I'M The Antagonist

I'M The Antagonist
Assault at The Tea Party



Selama di perjalanan, Valerie dan Asher menghabiskan waktu mereka dengan mengobrol santai. Sesekali kedua tertawa karna hal lucu yang mereka ceritakan hingga akhirnya mereka sampai di kediaman Duke Lionline. Asher turun terlebih dahulu kemudian di ulurkan tangannya untuk membantu Valerie turun. Valerie menerima uluran tangan Asher dan mulai turun dengan anggun.


"selamat datang, mari saya antar menuju halaman" ucap kepala pelayan kediaman Lionline


"baiklah" ucap Valerie tersenyum ramah


Kepala pelayan itu pun memandu Valerie dan Asher menuju halaman. Saat sampai dirinya melihat ada banyak anak² seumurannya sedang berbincang satu sama lain. Nampak seorang gadis cantik yang tengah tersenyum manis sambil berbincang dengan beberapa nona muda dan tuan muda. Dengan segera Valerie mengajak Asher untuk menyapa gadis itu. Si gadis dengan cepat sadar akan kehadiran Valerie yang nampak berbeda dari nona muda lainnya.


"salam kepada Yang Mulia Putri Valerie, semoga Yang Mulia selalu diberkati oleh Dewa dan Dewi" salam gadis itu membungkuk hormat diikuti beberapa nona muda dan tuan muda di sekelilingnya


"salam diterima dan terima kasih sudah mengundangku ke pestamu ini, nona Lionline" ucap Valerie tersenyum ramah


"ahh ini tidak ada apa² nya Yang Mulia dan kalau boleh tahu siapakah yang datang bersama anda itu Yang Mulia?" tanya Falanya


"dia adalah Pangeran dari Kerajaan Abigail, Pangeran Asher Dominic Wyne" jawab Valerie


"astaga! maafkan atas kelancangan saya yang tidak mengenal anda, Yang Mulia Pangeran" ucap Falanya segera membungkuk hormat diikuti para nona dan tuan muda bangsawan lainnya


"tidak apa²" ucap Asher datar


"kalau begitu silahkan dinikmati pestanya, Yang Mulia" ucap Falanya tersenyum manis


"terima kasih nona Lionline" ucap Valerie


Valerie dan Asher pun berlalu pergi dari situ. Mereka berdua mendekati meja penuh kue dan camilan.


"bagaimana menurutmu tentang pesta ini, Aldo?" tanya Valerie


"sebenarnya aku jarang ke pesta teh seperti ini dan mungkin yang sering ke acara seperti ini adalah kak Erland" ucap Asher menggaruk - garuk tengkuknya yang tak gatal


"benerkah? mengapa kau tidak pernah datang ke pesta seperti ini?" tanya Valerie penasaran


"aku lebih suka menghabiskan waktuku untuk membaca buku dan berlatih sihir daripada pergi ke pesta seperti ini" jawab Asher


"ohhh begitu... ngomong² soal sihir, nanti sore kita jadi berlatih kan??" tanya Valerie antusias


"hahaha tentu saja, kau tidak perlu khawatir" jawab Asher tersenyum manis


"hihihi baiklah, kalau begitu apakah kau mau mencoba cookies ini? mereka sangat enak loh" ucap Valerie


"kalau menurutmu enak, baiklah akan kucoba" ucap Asher mengambil salah satu cookies dan memakannya


Pesta pun terus berlanjut tapi tiba² terdengar suara jeritan histeris seorang gadis. Valerie dan Ahser pun segera menuju ke tempat suara jeritan itu. Saat sampai, mata bulat Valerie terbelalak kaget melihat seorang anak laki² yang mati terpanah tepat di dada sebelah kirinya. Asher dengan cepat langsung menutup kedua mata Valerie dan menggiringnya pergi dari tempat itu. Para penjaga pun langsung mengamankan para nona dan tuan muda disana untuk segera masuk ke dalam kediaman Lionline.


"jangan pernah melepaskan genggaman tanganku ini, Erin. Apa kau mengerti?" tanya Asher khawatir lalu mengusap pipi gembul Valerie pelan


"te-tentu saja, Aldo" jawab Valerie tersenyum tipis


Saat Valerie dan Asher hendak memasuki kediaman Lionline, tiba² ada sebuah asap yang muncul. Melihat itu Asher semakin menguatkan pegangan tangannya agar Valerie tidak sampai terpisah darinya.


"tutup hidungmu Erin, ini adalah gas tidur" ucap Asher segera mengambil sapu tangan miliknya lalu menutupi hidungnya


Valerie segera melakukan hal yang sama seperti Asher sambil memasang sikap waspada. Setelah memastikan Valerie telah menutupi hidungnya, Asher segera membawa Valerie pergi dan bersembunyi di balik dinding.


Para penjaga dan para nona serta tuan muda langsung jatuh tertidur karna gas itu. Tak lama kemudian munculnya beberapa orang berbaju serba hitam.


"cari gadis kecil itu! temukan dia segera!" perintah pemimpin orang² berbaju hitam itu


"baik ketua!" mereka pun segera menyebar untuk mencari target mereka


"apakah mereka orang² jahat, Aldo?" biaik Valerie ketakutan


"entahlah Erin tapi melihat dari cara mereka berpakaian dan gas tidur itu, sepertinya mereka memang orang jahat dan nampaknya mereka tengah mencari seseorang. Tenang saja Erin, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu" bisik Asher memeluk Valerie untuk menenangkannya


Valerie membalas pelukan Asher lalu mereka kembali mengamati gerak - gerik para orang berbaju hitam tadi.


"bagaimana? apa kalian menemukannya?" tanya pemimpin orang² berbaju hitam


"maaf ketua, kami tidak menemukannya. Sepertinya gadis itu masuk ke dalam setelah mendengar jeritan mereka semua saat pelemparan gas tidur tadi" jawab salah satu orang berbaju hitam


"sial! ayo kita cari gadis itu lagi sebelum mereka semua terbangun" perintah pemimpin orang² berbaju hitam


"Aldo apa yang harus kita lakukan?? mereka mulai mendekat kemari" bisik Valerie sedikit panik


"tenang Erin, kau jangan panik. Aku akan mengaktifkan sihir pemudar aura kehidupan agar orang² jahat itu tidak menemukan kita" bisik Asher menenangkan Valerie


Valerie hanya mengangguk paham lalu Asher mulai membaca mantra sihir pemudar aura kehidupan yang bisa membuat aura seseorang memudar dan membuat orang itu tidak terlihat selama beberapa menit. Orang² berbaju hitam itu kini telah berada di dekat Valerie dan Asher.


"bagaimana? apakah kalian masih belum menemukannya?" tanya pemimpin


"maaf ketua, kami belum menemukannya" jawab salah satu anggota


"tcih! baiklah kalau begitu kita kembali dulu dan lapor pada bos" ucap pemimpin


Orang² berbaju hitam tadi tiba² lenyap dari pandangan Valerie dan Asher. Setelah itu kedua bocah itupun menghela napas lega.


"bagaimana sekarang Aldo? kita kembali kesana atau langsung kembali ke kerajaan dan melapor pada ayahanda?" tanya Valerie


"lebih baik kita kembali kesana dulu baru ijin pulang ke kerajaan, daripada nanti kita pulang duluan lalu mereka kalang kabut mencari kita" jawab Asher


"baiklah ayo kita kesana" ucap Valerie keluar lebih dulu dari tempat persembunyiannya


Mereka berdua pun kembali ke tempat pesta minum teh tadi. Beberapa orang mulai terbangun. Falanya sempat celingukan mencari seseorang hingga akhirnya dia menghela napas lega saat melihat Valerie dan Asher dalam keadaan baik² saja.


"apakah Yang Mulia sekalian baik² saja?" tanya Falanya khawatir


"kami baik² saja nona Lionline dan sepertinya kami ijin pulang terlebih dahulu karna sepertinya Putri Valerie sedikit syok setelah beberapa kejadian yang baru saja terjadi" jawab Asher menggenggam erat tangan mungil Valerie


"hufttt baiklah kalau begitu... maafkan saya Pangeran dan Putri, karna sudah membuat anda sekalian dalam bahaya" ucap Falanya membungkuk hormat


"tenang saja nona Lionline, kami tidak apa² hanya saja Putri Valerie mungkin sedikit ketakutan sekarang dan ingin segera pulang" ucap Asher santai


Valerie segera menatap garang ke arah Asher.


"sialan nih bocah! gue mulu yang dijadiin sasaran" batin Valerie kesal


"ngahahahhahaha kesiann makanya Leonn jadi budak yang baek, jan aneh² terus yang nurut ama calon papih" ejek Harvey


"sialan lo ngapain ikut nimbrung aja sih anjir. btw tumben lo keluar, biasanya juga diem² bae" batin Valerie heran


"yaaa gue sesekali pen ngomonglah anjir, diem mulu ntar jadi gue mumi mau tanggung jawab lo?" tanya Harvey


"lahhh kok gue si anying?!! kan yang jadi mumi lo, napa jadi gue yang tanggung jawab ogebb" batin Valerie memutar bola matanya jengah


"yeee kann kita setubuh tapi beda jiwa, jadi kalo terjadi sesuatu sama gue yaa otomatis lo juga ngerasain. Lo udah lupa ama kejadian yang dulu kaki lo pernah keserempet mobil itu? kaki lo pincang terus gue disini jadinya ikut pincang_-" ucap Harvey datar


"hehehe gomennn jan ngamok² donhh, ntar babang Harvey ga tamvan lagi lohh" goda Valerie


"diem lu kutu kupret, sa ae kalo ngegombal" ucap Harvey mendengus kesal


"Putri... Putri... PUTRI VALERIE!!" sentak Asher


"ah ya kenapa?" tanya Valerie linglung


"mengapa anda malah melamun? anda baik² saja kan?" tanya balik Asher cemas


"saya tidak apa² kok Pangeran, jadi kita pulang atau tidak sekarang?" tanya Valerie


"tentu, mari kita pulang" jawab Asher tersenyum lembut


Valerie dan Asher pun kembali ke Kerajaan Celesta.


...✨HOLA READERS SEKALIANN✨...


...AUTHOR DISINI CUMA MAU BILANG...


...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H...


...🙏🏻MOHON MAAF LAHIR & BATIN🙏🏻...


...Okeyy gaess sampai sinii dulu... Kalo kalian suka sama cerita yang author buat, tolong kasih like, komen, and vote yaa. Biar author makin semangat buat ngelanjutin cerita. Grazie(≧▽≦)...