
gadis tersebut memandang remeh azura karena ia yakin bahwa ia bisa mengalahkan putri azura, karena ia merasa yakin bahwa azura tidak memiliki sihir. karena ia tidak mengeluarkan sihir tersebut sejak tadi maka dari itu ia memandang nya remeh tanpa tau apa yang akan terjadi kedepannya.
''putri sebaiknya anda menyerah saja, karena jika anda tidak menyerah maka akan diyakini bahwa anda akan terluka nantinya karena anda tidak akan menang melawan saya'' sombong sang gadis
azura yang mendengar itu hanya menguap, karena sejujurnya ia sangat tidak peduli dengan itu semua
sedangkan sang lawan yang melihat azura masih bersikap santai dan tidak ada tanda tanda menyerah pun mulai kesal.
ketika kasim mengumumkan pertandingan di mulai gadis tersebut menyarangkan hal yang sama terhadap azura yang pasti ucapan tersebut tidak pernah di dengar olehnya pun sudah tidak tahan lagi
tanpa aba aba ia mulai menyerang azura dengan senjatanya yang ia alirkan sihir azura yang melihat itu hanya menguap malas
dirinya hanya menghindar sedikit sebelum ia memegang pergelangan tangan sang lawan dan mengunci pergelangan nya
kreeek
suara tulang sang lawan yang tangannya berhasil di kunci oleh azura karena gadis tersebut terus saja meronta ronta azura pun mengencangkan penguncian tersebut sehingga terdengar suara bunyi tulang dari lawannya
''ARGGGGG ''teriak gadis tersebut kesakitan
karena suara tulang yang terdengar jelas ditambah dengan teriakan memilukan sang gadis semua orang yang mendengar itu merinding,
dan menatap azura dengan pandangan horor atas perbuatannya sedangkan dirinya masih bersikap biasa setelah berhasil mematahkan tangan sang lawan
karena azura melihat bahwa lawanya tidak melakukan pemberontakan lagi ia pun melepas kuncian dan gadis tersebut tenyata sudah jatuh pingsan akibat tidak bisa menahan rasa sakit di tangannya
azura yang melihat gadis tersebut pingsan hanya berdecih dan keluar dari arena kasim pun sadar bahwa azura sudah meninggalkan arena dan ia melihat keadaan lawan azura yang sudah pingsan memutuskan bahwa azura yang menang dan ia meminta para prajurit untuk membawa gadis tersebut ke unit kesehatan .
setelah perdandingan azura di lanjut dengan pertandingan peserta yang lainnya
akhirnya tersisa 4 peserta yaitu azura callia dan 2 orang peserta lainya .
mereka melakukan babak final azura mendapatkan lawan yaitu callia ia pun tersenyum tipis setidaknya ia bisa membalaskan dendam sedikit di pertandingan nati
begitulah pikir keduanya karena memikirkan itu azura mempunyai sedikit semangat untuk pertandingan kali ini.
sambil menunggu ,azura meminta dissert kepada sebastian untuk mengisi waktu luangnya
''nona ingat peraturan yang saya buat sebelumya bahwa anda harus menahan hasrat membunuh anda di pertandingan nanti''ucap sebastian memperingati
''ha'i ha'i aku mengerti ''jawab azura males
karena waktu di dunia dimensi ia berendam di kolam suci untuk menghilangkan segala jenis racun di tubuhnya dan ia berlatih dengan sebastian
azura memiliki semua kekuatan sihir meskipun ia bisa menguasai semua kekuatan tersebut tapi ia masih sulit mengontrolnya bahkan ia pernah kelepasan waktu latihan sehingga sebastian mengeluarkan hampir seleruh kekuatannya untuk menyegel kekuatan sihir azura meskipun ia tidak bisa menyegel sepenuhnya
akan tetapi segel itu berasil menahan azura untuk mengendalikan kekuatanya ketika ia dalam emosi yang buruk karena jika tidak di segel ia yakin bahwa azura tidak segan segan membunuh siapapun yang berada di sekitarnya
itulah informasi yang ia tau dari lisha ketika azura masih berada di dunia modren karena sifat itulah azura jadi sulit untuk mengontrol sepenuhnya kekuatanya terutama ketika ia memiliki mood yang buruk.
kini giliran nama azura dan cellia dipanggil,mereka pun berjalan kearah lapangan banyak orang orang yang mendukung callia dan yang pendukung azura pun mulai berkurang karena mereka ragu bahwa azura bisa menang dari putri callia
''kakak sebaiknya kau menyerah sekarang karena aku tidak ingin melukai kakak''ucap callia
''heh kau pikir aku akan mengalah setelah kau berbicara seperti itu ''jawab azura remeh,
mereka pun kini tiba di tengah lapangan
azura yang mendengar teriakan lilitina kaget ia pun mencari keberadaan lilitina tidak lama ia melihat lilitina bersama anak anak yang lain yang berteriak memberinya semangat
azura tidak membalas teriakan tersebut ia hanya memeberikan acungan jempol sambil tersenyum lebar me arah lilitina dkk
semua orang tertegun melihat azura tersenyum karena mereka jarang melihat azura tersenyum.
karena pertandingan kini sudah dimulai azura kembali memasang wajah datar nya.
tanpa aba aba callia pun menyerang azura dengan senjatanya tapi itu semua berhasil di hindari dengan mudah oleh azura.
''kakak kenapa kau hanya menghindar saja ''tanya callia tersenyum remeh
''huh ! kalo ka bilang begitu maka aku akan mulai melawan mu adik ku''ucap azura santai
''baiklah kak''jawab callia sambil memasang senyum yang terlihat di paksakan
tidak butuh lama mereka mulai bertarung lagi ketika callia menghunuskan pedang ke arahnya azura memiringkan badanya dan melakukan pukulan mengenai perut callia sehingga callia mundur beberapa langka setelah itu memuntahkan seteguk darah
mereka kaget bahwa melihat azura mudah sekali mengalahkan callia yang dikenal sebagai orang jenius.
callia tidak menerima bahwa ia di kalahkan dengan mudah oleh azura ia pun menggeram marah perlahan ia mulai bangkit meskipun ia harus merasakan sakit di perut
ia pun terus menyerang azura tapi lagi dan lagi azura berhasil menghindarinya dan membalas serangan tersebut .
''apakah hanya segitu saja kemampuan mu adikku ? ''tanya azura dengan nada mengejek
''KAUUU !!''
''.....''azura hanya memandang callia datar
callia dia sangat marah karena melihat sikap azura ia pun memulai rencananya ia mengeluarkan sihir angin yang sangat dasyat setelah itu mengarahkannya ke azura
azura yang melihat angin besar datang kepadanya hanya berdiri saja semakin dekat angin tersebut tiba tiba sebuah belati mengarah kepadanya
azura menghindari belati tersebut tapi tidak sampai situ belati dan pisau angin mengarah kepadanya bertubi tubi
''hahaha ''callia melihatnya tertawa bahagia karena melihat azura yang tersudut
'tsk ,merepotkan sekali' gumam azura
azura melakukan lompatan salto beberapa kali ketika ia mulai terpojok, callia melesat kearahnya sambil menghunuskan pedang
SREK
azura menahan pedang yang kearahnya menggunakan satu tangannya.
ia pun menggenggam pedang azura erat ia tidak memperdulikan darah yang keluar dari tangannya tidak lama kemudian
PRAAANG
suara pedang callia patah ,callia yang melihat pedangnya parah dengan mudah oleh azura manatap horor azura karena pedangnya adalah pedang sihir jadi tidak mudah patah, sedangkan azura mematahkan pedang tersebut tanpa menggunakan sihir sama sekali
callia memundurkan langkahnya menjauhin azura ,begitu pun azura setiap kali callia melangkah mundur maka dia melangkah maju
tiba tiba azura melesat ke arah callia dan melakukan serangan bertubi tubi kreek suara tulang yang patah terdengar dari arah callia begitu pun teriakan kesakitan