
Di sudut bangunan nan megah, di balik tembok tebal istana kegelapan, tampak berdiri seorang wanita dengan gaun hitam dan tiara hitam nya.
Berdiri di sudut istana nya, memperhatikan keluar, entah apa yang di pandang nya. Tatapan nya kosong, seolah menerawang menembus kabut kabut yang menyelimuti istana tersebut.
tak.. tak.. tak.. tak.. tak..
Suara langkah yang membuyarkan lamunan wanita itu.
Kkkrrrrriiiieettttt.....
Pintu ruang itu pun terbuka dan muncul seorang wanita muda nan cantik..
" Anda memanggil ku my Queen?? " tanya gadis itu sembari membungkuk.
" Apa kau sudah menemukan nya? " tanya wanita itu yang ternyata ratu dari Kerajaan tersebut yang bernama Anne Cristh.
" Maaf kan aku my Queen, aku belum menemukan nya, info terakhir yang ku dapat dia berada di kota L, rencana nya besok aku akan mencari nya di sana " jawab gadis itu.
Queen Anne pun marah, kemudian menggerakkan tangan nya dan menunjuk gadis itu, secara spontan dengan cepat gadis itu terpelanting.
Dia berusaha bangkit meski sambil membungkuk kan badan nya. Tak berani menatap wanita di depan nya itu.
Sudut bibir nya pecah, wajah nya lebam. Seperti habis di pukuli oleh algojo. Ya, kesalahan nya kali ini yang melalaikan tugas nya. Pantas jika Queen Anne menghukum nya. Setidak sang ratu masih berbelas kasih dan menghukum nya dengan ringan.
Hukuman ini bagi gadis itu tidak seberapa. Setidak nya dia masih hidup, sehingga masih bisa melanjut kan misi yang di tugas kan pada nya.
Sebenar nya gadis itu pun tak tau mengapa Queen Anne sangat menginginkan buruan nya. Namun ia tak berani bertanya. Ia pun membungkuk kan badan nya, lalu permisi meninggal kan istana itu bergegas mencari buruan nya.
Sementara itu Queen Anne meremas kedua tangan nya, kemudian membanting vas vas antik yang ad di ruangan tersebut. Belum puas melampias kan amarah nya ia pun berjalan dengan cepat menuju ruangan bawah tanah nya.
Tampak di sana, di atas meja kayu yang panjang teronggok sesosok manusia. Wajah nya sudah tidak berbentuk lagi. Penuh luka, bahkan di beberapa bagian wajah nya terlihat menggembung.
Queen Anne memandang makhluk itu dengan jijik. Seolah membenci nya sampai ke ruas ruas tulang terkecil nya.
Ia mendekat, kemudian menjentik kan jari nya, lalu terlihat kepala makhluk tak berdaya itu terangkat dengan rambut tertarik ke atas. Hanya mata nya saja yang bergerak menandakan bahwa ia masih hidup.
"Kata kan!!! Mengapa kau membiarkan nya hidup?!!!!! " tanya Queen Anne dengan menggeretak kan gigi gigi nya.
Berusaha menahan diri untuk tidak membunuh makhluk di depan nya itu. Bahkan mata nya berair, penuh kemarahan yang membara.
Sementara makhluk itu diam saja tidak berkutik. Tiada daya upaya lagi. Terbesit tanya di pikiran nya, sebegitu benci kah Queen Anne pada bayi tak berdosa itu? Kenapa ia menginginkan bayi itu mati?
Flashback on
Wanita muda itu berlari dan terus berlari tidak merasakan lagi darah yang mengucur di kaki nya akibat tertusuk duri dan ranting ranting hutan.
Sembari membawa bayi mungil di gendongan nya. Nafas nya tersengal, tapi ia tau ia tak boleh berhenti. Tekad nya sudah bulat pada tujuan nya. Ya, kota kecil di seberang hutan adalah tujuan nya.
Wanita tersebut kemudian meletakkan bayi nya di depan teras rumah itu. Di dalam kain bayi itu ia meletakkan tulisan kecil, satu satu nya identitas yang bayi itu miliki.
Lalu kemudian wanita itu berjalan terus berjalan tanpa tujuan sampai lah ia pada sebuah desa jauh dari kota L. Di situ lah ia berada, menjalani hidup sebagai wanita biasa. Sampai dua hari yang lalu, pintu rumah nya di dobrak dari luar.
Jerit tangis dan ketakutan kedua anak nya masih terngiang di telinga nya. Bayangan kedua putri dan suami tercinta nya yang harus meregang nyawa pada malam itu di tangan Queen Anne.
Flashback off
Semua pertanyaan di kepala nya tidak akan pernah di jawab. Dan saat ini pun ia hanya bisa menerima siksaan demi siksaan yang di berikan kepada nya.
Ingin rasa nya ia mati menyusul kedua putri dan suami nya. Tapi ia tau tak butuh waktu lama lagi. Karena ia juga tidak akan mampu bertahan menahan siksaan demi siksaan yang mendera nya.
Tanpa makan, tanpa air, dia hanya di biar kan tergolek di atas meja kayu yang besar. Tangan dan kaki nya di belenggu oleh rantai besar yang terdapat bola besi pada setiap sisi nya.
Bahkan udara yang segar pun tak ia rasa kan di ruangan itu. Bau amis, anyir, busuk, dan pengap. Tanpa ada cahaya setitik pun.
Belum lagi hewan pengerat yang sering menggigit gigit tiap jengkal anggota tubuh nya. Rasa nya bagai di sayat sayat pisau hidup. Entah sampai kan ia akan tetap bertahan. Ia hanya bisa berharap penderitaan ini cepat berlalu.
*********
Hari itu seperti biasa nya Khanna berjalan menuju kampus nya. Namun entah dia ceroboh atau terburu buru dia pun tak sengaja menabrak seorang pemuda.
Sejenak ia lihat, pemuda itu tampan, mata nya indah dan berkulit pucat. Pemuda itu tersenyum dan mengulur kan tangan pada Khanna.
"Maaf, aku tadi sedang terburu buru hingga tak melihat mu. Kau tidak apa apa kan? Oh ya perkenal kan aku Clint, Clint Turner" ucap pemuda itu.
" Aku Khanna, Khanna Tennyson. Maaf , aku juga sedang terburu buru, sampai tidak memperhatikan jalan. Dan yah, aku baik baik saja. Terima kasih, " ucap Khanna tersenyum sembari menjabat tangan Clint.
"Apa kau tinggal di sekitar sini? " tanya Clint.
"Tidak aku tinggal di daerah sana" jawab Khanna sembari menunjuk ke satu arah.
"Aku bermaksud ke kampus ku" jelas Khanna melanjut kan.
Tak lama kemudian Javier menghampiri mereka,. Khanna menatap kedua orang di depan nya. Terlihat seperti ada sesuatu di antara mereka. Terlebih Javier saat bersitatap dengan Clint, mereka seolah ingin menghabisi satu sama lain.
Tatapan tajam di antara mereka, membuat Khanna pun merasa berada di antara perang Dunia. Entah apa yang terjadi pada mereka.
Akhir akhir ini, sejak Javier hadir dalam kehidupan nya hal hal baru terjadi di sekitar nya.
Hal hal yang membuat nya bingung, seolah ada yang terjadi. Tapi ia tak tau apa itu. Di mulai dari kehilangan nya, yah.. bahkan sampai saat ini pun ia belum bertemu dengan Grey. Entah apa yang terjadi pada Grey pun ia tak tau.
**********
vote.. vote.. vote.. vote... *ayoo vote yang banyak.. jangan lupa like nya juga... π
mohon saran nya untuk author, ππ
serta tak lupa dukungan kalian juga selalu ku ku tungguπππ
bab selanjutnya nyusul ya...
salam manis selalu dari author,,,
___Deniariππππ
**TBC***