
"untuk kedepannya mohon bantuan kalian ,buatlah aku menjadi kuat sehingga aku bisa membalaskan kematian ibunda kepada mereka ,kalian maukan membantuku lili chan sebas chan " ucap azura dengan dengan senyuman yang diarahkan ke mereka.
"baik putri" jawab mereka kompak
"putri ini merupakan kalung pemberian dari ratu emely kuharap putri menjaga kalung tersebut"ucap sabastian sambil menyerahkan kotak yang berisi kalung yang sangat cantik ke pada azura
"cantik sekali kalung ini, aku akan menjaga kalung ini dengan baik karena ini adalah barang peninggalan ibunda "kata azura sambil mengambil kotak tersebut dari tangan sebastian
"tolong teteskan darah anda putri karena kalung tersebut merupakan kalung dimensi"jelas sebastian
azura yang mendengar hal itu langsung segera meneteskan darah nya kekalung tersebut
dan kalung tersebut mengeluarkan cahaya yang sangat terang sehingga mereka menutup mata .
merasa cahaya tersebut sudah redup azura membuka matanya dan ia sangat kaget ketika melihat sekelilingnya yang sangat berbeda .
ia melihat bahwa di sana juga terdapat mansion yang besar dengan di kelilingin pemandangan yang indah .
"woaah indah sekali "ucap azura yang menganggumi keindahan yang ada di depannya .
"selamat datang tuan ,saya sudah menunggu kedatangan tuan "ucap orang yang berada di belakang azura .
"kyaaa si....siapa kamu dan siapa tuan mu ?"
"anda adalah tuan saya,ratu emely menyuruh saya, bahwa anda akan menjadi tuan saya selanjutnya "ucap orang tersebut
"ini dimana dan dimana sebastian dan lisha ?"
"ini di ruang dimensi anda tuan dan untuk mereka berdua bera....."ucapan orang tersebut terputus karena kedatangan sebastian dan juga lisha .
"kami disini putri "
"eeh ooh oke ...jadi siapa namamu ?''tanya azura
"ratu emely memberikan nama hamba shushu tuan ,hamba adalah hewan roh dari binatang rubah ekor sembilan dan saya adalah hewan kontrak anda tuan "
"apakah saya perlu meneteskan darah ke kening mu ?"tanya azura
"tidak perlu tuan karena anda sudah terikat sama saya ketika anda masih kecil"
azura yang mendengar itu hanya menganggukan kepala, ia pun melatih kekuatan sihirnya dan berkultivikasi di dimensinya karena perbedaan waktu yang jauh sehingga membuat dia bisa memanfaatkan waktu tersebut.
info:
jadi tuh di dalam ruang dimensi ada perbedaan waktu jika satu bulan di ruang di mensi maka sama dengan satu hari di dunia nyata
back to story
di ruang dimensi azura memanfaatkan hal tersebut untuk melatih kekuatannya dan berkultuvasi
ia tidak menyia nyiakan waktu tersebut , setelah ia berkultivasi ia mulai berlatih dengan kekuatannya tidak lupa ia juga melatih ilmu bela diri yang ada di dunia modern
ia melakukan latihan itu secara bergantian dengan sebastian atau lisha terkadang dia juga bisa melawan keduanya
sudah satu bulan lima hari azura berada di dunia dimensi sekarang ia sedang beristirahat bersama lisha setelah mereka latihan.
azura pun memakanan makanan yang di buat sebastian
setelah selesai mereka makan azura kembali kekamarnya untuk memberihkan diri setelah itu dia memutuskan untuk keluar dari dunia dimensi .
>>
azura sekarang berdiri di tembok yang berada dekat dengan kediamannya ia bersama lisha dan sebastian berhasil menyelinap masuk kekamarnya dengan mudah tanpa diketahui oleh penjaga
sesampainya ia dikamar ia melihat luna sedang mondar mandir dengan espresi cemas .
"luna "panggil azura .
mendengar panggilan dari azura luna buru buru memeluk azura sambil menangis .
"sudah lah kau sangat cengeng luna ,apa yang terjadi selama saya tidak ada "kata azura
azura melepaskan pelukan dari luna dan duduk di sebuah kursi yang berada di kamarnya .
"ketika hamba tidak ada pangeran mahkota datang kemari tetapi tidak jadi karena hamba mengatakan bahwa putri sedang tidak enak badan dan tidak ingin di ganggu "ucap luna .
azura hanya mengangguk mendengar itu
"hm....putri mereka siapa ?"tanya luna penasaran ketika ia baru menyadari bahwa tidak hanya ada mereka saja.
azura pun paham apa yang dimaksud dengan luna ia pun memperkenalkan mereka .
"khem.....jadi perkenalkan dia adalah luna pelayan setia yang menjagaku sejak kecil dan luna dia sebantian merupakan butller ku "ucap azura
luna bingung melihat tuannya hanya memperkenalkan satu orang saja .
lisha yang mendengar bahwa namanya tidak di sebut merasa jengkel ke azura jadi ia memutuskan untuk memperkenalkan diri sendiri.
"anda bisa memanggil saya lisha saya adalah butller putri azura "
"ah ....iya salam kenal hm.... butller itu apa ?"tanya luna polos .
mendenger pertanyaan yang keluar dari luna lisha tidak bisa menahan tawanya sedangkan azura dan sebastian hanya mengulas senyum saja .
"butller itu adalah pelayan yang melayanin tuannya dari segala hal yang di perlukan sama aja seperti kepala pelayan tapi bedanya selain mengurus kebutuhan tuannya ia juga melindungi dan menjaga tuannya seperti kesatria "jelas lisha .
"jadi gitu ya ....apakah saya masih bisa melayani putri?"kata luna murung ketika mendengar penjelasan dari lisha.
"tentu saja karena kau adalah pelayanku dan untuk kalian bertiga berhenti memanggil ku putri panggil saya nona saja"
"baik"jawab mereka .
karena azura baru pulang pagi tadi ia memutuskan untuk istirahat sebentar
mereka memutuskan untuk melakukan pekerjaan nya masing masing tapi sebelum itu luna menunjukan kamar untuk mereka istirahat .
hari sudah sore azura pun bangun dari tidurnya ia membersihkan diri ,setelah itu mereka berjalan jalan keliling kediamannya karena lisha ingin melihat lihat kediamannya.
setelah mereka selesai jalan jalan azura memutuskan untuk istirahat di taman tersebut.
walaupun di katakan sebagai taman tapi baru sedikit bunga yang ada disana .
"lis"panggil azura.
"iya nona "jawab lisha sopan
"apakah kau mempercantik taman ini karena taman ini berbeda ketika terakhir kali kesini"tanya azura .
azura mengetahui kondisi taman karena ingatan tubuh ini, ketika jiwa yang sebelumnya sering mengunjungi taman ini untuk menenagkan diri
"iya nona karena menurut hamba taman yang sebelumnya tidak lah indah"jawab lisha
"lis"
"iya nona"
"bisakah kau berbicara seperti biasa ? karena sejujurnya gua geli mendengar lu berbicara seperti tadi "
"sialan kau zura kenapa kau tidak bilang dari tadi sih !"kesel lisha
"kenapa salahin gua lu sendiri yang bilang, emang gua pernah ngomong bahwa lu harus bersikap seperti tadi ? ga kan jadi jangan salahin gua lah ,kok lu jadi ngegas sih "
"tck....gua kan harus mengormati, karena lu itu seorang putri jadi gua harus jaga sikap biar ga dihukum yang mulia putri azura "kata lisha sedikit mengejek azura
.