
"kenapa salahin gua ? lu sendiri yang bilang, emang gua pernah ngomong bahwa lu harus bersikap seperti tadi ga kan jadi jangan salahin gua lah kok lu jadi ngegas sih "
"tsk....... gua kan harus mengormati karena kau itu seorang putri jadi gua harus jaga sikap biar ga dihukum yang mulia putri azura "kata lisha sedikit mengejek azura
luna yang bingung mendengarkan perdebatan lisha dan azura karena bahasa yang tidak ia mengerti sama sekali.
sebastian yang melihat perdebatan mereka sudah biasa ,dan ia tidak pusing seperti luna mendengar cara berbicara mereka karena waktu jiwa azura masih menjadi alice lisha sering memberi kabar tidak lupa menceritakan semua yang terjadi sehingga ia menjadi tau
kemudian ia melihat kearah luna ia mendapati wajah luna yang sedang kebingungan .
"kau pasti kebingungan dengan apa yang mereka katakan "ucap sebastian memecah keheningan .
"hm....iya saya tidak mengerti mereka berbicara apa dan ap itu gu....gua dan lu saya tidak tau artinya"ucap luna
"gua itu artinya saya dan lu artinya kamu"
"begitu ya .....apakah tidak apa apa membiarkan mereka berdebat tuan "
"kau tidak perlu khawatir tidak lama lagi kau akan terbiasa dan tolong jangan pake kata tuan panggil saja sebastian "jelas nya .
luna pun mengangguk mendengarkan penjelasan dari sebastian dan kembali memperhatikan azura dan lisha .
setelah selesai adu mulut ahkirnya mereka pun diam .
"zure kediaman lu gua ubah ya biar cantik"
"seterah lu aja dah gua mau kembali kekamar "
mereka pun mengikuti azura kembali ke kamarnya karena hari sudah mulai gelap.
azura telah membersihkan diri nya dan makan malam memutuskan untuk tidur lebih awal karena besok kakek nya akan datang ke istana .
>>
azura sudah bangun dan membersihkan diri tidak lupa ia memakan sarapan yang telah di sediakan oleh sebastian, kediaman nya pun sudah di renovasi menjadi canti oleh lisha.
setelah sarapanya habis azura bersiap siap dengan di bantu lisha dan luna setelah itu ia keluar sebastian menatap penampilan nonanya dan merasa ada yang kurang dengan penampilannya .
"sebas chan bagaimana penampilan ku ?"tanya azura
"anda sangat cantik nona "
"nona boleh kah saya menambahkah sesuatu yang menurut saya kurang ?"tanya sebastian
azura yang mendengar itu pun mengangguk tanda bahwa ia mengijinkannya tanpa buang waktu sebastian meminta azura untuk duduk di kursi rias
ia mengubah tatanan rambut azura dan sekarang azura terlihat sangat cantik dan elegan .
"waah nona kau sangat cantik"puji luna
"bener penampilan lu sangat prefect zure"ucap lisha menyetujui
"benarkah ? terimakasih "jawab azura
setelah itu mereka menuju ke pintu gerbang untuk menyambut kakeknya dan ia melihat bahwa keluarganya sudah datang
azura pun memberi salam kepada mereka, banyak pasang mata menatap kagum dengan kecantikan azura
sedangkan callia ia merasa marah karena azura lah yang mendapatkan pujian tersebut bukan dirinya
dan juga ia merasa iri dengan kecantikan azura sehingga ia menjadi tanpa marah tapi semua itu harus ia tahan .
sedangkan azura hanya bersikap cuek dengan semua yang terjadi begitu pun dengan pelayan dan buttler nya
tidak berapa lama kemudian terdengar suara langkah kuda yang mendekat mereka ,yang sejak tadi berbisik bisik langsung fokus menghadap ke gerbang istana.
tidak butuh lama kereta kuda pun berhenti di depan mereka lalu keluarlah seorang pria parubaya dan di ikuti yang lainnya .
setelah itu mereka melakukan penghormatan di ikuti dengan yang lainnya .
"azura bagaimana kabarmu ?"
"saya baik kakek ,bagaimana kabar kakek ?"
"kakek mu sehat, tapi ia sangat tidak sabaran ingin bertemu cucu tersayang azura . kamu sudah tambah gede makin cantik"
"nenek......aku kangen sama nenek, tentu saja aku tambah cantik kan aku perempuan jadi tidak mungkin aku ganteng " ucap azura sambil bercanda .
'' hahahaha bida aja kamu sayang ''jawab sang nenek
"jadi kau tidak kangen sama kakek mu ini azura ?betapa sedih nya hati kakek bahwa kau tidak kangen sama kakek"ucapnya .
"maaf kakek, zura tidak bermaksud begitu maafkan azura kakek zura sangaaaaat sayang sama kakek"ucap azura sambil memeluk kakeknya.
"aah kakek juga sayang zura cucuk kakek yang paling cantik dan imut ini "
mereka semua menyaksikan kehumorisan antara yang mulia aric dengan cucunya tapi tidak dengan callia ia merasa marah karena tidak di anggap.
"dia manis dan imut phffftt...."ucap lisha sambil menahan ketawa .
"kau lisha pelayan yang menjaga putri ku bukan?"tanya bella nenek azura .
"iya yang mulia lama tidak berjumpa "ucap lisha sambil melakukan pemghormatan
"lama tidak berjumpa lisha dan ooh sebastian lama tidak bertemu "ucap mereka.
"suatu kehormatan bertemu kalian semua yang mulia"
"kau masih seperti biasa sebastian "kali ini paman nya azura mengangkat suara.
"tidak enak berbicara disini ayah lebih baik kita masuk kedalam lebih enak "usul raja elymer dan di setujui mereka semua.
dan untuk ratu audrey dan putri callia mereka tidak dihiraukan ,karena keluarga dari pihak ibu azura tidak menyukai orang tersebut.
"kakek sebaiknya kalian istirahat karena kalian pasti lelah sehabis melakukan perjalanan jauh "ucapnya .
mereka pun menyetujui ucapan azura untuk beristirahat kediaman yang sudah di sediakan .
azura memutuskan untuk kembali ke kediamanya karena hari ini rencananya ia ingin mengagati suasa kamarnya yang menurut dia sangat kuno dan jelek
dengan dibantu lisha dan sebastian dengan kekuatan sihirnya mereka melakukannya dengan cepat
kediaman yang tadinya terlihat tidak terlawat sekarang sudah sangat cantik dengan depan di penuhi dengan halaman bunga bunga
karena azura sangat menyukai bunga terutama bunga mawar ia sangat menyukai berbagai jenis bunga mawar .
setelah semuanya kelar azura melihat sekelilingnya dengan cukup tapi dimatanya ia melihat ada hal yang kurang ia melihat lihat lagi apa yang kurang dengan kediamannya tersebut.
tidak butuh lama ia pun tau ia meminta sebastian untuk membuat sebuah ayunan gantung di pohon dan sebuah kolam yang di tengahnya terdapat sebuah gazebo kecil
setelah itu baru ia merasa puas dengan kediamannya tersebut di dalam kamarnya juga sudah di ubah menjadi sedikit mirip dengan kamarnya di dunia modern .
karena sudah malam hari azura pun makan malam di kamarnya di temanin dengan lisha luna dengan sebastian ,mereka makan bersama walaupun awalnya luna sempat menolak karena ia adalah seorang pelayan sehingga tidak pantas makan bersama dengan azura
bukan azura namanya jika ia tidak bisa membujuk luna untuk makan bersama dan pada ahkirnya luna pun menyerah dan ikut makan bersama ia juga berasa terharu karena nonannya tidak memandang dia rendah seperti majikan yang lain yang memperlakukan pelayan dengan sangat kasar