
Saat ini Valerie bersama Queen Roseanne sedang bersantai di ruang kerjanya sembari mengobrol ringan.
"oh iya Lian 3 hari lagi ulang tahunmu kan? jadii kamu ingin apa untuk hadiah ulang tahunmu?" tanya Queen Roseanne tersenyum lembut
"aku belum menginginkan apapun ibunda tapi hadiah apapun dari kalian nanti akan kuterima dengan senang hati" jawab Valerie tersenyum manis
"wahh ibunda tidak menyangka kalau putri kecil ibunda ini sudah besar yaa, padahal sepertinya kemarin saat terjatuh masih menangis dipelukan kakaknya" ucap Queen Roseanne mengelus kepala Valerie penuh kasih sayang
"hihihi" Valerie terkekeh
"oh iya pada hari ulang tahunmu itu nanti keesokkan harinya akan menjadi hari debute pertamamu secara resmi sebagai Putri dari Kerajaan Celesta, apakah kamu sudah siap?" tanya Queen Roseanne
"aku siap ibunda" jawab Valerie dengan raut wajah serius
"wahh putri kecil ibunda memang sudah besar ya, entah apakah ibunda nanti bisa merelakanmu untuk pergi dengan suamimu kelak" ucap Queen Roseanne menangis haru
"ibunda jangan menangis... meskipun entah kapan nanti aku akan mengikuti suami masa depanku untuk pergi, aku tidak akan pernah melupakan ibunda dan yang lainnya" ucap Valerie menyeka air mata Queen Roseanne lalu memeluknya erat
"ibunda menyayangimu Lian" gumam Queen Roseanne mengusap kepala Valerie penuh kasih sayang
"lagian juga aku masih sangat belia untuk memikirkan pernikahan ibunda(• ▽ •;)" batin Valerie
tok tok tok
Pintu terbuka dan terlihatlah pengawal pribadi Queen Roseanne, Winter Ardolph.
"maaf mengganggu Yang Mulia, tetapi ada Duchess Alison dan tuan muda Alison datang berkunjung" ucap Winter membungkuk hormat
"persilahkan masuk" ucap Queen Roseanne
Tak lama kemudian masuklah seorang wanita cantik bersurai pirang bergelombang dengan iris mata hijau emerald lalu di sebelahnya ada seorang anak laki - laki bersurai pirang dengan iris mata biru safir yang indah.
"salam kepada Yang Mulia Queen Roseanne dan Tuan Putri Valerie, semoga Dewa dan Dewi selalu memberkati" salam Duchess Alison membungkuk hormat
"salam diterima silahkan duduk Duchess Alison" ucap Queen Roseanne
"baik Yang Mulia" ucap Duchess Alison
"tumben sekali kamu berkunjung kemari, apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Queen Roseanne berbicara informal dengan santai
Duchess Alison dan Queen Roseanne adalah sahabat dekat dari sejak Queen Roseanne masihlah seorang putri dari Kerajaan Felicity, kerajaan yang terkenal akan kekuatan militernya.
"tidak ada masalah yang terjadi Anne, aku hanya mengunjungi sahabat dekatku ini selagi dia sedang ada waktu luang" jawab Duchess Alison
"ohh seperti itu... lalu apakah dia adalah putramu?" tanya Queen Roseanne menatap ke arah anak laki² yang duduk di sebelah Duchess Alison
"kamu benar, ayo perkenalkan dirimu" ucap Duchess Alison
"sa-salam kepada Yang Mulia Queen Roseanne dan Tuan Putri Valerie, nama saya Ryder Alison putra dari Duke George Alison dan Duchess Gabriella Alison" ucap Ryder membungkuk hormat
"wahh tampannya~ dia mirip sekali dengan Duke Alison, Ella" ucap Queen Roseanne tersenyum ramah
"iya kamu benar" ucap Duchess Alison tersenyum lembut
"kalau begitu bagaimana jika Lian mengantarkan Ryder berkeliling istana" ucap Queen Roseanne menatap Valerie yang asik memakan biskuit raspberry-nya
"umm bwaiklwah ibyunda" ucap Valerie dengan mulut yang penuh dengan biskuit
"hahaha putrimu imutt sekali Anne, dia memakan biskuit hingga pipinya menggembung lucu seperti itu" ucap Duchess Alison terkekeh
"hohoho tentu saja, siapa dulu ibundanya" ucap Queen Roseanne sombong
Kedua wanita cantik itu pun tertawa bersama. Selesai memakan habis biskuitnya, Valerie pun mengajak Ryder pergi jalan² di lingkungan istana.
"jadi namamu adalah Ryder?" tanya Valerie
"iya Putri" jawab Ryder
"hummm lalu berapa umurmu?" tanya Valerie
"umur saya 4 tahun Putri" jawab Ryder
"wahh kita hanya beda 1 tahun, aku 3 tahun dan kamu 4 tahun hehehe" ucap Valerie tersenyum manis
Sejenak Ryder terpesona dengan senyuman manis Valerie. Tiba² saja jantungnya berdegup kencang dan semburat merah tipis mulai menghiasi pipinya.
"i-iyaa Putri" ucap Ryder sedikit gugup lalu memalingkan wajahnya
"baiklah ayo kita pergi ke taman istana, disana tempatnya sangattt indah dan kamu harus melihatnya" ajak Valerie
"baiklah Putri" ucap Ryder
Ryder dan Valerie pun pergi ke taman istana. Saat sampai, kedua mata Ryder dimanjakan oleh pemandangan hamparan bunga yang sudah di atur rapi dengan dilengkapi pepohonan yang menjulang tak terlalu tinggi tapi juga tak terlalu rendah yang membuat beberapa serangga sering mencari makan disana.
"hahhh indah bukan?" tanya Valerie terlihat menikmati pemandangan di depannya
"iya... indah sekali..." jawab Ryder sambil menatap ke arah Valerie
"baiklah kalau begitu ayo duduk di gazebo itu" ajak Valerie
"baik Putri" ucap Ryder
Mereka pun berjalan ke arah gazebo dengan Alesya yang mengikuti dari belakang.
"nahh apakah kamu mau sesuatu?" tanya Valerie
"saya ingin kue coklat, Putri" jawab Ryder
"baiklah Alesya tolong disiapkan yaa beserta biskuit raspberry juga dan 2 gelas susu coklat" ucap Valerie
"baik nona" ucap Alesya melakukan tugasnya
Sejenak keheningan mulai melanda Valerie dan Ryder tapi tiba² Valerie merasakan sakit di bagian kepala dan jantungnya.
"ssshh" ringis Valerie sedikit kesakitan
"ada apa Putri? apakah Putri sedang sakit?" tanya Ryder khawatir
"aku tidak apa² kalau begitu aku pergi ke kamarku sebentar, nanti aku akan kembali lagi" jawab Valerie beranjak berdiri
"apakah perlu saya temani Putri?" tanya Ryder
"tidak perlu, kamu tunggu saja disini aku tidak akan lama" jawab Valerie menenangkan Ryder
"hufftt baiklah Putri..." gumam Ryder
Valerie pun mulai berlari kecil menuju kamarnya lalu menutup pintu kamarnya dan menguncinya.
"arghh sial! kepala dan jantungku sakit sekalii!!" gumam Valerie dengan napas memburu
Dengan segera Valerie pergi ke kamar mandi dan mengunci pintunya. Rasa sakit di kepala dan jantung Valerie semakin kuat.
"aaargghhhh!!!" teriak Valerie cukup keras
"huhhh huhh huhh" gumam Valerie mengatur pernapasannya
"hahhh akhirnya gue bebass~ ehh ini dimana? perasaan Leon ga kaya² amat deh" ucap anak laki² itu
Valerie yang mendengar suara anak laki² itu langsung terkejut.
"HARVEYY?!!!" pekik Valerie sangat terkejut
"haii Leonn hehehe" sapa anak laki² itu a.k.a Harvey
"lo kok bisa disini..." gumam Valerie lalu jatuh pingsan
braaakkk
"Jillian?!!" pekik Dean terkejut lalu langsung menggendong Valerie pergi dari kamar mandi dan menidurkannya di ranjang
"cepat panggil dokter istana, Alesya!!" titah Dean
"baik Pangeran" ucap Alesya langsung melakukan perintah Dean
"Jillian apa yang terjadi padamu?" gumam Dean mengusap pelan pipi gembul Valerie
"semoga Putri baik² saja..." batin Ryder menatap sendu ke arah Valerie
"kamu kenapa kucing kecil?" batin Erland sedikit khawatir
Tak lama kemudian dokter istana pun datang dan langsung memeriksa keadaan Valerie. Saat dokter istana sedang memeriksa Valerie, King Zavier dan Queen Roseanne serta Duchess Alison datang dengan raut wajah khawatir.
"bagaimana keadaan Lian, Dok?" tanya Queen Roseanne khawatir
"keadaan Putri sudah cukup membaik, sepertinya Putri tadi melihat sesuatu yang membuatnya sangat syok lalu pingsan" jelas dokter istana
"lalu kapan dia akan sadar?" tanya Dean
"sebentar lagi Putri akan sadar dan kalau Putri merasa sakit kepala, minta Putri untuk meminum obat ini agar sakit kepalanya hilang" ucap dokter istana
"baik terima kasih" ucap King Zavier
Tak lama kemudian sepasang kelopak mata mungil Valerie berkedip - kedip pelan sampai akhirnya mulai terbuka sedikit demi sedikit.
"uggghhh..." ringis Valerie memegang kepalanya
"Jillian?! apakah kamu baik² saja?! katakan padaku apakah ada yang sakit?!" tanya Dean sangat khawatir
"aku baik² saja kakak" jawab Valerie tersenyum tipis
"kamu hampir membuat ibunda terkena serangan jantung Lian!" ucap Queen Roseanne berhambur memeluk erat Valerie
"maafkan aku ibunda" gumam Valerie memeluk balik Queen Roseanne
"apakah kamu benar - benar baik² saja, Lian?" tanya King Zavier mengelus pelan kepala Valerie penuh kasih sayang
"aku benar² baik - baik saja ayahanda" jawab Valerie
"huffttt baiklah kalau begitu kamu istirahatlah, ayo kita semua keluar dan biarkan Lian untuk beristirahat" ucap King Zavier
Semua orang pun dengan berat hati keluar dari kamar Valerie, kecuali Alesya.
"apakah anda membutuhkan sesuatu nona?" tanya Alesya
"umm aku ingin kue raspberry dan segelas susu coklat" jawab Valerie
"heii gue pengen kue blueberry and segelas susu putih hangat" sahut Harvey
Valerie memutar bola matanya malas.
"oh iya Alesya, sama kue blueberry dan segelas susu putih hangat juga yaa" pinta Valerie
"eh? apakah tidak terlalu banyak nona? nona yakin bisa menghabiskan itu semua?" tanya Alesya heran
"aku bisa menghabiskannya kok, Alesya" jawab Valerie
"baiklah akan segera saya ambilkan nona" ucap Alesya segera melakukan tugasnya
Saat Alesya sudah benar² pergi, Valerie kembali memutar bola matanya malas.
"hei Leon sekarang lo jelasin ini kita ada dimana? kenapa kamar ini sangatlah bergaya seperti Kerajaan² Eropa? atau jangan² lo dapet tawaran main film gaya Kerajaan² Eropa yaa? ahh tapi ga mungkin sih buat lo dapet yang opsi kedua"
"tcih sialan! udah gue bilang nama gue itu Leona bukan Leon dongo dan ini memang kita ada di abad pertengahan, abad² Eropa gitu kalo ga salah"
"lahh anjirr kok bisa?? lo abis ngapain kok bisa sampe terdampar disini? lo abis ke dukun?"
"dihh anjirr yaa kagak lah kurang kerjaan banget gue pake ke dukun segala, mending baca² novel, main game otome, ato ga liat anime"
"teruss siapa orang² yang ngerubungin lo kek semut tadi? mereka keliatan khawatir banget liat lo cuma pingsan doang"
"mereka semua keluarga baru gue di dunia ini terus nama gue di dunia ini juga udah ganti, bukan lagi Leona Kay"
"ganti jadi apa nama lo?"
"nama gue disini Valerie Jillian Greisy, Putri dari Kerajaan Celesta"
"eh bentar gue keknya inget nama ini ada di salah satu novel yang pernah lo baca itu deh... apa ya? emmm ah iya! yang novel My Destiny!! apa ini dunia novel?!!"
"yaa gitu deh"
"woahhh terus--"
"permisi nona, saya membawakan pesanan nona" ucap Alesya mulai memasuki kamar Valerie dengan sebuah nampan berisi kue raspberry, kue blueberry, susu coklat, dan susu putih hangat
Kue Raspberry
Kue Blueberry
"terima kasih Alesya kamu boleh kembali" ucap Valerie
"baik nona" ucap Alesya berlalu pergi dari kamar Valerie
"waahhh gue duluann yang makan!!"
"iyaa iyaa nohh"
Tiba² mata merah darah Valerie berubah menjadi ungu gelap.
"hehehe gue duluann, selamat makan" ucap Valerie/Harvey mulai memakan kue blueberry dengan lahap
...Okeyy gaess sampai sinii dulu... Kalo kalian suka sama cerita yang author buat, tolong kasih like, komen, and vote yaa. Biar author makin semangat buat ngelanjutin cerita. Grazie(≧▽≦)...