I Love You, You Love Me Too

I Love You, You Love Me Too
Rencana Bunga



Bab sebelumnya sudah direvisi oleh author, mohon maaf sebesar-besarnya kepada para pembaca yang kecewa karena novel ini galau segalau authornya 🙏🙏🙏❤️❤️


Pulang dari nonton bersama Miko, wajah Bunga berseri-seri. Setelah mengganti pakaian Miko merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil bermain ponsel. Bunga yang baru habis dari kamar mandi masuk, ia menghampiri Miko.


"Ehm... " Bunga berdehem agak kencang.


"Ada apa?" Miko bertanya tanpa menoleh ke Bunga.


"Apa kau sudah mengantuk?" ucap Bunga malu-malu.


Miko menoleh ke arah Bunga, ia menaruh ponselnya.


"Apa kau ingin menceritakan sesuatu tentang yang terjadi disekolah hari ini?"


Bunga teringat sesuatu yang menarik terjadi disekolah tadi siang, dengan bersemangat dia menceritakan kejadian tadi siang. Bunga tertawa lepas dan puas, Miko hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


"Kau memiliki rencana untuk mengajari anak itu?" tanya Miko penasaran.


"Eemm... aku belum tahu dengan pasti namun aku harus membuatnya menurut dengan apapun yang aku katakan. Tapiii.... bagaimana caranya ya?" Bunga cemberut, ia tak menemukan ide untuk membuat Nicky jera.


"Kenapa kau tidak memintanya untuk menurut selama satu bulan ini? Aku pikir bila itu bisa untuk membayar hutangnya padamu dan dengan harga dirinya yang tinggi, ia pasti akan setuju" kata Miko dengan santai.


Bunga tersenyum usil.


"Kau benar, aku akan mengatakan padanya besok dan aku mempunyai ide yang lebih bagus lagi untuknya. Akan aku buat bocah nakal itu tunduk padaku hahaha" Bunga tertawa keras, Miko berdecak kesal dan menutup mulut Bunga.


"Wanita cantik tidak tertawa seperti itu" ucap Miko sambil melotot pada Bunga.


Bunga tersenyum malu dan membuat tanda peace dengan dua jarinya. Dengan ragu Bunga bertanya pada Miko.


"Bisakah kita melewati malam yang indah berdua sekarang?"


♥️♥️♥️


Dengan wajah berapi-api Bunga masuk ke ruangannya, ia menulis beberapa peraturan dan melihatnya puas.


"Apa yang kau lakukan?" There yang baru datang menghampiri Bunga dengan tatapan aneh.


"Aku sedang membuat sebuah rencana besar" kata Bunga dengan bangga.


Tak lama, Nicky datang dengan wajah kusut.


"Maaf There bisakah kau meninggalkan aku berdua dengan Nicky?" ucap Bunga memohon.


"Baiklah" There tersenyum dan keluar dari ruangan Bunga.


"Duduklah" kata Bunga mempersilakan Nicky duduk, dengan malas Nicky mengikuti perintah Bunga.


"Ini bacalah" Nicky melihat ke arah kertas yang diberikan Bunga dengan tatapan heran.


Saat membacanya mata Nicky membulat, ia terlihat kesal.


"Apa kau mau aku menuruti semua ini!!" seru Nicky kesal.


"Ya itu pun kalau kau mau, bila kau tak mau aku tak merasa rugi. Ternyata hanya setinggi itu harga dirimu?" sindir Bunga membuat Nicky meremas kertas yang Bunga berikan.


"Kau benar-benar menantangku?" Nicky memicingkan matanya, ia tak suka nada bicara Bunga yang santai namun mengandung makna beracun.


"Bila kau menganggapnya begitu, aku tidak akan menyanggahnya" Bunga berkata dengan enteng sambil tersenyum manis.


"Baiklah baiklah!! Aku akan menuruti semua peraturan ini! Hanya sebulan dan tidak lebih!" ucap Nicky lalu meninggalkan ruangan Bunga dengan wajah kesal.


Bunga tertawa puas, ia mengirim pesan kepada Miko tentang kejadian yang baru saja terjadi.


♥️♥️♥️


Saat istirahat kedua, Nicky terlihat sedang duduk santai di kantin. Bunga berjalan bersama There, namun Bunga sama sekali tidak menghiraukan Nicky. Nicky menatap kesal ke arah Bunga.


"Apa yang ingin kau makan There?" tanya Bunga saat mereka sudah menentukan tempat duduk.


"Eemm aku ingin ayam goreng dengan nasi putih dan es jeruk" jawab There.


Nicky segera berjalan ke arah Bunga, ia berdiri disebelah Bunga. Bunga hanya melirik ke arah Nicky tanpa mengucapkan apapun.


"Apa kau ingin aku membawakan makananmu?" sindir Nicky.


"Tidak perlu, kau hanya cukup mengerjakan PR dan tugas sekolahmu" ujar Bunga santai, ia menerima makanan pesanannya dan meninggalkan Nicky.


"Oia jangan lupa untuk tidak membolos dan ikuti perintah gurumu. Dan jika kau mendapatkan nilai 100 pada salah satu ujianmu, maka permintaanku akan gugur walaupun belum sampai sebulan" Bunga menoleh sebentar pada Nicky dan kembali berjalan menuju mejanya.


Nicky geram dengan tingkah Bunga. Namun ia memikirkan cara agar ia bisa mendapatkan nilai 100 pada salah satu ujiannya. Namun tak ada satu gurupun yang menyukainya.


"Bila aku meminta salah satu temanku mereka pasti menolaknya" gerutu Nicky dalam hati, ia menoleh ke arah Bunga.


Tiba-tiba Nicky tersenyum dan mendapatkan ide yang bagus.


♥️♥️♥️


Miko sudah bisa menghandle segala hal mengenai perusahaan, ia sedang melihat jadwalnya hari ini.


"Selamat pagi Miko" Jessy masuk ke ruangannya, Miko terkejut melihatnya.


"Apakah kita ada pertemuan bisnis siang ini?" tanya Miko heran.


"Tidak... Apakah aku tidak boleh bertemu denganmu sebagai teman?" tanya Jessy sambil menatap wajah Miko.


"Tapi ini dikantor, segala hal yang aku lakukan disini untuk bekerja nona" Miko menjelaskan dengan tatapan serius.


"Kau tak perlu memanggilku nona, saat ini kau kolegaku dan aku bukan atasanmu lagi Miko. Panggil saja aku Jessy"


"Baiklah Jessy"


"Hemmmm... bagaimana bila kita makan siang bersama? Ini sudah pukul 12" ujar Jessy sambil melihat jam tangannya.


Miko berpikir sejenak, lalu ia mengangguk. Miko hanya ingin tahu apa yang diinginkan oleh Jessy. Mereka makan disebuah restauran dekat kantor Miko.


"Apa istrimu tidak membawakan makan siang untukmu?"


"Tidak" jawab Miko singkat.


"Ohh begitu.. Apa kau mengatakan padanya jika kita makan siang bersama siang ini?"


"Ya, nanti aku akan mengatakan padanya. Sebenarnya apa yang kau inginkan Jessy?" tanya Miko terus terang, Jessy tersenyum.


"Kau pasti tahu aku sangat menyukaimu Miko. Apapun aku lakukan untuk mendekati mu bahkan sebelum kau menikah dengan istrimu"


Miko seperti tidak tertarik dengan apa yang diucapkan oleh Jessy, ia memainkan ponselnya.


"Lalu?"


"Apa kau mencintai istrimu?" tanya Jessy ragu.


Miko menoleh ke arah Jessy dengan tatapan heran.


"Apakah hal itu yang ingin kau ketahui?" tanya Miko dengan nada datar.


Jessy menggeleng, ia tersenyum.


"Aku hanya takut istrimu merasa terganggu dengan kehadiran ku. Aku hanya ingin berteman denganmu dan juga istrimu, tapi aku lihat dari sikapnya semalam sepertinya dia tidak menyukaiku" kata Jessy miris.


"Dia hanya belum mengenalmu Jessy"


"Apakah kau keberatan jika aku mau berteman dengan istrimu?" wajah Jessy berbinar.


Miko menggeleng, ia menatap Jessy membuat Jessy menjadi salah tingkah.


"Aku membebaskannya untuk berteman dengan siapapun. Jadi jika ia mau berteman denganmu maka aku juga tidak akan melarangnya"


"Baiklah berikan nomor ponsel istrimu padaku"