
Bodoh. Bagaimana bisa dia melupakan jika dirinya berpacaran dengan kakak kelasnya. Mengapa dia tidak mengingat hal itu? Oke dia harus menenangkan dirinya sekarang.
Saat ini yang harus dilakukannya adalah memilih baju. Sudah beberapa baju yang dikeluarkan dari dalam lemarinya tapi dirinya tidak merasa cocok dengan baju-baju itu.
"Ini aja kali ya? "
Dress hitam dengan lengan putih yang sangat cantik dan elegan jika dikenakan. Ara masuk ke ruang ganti lalu keluar dengan memakai dress tersebut. Dia sangat cantik mengenakan itu.
Dengan menambahkan sedikit polesan diwajahnya dengan bedak tipis dan memakai liptint yang tidak terlalu mencolok. Dia segera turun dari lantai dua, karena tidak mau Gevan menunggu dirinya terlalu lama.
Semua pasang mata tertuju pada dirinya. Gevan yang sedari tadi berbicara dengan Azka langsung mengalihkan pandangannya ke arah tangga, dia tidak berkedip saat melihat betapa cantiknya Ara dengan menggunakan dress hitam ditubuhnya.
"Kedip, Gev." Ujar Azka dengan terkekeh.
"Udah?" Tanya Azka kepada sang adik.
"Udah kok. Maaf ya nunggu lama." Ujarnya tak enak hati.
"Iya gapapa."
"Kalo gitu gue izin Ka, mau ngajak Ara jalan."
Azka menepuk pundak Gevan, "Jagain adik gue baik-baik. Hati-hati kalian." Ujar Azka.
"Iya Kak."
"Ya udah aku berangkat ya kak." Pamit Ara.
Mereka berdua pun berjalan menuju pintu utama, dan menuju mobil.
"Have fun." Teriak Azka saat melihat adiknya sudah berlalu.
Terjadi keheningan di dalam mobil yang ditumpangi oleh dua orang pemuda pemudi. Gevan fokus berkendara melihat ke depan, sedangkan Ara, gadis itu sangat merasa canggung dengan situasi saat ini.
"Ki-kita mau kemana kak?!" Ara merutuki mulutnya yang terbata-bata saat berbicara.
"Ke tempat biasa kita makan."
Ara kembali mengingat-ngingat, dia berdoa semoga saja Gevan tidak mempertanyakan letak tempat makan yang sering mereka kunjungi.
"Kenapa?" Gevan bertanya.
"Eh gapapa kak."
Lima belas menit perjalanan akhirnya mereka sampai ditempat yang dimaksud tadi. Cafe sederhana dengan warna abu-abu yang dihiasi gambar abstrak ditengahnya.
Keduanya memasuki Cafe dengan Gevan yang menggenggam tangan Ara. Hal itu sontak membuat jantung Ara berdetak lebih cepat dari biasanya. Semoga saja Gevan tidak mendengar detak jantungnya, batinnya.
Gevan menarik kursi untuk Ara duduki. Dia memanggil palayan untuk memesan makanan.
"Kamu mau pesan apa?" Sikap Gevan yang berbeda dengan biasanya membuat Ara cukup canggung.
Setelah menyebutkan pesanannya, pelayan itu segera berlalu meninggalkan kedua pasangan itu.
"Ra? "
"Iya kak."
"Kamu kenapa? "
Ara yang ditanya seperti itu kini gelagapan.
"Gapapa kok kak."
"Ada yang kamu sembunyiin dari aku? "
"Nggak kak."
Gevan menghela napas. Dia menatap intens sang kekasih, dia merasa jika Ara saat ini berbeda dengan sebelumnya. Keheningan kembali terjadi, mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing. Hingga pesanan pun tiba mereka makan dengan tenang. Sesekali Gevan mencuri pandang ke arah Ara.
"Enak banget kak." Ara memakan makanannya dengan lahap. Gevan tersenyum senang melihat tingkah laku Ara.
Selesai makan, Gevan mengajak Ara untuk bernyanyi di atas panggung kecil yang disediakan pemilik cafe.
"You want sing with me?" Tawar Gevan.
"Eh tapi kak..."
Gevan sudah lebih dulu menarik tangan Ara untuk naik ke atas panggung.
"Perhatian semua, maaf mengganggu waktunya. Saya disini akan menghibur kalian dengan bernyanyi bersama pacar saya." Ujar Gevan.
Semua orang bertepuk tangan, dan menunggu kedua pasangan itu bernyanyi.
Alunan gitar mulai terdengar, dan dilanjutkan dengan Gevan yang bernyanyi
I found a love, for me
Darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
Gevan menyanyikan lagu Ed Sheeran dengan judul lagu Perfect dengan suara merdunya. Dia merupakan salah satu vocalis band yang ada di sekolahnya. Ara yang melihat itu tersenyum bahagia.
'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow
Your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine
Gevan melanjutkan nyanyiannya. Dia menatap lembut sang kekasih yang tengah menatapnya juga.
Baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
Listening to our favourite song
When you said you looked a mess
I whispered underneath my breath
But you heard it
Darling, you look perfect tonight
Kali ini Ara ikut bernyanyi dengan sang kekasih, siapa sangka dia juga berbakat dalam bernyanyi, suara merdunya membuat semua orang menghayati lagu. Keduanya menatap dengan penuh cinta. Lagu tersebut sangat cocok untuk Ara yang memang sangat cantik dan perfect.
Huffft,
*Bersambung.
Author ikut terhanyut dengan lagunya.
Jangan lupa like dan komentarnya dong, supaya othor semangat terus.
Nikmati alurnya dan happy reading ya gaess 😍