I'M Witch

I'M Witch
4



Sebuah rumah mewah berdiri kokoh di atas bukit pinus,desain exterior yang elegan, simple namu n kelihatan berkelas, serta terdapat danau di halaman belakang.


Penghuni nya adalah Turner. Seperti pagi itu, matahari menyusup di antara daun daun pepohonan pinus berusaha menembus ke teras rumah Turner tersebut.


Nampak sesosok pemuda tampan berkulit pucat bermata biru, dengan tubuh yang yang lumayan atletis itu sedang memandang ke arah bawah bukit yang menampakkan jalan menuju kota kecil terdekat.


Tepat di kaki bukit terdapat sebuah rumah yang tidak kalah mewah dan berhalaman luas. Mata nya terus mengamati ketika sebuah sedan hitam berhenti di depan rumah yang berada di kaki bukit tersebut.


Terlihat lah dua gadis muda beserta seorang pemuda keluar dari sedan menuju ke rumah tersebut, sesaat sebelum melangkah masuk, pemuda itu itu menoleh kan kepala nya dan menatap pemuda yang pengawas nya dari atas bukit tempat tinggal nya.


Sembari menarik salah satu sudut bibir nya pemuda berkulit pucat itu masuk kedalam rumah nya. Merebah kan tubuh nya di atas sofa kamar nya.


Tak lama kemudian seorang pemuda yang tak kalah tampan dan berkulit serupa datang menghampiri nya..


" Clint,,, sampai kapan kau hanya berdiam diri di rumah? Keluar lah, cari lah hal yang menarik dan mengisi kegiatan mu. " ucap pemuda yang baru tiba tersebut.


" Tidak ada hal menarik dalam hidup ini Bill, 18 tahun sudah kita harus berpindah kemana pun tanpa ku tau apa maksud nya dan tujuan nya. " jawab Clint.


"Berhenti lah menjadi orang menyebalkan,!!! Ikuti saja takdir kita, itu sudah menjadi tugas Turner,!! " Bill.


"Tapi apa salah ku sampai harus mengikuti takdir bodoh ini? Perjanjian yang sama sekali tak ku pahami!! " jawab Clint.


Bill pun bergerak maju dengan cepat dan mengangkat baju Clint hingga tertarik ke atas leher nya. Sedang kan Clint berusaha menghempas kan tangan Bill yang masih mencengkram erat baju nya.


"Dasar bodoh!!!! Jika bukan karena dia mungkin kita telah musnah!! Apa kau tau bahwa klan kita perlahan hampir punah, hanya tinggal segelintir dari kita yang masih bertahan!?!! " ucap Bill sembari menggertak kan gigi nya.


" Dan di kota ini hanya tinggal kita, Turner. Yang tersisa. Apa kau lupa apa yg terjadi?!! Buang jauh jauh ketololan mu!!" tambah Bill.


*******


Sementara rumah di bawah bukit tadi adalah rumah Javier, dan di sana dia sedang mengobrol dengan Khanna dan Cecile. Di tengah obrolan tiba tiba Khanna mengingat Grey....


Flashback on


Dengan langkah bergegas Khanna menuju rumah nya, berharap Grey sedang menunggu nya. Begitu sampai di depan rumah Khanna pun membuka pintu dan langsung masuk mencari Grey.


Sementara Javier terus mengikuti di belakang Khanna sambil tersenyum penuh arti dan menggaruk kepala nya.


Perlahan, namun yang di cari tidak kunjung terlihat, membuat Khanna frustasi dan tanpa sadar mengacak rambut nya.


Kemudian airmata nya meleleh namun dengan cepat segera di hapus nya. Ia pun segera berlalu keluar dari rumah nya menuju jalanan.


"Grey...!!!! Dimana kau?!!! Grey..!!!! kenapa kau tinggal kan aku?? " Khanna.


" Tenang lah Khanna, aku akan membantu mu menemukan nya, tenang lah... Jangan panik begini " ujar Javier.


Sejak saat itu mereka terus mencari Grey yang menghilang bak di telan bumi. Mereka telah sering menyebar foto foto Grey, berharap ada kabar mengenai Grey namun semua nihil.


Flashback off


Waktu pun berlalu, tak terasa enam bulan sudah sejak kepergian Grey yang tanpa berita. Namun masih membekas di hati Khanna.


" Khanna,,,, kau kenapa? " tanya Cecile khawatir.


" Ahh,, tidak apa apa aku hanya sangat merindukan Grey, " ucap Khanna.


Tak terasa air mata nya menetes. Menahan kerinduan yang teramat sangat terhadap Grey. Sungguh menyiksa hati nya.


Javier mengulur kan tangan nya dan menggenggam dengan erat tangan Khanna. Menatap mata gadis itu dalam dalam, sesaat Khanna seperti mengenali tatapan itu. Seperti mengenali sepasang mata indah itu, tapi entah lah.


Dari arah halaman belakang, muncul seorang pemuda yang tak jauh berbeda dari Javier, baik bentuk tubuh mau pun bentuk wajah nya. Hanya saja Javier terlihat lebih ramah.


"Hei Daniel... kemarilah, mari ku perkenal kan dengan teman teman ku " ucap Javier.


" Aku Daniel Morgan,.. senang bertemu dengan nona..... " Daniel.


" Ah, itu... perkenalkan aku Khanna, Khanna Tennyson. " ucap Khanna sambil tersenyum.


" Aku Cecile.. Cecile Dwart.. " ucap Cecile memperkenalkan nama nya ketika Daniel mengulur kan tangan nya.


Daniel yang mendengar nama nya pun mengangkat sebelah alis nya serta tanpa ia sadari ia mengernyitkan dahi nya. Dan kembali menoleh kepada Javier dan lagi lagi Javier tersenyum dan mengangguk kan kepala nya.


" Aku Daniel,.. saudara Javier.. senang bertemu dengan kalian" ucap Daniel sambil tersenyum.


Setelah perkenalan singkat mereka pun kembali mengobrol, terkadang sembari di selingi canda tawa. Tak terasa matahari telah merayap turun dan menampakkan semburat warna merah di balik bukit.


**********


Di balik remang nya cahaya senja yang mulai merambat menuju gelap gulita. Matahari pun tak lagi menembus lorong lorong jalanan yang mulai sepi.


Dan di sudut gang yang sempit tampak seorang wanita cantik dengan bergelayut manja pada leher seorang pemuda seusia nya.


Nafas pemuda itu tidak beraturan, menahan hasrat yang kian membuncah. Bagaimana tidak, di depan nya kini telah berdiri wanita cantik yang hampir mustahil menjadi milik nya.


Namun kenyataan nya kini wanita ini telah berada di pelukan nya. Perlahan pemuda itu menunduk kan wajah nya, menatap bibir indah yang merah merajuk di depan mata nya.


Dengan rakus nya ia pun ******* habis bibir sexy nan menggoda itu. Gadis di depan nya pun tak menolak, dan tangan gadis cantik itu terus bergelayut manja di leher si pemuda, seperti enggan melepaskan nya.


Pemuda itu pun kehilangan diri nya, tangan perlahan bergerak liar, menyentuh apa bisa ia sentuh, membuat nafas nya kian memburu.


Wanita cantik itu pun semakin mengerat kan pelukan nya, semakin memainkan lidah nya dengan, sembari mata nya melirik pria di depan nya tersebut, terlihat pria itu hampir kehilangan diri nya.


Pemuda itu melepas kan bibir sexy itu, dan perlahan menunduk mencium bahu gadis itu, si gadis itu pun membelai dan mengecup leher pemuda tersebut dengan lembut.


Dan tiba tiba saja,,,,


Bruuukkkk.....


Tampak pemuda itu ambruk ke lantai lorong jalan itu. Dengan mata terbuka seolah telah terkejut dengan sesuatu. Tubuh nya kamu, tak berkutik lagi.


Sedang gadis itu berlalu meninggal kan tempat itu sembari tersenyum..


*******************๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Kira Kira kenapa ya pemuda itu tumbang? apakah tewas atau pingsan? kalau pun iya, apa sebab nya?? dan siapa sebenar nya gadis cantik itu?? penasaran kan??


*ayo di tunggu like dan vote nyaโ˜บ


bab selanjutnya nya menyusul ya... HP author mau d cas dulu๐Ÿ˜๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคซ๐Ÿคซ


mohon saran dan dukungan nya ya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


like like like like like


vote... vote... vote... vote.... vote...


yang banyakkkkkk


salam manis dari author,,,,


deniari๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


**TBC***