
Sesampainya Kerajaan Celesta, Valerie dan Asher disambut oleh Dean dan Erland yang sudah berdiri di depan dengan raut wajah cemas (Dean doang yang keliatan cemas, Erland mah cemasnya dalam hati tapi mukanya tetep datar<( ̄︶ ̄)>). Saat kereta kuda mulai berhenti, Valerie segera turun dan memeluk erat Dean yang terlihat sangat khawatir.
"Jillian sayang, apakah kamu terluka?? kakak tadi mendengar kejadian yang terjadi di pesta minum teh putri Duke Lionline, apa yang sebenarnya terjadi??" tanya Dean khawatir
"aku baik² saja kakak dan aku juga tidak tahu apa yang terjadi, namun karna kejadian itu ada seorang anak laki² yang meninggal karna terpanah dan lagipula tadi disana ada Pangeran Asher yang menemani serta menenangkanku saat kejadian itu terjadi" jawab Valerie menenangkan Dean
"huffttt baiklah kalau begitu terima kasih Pangeran Asher karna telah menjaga adikku, Jillian" ucap Dean tersenyum tulus
"sama² Pangeran Dean, lagipula sebentar lagi Putri Valerie menjadi tunanganku jadi sudah menjadi kewajibanku untuk selalu menjaganya" ucap Asher tersenyum ramah
"baiklah kalau begitu mari kita masuk dan menghadap ke ayahanda karna beliau sudah menunggu daritadi" ucap Dean
Mereka semua pun masuk dan pergi menghadap ke King Zavier.
"Yang Mulia Pangeran Dean, Putri Valerie, Pangeran Erland, dan Pangeran Asher telah tiba!!" teriak penjaga ruang aula
Pintu terbuka lalu nampaklah King Zavier yang tengah duduk di singgasananya.
"salam hormat kepada Yang Mulia King Zavier, semoga selalu diberkati Dewa dan Dewi" salam Valerie, Dean, Erland, dan Asher
"salam diterima. Aku dengar terjadi penyerangan di pesta minum teh Nona Lionline, apakah itu benar Putri Valerie dan Pangeran Asher?" tanya King Zavier tegas
"benar Yang Mulia, saat itu pesta sedang berlangsung dengan baik sampai tiba² kami mendengar suara teriakan seseorang dari kejauhan. Kami langsung saja bergegas untuk mengecek dan kami menemukan ada seorang anak laki² yang mati terpanah, setelahnya tiba² ada seseorang yang melemparkan gas tidur. Saya yang menyadari hal itu langsung saja menutup hidung saya sambil membawa Putri Valerie pergi dari tempat itu dan benar saja, setelah saya dan Putri Valerie pergi dari kerumunan itu ada beberapa orang berpakaian hitam muncul dan sepertinya mereka mencari seseorang. Setelah beberapa menit mereka mencari, namun nampaknya target mereka masih belum ditemukan. Kemudian mereka pun pergi dan semua tamu undangan pesta terbangun lalu kami segera ijin untuk kembali ke kerajaan" jelas Asher
"baiklah kalau begitu dan terima kasih sudah menjaga putriku, Pangeran Asher" ucap King Zavier tersenyum ramah
"sama² Yang Mulia, itu sudah menjadi kewajiban saya karna Putri Valerie sendiri adalah calon tunangan saya" ucap Pangeran Asher
"baiklah sekarang kalian boleh istirahat, untuk Pangeran Dean dan Pangeran Erland kalian jangan pergi terlebih dulu karna aku akan membahas sesuatu dengan kalian" ucap King Zavier
"baik Yang Mulia" ucap Dean dan Erland
Valerie dan Asher pun segera pergi dari ruangan itu.
"Aldo apakah nanti sore kita jadi berlatih sihir?" tanya Valerie antusias
"hahaha iyaa Erin, kau tenang saja dan nanti guru sihirku juga akan datang jadi kita bisa sekalian belajar sihir bersama dengannya" jawab Asher mengelus pelan kepala Valerie
Mereka pun lanjut berjalan hingga akhirnya sampai di depan kediaman Valerie, Kediaman Diamond.
"hehehe kalau begitu aku istirahat dulu agar nanti punya energi yang cukup untuk latihan, sampai jumpa Aldo" ucap Valerie mengecup pipi kanan Asher lalu segera masuk ke dalam kediamannya
Asher sempat mematung karna ulah jahil Valerie tadi dan perlahan wajahnya nampak memerah. Setelah beberapa menit akhirnya Asher tersadar lalu perlahan mengusap bekas kecupan Valerie sambil tersenyum senang kemudian pergi ke kediamannya. Tanpa keduanya sadari, dari kejauhan nampak Queen Roseanne dan Queen Agatha terkekeh pelan melihat tingkah laku anak² mereka.
"hahaha sepertinya rencana membuat mereka bertunangan adalah rencana yang bagus, Anne. Putraku yang satu itu terkadang sangat jarang bisa tersenyum senang seperti itu, paling² hanya tersenyum ramah dan tersenyum tipis. Terkadang juga datar seperti kakanya, Erland. Benar² hebat pesona Valerie itu" ucap Queen Agatha takjub
"hahaha tentu saja, siapa dulu ibundanya" ucap Queen Roseanne sombong
Kedua wanita cantik itu pun tertawa dengan elegan lalu beranjak pergi dari sana. Disisi lain kini Valerie tengah rebahan di ranjang king sizenya.
"hahhh capeknyaa..." gumam Valerie menghela napas panjang
"oii Leonn" panggil Harvey
"napa?" tanya Valerie
"bosenn ngapain gitu kek, mulung ato makan gitu" jawab Harvey ngasal
"lahh si ogeb, putri kerajaan gini disuruh mulung. Lo aja sono yang mulung" ucap Valerie bodo amat
"kalo gue mulung berarti lo mulung juga dongg, kan kita setubuh beda jiwa" ucap Harvey nahan ngakak
"lah iya bener juga ya" ucap Valerie cengo
"eh btw lo demen ama tuh bocah tadi? sii Asher itu" tanya Harvey
"entahlah prend gue gatau tapi kalo bisa mending gue sama dia aja daripada Erland, ntar kalo gue endingnya kek di novel gimana? idihh males banget gue kalo harus mati untuk yang kedua kalinya, lo pasti juga gamau kan? secara lo sama gue kan setubuh jadi apa yang gue alamin lo ngerasain juga" jawab Valerie
"iya juga sih tapi btw tuh bocah lumayan juga, si Valerie di novel bego banget udah mutusin pertunangan dia sama si Asher padahal kan ntar Asher pas gede jadi pemilik sihir es terkuat" ucap Harvey mengingat - ingat tokoh Asher di novel My Destiny
"nahh itu dia, kok bisa²nya dia mutusin gitu aja tanpa pikir panjang ckckck. Ga paham lagi gue sama dia" ucap Valerie
"nona sedang berbicara dengan siapa?" sahut Alesya yang tiba² sudah berada di dekat Valerie
"astaga Alesya! kau mengagetkanku saja" ucap Valerie mengelus dadanya
"maaf nona" ucap Alesya tertunduk
"huftt baiklah kalau begitu tolong ambilkan biskuit raspberry dan susu coklat hangat" pesan Valerie
"baik nona akan segera saya ambilkan" ucap Alesya pergi melakukan tugasnya
Valerie pun menunggu Alesya hingga tanpa sadar dia ketiduran.
Alesya tersenyum lembut, dia mendekati Valerie lalu memperbaiki posisi tidurnya kemudian menyelimuti Valerie. Setelah itu Alesya beranjak pergi dari kamar Valerie.
...~ ✿ ✿ ✿ ~...
Siang hari pun berlalu dan sekarang sang surya perlahan hendak turun untuk kembali ke rumahnya. Setelah tidur siang yang nyenyak, Valerie pun terbangun.
"hoammm..." gumam Valerie sembari meregangkan tubuhnya yang sedikit kaku
"selamat sore nona, apakah anda ingin mandi?" tanya Alesya
"iyaa aku ingin mandi, badanku terasa lengket semua" jawab Valerie segera beranjak dari tempat tidurnya
"kalau begitu mari nona, saya sudah menyiapkan air untuk anda mandi" ucap Alesya
"terima kasih, Alesya" ucap Valerie tersenyum manis
Alesya pun membantu Valerie mandi. Setelahnya Valerie berganti baju lalu sedikit diberi riasan tipis di wajah cantiknya dan ditata rambutnya. Valerie kali ini memakai sebuah gaun simple selutut berwarna biru tua berhiaskan beberapa pita yang berwarna biru tua juga dan di kedua telapak tangan mungilnya diberi sarung tangan pendek.
Selesai berganti pakaian, Valerie pun segera menemui Asher di kediamannya diikuti Alesya di belakangnya. Sepanjang jalan menuju kediaman Asher, banyak pelayan dan penjaga yang menyapa Valerie dengan ramah. Hingga akhirnya Valerie pun sampai di depan kediaman Asher.
"paman penjaga, apakah pemilik kediaman ini ada di dalam?" tanya Valerie
"ada Putri, silahkan anda masuk" jawab penjaga kediaman Asher dengan ramah dan sopan
"terima kasih" ucap Valerie segera masuk ke dalam
"Aldooo, kau dimanaa??" tanya Valerie sedikit mengeraskan suaranya
Alesya yang mendengar suara nonanya itu hanya bisa geleng² kepala. Jika putri kerajaan lainnya pasti akan bersikap anggun, lemah lembut, dan selalu menjaga tutur katanya. Berbeda dengan nonanya yang selalu ceria, ramah, dan suka berbuat usil namun tetap bisa bersikap sopan di saat yang bersamaan. Hal itu membuat nonanya sedikit berbeda dari para putri kebanyakan.
"aku di halaman belakangg" jawab Asher yang juga sedikit mengeraskan suaranya
Valerie yang mendengar itu pun segera pergi ke halaman belakang. Disana terlihatlah Asher yang tengah duduk di gazebo ditemani dengan seorang pria muda yang cukup tampan. Valerie berlari - lari kecil menghampiri Asher.
"apakah aku terlambat?" tanya Valerie
"tidak sama sekali, ayo duduk dulu dan minum tehnya" ucap Asher tersenyum manis
"terima kasih" ucap Valerie segera duduk di sebelah Asher
Sedangkan pria muda tampan tadi hanya menatap heran sekaligus takjub kepada Valerie. Setelah meneguk habis tehnya, Valerie pun menghela napas lega.
"bagaimana? sudah baikan?" tanya Asher
"sudah hehehe, terima kasih untuk tehnya" jawab Valerie tersenyum tipis
"sama - sama, aku akan memperkenalkanmu pada guru sihirku" ucap Asher menatap pria muda tampan di depannya
"salam kepada Yang Mulia Putri Valerie, semoga selalu diberkati Dewa dan Dewi. Nama saya adalah Abercio Delbert, anda bisa memanggil saya Abercio. Saya adalah guru sihir Pangeran Asher" ucap Abercio segera berdiri lalu membungkuk hormat
"salam diterima dan apakah kau benar guru sihir Asher?" tanya Valerie dengan raut wajah dan nada yang datar
Asher pun terkejut saat melihat itu karna dia tidak pernah melihat ekspresi dan nada datar dari seorang Valerie. Karna yang selalu dia ingat adalah ekspresi ramah senyum dan nada yang selalu ceria.
"benar Yang Mulia, memangnya ada apa?" tanya Abercio dengan hati²
"kalau begitu... ajari aku sihir juga kakak Cio yang tampan!!" ucap Valerie antusiass
Abercio dan Asher terkejut sampai melongo dibuatnya.
"kemana nada dan raut wajah datar tadi pergi?!! kenapa cepat sekali menghilangnya?" batin Asher dan Abercio sedikit bergidik ngeri melihat perubahan Valerie
"heii kenapa kalian melamun seperti itu??" sentak Valerie yang akhirnya menyadarkan Asher dan Abercio
"ah itu, tidak apa²" ucap Asher menggaruk - garuk tengkuknya yang tak gatal
Wajah Abercio sedikit memerah saat mengingat panggilan 'kakak tampan' tadi yang di ucapkan Valerie. Asher yang melihat itu sedikit mengerutkan keningnya heran.
"ka-kalau begitu saya mau mengajari anda untuk belajar sihir juga, Yang Mulia" ucap Abercio sedikit malu²
"baiklah kalau begituu ayo kita berlatih sihir!!" ucap Valerie antusias dan ceria
ps: Ohh iya author baru aja bikin cerita baruu nihh hehehe. Judulnya "I'm Not Your Little Girl, Mr. CEO". Bagi yang minat bisa langsung cek di profil author yaa.
...Okeyy gaess sampai sinii dulu... Kalo kalian suka sama cerita yang author buat, tolong kasih like, komen, and vote yaa. Biar author makin semangat buat ngelanjutin cerita. Grazie(≧▽≦)...