
Restoran Sena
Setelah kepergian William dan Sello,kini hanya tinggal mereka ber-4
"Kurang nih kalau gak ada dia"keluh Ryujin
"Tenang saja Ryu,sahabat mu yang satu itu akan pulang Minggu depan,bukan kah dia sudah berjanji?"tanya Sena
"Aku tidak mempercayai nya"jawab Ryujin dengan kesal, membuat mereka hanya menggeleng kan kepala mereka
"Kau harus mempercayai nya,jika tidak..!!
Dia tidak akan pulang!"peringat Serra
"Benar kata Serra Ryu"ucap Victoria menyetujui perkataan Serra,dan Ryujin hanya bisa mengangguk.
"Baiklah,kalau begitu aku duluan,karena aku harus mengecek keadaan pasien ku yang lainnya"pamit Victoria
"Kalau begitu aku dan Serra pun pamit"ikut Ryujin,padahal Serra lah yang menjemput nya tadi
"Eehhh...Jangan sembarang yah,aku lah yang membawa mu"kesal Serra,membuat mereka tertawa
"Sudah-sudah jangan buat keributan,pergi lah husshhh"Usir Sena
"Kau mengusir kami!!"tanya Victoria dengan kesal, sementara Serra dan Ryujin hanya menggurutu
"Tidak...Salah lagi"Cengesan Sena
"Liat aja kau,aku tidak akan pernah kesini lagi"kesal Ryujin
"Aku hanya bercanda"ucap Sena
"Sudah-sudah,Sena aku pamit duluan yah,makasih makanan nya"pamit Victoria lalu memeluk Sena,dan memeluk Serra dan Ryujin.Berakhir lah makan siang itu
Di mobil Serra dan Ryujin
"Seperti nya mereka cocok"ucap Ryujin dengan tiba-tiba
"Mereka siapa?"tanya Serra yang sedang menyetir
"Ituloh,Victoria sama Kak William"jawab Ryujin,membuat Serra menggeleng kan kepala nya,bagaimana tidak? Bisa-bisanya Ryujin berpikir seperti itu padahal jelas-jelas Victoria tidak menyukai kakak Sepupu Sena itu
"Ada-ada aja,kau tak melihat bagaimana sikap keduanya saat bertemu tadi?"tanya Serra dengan kesal
"Hehehe,tapi kan cocok,siapa tahu nanti benci jadi cinta"Ngawur Ryujin, membuat Serra menggeleng kan kepala nya
"Sudah-sudah jangan membahas itu,kita sudah sampai"ucap Ryujin
"Okey,terimah kasih wahai kakak tertua,aing pamit bye"pamit Ryujin,membuat Serra kesal.
Wijaya Hospital
18:25
"Sudah Jam segini,lebih baik aku pulang"ucap Victoria sambil meregangkan otot-otot tangan nya,kemudian jalan ke arah lobby,di lobby banyak yang menyapa nya,begitu pun Victoria,hingga dia kembali lagi bertemu dengan dokter Della
"Dokter Victoria"sapa dokter cantik itu dengan senyuman
"Eehhh...Dokter Della,selamat malam"balas Victoria
"Malam juga,bagaimana malam ini dokter Victoria jadi kan berkunjung ke rumah kakak saya?"tanya dokter Della,membuat Victoria sedikit terkejut,dia lupa kalau malam ini dia mempunyai janji makan di rumah keluarga Sovero
"Ja-jadi kok dok"balas nya dengan gugup
"Syukurlah,kakak ipar saya begitu senang ketika dokter Victoria menerima undangan makan malam nya"beritahu dokter Della, membuat Victoria semakin tidak enak jika dia menolak
"Iyah dok,saya juga senang bisa bertemu dengan beliau apalagi makan malam"balas Victoria'Tapi tidak dengan putra nya!!'lanjut nya dalam hati
"Owh yah dok,dokter Della ini bibi nya Sena kan?"tanya Victoria membuat Della terkejut
"Waahhh...Dokter mengenal Sena?"tanya Della
"Dia sahabat saya dok"balas nya dengan senyum
"Dokter pulang nya bareng siapa?"tanya Victoria
"Saya membawa kendaraan sendiri dok,kenapa dokter Victoria kangen ngantar saya?"tanya dokter Della dengan candaan
"Seperti nya begitu"Jawab Victoria dengan candaan
"Baiklah,kalau begitu saya duluan yah dok"pamit dokter Della,menuju ke arah mobil nya begitu pun sebaliknya,jarak parkir mobil Victoria dan dokter Della memang lumayan agak jauh.
Kediaman keluarga Xifard
"Selamat malam"sapa Victoria yang baru datang
"Malam sayang"jawab mommy begitu pun dengan Daddy dan kakak-kakaknya
"Kakak udah gak nginap di Mansion?"tanya Victoria,memang kakak-kakaknya nya sangat jarang ada di rumah karena mereka lebih memilih tinggal di mansion
"Mereka pulang karena merindukan mu sayang"Jawab mommy
"Sini peluk kakak"panggil Steven,dengan cepat Victoria duduk di samping Steven sambil memeluk nya
"Kau hanya merindukan nya?"tanya Kerlandra dengan kesal,membuat mereka tertawa,ini lah alasan mengapa Kerlandra dan Steven belum menikah ataupun memiliki kekasih karena alasan mereka selalu Victoria
"Baiklah,aku akan memeluk mu"balas Victoria kemudian memeluk Kerlandra
"Kenapa kalian tidak mencari kan calon saja?"tanya daddy,membuat Kerlandra dan Steven kesal
"Daddy,kami hanya ingin fokus dengan Victoria"alasan Steven dan di setujui oleh Kerlandra
"Jika Victoria yang menjadi alasan kalian,kenapa tidak kamu saja yang mencari kan kedua kakak mu ini calon"jahil Daddy
"Nanti akan ku Carikan dad,tenang saja"Jahil Victoria, membuat Kerlandra dan Steven cemberut, seketika ruangan itu penuh dengan gelak tawa
"Terserah kamu aja princess"jawab Kerlandra
"Owh,Iyah dad,mom,kak malam ini Victoria punya janji makan malam"izin Victoria dengan hati-hati,membuat Daddy dan kakak-kakaknya menatap nya dengan selidik,sementara mommy hanya menggeleng kan kepala nya,melihat itu Victoria langsung cepat-cepat memberitahu kan siapa yang mengundang nya
"Da-dad,kak yang mengundang ku makan malam adalah nyonya Kate"cepat Victoria
"Nyonya Kate?"tanya mommy yang sedari dari tadi diam
"Ia nyonya Kate Verrand Sovero"jelas Victoria,membuat mereka terkejut
"Benarkah sayang dia mengundang mu?"tanya mommy
"Iyah mom,apakah mommy mengenal nya"kini giliran nya yang bertanya
"of course,dia adalah sahabat mommy sayang"jawab mommy sementara Victoria hanya mengangguk kan kepalanya
"Jadi bisa kan?"tanya Victoria sekali lagi
''Daddy mengizinkan mu"jawab daddy membuat Victoria tersenyum,kini tersisa kedua kakak nya
"Kami juga mengizinkan mu,lagian itu adalah rumah dari sahabat kakak"Jawab Kerlandra,membuat Victoria terkejut,ini pasti William!!!
"apakah dia adalah kak William?"tanya Victoria, Victoria memutuskan memanggil William dengan sebutan itu karena dia adalah kakak sepupu dari Sena,lagian sahabat-sahabat nya juga memanggil William dengan sebutan'kak'
''Kamu mengenal William?"tanya Steven dan Victoria mengangguk
"Apa sudah terjadi sesuatu?"selidik Kerlandra,dan
Plaakkk
Kerlandra di pukul oleh Victoria, bisa-bisanya kakak nya ini berpikir macam-macam,mana mau Victoria dengan pria sombong!!!
"iiihhhh...Amit deh,dia itu adalah kakak sepupu nya Sena!!"Jelas Victoria dengan wajah kesal
"owh yah?
Benarkah itu sayang? apa jangan-jangan mulut mu berkata amit-amit apa jangan-jangan hati mu berkata amin-amin"goda Kerlandra, membuat Victoria merengek,membuat mereka tertawa
"Mom,dad,au ah Victoria mau mandi dulu"kesal Victoria,mereka hanya menggeleng kan kepala melihat sikap kekanakan Victoria