
Pagi ini keluarga Atmaja terlihat sibuk terbukti dengan semua anggota mengerjakan kegiatan masing-masing. Ada yang sedang memantau di dapur, melihat dekorasi ruangan, dan lain sebagainya. Azka yang sedang berada di depan pintu utama terlihat sibuk menata barang-barang yang dibelinya.
"Iya pak, simpen disitu aja." Ujarnya kepada satpam rumahnya yang sedang membantunya membawa barang.
"Ini udah, udah, nah ini." Mengambil kardus yang didalamnya terdapat gaun yang sangat cantik.
"Wah cantik banget." Puji Ira saat tak sengaja matanya melihat ke arah gaun yang di pegang Azka.
"Kamu suka? " Tanya Azka.
"Banget kak. " Ujarnya menatap binar.
"Nih."
"Ini buat aku?" Tanya Ira dengan raut terkejut sekaligus senang mendapat hadiah dari sang kakak.
"Iya Ra." Kekeh Azka mengacak rambut adiknya.
"Aaaa makasih kak Azka." Memeluk singkat sang kakak, kemudian berlalu menuju kamar.
Azka melanjutkan mengatur barang yang dibelinya. Dia kembali membuka salah satu kotak yang berisi gaun untuk Ara. Dia memandangi gaun tersebut, kemudian tersenyum.
"Kak? " Ujar sang adik memanggilnya.
Azka menoleh lalu mengode Ara untuk mendekati dirinya. Ara yang mengerti pun langsung berjalan ke arah Azka.
"Iya kak? Ada apa? " Tanyanya.
"Ini buat kamu." Azka menyerahkan gaun yang di genggamnya tadi.
"Buat aku?"
"Iya."
"Wah cantik banget." Responnya sama dengan sang adik, Ira.
"Buat besok." Ara tersenyum menatap sang kakak.
"Makasih ya kak. Maafin Ara kalo ada salah. Ara sayang kakak." Ujarnya memeluk tubuh Azka.
"Kakak juga minta maaf atas perlakuan kakak di masa lalu. Kakak nyesel gak nyari tau kebenarannya. Maafin kakak."
"Udah, jangan nangis." Azka mengusap air mata Ara, dirinya juga merasa sedih jika mengingat masa lalunya.
"Sana ke kamar, cobain baju yang kakak kasih."
Ara mengangguk kemudian berjalan menuju kamarnya.
***
Hari ini merupakan hari yang ditunggu oleh semua anggota keluarga Atmaja. Mereka semua sudah siap dengan tampilan masing-masing. Ira memakai gaun selutut pemberian dari sang kakak, berwarna putih dengan manik yang menghiasi gaun tersebut, terlihat sangat pas di tubuh rampingnya saat digunakan olehnya. Dengan hiasan kepala yang membuatnya bertambah cantik. Begitu juga dengan Azka yang memakai kemeja putih dipadukan dengan tuxedo hitam diluarnya.
Sementara di dalam kamar, Ara memakai gaun yang diberikan Azka kemarin. Tidak jauh berbeda dengan sang adik, dia juga terlihat sangat cantik memakai gaun tersebut. Bentuknya berbeda dengan gaun Ira. Gaun Ara sedikit lebih panjang dan terlihat elegan saat dipakai. Memakai hiasan kepala berbentuk mahkota, sangat cantik.
"Anak mama cantik banget." Puji ibunya. Ara tersipu malu dengan pujian yang dilontarkan.
"Ayo. Kita udah ditungguin." Ara terlihat gugup menerima uluran tangan ibunya.
"Mah. " Tatapnya gelisah.
Ibunya tersenyum, "Tenang sayang." Ujarnya menenangkan.
Keduanya berjalan menuju tangga, semua orang yang tadinya sibuk dengan kegiatan masing-masing langsung menolehkan pandangannya ke arah Ara. Dia menjadi pusat perhatian saat ini. Sang kekasih, Gevan juga tidak bisa melepaskan tatapan matanya ke arah Ara.
"Biasa aja kali liatinnya." Canda Azka melihat Gevan tak berkedip saat menatap adiknya.
Ya, hari ini adalah hari dimana Gevan akan melamar Ara di depan keluarganya. Dia bersungguh-sungguh mencintai gadis itu. Dia tahu gadis itu bukan Ara nya yang dulu. Tapi karena mereka sering menghabiskan waktu bersama, entah mengapa Gevan merasa jatuh cinta dengan gadis itu. Pada saat dia bertemu keluarga Kiara, dia langsung meminta restu untuk melamar Kiara. Dia bertekad akan membahagiakan gadis yang dicintainya.
Acara lamaran berjalan lancar, semua orang bahagia begitu juga dengan kedua pasangan yang sangat serasi itu. Gevan menyatakan cintanya dengan tulus, Ara hanya bisa menangis haru karena kebahgiaan yang dia rasakan.
Tidak semuanya cerita yang diawali dengan kesedihan akan berakhir dengan kesedihan juga, kadang Tuhan memberikan sakit terlebih dahulu untuk melihat perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan. Dia akan memberikan kebahagiaan yang tidak akan pernah dilupakan.
π»π»π»
TAMAT
Alhamdulillah, terima kasih banyak atas dukungan para readers tersayang selama ini. Mohon maaf kalau kisah ini hanya sampai disini.
Karena kita akan bertemu di kisah yang lain yang lebih seru.
Papay, selamat berpuasa. peluk cium dari othor receh iniπ