
Valerie, Asher, dan Abercio pergi ke tempat latihan sihir. Ternyata disana juga ada Dean dan Erland yang sedang berlatih sihir bersama guru sihir mereka masing². Dean sedikit terkejut saat melihat Valerie berada di tempat latihan sihir, dia pun segera mendekati adik kesayangannya.
"Jillian, apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Dean mengusap pelan kepala Valerie
"aku akan belajar sihir kakak" jawab Valerie tersenyum manis
"wah benarkah? dengan siapa kau akan belajar sihir?" tanya Dean penasaran dan menduga - duga kalau Valerie akan berlatih sihir bersamanya
"dengan guru sihir Pangeran Asher" jawab Valerie antusias
Dean yang mendengar itu sedikit kecewa karna sebelumnya dia sangat berharap bahwa Valerie akan berlatih bersamanya tapi ternyata tidak.
"humm baiklah belajar yang sungguh² yaa Jillianku sayang, kakak juga akan kembali belajar sihir bersama guru sihir kakak" ucap Dean mencium kedua pipi Valerie kemudian berlalu pergi untuk melanjutkan kegiatannya yang sebelumnya tertunda
"baiklah karna ini pertama kali Tuan Putri belajar sihir, jadi kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis sihir apa yang dimiliki Tuan Putri" ucap Abercio
"bagaimana cara kita mengetahui hal itu?" tanya Valerie antusias
"dengan bola sihir ini, anda hanya perlu meletakkan salah satu tangan anda ke atas bola dan bola ini akan langsung memberitahukan sihir apa yang dimiliki Tuan Putri" jawab Abercio mengeluarkan sebuah bola kecil
"sihir sendiri terbagi menjadi 8, yaitu Ice Magic, Fire Magic, Air Magic, Earth Magic, Light Magic, Water Magic, Lightning Magic, dan yang terakhir serta cukup berbahaya adalah Dark Magic. Seseorang umumnya hanya akan memiliki 1 jenis sihir, namun untuk keluarga kerajaan biasanya mereka akan memiliki dua sampai tiga jenis sihir. Contohnya seperti Yang Mulia King Zavier yang memiliki 3 macam sihir, yaitu Fire Magic, Water Magic, dan Air Magic. Untuk Pangeran Asher sendiri sebenarnya beliau memiliki 2 macam sihir, yaitu Ice Magic dan Lightning Magic. Namun, Pangeran hendak melatih sihirnya satu persatu agar lebih mudah dan lebih cepat untuk mengendalikan sihir²nya. Apa Tuan Putri memiliki pertanyaan?" jelas Abercio
"ada, mengapa Dark Magic adalah sihir yang cukup berbahaya?" tanya Valerie penasaran
"Dark Magic umumnya hanya akan dimiliki oleh seorang penyihir dan seorang pemimpin dari klan werewolf, klan vampir, dan klan drakula. Pengguna Dark Magic harus memakan seorang gadis kecil dari klan vampir/drakula atau juga bisa bayi werewolf yang baru saja lahir untuk mengisi kekuatan mereka pada saat bulan purnama tiba. Sebenarnya segelas darah dari tumbal yang saya sebutkan tadi juga sudah bisa untuk mengisi kekuatan mereka, namun yang terisi hanya akan setengahnya saja. Mereka abadi dan tidak bisa terluka oleh serangan apapun tapi karna keabadian mereka itu, salah satu Dewa akhirnya menurunkan sebuah senjata yang bisa membunuh para Dark Magic yang menggunakan kekuatannya untuk hal yang buruk" jelas Abercio
"ohh jadi seperti itu, kalau begitu ayo kita cek apa jenis sihirku" ucap Valerie antusias
"baik Yang Mulia, silahkan anda letakkan salah satu tangan anda di bola sihir ini" ucap Abercio
Valerie segera meletakkan tangan kanannya di atas bola sihir itu. Tiba² semua warna nampak muncul dan berputar - putar di dalam bola itu hingga akhirnya warna² itu berhenti lalu terlihatlah 3 bola kecil dengan warna yang berbeda. Bola pertama berwarna biru muda, bola kedua berwarna coklat muda, lalu bola ketiga berwarna putih.
"wahh selamat Tuan Putri! Anda memiliki 3 macam sihir, yaitu Ice Magic, Earth Magic, dan Light Magic" ucap Abercio tersenyum senang
"wahh benarkah?!! hebat sekali benda ini, hanya dengan menyentuhnya saja dia bisa langsung tahu jenis sihir seseorang" ucap Valerie kagum dengan bola sihir
"oi Leon, lu punya sihir nih jadinya?" sahut Harvey tiba² muncul di kepalanya
"tentu punya dongg! gue gituloh!" ucap Valerie sombong
"eh tuker dong, gue pengen nyoba" rengek Harvey
"ntarr aja, sekarang gue dulu ntar gantian lo" ucap Valerie
"beneran? yaudah gue nunggu. Ntar kalo ga lo kasih gantian, gue ambil paksa kesadaran lo!" ancam Harvey
"iya² bujangg, tukang ngancem ih lo" gerutu Valerie
"Putri... Tuan Putri... PUTRI VALERIE!" sentak Abercio
"ah iya ada apa?" tanya Valerie masih linglung
"kamu tidak apa², Erin?" tanya Asher khawatir
"aku tidak apa², apakah ada yang aku lewatkan?" tanya balik Valerie
"huftt tidak ada" jawab Asher mengusap pelan kepala Valerie
"baiklah kalau begitu mari kita mulai berlatih sihir Yang Mulia" sahut Abercio
Abercio mulai mengajarkan hal² dasar yang mudah dipelajari oleh Valerie hingga ke tahap pemanggilan kekuatan yang cukup sulit dilakukan oleh Valerie.
"ayo Erin kau pasti bisa!" ucap Asher menyemangati calon tunangannya
Valerie terus mencoba memusatkan pikirannya untuk memanggil kekuatan sihirnya, namun dia selalu tidak bisa konsentrasi. Akhirnya setelah percobaan yang ke sepuluh kali, dia mulai menyerah.
"bisakah kita istirahat dulu? aku sangat lelah" ucap Valerie sedikit lemas karna terlalu banyak mengeluarkan energinya
"baiklah, mari kita istirahat terlebih dahulu" ucap Abercio
Mereka bertiga duduk dan beristirahat di tempat yang sudah di sediakan. Tak lama kemudian terlihat Dean yang sudah banjir peluh keringat mendekati Valerie dengan senyuman manis yang selalu terpasang di wajah tampannya itu untuk adik kesayangannya. Dean akhirnya sampai lalu duduk di sebelah Valerie diikuti Erland yang juga duduk di sebelah Dean tapi agak menjauh dari Dean.
"bagimana latihannya tadi? apakah menyenangkan?" tanya Dean penuh perhatian
"sangat menyenangkan, aku punya 3 jenis sihir lohh" ucap Valerie menaik turunkan kedua alisnya
"oh ya? jenis sihir apa saja itu?" tanya Dean penasaran
"Ice Magic, Earth Magic, dan Light Magic" jawab Valerie dengan sombong
"wahh Jillian memang hebat! bisa memiliki 3 jenis sihir" ucap Dean mengelus pelan kepala Valerie
"kakak punya 3 jenis sihir, yaitu Air Magic, Lightning Magic, dan Water Magic" jawab Dean
"wahh keren sekali!" ucap Valerie kagum
"hahaha tentu saja Jillian dan kalau kamu kesusahan untuk memanggil kekuatan sihir, kau bisa memikirkan sesuatu yang berkaitan dengan sihir yang kau miliki. Contohnya Earth Magic, kamu bisa membayangkan tanah atau tumbuhan atau apapun itu pokoknya yang biasanya berkaitan dengan Earth Magic" ucap Dean memberikan cara termudah untuk memanggil kekuatan sihir
"kau mengertikan Jillian?..." tanya Dean yang kebingungan melihat Valerie tertunduk
"hei, kau kenapa Jillian?" tanga Dean sedikit panik
Tiba² tubuh Valerie menegang. Namun, sedetik kemudian gadis kecil itu mendongak dan nampaklah sepasang mata indah berwarna ungu gelap yang mampu memikat perhatian siapapun yang melihatnya.
"kau? kau Harvey? dimana Jillianku?" tanya Dean mengerutkan keningnya
"dia ada di bawah alam sadar sedang beristirahat dan untuk sekarang aku akan mengambil alih kesadarannya" jawab Valerie/Harvey smirk
(karna Valerienya lagi bobo syantik di alam bawah sadar, jadi percakapan selanjutnya pake POV Harvey yaa. Oke lanjot(☞^o^) ☞)
"ohh begitu, kukira terjadi sesuatu dengan Jillian. Lalu mengapa kau keluar?" tanya Dean
"aku ingin belajar sihir! sepertinya itu sangat keren" jawab Harvey sedikit antusias
"dia kesulitan saat memanggil kekuatannya, ku harap kau bisa mengatasi itu" ucap Dean
"tenang saja, apapun bisa kulakukan karna aku lebih kuat darinya" ucap Harvey sombong
"ya ya terserah kau sajalah" ucap Dean beranjak berdiri untuk lanjut melatih sihirnya
Tak lama setelah Dean pergi, Asher datang.
"bagaimana Erin? belajar sihir ini cukup sulit ya? tapi tenang saja nanti juga kau akan segera terbiasa dan bisa dengan mudah menguasai sihirmu jika kau terus berlatih setiap harinya" ucap Asher yang masih belum sadar dengan perubahan mata Valerie
"heh! tentu saja, aku mungkin akan menguasai sihir lebih cepat dari yang kau bayangkan" ucap Harvey dengan angkuh
Asher mengerutkan keningnya bingung. Sejak kapan Valerie menjadi gadis yang angkuh. Apa - apaan dengan nada bicara itu?? Perlahan Asher menoleh dan terlihatlah sepasang mata indah berwarna ungu gelap sempat memikat perhatiannya. Tapi di detik kemudian Asher tersadar bahwa orang yang ada dihadapannya ini bukanlah calon tunangannya meskipun rupa dan bentuk fisiknya sama. Dia merasa asing dengan sosok yang ada di depannya itu.
"siapa kau?? Kau bukan Erin! Dimana Erin, hah?!" tanya Asher meninggikan nada bicaranya satu oktaf lalu segera menjauh dari Harvey
Dean yang mendengar kegaduhan segera menoleh ke arah sumber suara. Terlihatlah Asher yang dengan memasang sikap siaga ke arah Harvey yang nampak tenang sambil sesekali tersenyum sinis melihat tingkah Asher. Dengan cepat Dean langsung mendekati kedua bocah itu.
"ada apa ini?" tanya Dean
"dia bukan Putri Valerie, Pangeran" sahut Asher sambil menunjuk ke arah Harvey yang tengah tersenyum sinis dan tetap duduk manis di tempatnya
Dean menoleh ke arah Harvey untuk meminta penjelasan tentang apa yang sudah terjadi tapi Harvey dengan acuhnya mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu lalu kembali tersenyum sinis. Dean menepuk dahinya pelan saat melihat itu.
"hah... dia memang bukan Jillian" ucap Dean sambil memijat pangkal hidungnya
"dia bukan Putri Valerie? Lalu siapa dia?" tanya Asher yang masih memasang sikap siaga
"dia adalah Harvey, kepribadian lain Jillian" jawab Dean
"Putri Valerie memiliki kepribadian ganda?!!" ucap Asher yang terlihat sangat terkejut
"iya, Harvey memang seperti itu orangnya. Sangat menyebalkan dan terkadang suka berkata kasar_-" jelas Dean sambil melirik Harvey yang acuh dengan sekitarnya
Asher terdiam untuk mencerna penjelasan dari Dean.
"lalu dimana Putri Valerie sekarang?" tanya Asher ke Harvey yang sedang malas - malasan
"gadis itu sedang bersantai di alam bawah sadar" jawab Harvey datar
Asher menganggukan kepalanya paham. Harvey beranjak berdiri lalu menghampiri Alesya.
"ayo antar aku ke kamar dan Dean! Aku pinjam salah satu pakaianmu ya! Nanti aku kembali lagi setelah berganti pakaian" ucap Harvey segera berlalu pergi meninggalkan Dean dan Asher yang mematung
"dia... memang selalu menyebalkan seperti itu kah?" tanya Asher
"iya, dan hari ini dia sangatlah menyebalkan" gerutu Dean kesal
"mengapa dia memanggil anda dengan nama langsung tanpa panggilan Pangeran atau Yang Mulia?" tanya Asher penasaran
"karna dia lebih tua dariku, makanya dia bisa bersikap seenaknya saja seperti itu. Huh! Dasar menyebalkan, aku yakin pasti dia akan memberantakan lemari pakaianku" gerutu Dean semakin kesal
"humm kalau begitu saya permisi, saya hendak mengikutinya" ucap Asher pamit pergi mengejar Harvey tapi sebelum itu dia berpesan ke Abercio untuk menunggunya dan Harvey kembali
ps: Ohh iya author baru aja bikin cerita baruu nihh hehehe. Judulnya "Saranghaeyo, My Teacher". Bagi yang minat bisa langsung cek di profil author yaa.
...Okeyy gaess sampai sinii dulu... Kalo kalian suka sama cerita yang author buat, tolong kasih like, komen, and vote yaa. Biar author makin semangat buat ngelanjutin cerita. Grazie(≧▽≦)...