I Love You, You Love Me Too

I Love You, You Love Me Too
Pertolongan



Miko sedang sibuk dikantor banyak hal yang harus diselesaikan disana, Panda masih membantunya hari ini namun nanti sore ia harus kembali ke kotanya.


"Tuan ini daftar kolega kita di kota ini yang masih menjadi memberikan keuntungan yang cukup besar untuk perusahaan ini" Miko mengangguk-angguk paham.


"Jessyca Primadona, sepertinya aku mengenal nama ini" Miko berpikir sejenak.


"Owh ya, ini nama anak CEO di perusahaan sebelumnya aku bekerja"


"Ya anda benar tuan, nona Jessy menghubungi saya kemarin. Ia sangat antusias untuk bertemu anda" kata Panda menjelaskan.


"Baiklah, besok aku akan mempersiapkan semuanya"


Panda dan Miko membereskan berkas-berkas yang diperlukan, Tania sekretaris Miko juga ikut membantu. Ia adalah satu-satunya orang yang dapat dipercaya membantu Miko diperusahaan itu.


"Ya Tuhaaan, banyak sekali masalah di perusahaan ini! Apakah ini karna dendam tuanku kepadaku?" Keluh Miko menatap Panda, Panda menaikan kedua bahunya tanda tak tahu.


"Aaah aku tak bisa protes kepadanya karna aku sudah memutuskan menerima pekerjaan ini" Miko memijat bahunya sendiri.


"Tenanglah tuan, saya akan membantu anda. Hanya tinggal berkas ini saja yang harus kita bereskan"


Miko melihat ke arah tumpukan berkas dimejanya lalu menoleh ke Panda.


"Tumpukan berkas ini kau sebut HANYA??"


♥️♥️♥️


Sudah waktunya jam pulang sekolah, Bunga merasa sangat menunggu-nunggu hal itu. Ia ingin segera pulang, mandi dengan air hangat dan menceritakan kejadian yang dialaminya pada Miko.


Bunga menuju tempat parkir motor khusus guru, ia berjalan sendiri karena There masih harus memeriksa tugas beberapa siswa.


"Apa kau sungguh-sungguh mau melawanku dengan menerima tawaran menjadi guru BK?" suara dibelakang Bunga menganggetkannya.


Bunga berbalik, dilihatnya Nicky sedang berdiri sambil menyeringai kepadanya. Bunga diam saja, dia bingung harus menjawab apa. Nicky berjalan ke arah Bunga.


"Sebaiknya kau mengundurkan diri dari sekarang, agar kau tidak akan dipermalukan disini" ucap Nicky yang saat ini sudah berada didepan Bunga, Bunga menatap Nicky.


"Apa yang akan kau lakukan jika aku bertahan?" tanya Bunga ragu.


"Aku? Hahahaha aku bisa melakukan apapun, sama seperti yang aku lakukan pada guru-guru BK sebelummu"


"Apakah kau tidak memiliki rasa hormat pada mereka? Mereka gurumu"


"Hormat???? Hahahaha kau pasti bercanda. Mereka adalah orang-orang yang sengaja dibayar oleh orang tuaku untuk mengatur dan menghukumku disini! Mereka selalu mengintai setiap gerakan ku dan menyalahkan ku atas segala kesalahan yang terjadi tanpa bertanya padaku tentang kebenaran!"


"Mereka tidak akan menghukummu bila kau bertindak sewajarnya siswa" Bunga mulai geram, menurutnya Nicky sudah melecehkan dirinya sebagai guru.


"Aku hanya tertidur dikelas, lalu mereka memberikan ku nasihat yang berulang-ulang! Itu sangat memuakkan!"


Bunga terdiam, ia berpikir sejenak sambil memperhatikan Nicky diam-diam.


Sepertinya anak ini merasa terkekang oleh orang tuanya dengan adanya guru BK disekolah ini


Pikir Bunga, lalu ia tersenyum.


"Baiklah kalau begitu aku sudah memutuskan, aku akan bertahan disini. Aku akan membuktikan padamu bahwa aku disini bukan hanya untuk menghukum ataupun menasehatimu. Lagi pula dikontrak tertulis aku harus membimbing semua siswa bukan hanya kau" ujar Bunga, lalu ia membalikkan badannya dan menuju motornya.


"Kau berjanji?" tanya Nicky serius.


Bunga menoleh dan mengangguk.


"Aku tidak akan menghukummu bila kau tidak melakukan sesuatu yang melanggar peraturan" ucap Bunga santai lalu memakai helmnya.


"Baiklah Nicky, eeeh maaf itu namamu kan? Sampai bertemu lagi besok dan usahakan kau tidak melanggar peraturan" ucap Bunga lalu pergi dengan motornya.


Nicky melihat Bunga yang berlalu dengan senyuman, tidak ada guru yang tersenyum padanya semenjak guru kesayangannya meninggal karna terjatuh dari tangga sekolahan dan semua orang menyalahkannya karna saat itu ia sedang bersama guru tersebut.


"Bila kau tak menepati kata-katamu, kau akan menyesal!!!!" Gumam Nicky dalam hati.


♥️♥️♥️


"Miko pulang jam berapa ya?" pikirnya, ia mengambil ponselnya dan menelpon Miko.


"Ya ada apa Bunga?"


"Kau pulang jam berapa suamiku?" tanya Bunga sok imut.


"Aku sepertinya lembur hari ini"


"Apa kau akan makan malam di rumah?"


"Iya sepertinya aku akan makan malam dirumah, belikan aku makanan diluar saja. Jangan memasak, aku tak ingin kau membakar dapur" Bunga cemberut mendengar kata-kata Miko, ia mendumal tanpa suara.


"Iya iya aku akan membeli makanan untuk makan malam hari ini" suara Bunga terdengar kesal, Miko tertawa.


"Sudah ya, aku masih harus melanjutkan pekerjaan ku" ucap Miko lalu menutup telponnya.


"Enaknya beli apa ya?" Pikir Bunga sambil memainkan ponselnya.


Bunga bangkit dari rebahannya lalu membereskan tas dan sepatunya, ia berjalan menuju kamar dan keluar kembali untuk mandi.


♥️♥️♥️


Malam itu Bunga bersiap untuk mencari makanan diluar. Ia memutuskan untuk membeli nasi goreng dan minuman dingin kekinian. Ia mengendarai motornya, ditengah jalan ada anak-anak muda yang sedang berkelahi. Seorang pemuda dikeroyok oleh anak-anak lainnya.


"Sudah malam masih saja membuat keributan!" Gerutu Bunga, ia berniat memutar balik motornya mencari jalan lain.


Namun matanya tertuju kepada pemuda yang dikeroyok itu.


"Nicky????" Bunga terkejut, ia berpikir harus menolong pemuda itu.


Apa yang harus aku lakukan untuk menolongnya?


Bunga berpikir, karna disana cukup banyak yang mengeroyok Nicky. Bunga memakai maskernya lalu mencari MP3 sirene polisi dan mengambil sebilah kayu didekat tempatnya menghentikan motor.


Ngiung... ngiung....


Para pengeroyok itu kaget, mereka berusaha lari. Bunga dengan cepat memacu motornya.


"Nicky cepat naik!!!!" Teriaknya sambil mengibaskan kayu yang dibawanya ke pemuda lain yang berusaha mendekatinya.


Nicky berusaha sekuat tenaga naik ke motor Bunga, saat Nicky sudah naik Bunga langsung tancap gas sekencang mungkin. Nicky berpegangan kuat ke pinggang Bunga.


Ngeeeenggg....


Bunga berusaha mengendarai motornya sejauh mungkin, dan melihat ke spion sesekali untuk memastikan tak ada yang mengejarnya.


Bunga berhenti ditempat yang agak ramai.


"Kau tak apa-apa?"


Tangan Nicky masih gemetar, Bunga takut terjadi apa-apa pada Nicky.


"Heii jawab aku!!" Bunga bertanya lagi sambil menggoyangkan tangan Nicky yang masih melingkar dipinggangnya.


"Aa.. apa aku masih hidup?" Nicky bertanya dengan suara lirih.


"Ya tentu saja, aku menyelematkan mu dari orang-orang tadi" Bunga berkata dengan bangga.


"Aku takut mati bukan karna dikeroyok tadi" Nicky masih terlihat gemetar.


"Lalu kenapa?" Bunga bertanya heran.


"Aku takut mati karna kau tadi membawaku dengan motor saat aku belum duduk dengan sempurna dan kau membawaku mengebut diatas 100km/jam"