
Mr. Morgan pun menghela nafas nya. Dan menatap dalam ke dua mata Khanna. Sementara yang di tatap, setengah terbelalak tidak percaya. Kemudian sebuah tanya meluncur dari bibir gadis itu.
"Jadi, maksud anda, saya ini..... Penyihir? " tanya Khanna pada mr. Morgan.
"Ya, tapi bukan hanya darah penyihir saja yang mengalir dalam tubuh mu. Ada darah ayah mu. Dan, bukan hanya kau saja penyihir di tempat ini. " jawab Mr. Morgan.
"Sudah ku kata kan bahwa klan lain telah hidup berdampingan dengan manusia. Dengan tidak membuka jati diri asli nya, " lanjut Mr. Morgan lagi.
Begitu banyak pertanyaan di dalam kepala Khanna. Bagaimana mungkin? Itu pertanyaan ya g paling mendasar dari diri nya. Dan lalu bagaimana dia bisa sampai ke tempat ini?
" ehemm.., begini Mr. Morgan, jika saya memang seorang penyihir, lalu bagaimana dengan kekuatan ku? Bukan kah seharus nya saya memiliki, emm walau pun sedikit, sebuah ilmu sihir? Lalu mengapa saya terlihat normal, seperti manusia biasa? " tanya Khanna pada mr. Morgan.
Namun, mr. Morgan malah tertawa sembari menggeleng kan kepala nya. Ia sama sekali tak menyangka, takdir mempertemukan nya kembali dengan gadis itu.
"Itu karena darah ayah mu, mengalir dalam tubuh mu, sebuah energy lain. Sehingga kekuatan mu harus tersegel. Dan seperti nya segel itu akan terbuka karena kau telah bertemu dengan seseorang yang sedang mengincar mu" Jawab mr. Morgan sembari menunjuk tato di bahu Khanna.
"Segel? Apa kah ini sebuah segel? Apa kah ayah ku yang menyegel nya? Lalu dimana ayah ku? " tanya Khanna pada mr. Morgan.
"Ya.. itu sebuah segel sekaligus sebuah tanda. Seseorang telah menandai mu, dan tanda itu adalah klaim jika kau adalah milik nya. Dan soal ayah mu, dia dan keluarga nya telah di bantai habis oleh Raja kegelapan. Itu sebab nya, Queen Anne menghabisi nya.
" Apa maksud anda? Saya di tandai? Siapa yang menandai? Dan sejak kapan? Lalu, mengapa dia menandai ku dengan seenak nya, dan meng Klaim saya adalah milik nya? Ini tidak masuk akal. Lalu, apa kah tidak ada yang tersisa dari keluarga ayah ku? " tanya Khanna pada mr. Morgan.
Mr. Morgan hanya tersenyum,,, mata nya menatap Javier yang kini tampak menahan amarah nya. Ia tau Javier sangat menyukai gadis itu. Namun itu tidak boleh terjadi.
Sementara Bill Dan Clint menatap Khanna dan mr. Morgan secara bergantian. Seolah tak percaya bahwa secepat ini mr. Morgan menceritakan jati diri gadis itu.
"Apa kah Anda mengenal keluarga ku? terutama ayah ku? " tanya Khanna kemudian.
" Aku bisa di kata kan tau tentang ayah mu dan klan nya. Dan, satu satu nya keluarga mu dari ayah mu yang tersisa ada di dekat mu. Selalu mengawasi mu dari jauh. Dan kerabat dari ibu mu, selalu bersama mu. Meski mereka juga seperti mu. " jawab Mr. Morgan sembari menyeruput minuman dari cangkir nya.
Celine, Cecile, dan, Candy begitu bingung dan sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Sehingga hanya bisa diam saja. Sementara Clint menatap Bill dengan tajam, dan Bill menatap Daniel dengan tajam.
Sementara Javier menatap ayah nya dengan penuh rasa yang tidak bisa di bayang kan. Khanna yang memperhatikan hal itu sangat jengkel. Seolah di permain kan oleh orang terdekat nya.
"Aku tau kau sangat terkejut dan begitu penasaran. Baik lah aku akan bercerita sedikit, berdasar kan yang ku tau tentang ayah mu dan kerabat nya" ucap Mr. Morgan.
**********
Pagi yang cerah, saat seorang pria bersama ke dua anak laki laki nya berjalan menuju tepian bukit, menuju ladang mereka. Mereka melangkah dengan gembira, sembari sesekali di iringi dengan siulan yang tak menentu. Sementara kaki kaki kecil kedua anak lelaki tersebut sesekali berlari. Sembari melompati rerumputan.
Namun dengan tiba tiba pria itu melangkah kan kaki nya, sontak kedua anak laki laki nya mengikuti nya menghentikan langkah mereka. Sambil menatap ayah mereka dengan bingung.
Seorang pria kini hadir di hadapan mereka, usia nya tampak tak jauh berbeda dengan ayah mereka. Wajah yang tampan dengan kulit yang pucat. Pria itu menatap mereka, dan tersenyum.
" Apa kabar? Apa kau tinggal di bawah bukit? Perkenal kan, aku tetangga baru mu, aku Turner, Dave Turner"ucap pria itu mengulurkan tangan nya pada ayah mereka.
"Aku Abi Morgan. " jawab nya menyambut tangan Turner.
"Sama seperti mu, aku menjauh dari penguasa kegelapan. Kau juga sudah dengar bukan bahwa keluarga ku di bantai habis oleh penyihir itu. Kini hanya tinggal aku dan anak anak ku" jawab Dave Turner.
Sementara Abi Morgan masih menatap nya dengan tajam. Menatap dengan penuh curiga.
Sudah berdarah daging bahwa klan Morgan dan klan Turner tidak pernah sependapat.
"Kau, tenang saja. Aku dan anak anak ku tidak akan pernah menyakiti siapa pun. Kau juga tau bukan jika keluarga ku vegetarian" ucap Dave Turner yang seolah memahami arti tatapan Morgan.
"Baik, aku pegang janji mu. Jika suatu saat nanti aku mendengar keributan, apa lagi sampai menimbul kan korban, aku tak akan segan menghadapi mu" jawab Abi Morgan.
"Baik, kalau begitu, mulai saat ini kita berteman. Bagaimana pun kita bertetangga, tidak baik saling mengacuh kan. " ucap Dave Turner dengan ramah.
"Okay, aku harap bahkan sampai nanti pertemanan kita tidak berakhir" ucap Abi Morgan sembari tersenyum dan menjabat tangan Dave Turner.
Mereka kemudian berjalan menyusuri jalan setapak menuju ladang Morgan.
"Daniel, Javier.. jangan jauh jauh." ucap Morgan pada anak anak nya.
*********
Mr. Morgan kembali menghela nafas sembari menyeruput minuman nya. Bill dan Clint masih terdiam, menyimak cerita Mr. Morgan. Begitu juga dengan Javier dan Daniel.
"Dave Turner, apa kah itu ayah Clint? " tanya Khanna.
"Ya, Dave adalah ayah mereka. Namun nasib nya tidak beruntung, ia tertangkap oleh Queen Anne, dan telah di pasti kan bahwa Dave telah tiada. Kini tinggal Bill dan Clint yang tersisa. Dave adalah orang yang baik, tidak seperti yang lain nya. Dia benar benar vegetarian. Dan aku berharap anak anak nya mengikuti jejak ayah mereka" jawab Mr. Morgan.
"Bagaimana dengan ibu mu Clint, apa kau masih memiliki nya? " tanya Khanna pada Clint.
Clint hanya menggeleng dengan mata yang memerah. Bill hanya mengepal kan tangan nya. Berusaha menyembunyikan perasaan nya.
Mr. Morgan yang melihat itu hanya terdiam, memahami perasaan Bill dan Clint.
********
***Bab selanjut nya menyusul ya...
beberapa hari gak upπ
mohon saran nya ya...
salam manis selalu dari author,
Deniari, πππ
TBC**