
Arwick Mall
"Di sini?"tanya Leva,tentu saja mereka tahu ini adalah mall milik keluarga nya Sena
"Iya biar cepat dan tidak membuang-buang waktu"Jawab Sena memberikan penjelasan,mereka hanya mengangguk,lalu pergi memasuki Mall,disana para karyawan yang melihat Sena akan menunduk hormat,membuat Sena kesal
"Haiishhh...Itulah yang membuat ku kesal jika berkunjung"kesal Sena,mereka hanya diam,mereka pun merasakan hal yang sama
"Sudah lah Sena,kita jalan saja cukup senyum dan mengangguk"tenang Serra,dia tidak mau Sena mengamuk di mall keluarga Arwick,walaupun malas tetapi mereka juga punya etika karena mereka tahu banyak kamera tersembunyi
"Hmm"angguk Sena,kemudian mereka membeli dress dan lalu langsung ke restoran Sena
Restoran Sena
"Nanti malam kalian berangkat nya bareng siapa?"tanya Serra
"Kalau aku pasti bersama kak Royce dan mommy,Daddy"jawab Sena,Royce adalah kakak dari Sena,Sena dan Royce terpaut usia 4 tahun,dan sekarang Royce sudah memiliki tunangan yang bernama Shireen yang tak lain adalah kakak dari Ryujin
"Aku bersama kak Azka dan tentu saja dengan my mom and my dad"jawab Ryujin,Ryujin memiliki kakak bernama Azka dan Shireen,tetapi seperti yang di tahu Shireen sudah memiliki tunangan yaitu Royce sementara Azka masih jomblo
"Aku pasti dengan kedua pengawal ku"jawab Victoria dengan kesal,mereka hanya terkekeh
"Aku akan berangkat bersama kak Vano"kini Serra lah yang menjawab pertanyaan nya sendiri seketika Leva membuang muka nya,kini tinggal satu orang lagi yaitu Leva
"Bagaimana dengan mu?"tanya Ryujin kepada Leva,mereka semua menatap nya
"Aku..."gantung Leva
"Pergi saja dengan kak Ker"saran Victoria,Victoria tahu kedua kakak dari Leva sedang berada di luar negeri
"Iisshhhh...Kenapa tidak menawarkan ku saja"kesal Serra
"alahh,bukankah kau sudah mempunyai kak Vano?"tanya Victoria dengan kesal
"Tahu nih"jengkel Sena
"Hmmm...Tidak usah aku berangkat dengan mommy dan Daddy saja,siapa tahu kak Kerlandra sudah mempunyai pasangan"jawab Leva dengan senyum di wajahnya,dan disetujui oleh yang lainnya
"Kalian kayak gak tahu kak Kerlandra dan kak Steven aja"balas Victoria dengan kesal,jika berhubungan dengan wanita Kerlandra dan Steven akan mengambil nya sebagai alasan
"Benarkah?"tanya Ryujin
"Iyah sebentar"ujar Victoria kemudian menelepon Kerlandra
"Eehhhh...Tidak usaah"kesal Leva,wajah nya sudah memerah,tapi tak lama terdengar suara Kerlandra di seberang sana,Victoria pun tersenyum ke arah Leva,Leva melototkan mata nya,sementara Serra,Sena dan Ryujin sedang menahan tawa mereka
'Halo kak,aku ganggu nggak?'
'Tentu saja tidak,ada apa?'
'Apakah kakak menghadiri acara keluarga Sovero nanti malam?'
'Hmmm...Tentu saja William adalah sahabat kakak'
'Apakah kakak memiliki pasangan nanti malam?'
Mata Leva semakin melotot ke arah Victoria, sementara Serra dan Ryujin sedang menahan tangan Leva yang mau merebut hp Victoria,Sena sedang melindungi Victoria,tangan Ryujin membekap mulut Leva
'Tidak,kau yang akan menjadi pasangan kakak nanti malam'
"Owh,good nanti malam kakak bisa kan jadi pasangan nya Leva?'
Leva pun segera menggigit tangan Ryujin
'Kak..'
"KAK JANGAN DENGAR KAN DIA"Teriak Leva,untung saja mereka ada di ruangan pribadi Sena,karena Sena sudah menduganya,sementara di seberang sana Kerlandra hanya tersenyum,kemudian mengajak Victoria video call,Victoria mengangkat nya dengan diam-diam, sementara itu Ryujin langsung membekap mulut Leva kembali
"Hmmmpppp"suara Leva tertahan gara-gara Ryujin dengan mata yang masih melotot, Kerlandra pun tertawa lepas membuat Victoria sedikit kaget karena kakak nya itu jarang tertawa hanya pada keluarga nya saja dia seperti itu,suara tawa Kerlandra dari seberang sana membuat mereka terdiam kemudian menatap Victoria dengan tajam,Victoria hanya tersenyum dan membentuk jarinya V, Victoria pun memperlihatkan Kerlandra ke arah Leva,Serra,Ryujin
'Ka-kak'gugup Leva sambil mencubit tangan Ryujin,Ryujin hanya melotot kan matanya dan terpaksa tersenyum
'Kau sudah pulang?'
'I-iyah kak'
'Malam ini kakak akan pergi bersama mu'
'Ti-tidak usah kak,aku tidak merepotkan kakak'
'Tidak kau tidak merepotkan kan kakak,kakak jemput malam ini di rumah mu jam 21:00'
'Tap-tapi kak...Ba-baiklah',kemudian Kerlandra memutuskan panggilan nya, sementara Leva menatap semuanya dengan tajam
"Nggak usah khawatir Lev"goda Victoria
Blush! Pipi Leva memerah
"Cie-cie kek nya sebentar lagi Victoria akan menjadi adik ipar"goda Ryujin
"Hmm-hmmm aku ikhlas kok Lev"goda Serra
"Nanti panggilan nya bukan bestie lagi tapi Kakak ipar,udah woy muka nya udah kayak kepiting rebus"goda Sena,wajah nya pun makin memerah
"UDAH STOP!!"Teriak Leva,membuat mereka langsung tertawa lepas,mereka tahu Leva masih belum bisa melupakan trauma masa lalu nya,mereka tahu betapa tersiksanya Leva selama ini karena masa lalu nya
"Iyah dehh"goda Sena lagi
"Sena ihhhh...Aku pulang nih"ngambek Leva,membuat Serra mengelus kepala Leva,mereka hanya tertawa
"Iyah dehhh yaudahh kita ngomongin acara untuk nanti malam"ucap Sena tetapi masih tertawa kecil
"Emang nya acara nanti malam kenapa?"tanya Victoria
"Gapapa sih,btw nih yah, Victoria kamu memang nya gak tertarik dengan sepupu ku itu?"tanya Sena membuat mata Victoria melotot ke arah Sena
"Sepupu mu yang mana!?"ngegas Victoria, membuat mereka menggeleng kan kepala
"Kak William"jawab Sena
PLAKKK!
"AW sakit tahu"adu Sena,bisa-bisanya yah Sena menanyakan itu kepada Victoria,sangat jelas sekali Victoria tidak menyukai sepupu nya itu
"Sembarang aja kalau ngomong!"kesal Victoria,sebenci itu kah Victoria kepada William!??
"Iiishhh...Siapa juga yang mau sama si pria sombong itu"kesal Victoria
"Jodoh kan gak ada yang tahu"Ledek Sena
"Enggak-enggak gak mau"tolak Victoria,membuat mereka tertawa,jodoh siapa yang tahu? Rencana Tuhan luar biasa,jangan terlalu benci nanti jadi suka.
"Udah sekarang kita pulang ini udah jam 17:45,aku mau istirahat sejenak,bukankah nanti malam kita akan ke pesta besar?"Ajak Leva,sebenarnya Leva ingin pergi ke suatu tempat
"Iya juga sih,yaudah sekarang kita pulang dan kau Sena bagaimana?"tanya Ryujin
"I'm stay here"jawab Sena,mereka pun pamit dan pulang ke rumah masing-masing kecuali Leva
ALEVA
Di tempat ini dia kembali berkunjung setelah 5 tahun tak kesini dan sekarang dia kembali dengan membawa bunga,dengan mata yang berkaca-kaca,lalu duduk di sebelah batu nisan yang bertulis nama 'ARDARREL XANDER' dia adalah mendiang dari Kakak Serra sekaligus kekasih dari Leva
"Sudah 5 tahun Rel,kamu pergi ninggalin aku"Kini kejadian 5 tahun lagi terulang kembali di ingatan nya
***Flashback
5 tahun lalu
di sebuah bangunan yang bernama"Internasional school"terlihat ada 5 gadis sedang menunggu seseorang
"Haissshhh...Serra kenapa kau tidak berangkat bersama kak Errel liat sekarang kita jadi nunggu dan berdiri disini"cerewet Ryujin***
"***Kau ini seperti tidak tahu anak laki-laki saja,aku capek menunggu nya"kesal Serra
"Kalian pergi saja,biar aku saja yang menunggu nya"jawab Leva membuat mereka terdiam,tak lama terlihat ada motor sport merah terlihat,terlihat lelaki yang sedang melambaikan tangan ke arah tapi tiba-tiba ada truk besar yang siap menghantam nya
"AKHHHH...KAK ERREL AWAS"Teriak mereka,tapi sudah terlambat truk itu sudah siap menghantam lelaki bernama Errel itu
BRUKKK!!!
"KAK ERREL"Teriak Serra,Sena,Ryujin dan Victoria sementara Leva sudah berlari ke arah motor itu,dan segera melepaskan helm lelaki tersebut dan banyak darah yang keluar,dengan segera Leva memangku kepala Errel sambil histerisss!!!
"ERREL BANGUN,JANGAN ERREL JANGAN TIDAAAKKKKKK"Teriak Leva,begitu pun dengan Serra sudah tak sadar kan diri di bantu oleh Victoria dan Ryujin,sementara Sena memeluk Leva tak lama bunyi ambulance hanya itu yang terakhir Leva dengar.
"Hngghh AW"rintih Leva sambil memegang kepalanya, penglihatan nya yang sedikit kabur tetapi dia langsung sadar! Kak Errel!? ia kekasih nya!?
"Leva sayang"panggil seorang wanita yang tak lain Ella Alexander ibu nya yang memeluk Leva
"Mom kak Errel,Kak Errel dimana mom!? aku mau ke tempat kak Errel mom"histeris Leva,yang berusaha melepaskan pegangan dari mommy,Daddy dan kakak nya,Leva memberontak mommy nya sampai menangis
"Leva sayang..."ucap mommy tertahan
"Mom,dad,kak lepasinnn Levaaa!!"histeris Leva yang masih memberontak
"LEVA STOP"bentak Anrez kakak pertama Leva
"ANREZ"Teriak daddy Leva"Jangan menekan Leva!"tegas Daddy nya
"Daddy aku mau bertemu kak Errel dad"mohon Leva dengan suara lemah,membuat orang yang melihat nya merasa kasihan, tiba-tiba Sena datang ke ruangan nya lalu memeluk Leva
"Le-Leva"panggil Sena dengan nada yang bergetar
"Sena kak Errel dimana? bagaimana keadaannya!?"tanya Leva sambil mengguncang tubuh Sena,seketika tangis Sena pecah"Sena jangan menangis jangan membuat ku salah paham hiks hiks"tangis Leva sambil mengguncang tubuh Sena
"I-ikut lah ber-bersama ku"ajak Sena, membuat mereka terdiam dan menangis dalam diam,mendengar perkataan Sena,Leva lalu menganggukkan kepalanya
"A-ayo"ucap Leva lalu mereka mengikuti Leva,Anrez dan Kenzie(kakak kedua Leva) memegang tangan Leva seolah memberi kekuatan untuk Leva,Leva sedikit bingung kenapa mereka menuju ke arah parkiran
"Se-Sena kenapa kita menuju ke arah parkiran,bukan kah kita mau ke tempat kak Errel?"tanya Leva dengan air mata yang masih menetes
"Ki-kita akan menuju ke tempat kak Errel"jawab Sena dengan gugup,Leva mencoba positif thinking mungkin Errel di pindahkan di rumah sakit lain,tetapi semuanya itu pudar ketika mereka malah menuju ke arah rumah nya Serra,tapi tetap dengan positif thinking,mungkin Errel dirawat dirumahnya tetapi bukankah tadi Errel mengalami kecelakaan hebat!?
"Se-Sena di-dia baik-baik saja kan?"tanya Leva dengan gugup sementara Sena hanya tersenyum kepada Leva,kini mereka sampai di rumah Serra
Kediaman Xander
Disana perasaan Leva sudah tak enak sebab banyak mobil terparkir disitu Leva melihat mobil-mobil tersebut disana dia melihat kendaraan keluarga nya Sena,keluarga Victoria,keluarga Ryujin dan masih banyak lagi, rumah keluarga Xander ramai didatangi orang-orang,tetapi melihat Leva mereka langsung diam dan menunduk,Leva tiba-tiba berhenti
"Ke-kenapa Le-Leva?"tanya Sena dengan gugup sambil menahan tangisnya
"A-aku ta-takut Sena"bibir Leva bergetar,rasanya mereka ingin sekali memberitahu Leva tetapi...
"Leva sa-sayang ayo masuk"ajak Kenzie dengan mata yang berkaca-kaca,Kenzie dan Anrez adalah sahabat nya Errel
"Ba-baiklah"jawab Leva dengan nada yang bergetar,sesampai nya di dalam Leva mematung melihat Serra dan yang lainnya menangis memeluk sebuah peti, membuat Leva mematung dan perlahan mendekati peti tersebut tidak ada yang berani memegang nya,Serra dan yang lainnya melihat Leva langsung memeluk Leva,tetapi Leva segera melepaskan pelukan dari mereka
"LEPASKAN,AKU MAU MELIHAT SIAPA YANG DI DALAM PETI ITU"Bentak Leva dengan mata yang tajam tetapi terlihat terluka,ketika sampai di depan peti itu Leva memejamkan matanya lalu kembali membukanya kembali kemudian maju sedikit-demi sedikit,hingga sampai di depan peti tersebut dia melihat seseorang yang ditutupi dengan kain putih,Leva segera membuka kain putih tersebut yang lainnya hanya memejamkan mata mereka tak lama terdengar suara Leva
"ENGGAK INI NGGAK MUNGKIN!,INI BUKAN KAK ERREL!,INI BUKAN KEKASIH KU!!! ERREL KELUAR LAH JANGAN MEMBOHONGI KU! KAU TAHU KAN AKU PALING TIDAK SUKA BERCANDA BERLEBIHAN!!! ERREL!! JAWAB ERREL!!! ERREL BANGUN!!! AKU MENCINTAI MU!!! ERREL BANGUN!! AKU AKAN MEMBENCI MU JIKA KAU TIDAK BANGUN!!! ERREL PENUHI JANJI MU KEPADA KU!! AKU MENAGIHNYA SEKARANG!!ERREL!! ARDARREL XANDERRR!!! jangan tinggalkan aku"histeris Leva, orang-orang yang melihat Leva pun ikut menangis mereka tahu sebesar apa cinta Leva untuk Errel,lelaki yang menjadi tambatan hatinya 3 tahun ini,tiba-tiba mereka terkejut ketika Leva terduduk lemas,dengan segera Kenzie,Anrez,Steven,Victoria dan Kerlandra berlari ke arah nya,Sena dan Ryujin tengah memeluk Serra yang sedang menangis parah,begitu pun Vano yang dipeluk oleh Daddy nya,sementara mommy Serra sedang menangis di pelukan sahabat-sahabatnya
"Dia bohong"lemah Leva,Victoria memeluk sahabatnya itu sambil menangis,Kenzie,Anrez, Steven dan Kerlandra menangis di samping peti nya Errel
"Errel segera di makam kan"ucap Daddy Serra dengan suara serak,membuat Leva segera mendongak lalu melepaskan pelukannya dari Victoria kemudian berdiri
"Leva mohon om jangan sekarang,Leva masih kangen sama kak Errel,nanti siapa yang dampingi Leva kalau kak Errel dikubur?"tanya Leva nada yang bergetar membuat mommy nya Serra segera berlari memeluk Leva,begitu besar cinta Leva untuk putranya Errel
"Jangan menangis bi,kak Errel nggak akan pergi"tenang Leva membuat tangis Chika(mommy Serra)semakin pecah!!
"Leva bibi mohon ikhlaskan Errel"mohon Chika walaupun dia sendiri pun belum bisa mengikhlaskan kepergian Errel
'Deg'
Jantung rasanya seakan mau berhenti kini Errel nya telah pergi!
Kekasih yang selalu mengisi hari-harinya telah pergi!?
Dia sendiri!?
Leva pun memejamkan matanya kemudian berkata
"Beri aku waktu sebentar untuk bicara dengan Errel untuk terakhir kalinya"ucap Leva lalu membuka matanya
"Baiklah"jawab Serkand(Daddy Serra),kemudian Leva berbalik dan mendekati peti Errel dan berkata
"Kak,Makasih yah udah temenin Leva selama ini,makasih cinta nya,makasih waktu sementara nya,kita udah rangkai masa depan kita loh kak?"henti Leva sebentar sambil menarik nafas nya kemudian melanjutkan kata-katanya"kakak ternyata pembohong yah!? katanya mau sama-sama terus sama Leva tapi kenapa pergi sekarang!? Leva sendiri kak,kak Errel,kakak akan tetap menjadi lelaki yang pertama untuk Leva,Leva minta maaf kalau Leva punya salah,kak Errel adalah lelaki yang bisa membuat Leva bahagia selain Daddy dan kakak-kakaknya Leva,Leva akan tetap mencintai kak Errel,aku Carlina Dafna Jocasta Aleva SALAVACTHURA MARGARETZ mencintai ARDARREL XANDER!"Ucap Leva panjang lalu menangis pecah
(Nangis aing ngetiknya 😭)
SAMPAI SINI DULU YAH🌱🙏