I'M Witch

I'M Witch
3



Jalan yang becek penuh lubang dan sempit terhimpit bangunan bangunan kumuh di tapaki seseorang wanita cantik yang melangkah kan kaki nya dengan tergesa gesa.


Sesampai nya di depan pintu kayu yang reot di sebuah bangunan kuno, wanita itu pun menghentak kan kaki nya sembari menoleh ke belakang memastikan tidak ad yang mengikuti dan mengawasi nya.


Kkkkrrrriiiiieetttttt


Pintu pun terbuka, wanita itu masuk dengan cepat ia menutup pintu nya. Melangkah kan kaki semakin masuk ke dalam ruangan yang pengap itu, matahari seolah sama sekali enggan untuk masuk melalui celah yang ada.


Wanita tersebut terus melangkah kan kaki nya sampai tiba di depan sebuah lukisan dan kemudian mengetuk kan kaki nya tiga kali di atas karpet berdebu di bawah lukisan.


Lukisan pun bergeser berganti dengan gagang pintu yang terbuat dari logam kuning. Wanita itu menggapai gagang pintu tersebut dan memutar nya.


Tampak lah ruangan yang luas dan di penuhi rak serta buku buku berdebu yang beribu jumlah nya.


Dengan melepas kan jubah nya wanita itu mengibas kan rambut nya, tampak bergelombang rambut berwarna emas keperakan tersebut.


Di depan nya duduk seorang wanita dengan tampang tegas, memandang nya dengan sorot mata yang tajam.



Madame Primrose 43th


" Bagaimana?!!! Apa kau membawa kabar baik?!! Apa kau telah menemukan nya?!!" tanya Madame Primrose dengan masih menatap nya tajam.


"Aku telah menemukan nya Madame, dia seorang gadis, tinggal di daerah Baverlly Hill, dia seorang mahasiswa di sebuah universitas di kota L. Memiliki seorang penjaga, darah Morgan. Dan tiga bersaudari yang menjadi sahabat nya, tidak bisa di abaikan. Dan juga dalam pantauan Turner, meski tentu saja gadis itu tidak menyadari nya" jelas wanita itu, yang di ketahui bernama Jullie Collin.


" Hmmmm.... ternyata begitu,,, kerja bagus Jullie, dekati gadis itu. Jangan sampai lengah. Dan tetap berhati hati lah, hindari Morgan dan Turner jangan sampai mereka mengetahui rencana kita, bersikap biasa saja, seolah tak ada yang kau ketahui " ucap Madame Primrose mengingat kan.


" Baik Madame, Terima kasih telah mengingat kan ku. Aku permisi dulu.. " ujar Jullie sembari meninggal kan Madame Primrose.


********


Sementara itu di sebuah universitas di kota L telah kedatangan anak baru, seorang gadis cantik dengan wajah tirus nya, tubuh tinggi semampai bak model ternama, rambut panjang berwarna emas keperakan itu di biar kan tergerai jatuh di atas pinggang nya.


Sungguh indah bagi siapa pun memandang nya. Dengan langkah nya yang gemulai ia pun berjalan menuju ke ruangan dosen, sepanjang kaki nya melangkah semua mata tertuju pada nya. Seolah memiliki daya pikat yang kuat.


Tak.. tak.. tak.. tak.. tak..


Suara langkah nya pun terdengar indah. Gadis itu menghenti kan langkah nya dan menatap wajah pemuda di depan nya dengan perasaan benci. Menatap mata pemuda itu dengan tajam seolah ingin melahap ny hidup hidup.


Pemuda itu hanya menatap nya sekilas lalu berlalu tanpa menghirau kan kehadiran wanita tersebut.


Gadis itu segera menemui pria parih baya yang akan menjadi dosen nya nanti. Gadis itu menatap pria paruh baya tersebut dengan pandangan yang sama sebagaimana ia menatap wajah pemuda yang berpapasan dengan nya tadi.


Pria paruh baya itu hanya tersenyum, sembari mempersilah kan gadis itu duduk.


" Jadi kau Alliana Saloon? Mahasiswi baru pindahan dari Universitas ternama di kota X? " tanya pria itu ramah.


" Iya itu benar, apa anda Mr.Morgan? " tanya gadis itu.


" Kau benar, lalu mengapa kau pindah dari kota besar ke kota kecil ini? Apa kau mencari sesuatu yang baru? Suasana? Pengalaman? " tanya Mr. Morgan.


" Huh, ini tidak seperti dugaan anda." jawab gadis itu sambil meletakkan kedua tangan nya di atas meja dosen tersebut.


" Baik lah, dimana ruangan belajar ku? " tanya gadis itu melanjutkan.


" Ikuti aku... " jawab Mr. Morgan


Gadis itu pun langsung mengambil tempat nya, dan duduk tanpa peduli dengan lingkungan ruangan itu.


Namun baru sesaat dia duduk mata nya pun menatap kedua orang di depan nya, seorang gadis dan pemuda yang sedang berbicara dengan santai.


Gadis tersebut menatap benci pemuda itu, sedang yang di tatap kini balas menatap Alliana, dengan mengangkat sudut bibir nya. Menyungging kan senyuman yang terkesan aneh.


Sedang kan gadis yang duduk dengan pemuda itu pun menoleh, menatap ekspresi aneh antara Alliana dan pemuda di depan. Dia seperti berada di tengah perang Dingin.


Untuk mencari kan suasana gadis itu pun mengulur kan tangan nya,.


" Hallo... aku Khanna, dan ini teman ku Javier.. " ucap Khanna.


" Aku Alliana Saloon, senang berkenalan dengan kalian.. " jawab Alliana sambil tersenyum, namun mata nya melirik Javier.


" Apa kalian saling mengenal? " tanya Khanna.


" Apa maksud mu aku mengenal dia? Yang benar saja, ha.. ha.. ha.. ha.. " jawab Javier sambil tertawa sumbang. Lalu menatap Alliana yang tengah menatap nya dengan tajam.


" Apa kah kau mengenal ku nona? Maksud ku apa kita saling mengenal? " tanya Javier pada Alliana.


" Tentu saja tidak,!!! " tukas Alliana.


Khanna memperhatikan ekpresi Javier dan Alliana, mencoba mencari tau ada apa di antara mereka.


" Khanna..!!!! ya Tuhan... apa yang kau lakukan di sini?! Aku mencari mu ke seluruh kampus, bahkan toilet dan ruang kesehatan, tapi ternyata kau malah di sini" ucap Cecile


" Tadi aku habis dari perpustakaan bareng Javier, dan dia mengajak ku mengobrol, maaf aku jadi melupakan mu, he.. he.. he.. he.. " jawab Khanna seraya menunjuk Javier yang duduk di depan nya.


" Oke Javier, aku harus ke kelas ku, senang berkenalan dengan mu Alliana " ucap Khanna sambil tersenyum, dan kemudian berlalu dari hadapan Javier dan Alliana.


Setelah Khanna pergi Javier pun meninggal kan ruangan tersebut. Baru dia langkah, ia pun memutar dan merendah kan tubuh nya dan setengah berbisik,,,


" Jangan sampai aku dengar kau membuat keributan dan masalah, kalau sampai itu terjadi, maka aku sendiri yang menghabisi mu " ucap Javier, sembari menyeringai dan melangkah keluar meninggal kan ruangan itu.


" Brengsekkkk kau Morgan,.. awas saja jika sampai mengganggu ku " Alliana sambil mengepal kan tangan nya.


*******


Yukkkkk dukung terus karya author.... πŸ€—πŸ€—


Penasaran??apa sih hubungan Javier dan Alliana, dan sebenar nya apa yang terjadi dengan Khanna, siapa dia sebenar nya?


*ayooo ikuti terus cerita mereka, petualangan seru menanti mereka di kemudian hari.


Khanna harus memenuhi takdir nya meski dia juga merasa bingung,


Jangan lupa like like like yang banyak biar semangat author nya.. vote nya juga...


vote.. vote.. vote.. yang banyak banyakπŸ€—πŸ€—πŸ₯°


salam manis dari author


deniari,,, πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


**TBC***