I'M Not Ara

I'M Not Ara
Bab 21 Diculik Lagi



Pagi ini kedua gadis kembar yang berada dalam kamar apartemen mewah itu terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mereka saling menyalahkan karena jam sudah menunjukkan pukul 06.45. Hari ini jadwal sekolah, tapi keduanya masih sibuk beradu argumen.


"Kan jadinya kita telat. Karena kamu nih. Aduh ini gimana sih?" Ujar sang gadis yang sedang memakai dasinya, dia sangat kesal kenapa diwaktu seperti ini dasi itu tidak mau diajak kompromi.


"Kok nyalahin aku sih? Kan kakak yang mau nonton." Jawab gadis satunya yang saat ini menyisir rambutnya dengan cepat.


Sang kakak yang tak terima itu mendengus kesal, "Kamu yang ngajakin makanya kakak mau-mau aja. " Ujarnya.


"Jangan nyalahin Ira dong. Kan kita sama-sama mau nonton." Kesal Ira kepada Ara yang selalu dirinya salah karena telat ke sekolah.


"Udah cepetan. Keburu pintu gerbang ditutup."


"Iih sabar kak. Aku masih make sepatu ini." selesai memakai sepatunya, Ira langsung berlari menyusul Ara yang sudah lebih dulu berjalan.


"Kakak tungguin Ira." Teriaknya saat melihat Ara yang sudah hilang dari pandangannya.


"Iih kakak tega banget ninggalin Ira. " Ira datang dengan napas ngos-ngosan.


"Udah cepet masuk Raa. Kita udah telat banget ini." Ujar Ara membuka pintu mobil mempersilahkan adiknya duduk di kursi mobil.


Ara melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Banyak pengendara lain yang mengunpati dirinya yang ugal-ugalan dalam berkendara.


"Kakak hati-hati, Ira takut." Wajah adiknya nampak ketakutan karena perbuatan yang dilakukannya.


"Pegangan Ra, kita udah telat banget ini." Ujarnya menambah kecepatan mengemudinya.


Tak sampai sepuluh menit, keduanya tiba di depan gerbang sekolah. Buru-buru keduanya turun dan menuju ke arah gerbang.


"Yah pak, bukain dong kita cuman telat beberapa menit ini" Ujar Ara memperhatikan jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Iya pak, bukain dong." Sahut Ira berharap.


"Kalian udah telat, gak bisa. Kalian harus nunggu sampai jam pertama selesai." Jelas pak satpam.


"Ayo lah pak, saya kan baru telat. Sebelum-sebelumnya gak pernah jadi boleh dong, bukain pak"


"Gak bisa. Tunggu sampai jam pertama selesai dan kalian juga akan mendapat hukuman dari guru bk kalian. " Ujar pak satpam tegas.


Keduanya meninggalkan gerbang sekolah. Ira mendengus kesal, dia menghentakkan kakinya ke jalanan.


"Ini semua... " Melihat tatapan Ara yang menajam, Ira langsung menghentikan ucapannya.


"Hehehe nggak kok kak."


"Tunggu disini, kakak mau beli minum dulu." Setelah mengatakan itu Ara segera berjalan ke sisi jalan.


"Bu, airnya dua." Ujarnya


Sedangkan Ira menunggu di bangku yang tersedia di samping sekolahnya. Saat melihat sang kakak yang ingin menyebrang jalan, tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menghampiri Ara. Sontak Ira yang melihat itu berlari dan berteriak sekencang mungkin.


"KAKAK AWASSS!! " teriaknya.


Ara yang mendengar itu pun langsung berjalan ke pinggir jalanan. Tapi terlambat mobil tersebut kini semakin menghampiri Ara.


Bruk


"Shh." Ara mendesis saat melihat tangannya tergores akibat lompatannya tadi. Dia melompat kesamping untuk menghindari dirinya tertabrak. Belum sempat membuat dirinya sadar dari apa yang dialami, Ara kini menoleh ke arah sang adik yang berteriak.


"KAKAK TOLONGIN IRAA!!"


Ara membulatkan matanya saat melihat adiknya dibawa oleh dua orang tak dikenalnya.


"LEPASIN DIA! " Ujar Ara emosi.


Ara berlari dengan sekuat tenaga menghampiri mobil yang akan tertutup itu.


"kakak." Terdengar samar-samar suara adiknya yang sudah berada dalam mobil orang yang tak dikenalnya.


"Ara seperti dejavu dengan kejadian ini. Dulu dia meninggalkan Ira dan berakhir diculik, sama seperti dengan kejadian sekarang


"Sialan." Umpatnya saat mobil tersebut sudah berjalan menjauhinya.


"Aku harus telpon papah."


🍀🍀🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍