Istoriya Printsessy Azura

Istoriya Printsessy Azura
part 14



mereka menimati duet lagu yang mereka nyanyikan sehingga orang orang yang tidak peduli dengan mereka mulai menghampiri mereka bahkan para pedang pun meninggalkan dagangan mereka untuk melihat mereka bernyanyi


para masyarakat menikmati lagu yang mereka nyanyikan bahkan para pedangang meninggalkan dagangan mereka demi menikmati lagu mereka.


setelah selesai mereka pun melakukan aktivitasnya lagi sedangkan lilitina mengumpulkan koin hasil yang mereka dapat tadi dan menghitungnya .


ternyata mereka mendapatkan 10 keping emas dan 50 perunggu.


azura dan lisha memutuskan untuk mengantar lilitina kepanti asuhan setelah itu mereka melanjutkan jalan jalan lagi


ketika mereka sedang duduk di bawah pohon untuk beristirahat tiba tiba ada seorang perempuan mendatangi mereka.


''lama tidak berjumpa siera ''sapa lisha ketika melihat gadis tersebut datang


''hm....''


''kau seperti biasa selalu dingin siera''ucap lisha sedangkan siera hanya menatap lishs datar dan pandangannya beralih ke azura


''senang bertemu dengan anda nona ''ucap siera


''apakah kita pernah bertemu sebelumnya ''ucap azura bingung


''mungkin kau belum pernah bertemu dengan siera, tapi siera pernah bertemu dengan mu ketika di dunia modern meskipun belum bertemu secara formal''ucap lisha menjelaskan


''apakah dia sama seperti mu lisha?''tanya azura


''bisa di bilang begitu''jawab lisha enteng


''hm..meski ini bukan kali pertama saya bertemu dengan nona tapi saya senang bisa bertemu dengan nona pertama kali di dunia ini perkenalan nama saya siera lu rouyate ''ucap siera


''salam kenal, meskipun kamu sudah tau nama ku,tapi aku akan memperkenalkan diriku namaku azura margueritte mohon bantuannya siera dan jangan terlalu formal dengan ku''ucap azura sambil tersenyum.


karena hari sudah semakin siang mereka pun memutuskan untuk kembali ke istana.


>>


pagi ini azura sedang bersiap untuk perlombaan antar kerajaan yang di laksanakan hari ini.


pagi pagi sekali luna sudah membangunkannya untuk bersiap, walaupun itu sangat lama tapi berkat lisha azura berhasil di pisah kan dari tempat tidur nya


ketika azura mandi lisha siera menyiapkan baju yang akan di pakai oleh azura sedangkan luna merapihkan tempat tidur sebastian menyiapkan sarapan untuk azura


azura pun selesai dengan ritual mandi nya ia memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh lisha dan rambutnya yang ditata dengan simple


tadinya azura ingin baju tersebut berwarna hitam semua tapi ide nya tersebut di tentang keras keras oleh mereka


karena perdebatan yang panjang sebastian pun menyarankan untuk memakai kedua warna tersebut dan mereka menyetujui nya, awalnya azura menolak tapi dengan berat hati dia pun setuju dengan ide tersebut.


setelah semua selesai mereka menuju ke tempat pertandingan di selenggarakan.


ketika mereka datang ,ternyata sudah banyak yang datang dari bangsawan, rakyat bahkan para kepala sekolah dari setiap academy pun datang .


azura pun menduduki tempat duduk yang sudah di sediakan untuk para bangsawan di ikuti mereka yang berada di belakangnya


karena sudah waktunya mulai pertandingan raja alymer selaku tuan rumah membuka acara tersebut dan setelah itu giliran kasim yang berbicara mengenai peraturan perlombaan tersebut dan urutan para peserta


karena sekarang perlombaan antar bangsawan maka hanya pihak bangsawan saja yang ikut tapi nanti akan diadakan perlombaan campuran dimana perlombaan tersebut usul dari kepala sekolah setiap academy untuk mengambil orang orang yang berbakat masuk academy.


urutan perlombaan bangsawan


- memanah


- bertarung


setelah penguman tersebut azura duduk dengan santai ia sangat cuek dengan orang yang disekitarnya .


azura mengikuti pertandingan berkuda dan memanah ,ia selalu menang dalam pertandingan tersebut .


sedangkan mereka yang berada disana menatap azura dengan pandangan tidak percaya bahwa dirinya memenang pertandingan tersebut.


disisi lain callia menggeram marah karena didirinya kalah saing dengan azura.


karena hari sudah semakin siang pertandingan pun di tunda sebentar untuk makan siang


azura menghabiskan waktu istirahatnya dengan orang orangnya ia mencari tempat yang sepi untuk beristirahat


mereka duduk di bawah pohon yang rindang untuk beristirahat, sebastian pun mulai menggelar tiker untuk tempat azura duduk tidak lupa ia mengeluarkan makanan yang sudah di buat


seketika azura teringat dengan shushu yang sendirian di ruang dimensinya ia pun menyuruh shushu untuk keluar


''nona ahkirnya anda mengeluarkan saya hiks .'' ucap shushu menangis


jadi sekarang ini shushu hanya bisa berubah kebentuk manusia menjadi seorang anak anak seumuran azura yaitu 13 tahun


''kenapa kau menangis, kan hanya beberapa minggu kita ga bertemu''jawab azura


''nona kan ada perbedaan waktu antara disini dan di ruang dimensi''ucao shushu cemberut.


''baiklah ,kau jika mau tinggal disini aja biar tidak kesepian disana ''usul azura


shushu yang mendengar itu mengangguk dengan semangat mereka pun mengisi waktu istrahat dengan canda tawa.


tidak terasa waktu istrahat sudah berlalu azura dkk kembali ke arena pertandingan .azura jalan ke tempat duduknya di ikuti oleh lisha dkk


selama mereka berjalan banyak pasang mata menatap heran shushu karena wajah baru yang mengikuti azura, di tambah lagi wajah shsushu yang sangat imut mengundang perhatian banyak orang .


terutama laki laki banyak yang menatap shushu dengan mata berkabut yang ingin melecehkan, merasakan itu tentu sangat risih terutama shushu


meskipun ia bisa saja membunuh mereka semua dengan mudah tetapi niat tersebut tidak dilakukannya karena ia tidak ingin membuat tuannya marah maka dari itu ia hanya mengacuhkan saja dan terus berjalan .


acara pun dimulai azura seperti sebelumnya hanya bermalas malasan di tempat duduknya ia menyalakan musik untuk mendengar lagu di earphone yang ia pake karena ukurannya sangat kecil maka benda tersebut tidak kelihatan .


sekarang waktu babak penyisihan azura berhasil mengalahkan semua lawannya dengan mudah bahkan ia tidak mengeluarkan senjatanya ataupun menggunakan sihir.


semua pandangan masyarakat yang tadinya mencemooh dia pun kini berubah menjadi sebuah dudukan meskipun masih ada beberapa orang yang masih tidak menyukai nya ,tetapi azura tidak pedulikan hal itu karena baginya 'dia yang menjalankan kehidupan kenapa harus bergantung dengan pandangan orang lain .'


sedangkan putri callia, ia semakin marah karena azura semakin banyak yang mendukung nya ,callia pun memiliki ide bahwa ia akan membuat azura di permalukan dan sekaligus melukainya kalo bisa buat ia sekarat di pertandingan nanti


callia yang memikirkan ide tersebut ia tersenyum dan memandang azura yang berada di arena dengan penuh arti akan sebelum ketahuan ia mengembalikan wajahnya seperti biasa agar tidak di curigai.


azura kini sudah berada di tengah lapangan ia mendapatkan lawan yaitu seorang gadis merupakan anak perdana mentri.


gadis tersebut memandang remeh azura karena ia yakin bahwa ia bisa mengalahkan putri azura karena ia merasa yakin bahwa azura tidak memiliki sihir ,karena ia tidak mengeluarkan sihir tersebut sejak tadi maka dari itu ia memandang nya remeh tanpa tau apa yang akan terjadi kedepannya.


''putri sebaiknya .........