
Tak lama kemudian Valerie menemukan sebuah danau indah dan terdapat sebuah perahu kayu sederhana di tepinya. Dengan segera Valerie pergi berlari - lari kecil menuju ke arah perahu itu diikuti dengan Wakom Earnest di belakangnya.
"ayo kita menaiki perahu ini Wakom Earnest" ajak Valerie antusias
"tapi ini sudah lumayan jauh dari basecamp kita Yang Mulia, bagaimana jika nanti Yang Mulia Pangeran Erland dan Yang Mulia Pangeran Dean kembali lalu tak menemukan kita? Mari kita kembali saja Yang Mulia" nasehat Wakom Earnest
"ayolahh kan ada Wakom Earnest disini aku pasti akan baik² saja, ayolahh kita hanya akan menyusuri danau indah ini sebentar saja lalu kembali lagi ke basecamp sebelum kakak datang" ucap Valerie mulai memasang jurus andalannya dan membuat semburat merah menghiasi pipi Wakom Earnest yang tamvan
"ugghhh anda sangatlah imutt Tuan Putrii!! Bagaimana aku bisa menolaknya jika anda seperti iniii(ʃƪ^3^)" batin Wakom Earnest
"ekhem! ba-baiklah mari kita menyusuri danau ini tapi hanya sebentar loh Yang Mulia" ucap Wakom Earnest dengan wajah tampannya yang dihiasi semburat kemerahan
"hihihi siap Wakil Komandan Earnest!" ucap Valerie memberi hormat kepada Wakom Earnest
Wakom Earnest lalu membantu Valerie kecil menaiki perahu kayu tersebut diikuti dengan dirinya sendiri setelah memastikan Valerie tidak akan terjatuh. Perlahan, Wakom Earnest mulai mendayuh perahu menjauh dari tepi danau. Valerie melihat semakin banyak hewan yang hidup di hutan Zachary ini. Mata bulat nan mungilnya berbinar - binar saat melihat banyak hewan unik yang saling berlalu lalang dan bertegur sapa satu sama lain.
Ada seorang gadis mermaid yang sedang bermain dengan sekumpulan rainbow fish. Tak jauh dari mereka juga ada sekumpulan anak centaur yang asik bermain dengan para peri bunga dan peri hewan. Suasana yang sangat indah. Hingga pandangan Valerie jatuh ke sebuah semak² dekat tepi danau yang bersinar terang di hari yang indah ini.
"Wakom Earnest mari kita menepi disitu" pinta Valerie menunjuk ke arah semak² tepi danau yang bersinar
"baiklah nona" ucap Wakom Earnest mulai menepikan perahu ke tepi danau
Setelah benar² berhenti, Valerie dibantu turun oleh Wakom Earnest lalu langsung berjalan cepat ke arah semak² tadi. Cahaya yang timbul dari semak² itu perlahan memudar tatkala Valerie mulai mendekat. Dia sibakkan semak² itu untuk melihat sesuatu dibaliknya, sedangkan Wakom Earnest memasang sikap siaga di belakang junjungan kecilnya.
Mata Valerie berbinar saat menemukan seekor serigala kecil tengah meringkuk ketakutan. Dengan lembut Valerie mengusap pelan bulu serigala kecil itu, mencoba untuk menenangkannya. Merasakan sesuatu hangat menerpa bulunya, si serigala kecil bukannya tenang malah semakin ketakutan.
Tak lama kemudian ada sepasang serigala besar mendarat dari langit dan langsung menatap tajam ke arah Valerie. Wakom Earnest yang melihat itu langsung menarik tangan Valerie ke belakang tubuhnya untuk melindunginya.
Tapi dengan sedikit keberanian, Valerie mulai keluar dari balik punggung Wakom Earnest dan mendekat ke arah keluarga serigala itu.
"jangan mendekati mereka Yang Mulia!" tegas Wakom Earnest menarik kembali tangan Valerie
"mereka sepertinya tidak jahat, aku hanya akan melihatnya saja" ucap Valerie menenangkan Wakom Earnest
"tetap saja mereka berbahaya nona" tegas Wakom Earnest dengan raut wajah serius
"hufttt baiklah² kalau begitu ayo kita kembali saja ke basecamp" ajak Valerie
"mari nona" ucap Wakom Earnest
Wakom Earnest dan Valerie berjalan mundur perlahan untuk kembali ke perahu tapi tiba² anak serigala tadi berlari mendekati Valerie dan lompat ke gendongannya.
"hati² Yabg Mulia!" tegas Wakom Earnest mulai memegang gagang pedangnya
"tunggu Wakom Earnest! dia hanyalah anak serigala, dia tentu tidak berbahaya" cegah Valerie
Wakom Earnest hanya diam dan tetap menatap waspada ke arah anak serigala yang berada di gendongan Valerie.
"hei kawan kecil! siapa namamu?" tanya Valerie mengelus bulu lembut anak serigala itu
"Roxy! kembali kemari! mereka berbahaya, mereka adalah manusia!" sahut serigala berwarna hitam
"Roxy? nama yang indah, lalu apakah mereka berdua adalah orang tuamu?" tanya Valerie
"i-iyaa" jawab Roxy gugup
"kemarilah Roxy, jangan berada di dekat mereka" sahut serigala berwarna putih
"tidak mama, aku ingin bermain bersamanya. Dia tak jahat" ucap Roxy kecil
"meskipun dia seorang gadis kecil tapi dia tetaplah bangsa manusia Roxy, jangan terlalu dekat dengan bangsa manusia mereka adalah orang jahat" sahut serigala berwarna hitam
"ayolah papa, aku tidak melihat aura jahat dari dirinya" ucap Roxy kecil
"tenang saja mama papa Roxy, aku tidaklah jahat, kalian bisa tenang dan aku juga tidak akan mencelakakan Roxy" ucap Valerie
Tapi kedua pasangan serigala itu hanya mendengus malas saat nendengar perkataan Valerie. Akhirnya Valerie pun bermain dengan Roxy sampai matahari sudah berada di atas kepala.
"Yang Mulia ini sudah siang, sebaiknya kita kembali sekarang" ajak Wakom Earnest
"baiklah Roxy kita mainnya sampai sini dulu yaa, aku harus kembali ke basecamp sebelum kakakku kembali atau aku akan mendapat masalah besar" ucap Valerie
"tapii apakah kau besok akan kemari dan bermain denganku lagi?" tanya Roxy
"emm sepertinya itu agak susah tapiii akan kucoba" jawab Valerie tersenyum lembut sambil mengusap bulu lebat dan halus Roxy
"tanganku? untuk apa?" tanya Valerie mengerutkan keningnya
"kemarikan sajaa" ucap Roxy
"baiklah" ucap Valerie
Roxy pun membuka mulutnya dan tiba² keluar sebuah permata rubby kecil dari mulutnya. Rubby itu pun jatuh di kedua tangan mungil Valerie.
"ambillah ini dan panggil aku jika kamu ingin bertemu denganku" ucap Roxy memberikan sebuah rubby yang terbuat dari sedikit inti kekuatan Roxy
"wahhh ini indah sekali! tapii apakah kau benar akan memberikannya padaku? ini terlihat sangat berharga untukmu" ucap Valerie sedikit murung
"itu untukmu! jadikan itu sesuatu lalu saat kau akan memanggilku, fokuskan pikiranmu dan panggil namaku lalu dalam sekejab aku akan langsung berada di hadapanmu" jelas Roxy
"wahhh terima kasihh Roxyy!!" ucap Valerie memeluk erat Roxy
Mama Papa Roxy hanya tersenyum lembut saat melihat anak mereka yang senang mendapat teman baru.
"yaa walaupun itu anak manusya tapi gapapa deh yang terpenting Roxy senang" batin Mama Papa Roxy
"mari Yang Mulia kita kembali ke basecamp" sahut Wakom Earnest
"ah iya, baiklah Roxy aku akan kembali dan terima kasih untuk permata ini" pamit Valerie sembari tersenyum manis
"iyaa sama², hati² di jalan yaa" ucap Roxy
Valerie dan Wakom Earnest menaiki perahu kayu lalu mulai menjauh dari tempat keluarga kecil Roxy. Hingga akhirnya mereka pun sampai di tepi danau sebelumnya. Mereka berdua turun dan mulai berjalan ke arah basecamp. Saat diperjalanan, Valerie tak henti² melihat dan mengusap permata rubby dari Roxy dengan perasaan bahagia.
"apakah anda sangat senang dengan permata itu Yang Mulia?" tanya Wakom Earnest
"iya! aku nanti akan meminta Alesya untuk membawa permata ini ke toko perhiasan untuk menjadikannya sebuah kalung dan akan kupakai setiap hari" jawab Valerie antusias
"hahaha anda sangatlah lucu Yang Mulia" ucap Wakom Earnest
"tentu saja dan oh iya, tolong rahasiakan yang aku bertemu dengan keluarga kecil Roxy yaa Wakom Earnest" pinta Valerie
"baiklah Yang Mulia Putri Valerie" ucap Wakom Earnest tersenyum ramah
Sambil berbincang - bincang ringan, akhirnya mereka pun sampai di basecamp.
"wahh kakak belum kembali, kita selamat Wakom Earnest" ucap Valerie
"iya Yang Mulia, kalau Yang Mulia Pangeran tau beliau pasti akan mengamuk kepada anda dan saya" ucap Wakom Earnest mengelus dadanya lega
"baiklahh aku akan masuk ke tenda, aku sangat lelah setelah bermain dengan Roxy tadi" ucap Valerie
"silahkan Yang Mulia" ucap Wakom Earnest
Beberapa jam kemudian rombongan Pangeran Dean dan Pangeran Erland datang. Dibelakangnya, para kesatria membawa seekor rusa jantan biasa dan 2 ekor Agnello Alato atau domba bersayap yang sudah dalam keadaan mati terpanah. Para kesatria yang berjaga di basecamp dan Wakom Earnest pun memberi hormat kepada Pangeran Dean dan Pangeran Erland.
"salam hormat untuk Yang Mulia Pangeran Dean dan Yang Mulia Pangeran Erland" tegas para kesatria dan Wakom Earnest membungkuk hormat
"salam kalian, kami terima" sahut Erland datar
"dimana Jillian?" tanya Dean
"Yang Mulia Putri ada di tenda, Yang Mulia" jawab Wakom Earnest
"baiklah aku akan kesana dan kalian bereskan ini semua, setelah itu kita akan langsung kembali ke istana" ucap Dean
"baik Yang Mulia Pangeran Dean" tegas seluruh kesatria yang mulai melaksanakan perintah Dean
Dean pun pergi ke tenda untuk menemui adik kecilnya, namun yang dia dapatkan adalah seorang gadis kecil yang tengah tertidur dengan pulas di kursi. Dean tersenyum lembut dan mulai berjalan perlahan mendekat.
"Jillian sayangg..." lirih Dean mencoba membangunkan Valerie
"hummm... hoammm..." Valerie pun terbangun
"eh kakak sudah kembali, apakah aku ketiduran?" tanya Valerie mengerjap - ngerjapkan kedua mata bulat nan mungilnya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya
"iyaa sayangg, ayo bangun kita akan kembali ke istana" ucap Dean mengusap kepala Valerie penuh kasih sayang
"baiklah kakak" ucap Valerie tersenyum manis
Selesai beres², rombongan itu pun kembali ke istana.
...Okeyy gaess sampai sinii dulu... Kalo kalian suka sama cerita yang author buat, tolong kasih like, komen, and vote yaa. Biar author makin semangat buat ngelanjutin cerita. Grazie(≧▽≦)...