
Asher mengikuti Harvey yang berjalan santai menuju kamar Dean. Sesampainya di kamar Dean, dia segera menghampiri lemari pakaian Dean untuk mencari pakaian yang sesuai dengan seleranya.
"ck! Banyak sekali model² pakaian yang... hahh, kesal sendiri kan aku jadinya" gumam Harvey mendengus kesal sambil mengacak - acak lemari pakaian Dean
"hei jangan membuat berantakan lemari seseorang seperti itu" sahut Asher kesal melihat sikap Harvey
"terserahku! lagipula Dean juga tidak melarangnya" ucap Harvey dengan santai
Asher hanya menghela napas panjang saat melihat Harvey tetap tidak memperdulikan perkataannya. Setelah beberapa jam, akhirnya Harvey menemukan pakaian yang sederhana dan sesuai dengan seleranya.
Selesai berganti pakaian, Harvey mengambil pita berwarna silver yang ada di laci meja lalu menggelung kemudian mengikat rambut putihnya ke atas. Asher membulatkan matanya terkejut melihat perubahan drastis pada tubuh Valerie yang kini diambil alih oleh Harvey. Benar - benar berubah! Dari yang sebelumnya seorang gadis manis menjadi seorang anak laki² yang gagah dan tampan hanya dengan berganti pakaian dan menggelung serta mengikat rambutnya ke atas.
"hahaha aku tahu kalau aku tampan tapi kau jangan sampai segitunya juga melihat diriku" sahut Harvey dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi
"tcih! percaya diri sekali dia" gerutu Asher yang memang sempat kagum dengan Harvey tadi
"baiklah ayo kita kembali ke tempat tadi dan terima kasih atas bantuanmu, Alesya" ucap Harvey tersenyum tulus
"sama - sama Tuan Muda" ucap Alesya membungkuk hormat
Asher dan Harvey pun kembali ke tempat latihan sihir. Disana sudah ada Dean yang memasang wajah masam dan cemberut karna kesal dengan Harvey.
"hahaha terima kasih sudah meminjamkan pakaianmu" ucap Harvey menepuk pundak kanan Dean
"tcih! kau pasti memberantakan lemari pakaianku lagi kan untuk mendapatkan pakaian ini?" tanya Dean kesal
"tidak sampai berantakan semua kok, kau tenang saja" ucap Harvey santai
"huft, sudahlah ayo kembali berlatih sihir" sahut Asher
Harvey dan Asher kembali berlatih sihir. Anehnya, jika tadi Valerie membutuhkan waktu yang lama untuk memanggil kekuatan sihirnya, sekarang Harvey malah dengan mudahnya memanggil kekuatan sihir itu hanya dalam 10 menit.
"cepat sekali. Tadi Erin membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memanggil kekuatan sihirnya, sedangkan kau hanya butuh 10 menit dan kekuatan itu tiba² muncul" ucap Asher takjub
"itu karna aku lebih kuat darinya jadi jika urusan begini saja, dalam waktu yang cepat aku langsung bisa" ucap Harvey sombong
Kedua bocah itu lanjut berlatih hingga malam hari pun tiba. Harvey kembali ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
"oi Harvey!" panggil Valerie
"apaan?" tanya Harvey
"tuker, gue udah cukup istirahatnya" jawab Valerie
"dih ogah, gue masih pengen di luar" ucap Harvey
"besokk lo seharian di luar dehh, sekarang ganti gue dulu. Emang lo mau makan malam pake dress? kalo lo mau sih yaa terserah hehehe" goda Valerie tersenyum mengejek
"tcih! ogah banget! yaudah gue mau ganti tapi pokoknya besok gue harus di luar seharian full!" ucap Harvey
"iya iyaa yaelah si bujang ga percayaan amat ma gue" ucap Valerie memutar bola matanya malas
"tunggu sebentar Alesya" ucap Harvey menghentikan kegiatan Alesya yang hendak membantunya membersihkan diri
"ada apa Tuan Muda?" tanya Alesya mengerutkan keningnya heran
"kau tunggu saja sebentar" ucap Harvey
Harvey menutup kedua matanya dan tertunduk. Tiba² tubuhnya menegang, namun sedetik kemudian Harvey mendongak dan warna matanya kembali berwarna merah semerah darah.
(dari sini kita balik pake POV Valerie yaa)
"nona?" tanya Alesya memastikan
"iya Alesyaa, kenapa??" tanya balik Valerie
"wahh nona sudah kembali, bagaimana istirahatnya?" tanya Alesya kembali menyiapkan keperluan Valerie
"lumayan lah, kalau begitu aku akan membersihkan diri dulu" ucap Valerie berlalu pergi ke kamar mandi
Selesai mandi Valerie berganti baju lalu pergi ke ruang makan.
"selamat malam kakakk" sapa Valerie
"wahh adik kakak sudah kembalii" ucap Dean langsung membawa Valerie ke pangkuannya
"hihihi bagaimana latihan sihir kakak tadi?" tanya Valerie
"berjalan dengan lancar dan Harvey tadi membantumu memanggil sihirmu loh" ucap Dean mencium kedua pipi gembul Valerie
"iya aku tahu, dia pasti akan mudah melakukannya karna dia lebih kuat daripada aku" ucap Valerie tersenyum tipis
Dean dan Valerie lanjut mengobrol hingga akhirnya King Zavier, King Albert, Queen Roseanne, Queen Agatha, Erland, dan Asher tiba. Setelah duduk di tempat masing², mereka semua pun memulai acara makan malam.
Selesai makan malam, Valerie pergi ke kamarnya dan pergi tidur.
...~ ✿ ✿ ✿ ~...
Pagi hari telah tiba. Sang surya bersinar dengan terangnya, membangunkan para awan yang sebelumnya terlelap. Burung² menari - nari di angkasa sambil bernyanyi dengan riang gembira melengkapi indahnya pagi ini. Di sebuah kamar, nampak seorang gadis kecil yang tengah tertidur lelap di atas ranjangnya.
"nona ayo bangun, ini sudah pagi" ucap Alesya sembari membuka gorden kamar Valerie
"ughh, aku masih mengantuk Alesya. 5 menit lagii" gumam Valerie masih enggan membuka matanya
"tidak ada 5 menit nona, ayo bangun. Bukankah nona berencana pergi ke hutan Zachary?" tanya Alesya
"huftt... ayo bangun nona, ini sudah pagii" ucap Alesya membuka selimut lalu menggoyang - goyangkan pelan tubuh Valerie
"hah... baiklah² ini aku bangun" ucap Valerie dengan langkah gontai mulai memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri
Selesai membersihkan diri, Valerie berganti pakaian lalu rambutnya di tata sedemikian rupa sesuai keinginannya.
"oh iya Alesya, bagaimana dengan permata ruby yang dulu pernah kuminta untuk dijadikan sesuatu?" tanya Valerie
"permata itu sudah jadi nona. Permata ruby itu dibentuk lalu dibuat menjadi sebuah kalung yang memudahkan nona karna bisa dipakai di kegiatan sehari - hari, entah itu saat bersantai, acara formal, dll" jawab Alesya
"benarkah?? aku ingin melihatnya!" ucap Valerie antusias
"baiklah, sebentar saya ambilkan terlebih dulu nona" ucap Alesya berlalu pergi ke lemari lalu membuka laci kecil kemudian mengambil sebuah kotak kecil
Alesya berjalan mendekat ke arah Valerie.
"ini nona" Alesya membuka kotak kecil itu dan terlihatlah sebuah kalung dengan permata ruby yang sudah dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi liontinnya
"ini indah sekali..." gumam Valerie
"ingin anda pakai?" tanya Alesya
"iya, tolong pakaikan yaa" pinta Valerie
Alesya mengambil kalung tersebut lalu memasangkannya di leher Valerie.
"ini indah sekali... bagaimana menurutmu Alesya?" tanya Valerie dengan nada ceria
"itu nampak bagus, nona" jawab Alesya tersenyum ramah
"hehehe, kalau begitu ayo kita pergi Alesya" ucap Valerie beranjak berdiri
Valerie dan Alesya pergi ke gerbang utama Kerajaan Celesta. Disana sudah terdapat kereta kuda, Dean, dan Wakom Earnest.
"wahh Jillian cantik sekalii dan apakah itu adalah perhiasan baru?" tanya Dean yang sudah menggendong Valerie lalu memperhatikan sebuah kalung yang ada di leher Valerie
"iya hehehe, kalau begitu ayo kita berangkattt" ucap Valerie bersemangat
Mereka semua pergi ke hutan Zachary dengan menggunakan kereta kuda. Sepanjang jalan, Valerie dan Dean asik mengobrol membahas semua hal. Dari yang penting hingga yang tidak berguna. Tanpa sadar, mereka akhirnya sampai di depan jalan masuk hutan Zachary. Dean turun terlebih dahulu lalu membantu Valerie turun.
"ayo kita masuk kak" ajak Valerie
"baiklahh"
Mereka semua memasuki hutan Zachary. Ada banyak hewan yang sedang berjalan - jalan dan tak sedikit pula ada yang tengah mencari makan. Para peri hewan dan peri bunga tengah sibuk menjalankan tugas mereka masing².
Angin bertiup. Tidak terlalu kencang juga tidak terlalu pelan. Sangat pas untuk acara piknik yang akan mereka lakukan di dekat danau nantinya. Valerie menatap takjub akan sekelilingnya. Hingga tanpa sadar, mereka pun tiba di sebuah danau dengan pemandangannya yang sangat indah dan menakjubkan.
Alesya dan pelayan pribadi Dean, George mulai menggelar alas untuk duduk dan menata makanan serta cemilan yang telah dibawa.
"suasananya indah sekali ya kak" ucap Valerie yang nampak sangat menikmati suasana hutan Zachary
"kau benar Jillian" sahut Dean menghirup udara segar
"Pangeran, semuanya telah siap" sahut George
"nah ayo kita duduk Jilliann" ajak Dean
Mereka berdua duduk sambil menikmati pemandangan sekitar.
"kakak, bolehkah aku bertanya?" sahut Valerie
"tentu saja, kau ingin bertanya tentang apa?" ucap Dean
"apakah di kerajaan kita pernah ada pengguna Dark Magic?" tanya Valerie
"pengguna Dark Magic? aku tidak tahu tapi mungkin Wakom Earnest tahu" ucap Dean meneguk susu coklatnya
"benarkah?!! kalau begitu dimana Wakom Earnest??" tanya Valerie antusias
"saya disini, Tuan Putri" sahut Wakom Earnest yang tiba² sudah ada di sebelah Valerie
"wahh kalau begitu ayo dudukk sinii Wakom Earnest" ucap Valerie sembari menarik tangan besar Wakom Earnest agar duduk di sebelahnya
"a-ada apa ini Tuan Putri?" tanya Wakom Earnest merasa canggung
"aku ingin bertanya, apakah di kerajaan kita ini pernah ada pengguna Dark Magic?" tanya Valerie
"pengguna Dark Magic? tentu saja ada nona tapi kejadian itu sudah lama sekali, bahkan sepertinya saat anda dan Pangeran belum lahir ke dunia ini" jawab Wakom Earnest
"benarkah?! kalau begitu ceritakan pada kami!!" ucap Valerie bersemangat
"iya, tolong ceritakan. Melihat Jillian antusias seperti itu membuatku penasaran juga" sahut Dean mengelus pelan surai rambut putih Valerie
"huftt baiklah akan saya ceritakan" ucap Wakom Earnest
...Okeyy gaess sampai sinii dulu... Kalo kalian suka sama cerita yang author buat, tolong kasih like, komen, and vote yaa. Biar author makin semangat buat ngelanjutin cerita. Grazie(≧▽≦)...