I'M Witch

I'M Witch
6



Seorang gadis muda berlari menembus deras nya hujan, sembari tangan nya menutupi kepala nya. Kemudian ia menghentikan langkah nya di sebuah pintu.


Tok.. tok.. tok.. tok..


Dan tampak seorang gadis yang lebih muda membuka pintu nya. Gadis itu menatap nya dengan dahi berkerut. Seolah memikirkan sesuatu.


" Ya, ada apa? Dan siapa kau? " tanya gadis muda itu yang ternyata adalah Khanna.


" Aku Jullie Collin, maaf telah mengganggu mu, aku membaca di surat kabar bahwa ada kamar yang di sewakan, apakah masih ada? Aku sangat membutuh kan nya" ucap Jullie sambil tersenyum sembari menahan getaran tubuh nya karena kedinginan.


" O, soal itu.... Baik lah silahkan masuk dulu, tampak nya kau sangat kedinginan" ajak Khanna.


Sesampai nya di dalam rumah, Jullie di persilahkan membersihkan tubuh dan mengganti pakaian nya. Sementara Khanna berkutat di dapur membuat dia gelas coklat panas dan menyiapkan cake keju di atas piring.


Tak lama Jullie pun keluar dari kamar mandi. Mata nya menatap tiap sudut ruangan tersebut. Rumah yang sederhana dan banyak pernak pernik antik di dalam nya. Namun bagi seorang Jullie pernak pernik itu terlihat biasa saja.


Yang menarik mata nya ada lah foto di sudut ruangan di atas sebuah meja kecil. Terlihat tiga gadis remaja tersenyum, terbongkar dalam sebuah figura sederhana.


Foto lain nya menunjuk kan gambar seorang gadis muda tersenyum girang memeluk anjing kecil yang menggemaskan.


"Siapa kau? " terdengar suara pria sedang bertanya pada nya.


Tiba tiba perasaan Jullie tidak enak, sesaat kemudian dia menoleh kan kepala nya.


Mata nya nyari lepas dari rongga nya karena keterkejutan nya. Sambil tergagap ia terpaksa menjawab.


"Aku.. Aku.. Jullie, aku bermaksud menyewa kamar di rumah ini. " ucap Jullie tanpa menatap mata pria tersebut.


Di samping pria tersebut tampak berdiri dua wanita cantik berkulit eksotis. Makin terasa lemah lah seluruh tubuh nya.


Tepat dalam waktu itu Khanna pun keluar dari arah dapur, membawa dua cangkir coklat panas dan sepiring cake keju.


" Cecile, kak Celine aku sangat merindukan kalian" ucap Khanna sambil menghambur ke pelukan Cecile dan Celine setelah sebelum ny meletakkan nampan ke atas meja kecil di samping nya.


"Kau tak merindu kan ku? " tanya Javier sambil tersenyum dan langsung memeluk Khanna.


"Oh ya perkenalkan, dia Jullie" ucap Khanna memecah kesunyian sesaat di antara mereka.


Javier melihat Jullie dari ujung rambut ke ujung kaki, firasat nya mengatakan seperti ada kejanggalan dalam diri Jullie. Tapi segera di tepis nya.


"Jullie akan tinggal di sini bersama ku" jelas Khanna pada semua.


"Apa kau yakin?" tanya Cecile.


Sementara Celine hanya menatap Jullie dalam dalam, mencari tau sesuatu ada di sana. Namun sejenak kemudian ia menggelengkan kepala nya.


Mereka berlima kemudian duduk dan menikmati coklat panas dan cake keju. Setelah sebelum nya Javier membuat tiga gelas coklat panas dan membawa lebih banyak cake keju.


Setelah mengobrol cukup lama, tau lah mereka kalau Jullie berasal dari kota R. Agak jauh dari kota nya saat ini. Dia kemari karena melanjut kan study nya di kampus tempat Khanna belajar. Begitu menurut penuturan Jullie.


Sedang asyik mengobrol, tiba tiba...


Tok.. tok.. tok..


Javier bangkit menuju ruang depan bermaksud membuka pintu. Namun setelah pintu di buka dia terdiam di tempat nya, menatap orang yang ad di depan nya saat ini.


Karena di rasa Javier lama membuka pintu, maka Khanna pun menyusul.


"Kenapa kau lama sekali Javier, siapa yang mengetuk pintu? " tanya Khanna.


" Oh, kau Clint,.. mari silahkan masuk,. " ucap Khanna kemudian setelah tau bahwa yang berdiri di depan nya adalah Clint Turner.


"Ayo bergabung dengan kami, kau mau kopi, coklat, atau lemon tea? " ajak Khanna sambil menawar kan minuman.


"Apa saja boleh, " jawab Clint sambil tersenyum.


Clint pun mengambil tempat duduk di samping Cecile.


"Oh ya semua, kenal kan dia adalah Clint Turner, aku tak sengaja bertemu dengan nya di jalan , ha.. ha.. ha, " ucap Khanna memperkenalkan Clint.


" Dan Clint, perkenalkan, ini Cecile dan Celine Dwart" ucap Khanna memperkenalkan mereka pada Clint.


Mendengar nama Cecile dan Celine, dahi Clint berkerut, namun dia tetap mengulurkan tangan nya sambil tersenyum.


Namun tidak dengan Clint dan Javier. Tak ad senyum di wajah mereka, tatapan hendak saling menghabisi masih terpancar jelas di mata mereka.


Khanna kemudian melanjutkan memperkenalkan Jullie pada Clint.


"Ini Jullie, dia akan menjadi teman serumah ku,, " ujar Khanna.


Mata indah Clint menatap Jullie dengan tajam, sedang yang di tatap tidak berani balas menatap nya. Clint mengulurkan tangan nya sembari menyimpulkan senyum yang sangat janggal.


Sementara Khanna sudah berlalu menuju dapur, membuat secangkir coklat panas untuk Clint.


Sesampai nya di ruang tengah ia melihat Clint sedang berbicara dengan Cecile, sedang kan Celine mengobrol dengan Jullie. Javier entah kemana, tidak berada di tempat nya.


" Kak Celine, dimana Javier? " tanya Khanna pada Celine, sementara Celine hanya mengangkat bahu nya, tidak tau, seperti itu jawaban nya.


Khanna mencari Javier di seputar rumah, lalu tampak lah Javier di teras rumah nya, dengan rambut dan pakaian yang mulai basah.


"Ya Tuhan, Javier.. apa yang kau lakukan? Kau ber hujan begini, kau bisa sakit "tanya Khanna sembari menarik tangan Javier dan sedikit mengomel.


Namun naas, lantai teras nya licin terguyur hujan deras sejak pagi. Dan bukan nya dia menarik tubuh Javier untuk masuk ke dalam rumah, tapi malah tubuh nya terseret keluar dan terjatuh menimpa tubuh Javier,.


Javier dengan cepat langsung menangkap dan memeluk nya. Di rasa kan detak jantung nya berdebar dengan sangat kencang. Khanna pun dapat mendengar nya.


" Javier, kau tidak apa apa? Seperti nya kau sakit" tanya Khanna sambil menggerakkan tubuh nya bermaksud melepaskan diri dari pelukan Javier.


"Diam lah, tetap lah begini sebentar lagi" jawab Javier dengan lembut.


Kini tak hanya Javier yang sudah basah oleh air hujan, tapi Khanna juga demikian. Khanna tetap berada di posisi nya. Perasaan hangat menyusup dalam hati nya, ia menikmati momen itu.


Perlahan, Javier menunduk kan kepala nya dan memandang dengan lekat bibir yang ranum sangat menggoda milik Khanna. Nafas hangat nya kian terasa mendekati wajah Khanna. Sementara Khanna masih memejamkan mata nya menikmati saat saat berada dalam pelukan hangat seseorang.


Namun tiba tiba pintu pun terbuka...


"Ya Tuhan, Khanna, Javier apa masa kecil kalian kurang bahagia? Sudah se tua ini masih ber hujan hujanan, ayo masuk.. nanti kalian bisa sakit.. " ucap Cecile sambil menarik Khanna masuk.


Khanna dan Cecile berjalan menuju kamar, di susul oleh Javier yang seluruh tubuh nya basah namun tidak nampak kedinginan sama sekali. Malah wajah nya merona merah, menahan sesuatu yang panas dalam diri nya.


Setelah selesai membersihkan dan membilas tubuh nya dengan air hangat, Khanna memakai baju handuk nya. Dan kemudian berjalan menuju lemari baju nya.


Sementara Cecile mendorong Javier untuk segera masuk ke dalam kamar mandi di ruangan yang sama dengan Khanna dan Cecile, yaitu kamar Khanna.


Setelah selesai mengganti pakaian nya, Khanna mengambil kan beberapa potong pakaian untuk Javier dan meletakkan di atas tempat tidur nya.


Tak lama Javier pun keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang membelit dari pinggang hingga kaki atas nya. Terlihat jelas bentuk tubuh nya yang atletis itu, dengan rambut nya yang masih basah dan tetesan air dari rambut nya di biarkan mengalir di atas dada bidang nya.


Sejenak membuat mata Khanna dan Cecile tidak berhenti menatap nya. Javier yang menyadari itu pun bertanya pada Khanna,,,


"Apa kau mempunyai pakaian ganti untuk ku?" Javier.


" Itu sudah ku letakkan di atas tempat tidur" jawab Khanna sambil menunjuk ke arak setumpuk pakaian di atas tempat tidur.


"Cepat pakai lah, mata suci ku ini ternoda oleh pemandangan yang tidak mengenakkan. " tambah Khanna sambil berlalupergi dari hadapan Javier.


Sementara Cecile ikut mengekor di belakang Khanna.


**********


***Dan bab selanjutnya sambung nanti ya😊


jan lupa vote.. vote.. vote.. vote.. vote... yang banyakkkkkkk


dan like like like juga yang banyak


ayoo dukung author biar makin semangat menghasilan karya yang bagus☺☺


salam manis dari author,


Deniari😉😉😉😉


TBC***