah laku azura


''khem....tidak putri karena disekitar arena di pasang sihir agar arena tidak hancur'' ucap seorang kasim


azura hanya menganggukan kepala setelah itu ia pun bersiap siap untuk mulai begitu pun akashi


ia sudah bersiap dengan pedang kesayangannya


''etto .....a chan apakah kau tidak mengeluarkan senjata mu ?...''tanya akashi bingung karena azura tidak tidak mengeluarkan senjatanya


''males''jawab azura santai


''.........''


tanpa aba aba mereka langsung melesat akashi ia mengayunkan pedangnya dengan lihai tapi semua itu berasil di hindarii oleh azura dengan mudah .


ketika azura menemukan celah ia pun langsung menyerang akashi sehingga pedangnya terpental jauuh .


ketika azura melakukan tendangan kepada dirinya akashi langsung menangkap kaki azura azura yang kaki nya di tangkap pun tidak kehilangan akal ia melakukan gerakan memutar sehingga kaki nya terlepas dari genggaman akashi


setelah mereka mengobrol cukup lama akhirnya mereka memutuskan untuk balik ke istana karena hari sudah larut malam akashi pun mengantarkan azura sampai kediamanya setelah itu balik ke kemarnya kediaman yang ia tinggalin untuk sementara


sesampainya azura di kediamannya ia disambut oleh para pelayan yang menunggu penjelasan dari azura


'kenapa gua berasa di sidang sama ortu ketika pulang larut malam sama pacar ?'batin azura


azura pun menceritakan semuanya kepada mereka semua


''sebastian kau boleh kembali ke kamarmu soalnya aku ingin menghabiskan waktu bersama mereka ''ucap azura


''baik nona kalo begitu saya akan membawakan cemilan untuk kalian makan ''jawabnya


''waaah sebastian memang yang paling pengertian deeh ''


karena mereka yang cewek menghabiskan waktu bersama disini lisha dan siera mengajarkan luna tentang ucapan mereka ketika di masa modern, biar luna bisa mengerti ketika mereka sedang berdebat atau ngomongin sesuatu


sedangkan azura ia sibuk membuat sketsa baju yang ia pake di dunia modern untuk mereka


karena hari sudah sangat malam mereka pun memutuskan untuk tidur satu kamar .


>>


keesokan paginya mereka bersiap siap untuk pertandingan hari ini azura meminta lisha luna dan siera untuk ikut bertanding sedangkan kenapa sebastian tidak karena sebastian sudah sangat kuat diantara mereka jadi hanya mereka bertiga saja yang ikut bertanding


mereka menunggu giliran mereka untuk bertanding, sedangkan azura hanya melihat ketiga pelayannya berbaris menunggu giliran mereka


karena pemenang pertandingan kemarin mereka tidak usah ikut bertanding lagi dan hanya menonton di bangku penonton.


lisha dan siera mengalahkan lawannya dengan mudah tidak beda jauh dengan luna meskipun ia masih baru belajar beladiri tapi berkat bimbingannya lisha, iya bisa mengalahkan musuhnya meskipun iya sedikit kewalahan jika menghadapi lawan yang lebih kuat dari nya.


pertandingan pun sudah selesai bagi peserta yang lolos dan memilih academy nya masing masing akan berangkat ke academy 3 hari lagi untuk menjalankan tes terakhir dan penetuan kelas jika mereka lolos


azura pun menghampiri lisha, siera dan luna sebelum kembali kekediamanya untuk bersiap siap.


azura memutuskan untuk berpakaian yang simple namun elegan untuk kepesta, mereka masuk ke aula disana sudah banyak bangsawan yang hadir azura pun duduk di kursinya untuk dan di ikuti para pelayan di belakangnya .


banyak para tuan putri mencari perhatian untuk menarik perhatian pangeran agar di jadikan tunangannya begitu pun dengan callia ia sudah sibuk menggoda para pangeran dengan gaya centilnya .


''kenapa kita harus menghadiri pesta''gumam azura yang masih di dengar oleh mereka


''karena anda seorang tuan putri ''jawab sebastian


''huh ,membosankan tidak bisakah aku tidak hadir ?'' tanya azura kepada Sebastian


''tidak boleh, nona harus tetap disini dan menghadirinya !!' jawab sebastian tegas


mendengar jawaban tegas dari sebastian azura hanya bisa diam membisu sambil memakan kue yang ada di depannya


''A chan '' teriak seseorang


merasa tidak asing dengan teriakan tersebut azura mengangkat kepalanya dan mencari sumber suara barusan dan ia mendapati bahwa akashi yang barusan teriak berada di seberang meja nya yang tidak begitu jauh. azura hanya menatap akashi datar sedangkan sang pelaku hanya memiringkan kepalanya ketika melihat wajah datar azura.


''a chaan pffft . ''ucap lisha sambil menahan ketawa begitu pun dengan para pelayan lainnya ketika menyadari tatapan azura yang mematika, mereka berusaha untuk tidak ketawa.


keadaan bangsawan yang tadi ricuh langsung mengarah ke arah pangeran akashi karena dirinya yang di kenal dingin barusan teriak a chan kepada seseorang, seketika mereka berbisik bisik siapa perempuan yang di panggil oleh pangeran tersebut.


ruangan langsung sunyi ketika mendengar raja aylmer memasuki ruangan bersama ratu audrey mereka pun memberikan hormat kepada beliau setelah raja audrey datang kepala sekolah dari berbagai academy pun memasuki ruangan .


acara di mulai pertama tama para laki laki bersorak dengan mengangkat minuman alkohol untuk memulai acara ini setelah itu di mulai nya pengumaman pemenang pertandingan untuk mengambil hadiahnya


satu persatu peserta maju ke depan untuk mengambil hadiah giliran azura maju karena namanya di panggil ia mendapatkan satu set perhiasan yang langka, kain dengan kualitas yang paling bagus dan beberapa ratu koin emas .


'seharusnya itu semua aku yang mendapatkannya 'batin callia karena ia tidak terima di kalahkan begitu mudahnya oleh azura


*jadi di sini tuh callia keadaanya sudah membaik karena tabib membacakan sebuah mantra untuk memperbaiki tulang yang patah


dengan sihir healling yaitu sihir penyembuh


setelah nama mereka menerima hadiah nama berikutnya di panggil lagi oleh kepala sekolah dari salah satu academy sehingga mereka berdiri kembali


'menyusahkan saja kenapa aku harus bolak balik kesana sih 'batin azura kesel karena dirinya sebenarnya males bergerak kembali