
Pesta ulang tahun Valerie selesai saat senja tiba. Semua bangsawan juga sudah kembali ke kediaman masing², kecuali keluarga Kerajaan Abigail karna mereka akan menginap sementara di Kerajaan Celesta sampai hari pertunangan Valerie dan Asher tiba.
...~ ✿ ✿ ✿ ~...
Valerie dan Asher kini tengah menikmati indahnya senja di taman kediaman Valerie.
"apakah Pangeran ingin sesuatu?" tanya Valerie
"saya ingin biskuit blackberry dan segelas susu coklat hangat" jawab Asher
"baiklah, Alesya tolong disiapkan yaa dan untukku tolong ambilkan seperti biasanya saja" pesan Valerie
"baik nona" ucap Alesya berlalu pergi melakukan tugasnya
Keheningan sejenak melanda keduanya hingga Asher pun membuka suara.
"jadi Putri emm... kalau boleh tahu, apakah hobi anda?" tanya Asher merasa sedikit gugup
"hobi saya? saya suka membaca buku² di perpustakaan istana dan mempelajari buku dengan bahasa kuno" jawab Valerie
"benarkah?! berarti hobi kita hampir sama" ucap Asher antusias
"oh ya?" tanya Valerie sedikit terkejut
"benar. Hobi saya sama seperti anda, yaitu suka membaca buku² dan mempelajari buku dengan bahasa kuno tapi saya juga terkadang suka berpedang dan mempelajari sihir" jawab Asher
"sihir? anda mempelajari sihir?!" tanya Valerie kembali terkejut
"benar Putri, saya sendiri adalah pengguna Ice Magic dan sekarang sudah level 5" jawab Asher dengan nada sombong
"permisi nona dan Yang Mulia Pangeran" sahut Alesya menata pesanan Valerie dan Asher kemudian berlalu pergi
"jadi benarkah itu Pangeran?! wahh itu sangat luar biasa! bisakah anda mengajari saya?" tanya Valerie
"anjir! gue baru inget kalo disini tuh juga ada sihir sama semacam spirit gitu! terus kalo ga salah Freya itu pengguna Light Magic - level 10 yang adalah sebuah level max dari jenis Light Magic yang nantinya si pengguna Light Magic juga bisa menghadirkan dan mengontrak seekor Fairy Light Unicorn. Lalu Valerie sendiri adalah pengguna Earth Magic - level 5 tapi sama dia ga kembangkan lagi soalnya dia pas itu udah langsung bucin akut ke Erland" batin Valerie melamun sambil mengingat - ingat lagi alur cerita novel My Destiny
"Putri... Tuan Putri... PUTRI VALERIE!" ucap Asher mengguncang pelan bahu Valerie
"ah ya kenapa? ada apa Pangeran?" tanya Valerie tersadar dari lamunannya
"anda melamun, apakah ada sesuatu yang nada pikirkan?" tanya balik Asher sedikit khawatir
"ah itu tidak ada Pangeran, anda tenang saja" jawab Valerie menenangkan Asher
"huftt baiklah dan untuk permintaan anda agar saya mengajari anda tentang sihir, saya bersedia. Namun, untuk pemahaman tentang sihir lebih lanjut anda bisa langsung meminta pada salah satu tetua di Magic Castle untuk mengajari anda" jelas Asher panjang lebar
"baiklah lalu kapan kita bisa mulai belajar tentang sihir?" tanya Valerie antusias
"sebisa anda saja Putri, kalau anda tidak sibuk mungkin besok" jawab Asher
"benarkah? baiklah kalau begitu besok saja!" ucap Valerie bersemangat
"baiklah Putri" ucap Asher terkekeh melihat Valerie yang sangat bersemangat untuk mempelajari sihir
"sebelum itu berhenti memanggil saya dengan sebutan Putri karna itu sedikit canggung padahal kita ini seumuran" ucap Valerie mengambil biskuit raspberry lalu memakannya
"lalu apakah kita harus memanggil satu sama lain dengan nama panggilan?" tanya Asher polos
"tentu saja" jawab Valerie
"baiklah kalau begitu seperti apa nama panggilan kita?" tanya Asher
"emm anda bisa memanggil saya Erin dan saya bisa memanggil anda Aldo mungkin(?)" ucap Valerie
"Aldo? darimana kata itu berasal?" tanya Asher penasaran
"huruf A itu dari nama depan anda, yaitu Asher. Lalu untuk kata Do itu saya ambil dari nama tengah anda, yaitu Dominic. Kemudian huruf L sendiri saya tambahkan untuk pelengkap, jadi bagaimana?" tanya balik Valerie
"hummm... baiklah saya setuju, Erin" jawab Asher tersenyum manis
Setelah itu mereka kembali menikmati senja sambil memakan biskuit dan meminum susu coklat. Kemudian malam hari pun tiba dan mereka berdua kembali ke kediaman masing².
"nona" panggil Alesya
"iya Alesya, ada apa?" tanya Valerie
"anu... nona mendapatkan undangan pesta minum teh dari nona Lionline, putri Duke Lionline besok siang" jawab Alesya merasa tidak enak
"yahhh kenapa harus besok sih? umm kalau begitu latihannya ku undur jadi sore deh tapi tak apa, yang penting aku bisa belajar sihir" ucap Valerie
"berarti nona akan menghadiri pesta minum teh tersebut?" tanya Alesya memastikan
"iyaa Alesya" jawab Valerie
"kalau begitu mari pergi ke ruang makan nona, karna para Yang Mulia pasti sudah menunggu anda untuk makan malam" ucap Alesya
"baiklah ayo, Alesya" ucap Valerie beranjak berdiri dan keluar dari kamarnya untuk menuju ke ruang makan
"Yang Mulia Putri Valerie tiba" teriak penjaga yang menjaga di depan pintu ruang makan
Dengan segera, Valerie pun memasuki ruangan besar itu. Disana sudah terdapat Dean, Erland, dan Asher yang tengah duduk di tempat mereka masing². Valerie pun segera duduk di samping kakaknya, Dean.
"selamat malam Jillian" sapa Dean
"malam juga kakak" sapa Valerie
"kakak dengar kamu mendapat undangan pesta minum teh dari putri Duke Lionline, apakah itu benar?" tanya Dean
"benar kakak, aku merasa sedikit gugup untuk besok karna ini adalah kali pertamaku menghadiri sebuah pesta minum teh" ucap Valerie sendu
"gimana ga gugup anjirr?!! gue baru pertama kali ini dapet undangan ke pesta minum teh abad pertengahan!! gue ntar malah ngerusuh lagi disana, gimana yaa?? oh iya! apa gue ngajak Asher aja yaa? kann dia bakal jadi tunangan gue, pasti dia mau! yaudah ntar gue ajak deh" batin Valerie
"tenang saja Jillian... jika nanti ada nona bangsawan yang mengganggumu, kamu bilang saja pada kakak dan nantinya pasti akan langsung kakak beri dia hukuman karna sudah mengganggu Jillianku tersayang inii. Atau apa perlu kamu kakak temani kesana besok?" tanya Dean menenangkan Valerie dan mengelus surai putihnya dengan penuh kasih sayang
"ah itu tidak perlu kakak tapi mungkin aku akan mengajak Pangeran Asher jika dia bersedia" jawab Valerie menatap Asher dengan mode puppy eyes
"astaga! dia lucu sekaliii(人 •͈ᴗ•͈)" batin Asher gemas
"ekhem! sa-saya bersedia Putri" ucap Asher dengan pipinya yang sedikit terdapat semburat kemerahan
"terima kasih " ucap Valerie
"Yang Mulia King Zavier dan Queen Roseanne serta King Albert dan Queen Agatha telah tiba" teriak penjaga ruang makan
Tak lama kemudian masuklah mereka berempat lalu mulai duduk di tempat masing².
Mereka semua pun mulai memakan makan malam, setelah itu pergi ke kamar untuk beristirahat di kamar masing².
...~ ✿ ✿ ✿ ~...
Keesokkan paginya matahari terbangun dan mulai keluar dari rumahnya. Para awan menyapa sang surya itu dengan ramah. Para burung juga tak kalah bersemangat untuk menunjukkan bakat menyanyi mereka. Di pagi yang indah ini nampak seorang gadis cantik yang tengah bermain bersama dua bocah laki² di taman kediamannya.
"Pangeran! Ryder! ayo kemarii!! lihatlah iniii" panggil Valerie bersemangat
"baiklah tunggu sebentar" ucap Asher
Ryder dan Asher pun mulai mendekat ke Valerie yang tengah berjongkok di depan sebuah semak².
"ada apa Putri?" tanya Ryder penasaran
"lihatlah inii!!" ucap Valerie antusias
Valerie tersenyum ceria sambil menunjukkan seekor anak serigala berbulu seputih salju yang tengah berada di gendongannya. Asher dan Ryder terbelalak kaget melihat Valerie dengan santainya menggendong seekor anak serigala yang entah darimana asalnya.
"letakkan itu Putri! dia bisa saja berbahaya!" ucap Asher waspada
"letakkan Putri! hewan itu bisa saja melukai anda!" ucap Ryder khawatir dengan Valerie
"hei ada apa dengan kalian?? ini hanya seekor anak serigala saja dan namanya adalah Roxy, bagaimana? dia sangat lucu bukann?!!" ucap Valerie memeluk dan mengusap - usap bulu lembut Roxy
"letakkan dia Putri!! dia itu hewan liar!! nanti dia bisa melukai anda!!" ucap Asher
"ssttt tenang saja Pangeran" ucap Valerie
"Ery apakah mereka orang jahat?" sahut Roxy polos
"di-dia bisa berbicara?!!" ucap Ryder kaget
"dia seekor spirit?!!" ucap Asher ikut kaget
"hufttt sudahlah kalian jangan kaget terus seperti itu, nanti terkena serangan jantung loh" ucap Valerie memutar bola matanya malas
Setelah itu Valerie pun duduk di kursi sambil mengelus pelan bulu Roxy.
"apakah dia tidak berbahaya Putri?" tanya Asher masih waspada
"tidakk astaga. Kalau anda tidak percaya, anda bisa mendekat kemari dan mengelus bulunya" jawab Valerie tenang
Asher dan Ryder pun mulai mendekat dan dengan sedikit keberanian, kedua bocah laki² itu mengelus pelan bulu lembut Roxy.
"dia ternyata jinak" gumam Asher
"wahh ternyata dia lucu sekali!! bulunya juga sangat lembut" puji Ryder
"terima kasih" sahut Roxy
Ketiga bocah itupun bermain bersama seekor anak serigala hingga akhirnya tiba waktu untuk Valerie menghadiri undangan acara minum teh dari Putri Duke Lionline, Falanya Zee Lionline.
Valerie memakai dress selutut berwarna putih dan berpita merah di beberapa bagian dengan bordir mawar merah yang melengkapi dress ini di bagian bawahnya.
Alesya berdecak kagum melihat hasil kerja kerasnya yang membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Penampilan nona kecilnya kini telah seperti sebuah boneka kaca yang sangat imut nan menggemaskan dan dirinya masih sedikit tidak percaya bahwa minggu depan nona kecilnya ini akan segera bertunangan dengan Pangeran dari kerajaan lain.
"terima kasih sudah berkerja keras mendandaniku, Alesya" ucap Valerie setelah melihat menampilannya
"sama² nona" ucap Alesya
tokkk tokk tokk
"masuk" ucap Valerie
Tak lama kemudian masuklah seorang pelayan yang nampak seumuran dengan Alesya.
"maaf mengganggu Yang Mulia, namun anda sudah ditunggu Yang Mulia Pangeran Asher di ruang tunggu" ucap pelayan itu dengan sopan
"aku akan segera kesana" ucap Valerie
"baik Yang Mulia, hamba undur diri" ucap pelayan itu berlalu pergi dari kamar Valerie
"ayo kita temui Pangeran Asher, Alesya" ucap Valerie
"mari nona" ucap Alesya
Valerie pun pergi ke ruang tunggu dengan Alesya yang mengikutinya dari belakang. Saat sampai, Asher begitu terpana melihat keimutan dan kecantikan Valerie hingga tidak sadar kalau Valerie sudah memanggilnya beberapa kali.
"ekhem! Pangeran Asher, Putri Valerie sudah datang dan menunggu anda untuk segera berangkat" sahut seorang laki² yang nampaknya adalah asisten dan pelayan pribadi Asher, Jack Matthew
"ah ya? maaf Erin kamu jadinya menunggu lama" ucap Asher menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"hihihi tidak apa² Aldo, kalau begitu ayo kita berangkat" ucap Valerie tersenyum tipis
"ayo" ucap Asher mengulurkan tangannya dan Valerie pun menerima uluran tangan Asher
Mereka berdua pergi ke kereta kuda yang sudah disiapkan. Tapi dari kejauhan mereka sedikit mengerutkan kening karna melihat Dean dan Erland yang sudah menanti di dekat kereta kuda. Valerie dan Asher pun tetap berjalan dengan tenang ke arah kereta kuda yang sudah menanti mereka.
"kakak? mengapa kakak disini?" tanya Valerie
"aku hanya ingin memastikan Jillianku ini pergi dengan baik tanpa ada hambatan sedikit pun" jawab Dean tersenyum lembut
"lalu apa yang kakak lakukan disini? aku tidak yakin kakak memiliki tujuan yang sama seperti Pangeran Dean" ucap Asher menatap menyelidik ke arah Erland
"aku hanya mengikuti Dean dan apakah kau sudah selesai Dean? kita masih ada latihan bersama Komandan Adolf" ucap Erland datar
Asher yang mendengar itu hanya memutar kedua bola matanya jengah. Karna kakaknya ini sangat dingin dan datar.
"tcih! baiklah²! kalau begitu hati² di jalan yaa Jillian. Jika nanti ada yang mengganggumu di pesta, jangan lupa untuk memberitahu kakak. Apa kau mengerti?" tanya Dean
"aku mengerti kakak, kau jangan khawatir" jawab Valerie mengecup kedua pipi Dean
"hehehe baiklah Jillian kau boleh pergi dan tolong jaga adikku, Pangeran Asher" pesan Dean
"baik Pangeran Dean, saya akan menjaganya dengan sepenuh hati" ucap Asher mantap
"selamat tinggal kakak" ucap Valerie berlalu masuk ke kereta kudanya dengan Asher yang mengikutinya di belakang
Setelah memastikan kedua anak kecil kerajaan itu sudah duduk dengan nyaman, kereta kuda pun mulai bergerak menuju kediaman Duke Lionline.
...Okeyy gaess sampai sinii dulu... Kalo kalian suka sama cerita yang author buat, tolong kasih like, komen, and vote yaa. Biar author makin semangat buat ngelanjutin cerita. Grazie(≧▽≦)...