
Tak lama pintu ruangan itu pun terbuka dan tampak lah sosok seorang wanita dengan senyum ramah nya, ya dia adalah Candy Dwart, kakak tertua Cecile.
" Kalian baru sampai? Sudah makan belum? Maaf kalian lama menunggu, hari ini kebetulan butik sedang ramai pelanggan " ucap Candy.
" Tidak masalah kak, kami bisa menunggu bahkan sampai purnama berubah berwarna ungu" jawab Cecile sambil tertawa.
"Ahh, kau pasti Khanna, ? Apa kabar? Kenapa lama tidak main ke sini? " Candy..
" Aku baik baik saja kak, iya maaf, kemaren kemaren kegiatan di kampus benar benar menyita waktu, senang bisa bertemu dengan mu kembali " jawab Khanna.
Tak... tak... tak... tak...
Terdengar suara langkah kaki seseorang semakin mendekati mereka,
" Celine, darimana saja kau? Apakah galery begitu ramai sampai kau melupakan aku?! " tanya Candy sedikit merajuk.
Lalu Celine pun melangkah masuk dan menghempas kan tubuh nya di atas sofa.
Celine adalah anak kedua dari 3 bersaudari ini, meski pun demikian sikap nya paling berbeda, dia terkesan lebih cuek. Tidak banyak bicara, tapi dia sangat menyayangi kedua saudari nya.
" Cecile, apa kau bolos kuliah? Bukan kah hari kau ada mata kuliah? Lalu kenapa kau kemari? " tanya Celine tanpa menghirau kan ocehan Candy.
" Iya, tadi aku sudah ke kampus tapi dosen kami tidak masuk, ya sudah aku ke sini saja" jawab Cecile santai.
Ddrrrttt drtttt ddrrrrrrtttt
Khanna pun membuka ponsel nya,
Akira
Khanna dimana kau? Grey mencari mu bahkan dia tidak memakan makanan nya, seperti nya dia sakit.
Khanna
Aku sedang berada di butik Candy, oke aku segere pulang tolong kau jaga dia sebentar lagi.
" Maaf, permisi Cecile, kak Candy, kak Celine aku harus pulang. Seperti nya Grey sakit " Khanna.
" Baik lah aku akan mengantar mu" jawab Cecile
" Sampai kan salam ku pada Grey ya Khanna" ucap Candy.
" Baik akan aku sampai kan " Khanna.
Kemudian Khanna pun bergegas keluar, ia begitu mengkhawatir kan Grey. Sesampai nya di parkiran pun ia segera masuk ke mobil Cecile.
Tak lama mereka pun sudah melaju di atas jalan. Butuh waktu 25menit untuk tiba di rumah Khanna. Sesampai nya di rumah, Khanna langsung bergegas menuju ke tempat Grey berada. Ya, yang nampak di mata nya kini Grey sedang berbaring di sofa. Khanna pun mendekati nya, memegang kepala nya dengan penuh kasih sayang,.
"Grey... apa kau sakit? Bagian mana kah yang terasa sakit? " ucap Khanna sambil sedikit menangis..
Ia sangat sedih melihat sosok yang telah menemani nya selama ini tergolek lemah tak berdaya. Ingin rasa nya ia memindah kan energy tubuh nya ke tubuh Grey seandai nya bisa.
" Khanna, sejak pagi Grey tidak menyentuh makanan nya. Bahkan susu nya juga belum di minum, apa tidak sebaik nya kita bawa ke dokter? " tanya Akira dengan hati hati.
" Terima kasih Akira karena kau telah bersedia menemani dan menjaga Grey, kau istirahat lah, aku akan menjaga nya. Mungkin dia hanya rindu pada ku" Khanna.
" Baik lah aku permisi dulu , semoga kau baik baik saja Grey" ucap Akira.
Setelah Akira pergi Cecile kemudian mendekat pada Khanna, ia bisa dengan jelas melihat Grey yang terbaring lemah. Ia pun jadi tidak tega.
" Seperti nya yang di kata kan Akira benar, apa tidak sebaik nya kita bawa ke dokter? " tanya Cecile.
Khanna hanya menggeleng sembari memeluk tubuh Grey. Satu satu nya lelaki yang pernah dekat nya, satu satu nya lelaki yang tidak pernah mengecewakan kan nya kini harus terbaring lemah di depan mata nya.
Kemudian ia bangkit dari duduk nya.
" Cecile, bisa kah kau tolong aku membawa Grey ke dokter? " tanya Khanna.
" Tentu saja, ayo cepat.... semoga tidak terjadi apa apa dengan Grey " jawab Cecile.
Mereka pun kemudian membangun kan Grey dan berusaha membantu nya berjalan. Meskipun lemah namun Grey masih mampu berdiri dah berjalan. Sesampai nya di mobil Cecile kemudian melaju kan mobil nya menuju klinik dokter terdekat.
Setiba nya di klinik Khanna pun mendaftar kan nama Grey untuk di periksa kebetulan saat itu klinik tidak terlalu ramai. Tidak menunggu lama nama Grey pun di panggil masuk ke ruang pemeriksaan.
Sesaat terlihat dokter dengan fokus memeriksa Grey, lalu kemudian dokter tersebut telah selesai memeriksa.
" Nona, sebaik nya pola makan Grey tolong di jaga. Dia tidak boleh sembarangan di beri cemilan dan susu. Grey mengalami alergi gejala nya hampir mirip dengan keracunan" ujar dokter tersebut.
" Benar kah dokter? Oh Tuhan,...!!. Dokter, apa kah Grey ku akan baik baik saja? " tanya Khanna.
" Jangan khawatir nona, dia akan baik baik saja. Keadaan fisik nya sehat, ia akan segera pulih. Hanya saja perlu nona ingat, tolong makan nya Grey lebih di perhatikan lagi " jelas dokter sembari tersenyum.
" Baik lah, Terima kasih banyak dokter, saya permisi dulu , ayo Grey kita pulang, kau akan baik baik saja." Khanna.
Sesampai nya di luar ruangan terlihat Cecile sedang menunggu. Mereka kemudian kemudian keluar dari klinik tersebut setelah sebelum nya Khanna membayar administrasi terlebih dahulu.
Mereka langsung menuju mobil yang berada di tempat parkir klinik tersebut. Tanpa menunggu waktu mereka pun pulang ke rumah Khanna.
Sesampai nya di rumah Khanna membaring Grey di atas sofa, mengelus kepala nya dan menyelimuti tubuh Grey.
"Aku percaya kau akan baik baik saja Grey, bersemangat lah untuk pulih kembali. Aku akan mengajak mu keliling perumahan ini jika kau sehat" bisik Khanna sembari masih mengelus kepala Grey.
Grey pun kini menutup mata nya perlahan. Dan kemudian memasuki alam mimpi nya yang indah. Tak lama kemudian Cecile pun ber pamitan pulang. Ia membiarkan Grey dan Khanna beristirahat, setidak nya itu lah yang bisa ia lakukan sebagai sahabat.
Khanna kemudian menutup pintu nya dan berbaring di atas karpet di bawah sofa. Tak butuh waktu lama ia pun terlelap dalam mimpi indah nya.
Namun bukan mimpi indah yang di lihat nya, tapi kilasan kilasan bayangan yang tidaknya mengerti pola nya, kemudian ia seakan terlempar dari mimpi nya tersebut. Nafas nya tersengal, mata nya pun perlahan terbuka. Saat mata nya terbuka , ketakutan lah yang pertama ia rasa kan.
Entah apa yang terjadi ia pun tak memahami. Siapa kah yang terus hadir dalam mimpi mimpi nya selama ini? Siapa kah diri nya sebenar nya? Apakah hubungan dia dengan mimpi mimpi aneh nya?
**Bab ini sampai disini dulu ya 😁 kita lanjut ***lagi besok... author nya udah ngantuk, he.. he.. he..
Semoga suka sama cerita nya..
Mohon saran nya🙏 juga jangan lupa like nya.. terus dukung karya author
Terimakasih buat yang sudah mampir...
TBC****