
PAGI
"Morning mom"sapa Ryujin dengan wajah antusias
"Morning too sayang"Jawab Alena dengan senyum menghiasi wajahnya membuat wanita itu semakin cantik
"Yang lain mana?"tanya Alena kepada Ryujin karena dia hanya melihat Ryujin tidak dengan yang lainnya
"Masih dikamar mom"Jawab Ryujin
"Ayok duduk kita tunggu mereka"Ujar Alena kepada Ryujin
"iya mom terimakasih"balas Ryujin
"Bagaimana hari-hari mu di rumah sakit?"tanya Daddy
"Tentu saja baik,aku adalah primadona rumah sakit karena aku cantik,imut,pintar dan kiyowok"Bangga Ryujin
"Masa sih? masa modelan begini dibilang primadona"ledek daddy
"Iiihhh...Daddy kok gak percaya sih,mom lihat tuh Daddy"rengek Ryujin
"Dad"tegur mommy
"Cengeng banget sih"ledek daddy
"au ah,Ryu gak akan mau kesini lagi heuuhh"Ngambek Ryujin
"HAHAHA"Seketika Daddy tertawa lepas"huk huk"batuk Daddy kini Ryujin lah yang tertawa
"lagi ngomongin soal apa nih,kek nya seru"Ujar Steven dan Kerlandra yang baru saja turun
"Gak"Jawab Ryujin
"Yang lain mana?"tanya Steven
"Tuh baru turun"tunjuk Ryujin kearah sahabat-sahabat nya yang baru saja tiba
"Hmmm... Morning All"Sapa Serra
"Morning too sayang"Jawab Steven membuat Daddy langsung menatap mereka dengan tatapan menyelidik
"Kalian pacaran?"tanya Daddy mengintrogasi keduanya
"Iya dad"Jawab Steven
PLAAKK!
"Oh my God,sakit dad"ringis Steven karena Daddy nya memukul lengan Steven
"Daddy kan udah bilang dari dulu iihhh...Dulu sok-sok gak mau deketin Serra,lihat sekarang bahkan dia sudah pacaran"Kesal Daddy
"Iya deh,tapi jangan dipukul juga kali dad,sakit nih"Kesal Steven
"Udah ah dad kak,kita sarapan"Henti Mommy membuat keduanya terdiam,jika Alena yang bersuara maka tidak ada yang berani karena jika mereka melawan alhasil omel 7 hari 7 malam.
"Bagaimana dengan bisnis kalian?"tanya Daddy sambil memakan roti di tangan nya
"Puji Tuhan,bisnis Sena baik-baik aja dad"Jawab Sena sambil tersenyum
"Kalau kalian berdua?"Kini mommy lah yang bersuara sembari menatap Serra dan Leva.
"Hmmmm...Butik aman-aman aja kok mom"Jawab Serra sambil meminum susu
"Kalau Leva baik-baik aja,rencananya lusa Leva mau balik ke Amerika"Jawab Leva hati-hati
"Huk huk ai-air"Keselek Kerlandra,lalu Steven pun memberikan minum ke adiknya itu
"Leva,bukan kah kau ingin memindahkan perusahaan mu kesini?"tanya Ryujin kesal kearah sahabat nya itu
"Ryu,memindahkan perusahaan bukan lah suatu hal yang mudah,aku perlu berdiskusi dengan kak Leo apakah dia setuju,lagian aku kembali kesana itu udah banyak pekerjaan yang aku tinggalkan,kak Leo juga gak bisa menangani itu sendiri dan juga dia mempunyai seorang tunangan kak Emily pasti kak Emily juga membutuhkan kak Leo"Jawab Leva memberi penjelasan,dia juga tidak tega kepada kakak sepupu nya itu terus kehilangan waktu nya
"Daddy setuju sama Leva"Ujar Daddy sambil menatap Leva
"Gak ada yang kamu sembunyikan Lev?"curiga Victoria
"Maksudnya?"tanya Leva
"Gapapa kok"balas Victoria
"Aku akan menemanimu"Kata Kerlandra
"Really?"tanya Leva
"Of course"Jawab Kerlandra
"...Boleh kan mom dad?"Izin Kerlandra
"Kau tak terganggu Leva?"tanya Daddy sembari menatap Leva
"Sebenarnya aku senang kak Kerlandra mau ikut tapi bagaimana dengan pekerjaannya?"Tanya Leva
"Biar sekretaris ku yang mengurus nya"jawab Kerlandra
"Tapi jangan lama-lama yah Lev"Sendu Ryujin
"Tidak akan lama Ryu"Jawab Leva
"Baiklah bagaimana kalau hari ini dan besok kita pakai buat senang-senang"Ide Serra
"Setuju"Antusias Victoria
"Kita izin aja yokk"Ide Serra
"Izin yah mom"izin Victoria
"Iya,akan mommy izinkan"Jawab Alena sambil tersenyum manis kearah putri nya
"Bagaimana dengan ku?"tanya Steven
"memang nya kakak kenapa?"tanya Victoria balik
"Sahabat mu kekasih kakak sayang"Jawab Steven lembut
"Hehe...Kita batalin dulu yah plisss"mohon Serra
"Kamu kan udah janji sayang"ucap Steven memelas
"Yaudah kita batalin aja daripada Serra gak ikut,aku pergi akan aku maju kan besok"Ujar Leva membuat mereka membelakkan mata
"Iiihhh...Au ah,ini semua gara-gara kak Steven"Marah Ryujin
"Kakak tuh kek anak kecil"Marah Sena
"Kok Kakak gak izinin Serra sih"kesal Victoria
"Ryu,mau ke rumah sakit dulu,batal semuanya batal!"Kesal Ryujin"Ryu pamit mom dad"pamit Ryujin sambil mencium tangan Alena dan Dimitri
"Hey hey, jangan gitu"bujuk Leva
"Aku juga"pamit Sena lalu mengikuti Ryujin begitupun Serra, Victoria,dan Leva yang mengikuti mereka
"Hey,kakak bercanda"Bujuk Steven mengejar ke-5 nya
"Kalau begitu Ker juga pamit mom dad"sambil mencium tangan dan kening kedua orang tuanya
"Iya sayang hati-hati yah gak boleh ngebut"pesan Alena
"Iya mom,aku pamit bye"Pamit Kerlandra
DILUAR
"Hey,kakak izinin kok jangan marah dong"Bujuk Steven
"LEVA"Panggil Kerlandra
"Iya kak"Jawab Leva
"Kamu berangkat bareng Kakak yah,motor kamu tinggal aja disini,nanti malam kan kamu juga nginap disini"Ujar Kerlandra
"Hmmm...Yaudah deh"balas Leva
"Gak usah"Ketus Serra
"Serra"ucap Steven sambil menatap Serra tajam
"Serr kita duluan bye"pamit Ryujin karena dia merasa ada hawa yang tidak enak
"Bye"Lambai mereka tiga
"Ayo"Ajak Steven
"I-iya kak"kemudian Serra masuk ke mobil Steven
DI MOBIL SENA,RYUJIN DAN VICTORIA
"Gimana yah nasib Serra?"tanya Victoria
"Tenang,mereka kan couple yang Sosweet"jawab Sena
"iya,sosweet iri aku tuh"ucap Ryujin
"makannya cari pacar"ledek Sena
"Nggak ah males"Jawab Ryujin dengan santai
"Terus si Gali Gali itu?"tanya Victoria
"Hehe...Doain yah"Kata Ryujin
"Dasar"Kesal Victoria dan Sena
Leva& Kerlandra
"Kakak serius mau ikut aku?"tanya Leva
"Iya lah,kakak gak mau nanti disana kamu diganggu sama cowok-cowok genit"Ketus Kerlandra
"Iya deh si paling posesif"Ledek Leva sambil menggenggam tangan Kerlandra membuat Kerlandra memberhentikan mobilnya
"Kenapa kak?"Heran Leva
"Aduuhhh...Kek nya sepulang dari Amerika kayaknya kita harus nikah deh,kakak gak tahan kalau dekat kamu terus"rengek Kerlandra
"Utuututu sayang sini peluk"ucap Leva sambil memeluk Kerlandra,Kerlandra pun memeluk pujaan hati nya itu
"Boleh cium nggak?"Izin Kerlandra,Leva hanya tersenyum dan mengangguk,Kerlandra pun mencium bibir kekasihnya itu dengan lembut membuat Kerlandra kehilangan akal sehat nya untung dia cepat-cepat sadar
"Gak tahan yah?"Ledek Leva
"Sayang,aku gak tahan"rengek Kerlandra,Leva pun mengecup bibir kekasihnya itu eehhh ralat masih calon
"Udah aaahhh...Aku mau ikut ke kantor kamu boleh kan?"ujar Leva
"Boleh banget"Jawab Steven dengan antusias
STEVEN&SERRA
Di mobil itu hanya ada keheningan membuat Serra bergidik menatap Steven yang wajahnya datar
"Kak"panggil Serra
"Hmmm"Jawab Steven dengan dingin
"Kakak marah sama aku"lirih Serra dengan mata yang berkaca-kaca,diantara mereka hanya Leva dan Sena lah yang tidak gampang menangis tapi tidak dengan Victoria,Serra dan Ryujin yang notabene nya cepat menangis.
"Hey-hey don't cry baby,I'm so sorry"Sesal Steven
"Kakak mau putusin hubungan kita?"tanya Serra dengan air mata yang sudah menetes
"No"Steven pun memeluk kekasih nya itu.
KANTOR WILLIAM
Dari kemarin William tidak bisa fokus berkerja maupun tidur karena kepikiran Victoria,hanya Victoria Victoria Victoria terus,di pikiran nya hanya Victoria
"Aku tidak bisa seperti ini terus apa aku menemui nya saja,iya seperti nya itu harus aku terus memikirkannya dan pria kemarin itu siapa sih si Rahasia rahasia itu"Kesal William "Tapi rumah sakit tempat Victoria bekerja dimana?"kini pertanyaan itu yang muncul dipikirkan nya,kemudian dia searching di internet dan disitu muncul rumah sakit tempat Victoria bekerja
Dia pun segera bergegas ke rumah sakit itu
WIJAYA HOSPITAL
"Nah,thank you yah udah nganter aku"ucap Victoria
"Okey, sama-sama kita pamit yah bye"Pamit Ryujin
"Bye"ucap Victoria sambil melambaikan tangan nya
"Victoria"panggil seseorang, Victoria pun menengok kearah sumber suara yang memanggil nya seketika Victoria mematung, Victoria pun segera bergegas meninggalkan orang tersebut tapi buru-buru orang tersebut menahan tangan Victoria dan membawa nya ke mobil.
"Lepas tuan William"Marah Victoria,yah orang itu adalah William
"Hey,dengarkan dulu penjelasan saya"Mohon William,baru kali ini dia membujuk seorang wanita selain mommy nya dan saudari-saudarinya
"Penjelasan apa!?"Ketus Victoria
"saya tidak ada maksud untuk mempermainkan mu"Jelas William
"Tapi nyatanya Kakak mempermainkan aku"Bentak Victoria dengan mata yang berkaca-kaca,Victoria paling sensitif jika menyangkut perasaan
Melihat Victoria yang berkaca-kaca membuat William merasa bersalah kepada Victoria
"Dengarkan penjelasan saya,saya mohon Victoria"mohon William
"Maaf aku tidak bisa,aku harus bekerja"balas Victoria
"Nanti malam saya jemput"Ucap William
"Hey,mana bisa seperti itu"Ketus Victoria
"Bisa,apa sih yang gak bisa,pokoknya nanti malam kamu saya jemput"Kekeh William membuat Victoria kesal
"Hey,kau tahu Daddy ku itu galak"ucap Victoria memberikan alasan
"Benarkah,perasaan paman Dimitri sangat baik,saya mohon Victoria dengarkan penjelasan saya,saya tidak bisa tidur semalam karena memikirkan mu"Mohon William
"Tidak bisa tidur? memikirkan ku? hahaha kamu ini sangat lucu"ucap Victoria dengan tertawa garing
"Saya serius"Serius William membuat tawa Victoria terhenti menatap mata William dan dia tidak melihat ada kebohongan disana
"Saya tidak tahu tapi saya tetap mengusahakan"Ucap Victoria lalu pergi dari mobil itu membuat William menghela nafas nya lalu pergi
Sementara itu Victoria masih syok atas kedatangan William,kenapa pria itu harus capek-capek datang ke rumah sakit hanya untuk menemuinya,dia pun segera keruangan serta melihat keadaan pasien nya
"Bagaimana keadaan mu?"tanya Victoria kepada salah satu pasien nya
"Baik-baik saja,aku merasa tubuh ku jauh lebih segar daripada kemarin"Jawab pasien itu sambil tersenyum manis kearah Victoria
"Syukurlah,jika keadaan sudah membaik besok kau sudah bisa pulang"Tutur Victoria membuat pasien itu senang
"Terimakasih dokter"Ucap pasien itu tulus
"Sama-sama,jika sudah keluar jangan lupakan aku"kata Victoria
"Tenang saja,aku akan menemui mu dan memasakkan masakan terenak untuk mu"Antusias pasien itu
"Benarkah? aku menantikan nya"Jawab Victoria
"... Baiklah kalau begitu aku pamit dulu"Pamit Victoria,pasien itu hanya mengangguk dan tersenyum
"hey,ada apa ribut-ribut?"tanya Victoria dengan wajah kebingungan
"Itu dok, pengusaha muda tuan William kecelakaan"panik suster itu membuat Victoria membelakkan matanya
"William Sovero?"tanya Victoria berusaha tenang dia tidak sanggup jika itu William
"iya dok"jawab suster itu membuat Victoria berlari ke IGD, orang-orang yang melihat Victoria hanya bisa terdiam
"Bagaimana keadaan nya?"tanya Victoria panik,dia melihat William bersimbah darah
SAMPAI SINI DULU🌹❣️