Istoriya Printsessy Azura

Istoriya Printsessy Azura
part 19



lisha pun melihat bahwa musuh yang tersisa sudah terantai oleh sebastian dan ia mendekat ke arah azura yang masih berusah untuk melepas ikatan tersebut .


''jadi kita harus melakukan apa biar nona tenang ? '' tanya luna sambil berjalan nenuju mereka


''ada yang punya ide ?''kata sebastian mereka saling memikirkan ide satu sama lainnya .


akashi perlahan lahan mulai sadar dari pingsannya di bantu duduk oleh shushu yang berada di sampingnya


''terimakasih ''ucap akashi dan di balas anggukan oleh shushu,setelah itu ia melihat ruangan aula yang sangat berantakan dengan mayat yang berada dimana mana dan pandangannya terpokus terhadap azura yang masih memberontak untuk melepaskan rantai tersebut


perlahan lahan akashi berdiri, walaupun masih merasakan sakit di tubuhnya shushu yang melihat akashi berusaha untuk berdiri pun mencegahnya .


''aku ingin ke azura bisa kau membantu ku nona ? ''tanya akashi ,shushu pun paham dengan apa yang di ucapkan ia pun membantu nya tapi ia sangat kesusahan karena tubuh nya yang kecil carlos yang melihat pun membantu akashi berdiri


''terimakasih ''ucap akashi dan dibalas anggukan oleh mereka ,mereka semakin mendekati azura.


''ada perlu apa kalian kesini ?''tanya lisha jutek tapi ucapan lisha pun di abaikan oleh akashi begitu aja


perlahan lahan akashi melepaskan pegangan dari carlos dan berjalan mendekati azura dengan langkah perlahan lahan


''tolong jangan mendekati nona saat ini, karena kami tidak ingin kau terluka karena mencoba mendekati nona ''ucap sebastian menasehati


''tidak apa apa aku mempunyai cara untuk membuat dia tenang ''jawab akashi sebastian pun mempercayai ucapan akashi


akashi sekarang berhadapan dengan azura ia bisa melihat pandangan azura yang sangat dingin dan juga kosong di mata nya melihat itu akashi pun mengehela nafas ,sedangkan sisanya hanya melihat apa yang akan di lakukan akashi .


''a chan ''panggil akashi lembut


''a chan aku tau kau bisa mendengar ku kan mau sampai kapan kamu seperti ini hm ''tanya akashi dan masih belum ada perubahan dari azura


''a chan jika terus seperti ini aku bisa sedih loh, a chan mau buat aku sedih melihat kondisi a chan hm... ? apa sekarang a chan tidak ingin mendengarkan ku ...apa a chan masih menganggap bahwa hanya ada a chan seorang diri aja di dunia ini sampai gak mau berbagi sama ku ? seperti nya a chan sudah melupakan ku sehingga a chan selalu memendam semua nya sendiri, kalo begitu aku tidak akan mengganggu a chan lagi kalo a chan terus seperti ini.''ucap akashi perlahan lahan azura mengeluarkan air mata dan pandangannya tidak lagi kosong


akashi pun melihat azura yang menangis menghapus air matanya dengan pelan dan meminta sebastian untuk melepaskan ikatannya


''maaf ''ucap azura pelan tapi masih di dengar oleh akashi


''no problem '' jawab akashi sambil menepuk kepala azura, carlos yang melihat interaksi mereka merasakan sesak di dadanya. karena ia gagal menjaga adik kandungnya sendiri.


''jadi apa yang akan kita lakukan terhadap orang itu ?''tanya luna penasaran


''tentu saja mencari informasi ''ujar lisha dan di anggukin mereka semua


''jadi kau dari sekte darah merah '' tanya lisha


''benar jadi sebaiknya kalian lepaskan aku sebelum kalian menyesal karena telah menganggu ku yang mer...-''


sreeet


ucapan pria itu terputus ketika ia melihat sebuah pedang yang di leparkan oleh azura. mukanya yang tadinya penuh percaya diri kini pucat pasi karena pedang yang di lempar azura tinggal beberapa senti lagi mengenai pala nya


mereka pun kaget melihat hal tersebut sedangkan sang pelaku hanya acuh tak acuh menanggapi itu semua azura pun berjalan untuk mengambil pedang tersebut.


''maaf maaf tangan ku kepeleset jadi pedangnya terlempar deh'' ucap azura santai


''hari sudah semakin malam untuk para tamu yang terhomat mohon maaf acara nya menjadi kacau, kalian bisa kembali ke kamar masing masing untuk mengistirahatkan tubuh dan maaf tentang kejadian barusan karena sangat tidak enak untuk di pandang untuk selanjutnya masalah ini biar kami yang utus jadi kalian bisa istirahat yang tenang dan jangan khawatir aku pastikan tidak akan ada kejadian yang seperti ini kembali''jelas azura


setelah para bangsawan yang lain pergi tersisa lah keluarga azura akashi dan para kepala sekolah dan azura serta dayang dan pengawalnya


''lisha aku serahkan introgasi kepada mu '' kata azura


''sebas chan apa kau punya bisa membuatkan aku makanan ? ''tanya azura


''anda pasti lapar, saya masih mempunyai dessert dan puding nona apakah anda ingin di buatkan yang lain ? '' ucap Sebastian


''tidak perlu, itu aja ''


''baiklah kalo begitu akan saya siapkan ''ucap sebastian ia melihat keadaan yang sangat berantakan dengan mayat yang beserakan ,ia pun menjentikan jarinya seketika ruangan tersebut bersih dan terdapat meja yang sudah tersedia makanan, ia pun mengubah penampilan azura menjadi bersih .


setelah itu ia mengelayani azura menyiapkan makanan ,azura memakan makanan sambil menonton lisha yang menyiksa pemimpin tersebut tanpa rasa terganggu.


azura menghentikan acara makanya ketika melihat bahwa pria tersebut masih tidak membuka mulut nya meskipun ia sudah babak belur karena siksaan dari lisha


azura menghentikan lisha ketika melihat lisha ingin menghajar orang tersebut .


''kenapa kau menghentikan ku azura kita belum mendapat informasi apa pun dari nya''ucap lisha kesal


''karena ia akan mati jika kau melakukannya seperti ini ''ujar azura malas


''terus harus gimana lagi biar dia membuka mulutnya? ''tanya lisha


''itulah kegunaan otak ''jawab azura sambil mengetuk kepala nya pelan, lisha yang melihat itu mendengus.


azura berjalan untuk mengambil gelas yang berada tidak jauh dari nya setelah itu ia berjalan ke arah pemimpin tersebut sambil membawa gelas yang berisi air tersebut.


''minumlah tenggorokan mu pasti sakit''ucap azura menyerahkan minuman itu kepada pemimpin tersebut


''tenang lah ini tidak ada racunnya ''ucap azura ketika ia melihat bahwa orang tersebut tidak mengambil minumannya,ketika pemimpin tersebut ingin mengambil gelas tersebut azura menjatuhkan gelas tersebut


PRAANG


''aah...maaf maaf aku tidak sengaja menjatuhkannya soalnya tangan ku pegel karena kau sangat lama mengambil gelas tersebut''ucap azura dengan wajah yang dibuat melas


mereka semua kaget melihat itu karena mereka tau azura sengaja menjatuhkannya ketika minuman tersebut ingin di ambil


''kau tau aku sangat tidak suka menunggu jadi sebaiknya kau mulai menceritakan semuanya ya ''kata azura dingin sambil menatap pria tersebut


sedangkan pria yang menjadi pimpinan tersebut gemetaran melihat tatapan azura meski begitu ia mencoba untuk bersikap tenang meskipun itu tidak berhasil .


''a..aku tidak akan memberitahu kalian siapa apapun lebih baik aku mati dari pada memberitau informasi kepada kalian''ucap pimpinan tersebut


''eeeh .....baiklah kalo begitu sepertinya tidak ada pilihan lain''


''ku akui bahwa kau sangat setia karena sampai sekarang kau tidak membuka mulutmu meskipun tubuh mu terluka parah .....''ucap azura kemudian ia mendekatkan wajahnya ke kuping sang pelaku ''tapi apakah kau ingin tetap seperti ini dan tidak ingin menikmati hidup mu dengan harta yang banyak dan di kelilingi oleh para wanita yang berada disisi mu ''ucap azura memprovokasi


mendengar tawaran yang menggiurkan dari azura ia mulai berpikir kembali untuk apa yang ia lakukan .azura merasa taktiknya berhasil pun menyeringai karena ia tau orang orang seperti dirinya sangat lah gila harta dan nafsu terhadap perempuan sehingga sangat mudah tergoyahkan dengan niat awalnya .


''baiklah aku menerima tawaran mu ''ucap pimpinan tersebut .


''aaah kalo begitu ceritakan lah ''ucap azura


''sebenarnya aku di kirim ole....khuuuk ''ucapan pimpinan tersebut terputus karena ia telah mati karena serangan sihir barusan .


mereka kaget karena tidak menyadari keberadaan musuh tersebut sehingga saksi yang mereka dapat di bunuh oleh seseorang.


''azura apakah kau terluka ''tanya neneknya


''tidak nek, aku baik baik saja tapi dia mati''ucap azura


''baiklah kalo begitu sebaiknya kau kembali ke kediamanan mu untuk istirahat, sisanya biar kami urus dan kalian semua sebaiknya kembali juga karena hari sudah sangat malam dan kau raja aylmer ikut aku ada yang ingin aku sampaikan kepada mu 'ucap sang kakek


''baik ayahhanda''ucap raja aylmer


mereka semua bubar untuk istirahat di kediaman masing masing. begitupun dengan azura setelah ia membersihkan diri ia langsung tertidur pulas di kasurnya .


...🍂🍂...


keesokan paginya sebastian yang sedang membersihkan halaman kediaman mawar merah berhenti ketika ia melihat bahwa raja aylemr pangeran carlos nenek bella kakek aric ratu earlene raja evan putri haryani dan pangeran louis dan dua orang laki laki berjalan kearahnya


''salam yang mulia pangeran serta putri ada perlu apa kalian rame rame kediaman mawar merah pagi pagi begini ''ucap sebastian


''aah kami ada perlu dengan kau dan ini mengenai masalah cucu ku azura ''ucap kakek aric


''aah kalo begitu sebaiknya kita bicarakan di dalam karena tidak enak jika berbicara disini dan.........


maaf hanya bisa up segini 🙏🏻