I Love You My Handsome

I Love You My Handsome
18



"Sangat bijak"puji Sena sambil menatap dengan kagum Ella


"Tentu saja"sahut Leva dengan bangga


Tiba-tiba Leva dikagetkan dengan kedatangan Vano yang membisikkan sesuatu ke telinga nya,membuat wajah Leva memerah seperti orang yang ingin marah melihat itu membuat mereka sedikit bingung


"Leva are you okey?"tanya Serra dengan hati-hati


"Hmm,aku harus pulang karena tiba-tiba kepala ku pusing,aku pamit"pamit Leva tanpa menunggu jawaban dari mereka disitu,mereka langsung terkejut melihat Leva pergi di tambah lagi dia pergi dengan Vano,tentu saja itu sedikit melukai hati Kerlandra


"Ada yang tidak beres"timpal Sena dengan curiga


"Seperti nya ada sesuatu tidak mungkin dia pergi dengan kakak ku jika tidak penting"jawab Serra, sebenarnya ada kecurigaan Serra antara Leva dan Vano karena ini bukan pertama kali melihat kedua orang itu pergi bersama.


Pagi


"Kondisi mu sudah membaik tetapi masih butuh istirahat jangan terlalu banyak bergerak"Jelas Victoria kepada salah satu pasien nya


"Haiisshhh...Bagaimana bisa bergerak jika disini terus"Kesal pasien itu membuat Victoria tersenyum


"Baiklah kalau begitu saya permisi,ingat istirahat yang cukup"Peringat Victoria,pasien itu hanya mengangguk


Di Ruangan Victoria dia merenungi apa yang sudah terjadi tadi malam antara dia dan William,sekarang pikiran nya seperti sudah penuh rasa nya ingin meledak,tidak lama kemudian hp nya berdering dan tertera nama 'Sena🤍🌅' Dia pun segera mengangkat telepon itu dan mengobrol bersama Sena,Sena mengajak nya untuk ke kantor William untuk bertemu Sello untuk makan siang bersama,awal nya Victoria menolak tetapi Sena terus memaksa akhirnya Victoria **mengiyakan


SIANG*


Sovero company*


"Sena pelan-pelan"kesal Victoria,daritadi sahabatnya itu menarik nya


"Cepat Vic,aku sudah tidak sabar bertemu kekasih ku"Gelisah Sena membuat Victoria kesal,kini mereka sudah tiba di ruangan milik Sello tapi dia tidak ada disana


"Loh loh!? Kak Sello ada dimana!?"tanya Sena dengan kesal


"Apakah kau memberitahu kak Sello jika kita kesini"tanya Victoria dengan wajah kesal


"Hehe belum"jawab Sena dengan wajah yang seperti anak hilang


Mendengar itu membuat Victoria ingin menghajar gadis yang satu ini tapi segera di hentikan oleh Sena"Eiittsss...Ampun,kita ke ruangan kak William"Ajak Sena langsung mengajak Victoria


Ruangan William


"Tentu saja, bagaimana dengan janji mu,aku sudah berhasil berdansa dengan nya Sekarang mana mobil yang kau janji kan?"tagih William dengan senyum smirk, sementara Sello langsung menelan ludah nya dengan kasar karena melihat siapa yang datang begitu pun William yang melihat kedatangan gadis cantik yang tak lain Victoria


"Vic,kok kamu gak masuk ayoo"ajak Sena yang baru saja tiba dari kamar mandi


"Hmmm"Jawab Victoria dengan datar lalu mengikuti Sena,William dan Sello masih terkejut apalagi William yang melihat Victoria dengan tatapan bersalah


"Darling aku ingin mengajak mu dan kak Wiliam makan siang dengan ku dan Victoria"ucap Sena dengan nada manja sementara Sello hanya mengangguk


"Ayo kita ke restoran ku saja"Ajak Sena dengan wajah antusias tapi tidak dengan Victoria yang menelan pil pahit bahwa dia hanya jadi taruhan oleh William


Restoran Sena


"Victoria ada apa dengan mu daritadi kau diam saja?"tanya Sena dengan penasaran membuat Sello dan William diam apalagi Sello yang takut jika kekasih nya itu murka jika tahu kalau sahabat nya jadi taruhan


"Tidak apa-apa "Jawab Victoria dengan singkat membuat feeling Sena semakin kuat jika Victoria sedang menyembunyikan sesuatu darinya


"Victoria Sena!"Sapa seorang pria membuat mereka menoleh ke arah nya seketika Victoria langsung tersedak,dengan segera Sena memberikan minum kepada Victoria


"Ka-kak Rassya"ucap Victoria dengan gugup membuat Sello dan William terkejut melihat pria itu


William menatap pria itu dari atas sampai bawah ternyata pria yang ini sangat tampan tetapi masih tampanan dia itulah yang dipikirkan oleh William


"Apa kabar?"tanya Rassya


"Kami baik-baik saja, bagaimana dengan kakak?"tanya Victoria dengan wajah ramah membuat wajah William memerah


"Waahhh...Aku ingin mengobrol banyak dengan mu"timpal Rassya dengan wajah antusias membuat William ingin menendang wajah yang bernama Rassya itu


"Hmmmm...Bagaimana kalau malam ini"Jawab Victoria


"Baiklah tolong beri nomor ponsel mu kepada ku"Ucap Rassya dengan segera Victoria memberikan nomor nya kepada Rassya, ternyata selama ini perasaan nya masih ada kepada Rassya


BRAKKK


"Aku sudah selesai"ucap William lalu pergi tanpa pamit


SAMPAI SINI DULU YAH🙏🌱