
Ara tak henti-hentinya menatap sekeliling ruangan yang ditempatinya sekarang. Dia susah bergerak karena kaki dan tangannya terikat. Sudah satu jam lebih dia berada ditempat ini, tidak ada lagi harapan untuknya pulang ke rumah.
Menghela napas sejenkak, “Kalo kayak gini gue beneran mati disini,” Ujarnya lelah.
“Coba sekali lagi deh.” Gumamnya.
“TOLONG! ADA ORANG GAK DILUAR? TOLONGIN GUE PLIS!” Teriaknya dengan kencang.
Dia memperhatikan sekitarnya, tatapannya jatuh pada pecahan kaca yang tidak jauh dari tematnya duduk. Dia mulai berusaha mendekatkan diri dan menggeser sedikit demi sedikit kursi yang di dudukinya.
“Ayo Ra, dikit lagi.” Ujarnya menyemangati diri.
Brukh
“Aduh,”
Dia terjatuh saat menggeser lebih kencang kursinya, dia kesulitan meraih pecahan kaca tersebut karena tangannya yang berada di belakang kursi. Saat ini posisinya menyamping dengan kursi yang terjatuh.
“Aduh gimana sih ini. Susah banget.” Ujarnya kesal karena belum mendapatkan pecahan kaca tersebut.
Dia menggerak-gerakkan tangannya berharap dapat menggapai kaca itu. Tangannya bahkan sampai mengeluarkan sedikit darah karena gesekan antara tali yang diikatkan.
“Hah, akhirnya,” Ara bernapas lega ketika mendapatkan apa yang diinginkan.
Kini dia berusaha memotong tali yang mengikatnya. Ga gampang ternyata, pikirnya.
Saat fokus Ara untuk membuka ikatan tali ditangannya, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka menampilkan sosok wanita yang tadi mendatanginya. Wajahnya terlihat marah saat melihat Ara berusaha untuk kabur.
Dengan langkah yang tergesa-gesa dia menghampiri Ara. “Apa yang kau lakukan?” Ucapnya marah.
“Melepaskan diri.” Bukannya takut, Ara semakin menyulut emosi si wanita.
“Gadis bodoh.” Wanita itu langsung memanggil anak buahnya untuk segera menahan kembali Ara. Namun tali yang mengikat tangan Ara sudah lebih dulu terbuka karena Ara yang dengan cepat memotong talinya.
“Wanita gila!” Ara yang emosi pun langsung menarik masker yang dikenakan oleh wanita tadi. Kini wajah wanita tersebut benar-benar terlihat oleh mata Ara.
“Lepaskan bodoh.” Teriak wanita tadi saat maskernya diturunkan paksa oleh Ara.
Plak!
Suara tamparan mengisi ruangan itu, wajah Ara menoleh kesamping karena tamparan keras yang dilayangkan wanita tadi. Keadaan menjadi hening selama beberapa detik, sebelum Ara membalas perlakuan tadi dengan cara menjambak rambut wanita itu.
“Argh, lepaskan saya.” Rintih wanita itu, terasa sangat sakit karena gadis di depannya menjambaknya terlalu keras.
“Lepaskan saya sialan!!” Teriaknya frustasi. Kepalanya benar-benar pusing sekarang.
Ara yang melihat itu makin menarik kasar rambut wanita itu. Beberapa menit kemudian masuk dua orang pria tadi lalu memisahkan keduanya. Mereka mengikat tangannya kembali seperti semula. Ara tersenyum puas, setidaknya dia sudah membalas perbuatan wanita licik itu.
“Kalian kemana saja hah?! Saya sudah hampir mati karena kalian.” Ujarnya marah. Punya anak buah gak becus banget, batinnya emosi.
Keduanya hanya mengatakan maaf berkali-kali kepada bos-nya itu.
“Kamu!” Tunjuknya ke arah Ara yang saat ini menatapnya remeh.
“Tidak lama ketemu, kamu makin berani dengan saya!”
Ara hanya mengangkat alisnya bingung, jadi Ara udah pernah ketemu sama wanita ini sebelumnya? Batinnya bertanya.
Wanita itu mulai mengambil pisau kecil yang ada disakunya, mengarahkan ke tangan Ara.
“Anda mau ngapain?” Panik? Tentu saja. Dia tidak mau sesuatu yang ada dipikarannya sekarang terjadi kepadanya.
“Bermain dengan gadis kecilku.” Wanita itu menyeringai.
“Arrgh” Teriak Ara saat tangannya digores oleh pisau yang wanita itu bawa.
“Ini akibatnya jika kamu bermain-main dengan saya.” Bisik wanita itu ditelinga Ara.
Darah segar mengalir ditangan mulusnya. Ara memejamkan mata saat rasa sakit itu semakin menjadi. Dia melihat celananya yang berwarna brown kini bercampur dengan darah merah miliknya. Dia menatap tajam wanita di depannya, tangannya terkepal kuat menahan sakit, marah, dan emosi menjadi satu dalam dirinya.
“Cepat mati ya sayang.”ujarnya dengan kekehan dan meninggalkan Ara sendirian di kamar.
🍀🍀🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍