I'M Witch

I'M Witch
7



Clint,.. mata nya terus tertuju ke arah kamar Khanna, setelah pintu nya terbuka dan Khanna beserta Cecile keluar dari kamar Khanna, sedang Javier menyusul di belakang nya.


Khanna menuju ke sofa bergabung bersama yang lain, tangan nya terangkat ke atas menggulung dan mengikat rambut nya yang basah itu di atas kepala nya.


Sontak leher putih jenjang nya itu terekspos. Tapi bukan itu yang menjadi perhatian mereka, melainkan sebuah tato lingkaran dengan pola tertentu yang menghiasi bahu Khanna.


Clint pun bangkit mendekat, demi melihat tato itu dengan jelas. Perlahan tangan nya pun mengepal erat. Dan kemudian mata nya menatap Javier dengan tajam. Sedangkan Javier terlihat frustasi, mengusap wajah nya dengan kasar.


Javier pun telah melihat tato Khanna. Jullie pun mengenali pola tato tersebut menganga tak percaya. Perlahan dengan pasti tubuh nya bergetar pelan.


Sedang Khanna yang tak mengerti apa pun merasa aneh dengan sikap mereka. Lalu ia memandang Cecile dan Celine, tampak nya mereka juga tak mengerti apa yang terjadi.


"Khanna, sejak kapan kau membuat tato? " tanya Cecile bingung selama ini ia tidak pernah melihat tato itu di tubuh Khanna.


" Tato?? Tato apa maksud mu? Kau kan tau kalau aku takut jarum" jawab Khanna.


"Ini, kau lihat lah sendiri " jawab Celine, sembari memberikan sebuah cermin kepada Khanna.


Setelah melihat nya, Khanna pun tak percaya,. Bagaimana mungkin ada tato di tubuh nya dan ia tak menyadari nya.


Ia menoleh ke arah Clint yang ekspresi wajah nya tidak bisa di jelas kan lagi. Lalu mata nya tertuju pada Javier, namun ekspresi nya tak jauh berbeda dengan Clint.


Di tengah kebingungan dengan apa yang terjadi, Khanna merasa Javier dan Clint menyembunyikan sesuatu.


" Kau dan kau, aku ingin berbicara dengan kalian " ucap Khanna sembari menunjuk Javier dan Clint.


Khanna pun melangkah kaki menuju kamar nya dengan di ikuti Javier dan Clint di belakang nya.


"Kata kan dengan jujur, kalian tau apa ini?! " tanya Khanna pada mereka sambil menunjuk tato itu di bahu nya.


Sementara Clint dan Javier hanya saling memandang, berusaha memutuskan bagaimana memberitahu Khanna.


Khanna menatap Javier dan Clint secara bergantian dengan tatapan ingin tau dan butuh penjelasan.


"Sebaik nya kau bertanya pada Javier, karena dia lebih tau soal itu" jawab Clint sembari menatap Javier.


Ruangan itu pun sunyi sesaat.. Tak ada yang berbicara. Semua terdiam, termasuk Javier. Dengan tidak sabar Khanna menatap Javier berusaha mencari jawaban, namun yang di tatap hanya diam membisu.


Khanna pun merasa sangat kesal, tanpa sadar ia meremas rambut nya dengan kasar, melihat itu Clint dan Javier berusaha menghentikan nya. Mereka sangat tidak suka jika Khanna tersakiti.


"Sebaik nya kau ikut aku, mungkin ayah ku bisa menjelaskan soal ini pada mu" ujar Javier setenang mungkin.


Khanna mengangguk kemudian melangkah kan kaki nya keluar ruangan itu. Kemudian di susul oleh Clint dan Javier.


Baru sesaat mereka bergabung dengan Cecile dan lain nya, tiba tiba Jullie berdiri, meminta izin masuk kamar terlebih dahulu, dengan berkata bahwa ia sangat lelah dan butuh istirahat.


Khanna pun mempersilahkan sembari menunjuk sebuah kamar kosong di sudut ruangan itu.


"Ah, iya Jullie aku akan keluar bersama teman teman ku, ku harap kau tak keberatan di rumah sendirian. Mungkin aku akan pulang sedikit terlambat, kau kunci saja pintu nya, aku membawa kunci cadangan" ucap Khanna pada Jullie.


Jullie pun mengangguk mengerti, dan berlalu dari tempat itu sambil menyeret koper nya menuju kamar.


Khanna, Javier, dan Clint berjalan keluar sedangkan Cecile dan Celine yang merasa bingung hanya mengikuti mereka.


Tiba di bawah, mereka bertemu Candy. Candy yang baru saja memarkir kan mobil nya itu pun menatap mereka.


"Kalian mau kemana? Aku baru saja sampai, dan ya, mereka berdua siapa? " tanya Candy pada Khanna sambil tersenyum.


"Oh ya, kak Candy, perkenalkan ini Javier dan ini Clint" ucap Khanna.


Sementara Javier dan Clint bergantian mengulurkan tangan nya pada Candy.


" Kalian mau kemana? " tanya Candy pada mereka.


" Kami ingin berkunjung ke rumah Javier ada suatu hal yang ingin ku tanya kan pada ayah nya Javier" jawab Khanna.


"Kalau begitu, apa aku boleh ikut? " tanya Candy.


"Tentu saja boleh" jawab Khanna, "Benar kan Javier? " tanya Khanna pada Javier.


"Ya, tentu saja boleh, ayah ku pasti dengan senang hati menyambut kedatangan kalian di rumah kami" jawab Javier.


Mereka kemudian berangkat menuju rumah Javier. Khanna satu mobil dengan Candy, Celine dengan Clint, sedangkan Cecile dengan Javier. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang, mereka tiba di pinggiran hutan, telat nya di kaki bukit.


Tampak sebuah rumah besar dengan halaman yang luas di depan mata mereka. Javier turun dari mobil di ikuti yang lain. Kemudian ia menuju halaman belakang, di sana seorang pria paruh baya sedang duduk di bawah pohon rindang sembari membaca surat kabar.


Sementara di bawah nya terlihat pemandangan yang mengerikan bagi yang tak biasa melihat nya. Ya, tampak ber gelung seekor anjing berwarna coklat dengan ukuran yang sangat besar. Candy sampai tak kuasa menahan jeritan nya. Anjing itu membuka mata nya dan mendekati mereka mengendus mereka satu per satu, sampai pada saat ia mengendus Clint, bulu bulu di leher nya berdiri dan menggeram, menatap Clint dengan tatapan hendak merobek tubuh Clint.


Pria paruh baya itu pun bangkit dari duduk nya, dan menyuruh anjing besar itu pergi. Anjing itu pun segera berlalu dari hadapan mereka. Pria paruh baya itu lalu menyambut mereka dengan hangat. Sementara Javier masuk ke dalam rumah bermaksud membuat kan minuman hangat untuk mereka.


Javier keluar dengan membawa nampan yang berisi teko dan beberapa cangkir, tak lupa se toples cemilan juga di bawa nya.


"Kalian, kenal kan, ini ayah ku, Mr. Morgan" ucap Javier pada teman teman nya.


"Saya Khanna om, Khanna Tennyson, senang berkenalan dengan anda" ucap Khanna memperkenalkan diri nya.


Mr. Morgan mengernyitkan dahi nya sambil menatap Javier, sementara Javier hanya mengangguk.


"Saya Candy Dwart, ini adik saya Celine, dan ini adik saya yang paling kecil Cecile" ucap Candy memperkenalkan diri nya sambil menunjuk kedua adik nya.


Mr. Morgan tersenyum kepada mereka dan mengangguk, kemudian mata nya menatap Clint, terdiam. Lalu dengan cepat ia mengubah ekspresi nya, Mr. Morgan pun tersenyum kepada Clint dan mengulur kan tangan nya.


"Saya Clint Turner om, teman Javier dan mereka" ucap Clint pada Mr. Morgan sengaja menekan kata Javier sembari menatap Javier dan tersenyum penuh arti.


Sementara Javier membalas senyuman nya dengan janggal. Tak lama datang nya seorang pria muda, dia adalah Daniel, kakak laki laki Javier. Daniel langsung saja duduk dan menuang teh ke dalam cangkir nya, kemudian menyeruput teh nya, namun mata nya secara tak sengaja menatap tato di bahu Khanna.


Dan tiba tiba Daniel pun tersedak, terbatuk batuk sambil mata nya terbuka lebar, seolah tak percaya dengan apa yang di lihat nya. Mata mr. Morgan pun mengikuti arah tatapan Daniel, ekspresi wajah nya pun langsung berubah.


Sementara Khanna memberikan teh milik nya kepada Daniel.


"Minum lah, agar kau lebih baik" ucap Khanna menyerah kan cangkir teh nya kepada Daniel, sementara Daniel menerima cangkir tersebut sambil terus menatap Khanna.


Sesaat Daniel merasakan panas dalam dada nya, yang membuat wajah nya memerah. Ingin sekali saat itu ia terjun ke dasar lautan yang dalam.


***************


**Ayo dukung author dengan like yang banyak,


tinggalkan komentar kalian juga,


dan mohon saran nyaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


dan jangan lupa vote.. vote.. vote... vote... ☺☺


salam manis dari author,


Deniari, πŸ˜‰πŸ˜‰


*TBC**