
Setelah pertandingan memanah minggu kemarin, hubungan Erland, Dean, dan Valerie semakin dekat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan sekarang ketiga bocah kerajaan ini akan melakukan perburuan di hutan dekat Kerajaan Celesta, yaitu hutan Zachary untuk sekedar menghabiskan waktu luang.
"kalian berdua boleh pergi tapi harus dikawal beberapa pengawal untuk berjaga - jaga dan untuk Valerie, dia tidak boleh ikut" ucap ayah Valerie/ King Zavier
"ayahh aku ingin ikutt, ayolahh aku akan baik² saja karna kak Cedric dan kak Erland pasti akan menjagaku dengan baik" rengek Valerie
"Lian sayang, bukannya kami tidak percaya dengan kedua kakakmu tapi kami hanya khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk nantinya dan juga bagaimana kalau nanti kamu akan menyusahkan kedua kakakmu itu" sahut bunda Valerie/ Queen Roseanne
"ayahh bundaa aku janji tidak akan menyusahkan merekaa... ijinkan aku ikutt yaa" rengek Valerie mulai mengeluarkan jurus puppy eye nya
"kyaaaa putrikuuu kau sangattt sangatttlahhhh imuttttt(♡ω♡ ) " batin kedua orang tua Valerie
"ck ck ck sepertinya jurusku ini akan berhasil lagi untuk yang kesekian kalinya( ꈍᴗꈍ)" batin Valerie
Erland memutar bola matanya malas, sedangkan Dean sangatlah menahan rasa gemas kepada adik kecilnya itu.
"ekhem! baiklah kau boleh mengikuti kedua kakakmu untuk melakukan perburuan di hutan Zachary Valerie tapi kau harus berjanji kepada ayah dan bunda, bahwa kau akan selalu dekat dengan mereka dan tidak boleh sampai terluka, apa kau mengerti?" tanya ayah Valerie
"siap ayahh! aku mengerti! hehehe aku sangatt menyayangi kalian~" ucap Valerie berlari kecil menuju ke ayah dan bundanya lalu memeluk mereka dengan erat
"kamii juga menyayangimu Lian~" ucap kedua orang tua Valerie membalas pelukannya
~ ✿ ✿ ✿ ~
"apakah nona yakin akan ikut dengan kedua kakak nona? bagaimana kalau nanti ada hewan sihir yang jahat atau werewolf atau vampir atau bahkan drakula?? huhuhu ayolah nonaa jangan ikutt Pangeran Erland dan Pangeran Dean nona" ucap Alesya khawatir
"tidak perlu khawatir Alesya, kedua kakakku pasti akan menjagaku dengan baik dan lagipula tidak mungkin semua makhluk yang kau sebutkan tadi berada di satu rumpun hutan saja, pasti mereka menyebar di berbagai tempat" ucap Valerie menenangkan Alesya
"huffttt baiklah nona, kalau begitu mari saya bantu berganti pakaian nona" ucap Alesya
"terima kasih Alesya" ucap Valerie tersenyum manis
"hehehe sama² nona" ucap Alesya membalas senyuman Valerie
pakaian yang dipakai Valerie
Selesai berganti pakaian, Valerie pergi menemui Erland dan Dean yang sedang menyiapkan alat² berburu bersama Komandan Adolf di lapangan sword knight.
"apakah ada yang bisa kubantu kak?" tanya Valerie
"emm bisakah kau mengambilkan sekotak apel merah di dapur? itu akan sangat membantuku" jawab Dean tersenyum manis sembari mengusap kepala Valerie
"tentu saja kakak! aku akan membawakannya untukmu, ayo Alesya kita pergi ke dapur" ucap Valerie ceria
"baik nona" ucap Alesya
~ ✿ ✿ ✿ ~
Valerie berjalan riang gembira menuju ke dapur Kerajaan diikuti Alesya yang berjalan di belakangnya. Sepanjang jalan dia terus tersenyum gembira hingga beberapa pengawal dan pelayan yang tak sengaja lewat atau sedang bertugas menjadi sedikit tersipu karna melihat keimutan Valerie.
Akhirnya Valerie pun sampai di dapur Kerajaan. Mata bulat nan mungilnya mengedarkan pandangan ke seluruh dapur Kerajaan. Disana terdapat banyak pelayan yang sedang bertugas, entah itu memasak, mencuci alat makan, menyapu lantai yang kotor, dan yang pasti merrka sangatlah sibuk dengan pekerjaan mereka masing². Tapi tiba² seorang wanita muda menghampiri Valerie dan memberi hormat kepadanya.
"salam kepada Yang Mulia Putri Valerie, semoga anda senantiasa panjang umur dan sehat selalu" salam wanita muda itu
"salam-mu kuterima" ucap Valerie
"ada apa gerangan Yang Mulia datang kemari?" tanya wanita muda itu dengan sopan
"aku ingin mengambil sekotak apel merah untuk kak Cedric" jawab Valerie riang
"mengapa anda tidak menyuruh pelayan anda saja Yang Mulia? itu jauh lebih baik daripada Yang Mulia datang kemari secara langsung" tanya wanita muda itu
"aku ingin mengambilnya sendiri karna kak Cedric yang menyuruhku jadi aku tidak ingin diambilkan oleh orang lain" jawab Valerie.
"baiklah kalau begitu Yang Mulia, mari saya antar ke tempat penyimpanan apel" ucap wanita muda itu
"iyaa tapi kalau boleh tahu namamu siapa?" tanya Valerie
"hehehe salam kenal, Callie" ucap Valerie
Callie pun membawa Valerie dan Alesya pergi ke tempat penyimpanan apel. Saat sampai, Valerie sangat kagum dengan tempat penyimpanan itu. Tidak hanya apel merah, tapi disana terdapat beragam apel dengan segala jenis dan warna. Ada apel biru, apel hitam, apel putih, dll. Mata bulat nan mungil miliki Valerie berbinar - binar melihat tumpukan apel yang sudah dibedakan sesuai jenis dan warnanya itu, sedangkan Callie langsung pergi mengambil sekotak apel merah untuk Valerie.
"ini nona, sekotak apel merah" ucap Callie
"bolehkah aku meminta setidaknya umm masing² 2 buah dari apel biru, apel hitam, dan apel putih itu?" tanya Valerie memaling wajahnya yang terdapat sedikit semburat kemerahan
"hihihi tentu saja boleh Yang Mulia" ucap Callie terkekeh pelan melihat sikap Valerie yang sedikit malu²
Callie lalu pergi melaksanakan permintaan junjungan kecilnya. Setelah itu dia memberikan satu kantung penuh apel yg di inginkan Valerie.
"wahg terima kasihh Callie hehehe" ucap Valerie
"sama² Yang Mulia" ucap Callie
Valerie memberikan kantung apelnya kepada Alesya lalu mulai mengambil ancang - ancang untuk mengangkat kotak berukuran sedang yang berisi apel merah. Tangan mungilnya mulai mengangkat kotak itu setinggi dadanya. Karna tubuhnya yang kecil, dia jadi agak kesulitan saat mengangkatnya ke atas.
"apa anda perlu bantuan nona? sepertinya kotak itu terlalu berat untuk anda angkat, nanti tangan anda memerah" ucap Alesya cemas
"ti-tidak apa² Alesya, aku bisa membawanya sendiri dan terima kasih untuk bantuan kecilnya tadi Callie" ucap Valerie yang mulai berjalan sembari membawa kotak penuh apel merah
~ ✿ ✿ ✿ ~
Sepanjang jalan Alesya tak henti² mengucapkan kalimat yang sama, yaitu "biar saya saja yang bawa nona, saya tidak tega melihat anda terlihat kesulitan seperti itu" dengan wajah khawatirnya dan lagi² di jawab sama oleh Valerie bahwa dia bisa membawanya sendiri. Hingga akhirnya, Valerie dan Alesya pun sampai di lapangan sword knight. Dean yang melihat adik tersayangannya sedang kesusahan membawa sekotak penuh dengan apel merah langsung berlari menghampiri Valerie lalu langsung mengangkat kotak apel merah itu.
"kak Cedric biar aku saja yang membawanya" sahut Valerie
"tidak perlu Jillian, kau pasti sudah sangat bekerja keras membawa ini dari tempat penyimpanan menuju lapangan ini" ucap Dean
"hehehe baiklah kakakk" ucap Valerie tersenyum manis
Setelah memastikan kembali semua barang bawaan, akhirnya mereka pun berangkat menuju hutan Zachary. Saat sampai, mata bulat nan mungil Valerie langsung berbinar - binar. Di padangannya kini terdapat sebuah hutan yang sangat asri dan indah. Banyak serangga² yang saling bertukar sapa dan mereka nampak hidup dengan baik di hutan ini. Mereka pun mulai memasuki hutan lalu mencari tempat yang pas untuk basecamp mereka nantinya.
Setelah tempat untuk basecamp ditemukan, Dean, Erland, dan beberapa pengawal akan memulai perburuan.
"kau disini saja yaa Jillian, tunggu kakak kembali oke?" tanya Dean
"oke kakak, aku akan menunggumu disini bersama Wakil Komandan Earnest" jawab Valerie tersenyum manis
"wakil komandan Earnest, aku menitipkan Jillian kepadamu, jaga dia dengan baik" titah Dean
"baik Yang Mulia Pangeran, saya akan menjaga Yang Mulia Putri dengan segenap jiwa dan raga saya" tegas Wakil Komandan Earnest membungkuk hormat
"baiklah Jillian, kami pergi yaa" pamit Dean mencium kedua pipi gembul Valerie
"hehehe iya kakak, hati² yaa" ucap Valerie
Dean, Erland, dan beberapa pengawal pun mulai memasuki hutan untuk berburu.
"hummm aku bosann jika harus diam dan menunggu seperti ini" gumam Valerie
"apa ada yang anda butuhkan Yang Mulia?" tanya wakom Earnest (singkatan wakil komandan)
"aku bosan~ ayo kita jalan - jalan" ucap Valerie riang
"baiklah tapi hanya disekitar sini saja ya Yang Mulia Putri" ucap wakom Earnest
"hehehe iya iyaa" ucap Valerie
~ ✿ ✿ ✿ ~
Valerie dan wakom Earnest berjalan - jalan melihat keindahan hutan Zachary. Ada banyak hewan yang menurut Valerie aneh tapi merupakan hal biasa menurut wakom Earnest. Seperti seekor kucing hutan dengan bulu putih tetapi dia memiliki sepasang tanduk di kepala, ekor kalajengking, dan juga memiliki sepasang sayap. Kata wakom Earnest, nama kucing hutan itu adalah Cat Teivel, yang berarti kucing iblis. Meskipun begitu terkadang ada beberapa Cat Teivel yang baik kepada manusia dan tidak selalu berhati buruk layaknya iblis.
Semakin melangkah ke dalam hutan semakin banyak pula makhluk² yang mendiami hutan Zachary, contohnya adalah hippalectryon, centaur, peri, dll.
...Okeyy gaess sampai sinii dulu... Kalo kalian suka sama cerita yang author buat, tolong kasih like, komen, and vote yaa. Biar author makin semangat buat ngelanjutin cerita. Grazie(≧▽≦)...