I'M The Antagonist

I'M The Antagonist
New Life



Matahari mulai bangun dan menyapa para awan yang hendak berlayar pergi. Sinarnya mulai menerangi seluruh wilayah Kerajaan Celesta. Burung² mulai bernyanyi untuk menyambut datangnya pagi. Semua orang terbangun dan mulai melakukan aktivitas mereka masing².


"nonaa ayo bangun, ini sudah pagi" ucap Alesya mencoba membangunkan Valerie


"hmm? baiklah Alesya... hoammm..." ucap Valerie sambil mengedip - kedipkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya dan mengumpulkan nyawanya yang masih berterbangan di atas kepalanya. Tingkahnya itu membuat Alesya tertawa kecil.


"hihihi nona sangatlah menggemaskan dan lucuu(ʃƪ^3^)" batin Alesya gemas


Setelah nyawanya terkumpul semua, Valerie pun pergi mandi dibantu dengan Alesya. Saat ini Valerie sudah selesai mandi dan sedang ganti baju bersama Alesya.


baju yang dipakai Valerie



"nahh sekarang sudah selesai nona" ucap Alesya


"hihihi baiklah ayo kita ke ruang makan" ucap Valerie


"mari nona" ucap Alesya


Alesya mengandeng tangan mungil Valerie menuju ke ruang makan. Saat di perjalanan, Valerie sering di sapa para pelayan dan pengawal yang dibalas senyuman manis andalannya.


"kyaaa tuan putri tersenyum padakuu!!"


"tidak! dia tersenyum padaku!"


"heii itu tidak benar! dia tersenyum padaku"


"kyaaa tuan putri sangatlah menggemaskann~"


"itu benar, setiap hari tuan putri semakin bertambah lucu dan imutt^^"


Sedangkan Valerie yang mendengar hal itu hanya tertawa kecil. Akhirnya dia pun sampai di ruang makan.


"selamat pagii ayah dan ibuu" sapa Valerie pergi memeluk kedua orang tuanya


"selamat pagii juga Liann~" ucap ayah dan bunda Valerie


"hihihi... oh iya! kakak kemana?" tanya Valerie yang sedang duduk di pangkuan ayahnya


"entahlah mungkin sebentar lagi akan datang" jawab ayah Valerie sambil mengusap pelan kepala Valerie


"selamatt pagii ayah, ibu, dan Jilliann" sapa Dean


"selamat pagii juga Dean/kakak" ucap ayah, bunda, dan Valerie secara bersamaan


Valerie turun dari pangkuan ayahnya lalu pergi duduk di tempatnya.


"baiklah ayo kita mulai sarapan" titah ayah Valerie


Mereka pun makan dengan tenang. Hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang saling bersautan. Hingga akhirnya mereka pun selesai dan pergi melakukan kegiatan masing².


~✿ ✿ ✿ ~


Valerie dan Dean kini sedang asik berjalan - jalan di ibukota. Ada banyak pedagang cemilan dan manisan yang menawarkan barang dagangannya kepada setiap orang yang melintas. Tak jarang juga ada beberapa orang yang hanya sekedar melihat - lihat dan mengobrol dengan sesama. Sungguh sangatlah harmonis.


Pandangan Valerie pun mengedar dan dia mendapati seorang penjual gulali yang bisa di bentuk sesuai keinginan pembeli.


"kakak~ aku mau ituu" rengek Valerie sambil menunjuk ke arah penjual gulali


"kau mau itu? baiklah ayo kita beli" ucap Dean mengusap kepala adiknya penuh kasih sayang


Valerie dan Dean pun membeli gulali dengan bentuk yang mereka inginkan. Gulali milik Dean berbentuk kepala singa, sedangkan milik Valerie berbentuk naga.


"naga? mengapa tidak yang lain? misalnya bunga atau kucing mungkin?" tanya Dean menatap adik kesayangannya heran


"tidak apa, aku hanya ingin yang naga" jawab Valerie santai


"huftt baiklah terserahmu saja" ucap Dean


Mereka pun menghabiskan waktu dengan berjalan - jalan dan bermain di ibukota. Hingga akhirnya sore pun tiba, Valerie dan Dean kembali pulang ke istana. Saat di perjalanan, Valerie ketiduran karna kecapekan. Perlahan, Dean merubah posisi tidur adiknya agar nanti tidak merasa pegal karna posisi tidur yang tidak beraturan.


Mereka berdua kini sudah sampai di istana. Dean menengok ke arah Valerie yang masih tertidur pulas. Karna tidak ingin menganggu tidur adik kesayangannya, Dean pun menggendong Valerie ke kamarnya. Awalnya, para pengawal hendak memberikan bantuan kepada Dean agar mereka saja yang menggendong Valerie, namun hal itu di tolak oleh Dean dan alhasil dirinya lah yang menggendong tubuh mungil adiknya.


Selesai menggendong Valerie ke kamarnya dan menidurkannya, Dean pun pergi ke kamarnya dan beristirahat.


~✿ ✿ ✿ ~


Saat ini seluruh keluarga Valerie sedang makan malam dengan tenang.


"Dean, besok pangeran Erland akan mengunjungi istana ini" ucap ayah Valerie memecah keheningan


uhukk... uhukkk... uhukkkk...


"Lian?! Lian?!! apakah kamu baik² saja? ayo minum dulu nak" ucap bunda Valerie memberikan segelas air putih


Valerie segera mengambil air putih itu dan meminumnya.


"uhuk uhuk uhukk... hahh..." ucap Valerie menghela nafas panjang


"apa kau tidak apa² Jillian?" tanya Dean khawatir


"apakah kau memerlukan dokter? kalau iya, akan segera ayah panggilkan" ucap ayah Valerie cemas


"ti-tidak apa² kakak, ayah... aku hanya tersedak saja, tidak perlu sampai memanggilkan dokter untuk memeriksaku" ucap Valerie menenagkan ayah dan kakaknya


"jadii ayah, apa yang akan dilakukan Pangeran Erland disini?" tanya Dean


"dia akan memasuki Academy Callister tahun depan, jadi untuk sementara dia akan tinggal disini sampa masa pendidikannya selesai" jawab ayah Valerie


"memangnya berapa lama ayah?" tanya Valerie


"emm mungkin selama 5 - 10 tahun" jawab ayah Valerie


"se-selama itu?!! apakah tidak salah?" tanya Valerie


"tidak salah Lian dan lagipula kakakmu Dean juga akan memasuki Academy itu bersamaan dengan Pangeran Erland karna umur merak sama, hanya berbeda beberapa bulan saja" jawab ayah Valerie sembari mengelus pelan kepala putrinya


"kakak juga akan ke Academy itu??" tanya Valerie ke Dean


"iya Jillian, itu hal yang wajib bagi setiap Pangeran" jawab Dean


"apakah kakak tidak bisa sekolah di rumah saja? kalau kakak sekolah, lalu siapa yang akan bermain denganku nanti?" lirih Valerie dengan mata berkaca - kaca


"tenang saja Jillian, aku akan dengan cepat menyelesaikan pendidikanku setelah itu aku aka. pulang dan bermain bersamamu lagi" ucap Dean mengangkat tubuh mungil Valerie lalu memangkunya


"janji ya?" tanya Valerie dengan mata berkaca - kaca


"iya Jillian~ kakak berjanji, jadi jangan memangis yaa" ujar Dean mengecup kedua pipi gembul Valerie dan mengusap air matanya


"hihihi aku sayangg kakak" ucap Valerie memeluk erat Dean


"kakak juga saaayaanggg Jillian~" ucap Dean memeluk balik Valerie tak kalah erat


Kedua orang tua Dean dan Valerie pun hanya tersenyum lembut melihat kedekatan kedua anak mereka. Makan malam pun berakhir dan semuanya kembali ke kegiatan masing².


"ini nona biskuit raspberry dan susu coklat hangatnya" ucap Alesya


"ah iya terima kasih, kau boleh kembali Alesya" ucap Valerie tersenyum manis


"baik nona, selamat malam" ucap Alesya pergi dari kamar Valerie


"selamat malam juga" ucap Valerie


Setelah memastikan Alesya benar² pergi, Valerie langsung melemparkan tubuh mungilnya ke kasur empuk nan hangat yang sudah menanti kehadirannya dari tadi. Sambil memakan biskuitnya, Valerie mulai berpikir keras.


"di alur cerita novel My Destiny, tokoh utama pria dan tokoh antagonis kan pertama kali ketemunya pas upacara kedewasaan si tokoh utama, lahh ini napa kek di majuin gini?? kan seharusnya masih lama bangett. Hufttt keknya alurnya udah mulai berantakan, apa gara² gue yang masuk ke dunia ini ya? keknya sih iya" batin Valerie


Saat merasa kepalanya mulai berasap karna terlalu lama berpikir keras, akhirnya dia dengan cepat menghabiskan biskuit raspberry dan susu coklatnya hangatnya lalu pergi tidur.


~✿ ✿ ✿ ~


Pagi ini Valerie bangun lebih awal karna akan mengikuti acara penyambutan Pangeran Erland. Padahal biasanya jam segini dirinya masih asik bermain dengan mimpi indahnya dan sekarang malah terjebak dalam acara penyambutan seperti ini.


Dengan malas dia berdiri menunggu Pangeran dari Kerajaan Abigail itu datang. Sesekali tubuhnya sempat oleng karna masih mengantuk. Para pelayan dan pengawal yang bertugas atau tak sengaja lewat pun menahan rasa gemas mereka terhadap junjungan kecil mereka yang imutnya luar binasa. Dean pun juga sesekali tertawa kecil melihat kelakuan adik tersayangnya.


Sampai akhirnya gemuruh suara kereta kuda berdatangan. Keluarga Kerajaan Celesta atau keluarga Valerie mulai bersiap. Turunlah seorang anak laki - laki seumuran dengan Dean yang memiliki paras tampan dan imut disaat yang bersamaan, sedangkan Valerie yang melihat itu langsung membuka matanya lebar².


Pangeran Erland itu memiliki rambut berwarna coklat dengan iris mata ungu gelap serta tinggi tubuh yang mungkin lebih beberapa centi dari Dean. Kulitnya putih bersih dan tatapannya sangatlah datar dan dingin.


"selamat datang di Kerajaan Celesta Pangeran Erland" ucap Dean


"hmm iya, terima kasih atas sambutannya Pangeran Dean" ucap Erland datar


"semoga Pangeran bisa betah dan nyaman saat tinggal disini" sahut bunda Valerie


"iyaa semoga saja" ucap Erland


"Dean... Valerie... tolong antarkan Pangeran ke kamarnya lalu antar dia berkeliling - keliling istana" titah ayah Valerie


"baik ayahanda" ucap Dean dan Valerie


Valerie dan Dean pun pergi mengantarkan Erland pergi ke kamarnya.


...Okeyy gaess sampai sinii dulu... Kalo kalian suka sama cerita yang author buat, tolong kasih like, komen, and vote yaa. Biar author makin semangat buat ngelanjutin cerita. Grazie(≧▽≦)...