I Love You, You Love Me Too

I Love You, You Love Me Too
Awal Pertikaian



"Apa tadi kepalamu terbentur sesuatu Bunga" Miko memegang kepala Bunga dan mengeceknya.


"Iih lepaskan, aku serius" Bunga menatap Miko dalam-dalam, Miko memalingkan pandangannya dari Bunga.


"Sudahlah jangan bercanda, ini sudah malam dan aku sangat lelah"


"Apa kau mau aku memijatmu?" Bunga memegang pundak Miko, namun Miko melepaskan tangan Bunga dari pundaknya.


"Aku sedang makan, bila kau memijatku aku bisa muntah" kata Miko sambil melanjutkan makannya.


"Maaf" ucap Bunga pelan.


"Sepertinya hari ini mood mu sedang tidak


bagus ya?" Tanya Miko heran, Bunga mengangguk.


"Ceritakan padaku" Miko menatap Bunga lekat, membuat Bunga menjadi gemas.


Bunga mendekati Miko dan dengan cepat mencium pipi suaminya itu.


"Apa yang kau lakukan?" Miko memegang pipinya karna terkejut.


"Aku sedang mengisi ulang tenagaku dengan menciummu" Bunga memanyunkan bibirnya, meminta Miko untuk menciumnya.


Miko hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Bunga, ia mencium bibir istrinya cepat. Bunga tersenyum senang.


"Boleh aku memintanya lagi?"


"Tidak!" Bunga cemberut mendengar penolakan Miko.


"Ayo kita tidur sepertinya kau masih mengantuk" ujar Miko lalu beranjak dari duduknya dan membawa piringnya ke wastafel yang ada di dapur.


"Tapi aku masih mau menonton sambil mengobrol denganmu" Bunga memanyunkan bibirnya.


"Besok aku harus bekerja, dan kau... Apakah besok kau masih berangkat bekerja?" Bunga mengangguk lagi.


"Sebaiknya kita segera tidur agar besok bisa beraktifitas kembali dengan tubuh yang bugar"


Miko hendak masuk ke dalam kamar, Bunga memeluknya dari belakang. Miko diam saja dan tetap berjalan menuju kamar, Bunga juga memeluk Miko sambil berjalan sampai pintu kamar di tutup.


♥️♥️♥️


Pagi itu Bunga berangkat diantar oleh Miko. Bunga mencium pipi Miko cepat sebelum suaminya menolak, ia tersenyum puas setelah melakukannya.


"Terima kasih sudah mengantarku"


"Ya sama-sama, tapi sepertinya aku tak bisa menjemputmu"


"Tidak apa-apa, aku bisa pulang sendiri nanti"


"Oke"


Miko langsung melaju menuju kantornya, Bunga melambaikan tangan sambil tersenyum cerah.


"Hari ini akan jadi hari yang menyenangkan" gumam Bunga.


Saat ia berbalik, ada Nicky yang sedang menatap aneh padanya.


"Ini..." Nicky memberikan selembar uang 50ribu kepada Bunga.


"Apa ini?" Bunga bingung.


"Uang nasi goreng semalam, aku benci berhutang" Ujar Nicky lalu berjalan memasuki sekolah.


Bunga memasukan uang yang diberikan oleh Nicky kedalam sakunya, ia berpikir tak ada gunanya berdebat dengan Nicky sepagi ini. Bunga berjalan menuju ruangannya, There menyapanya dan mengajaknya mengobrol.


"Aku benar-benar bersyukur kau masih datang"


"Apakah aku akan mendengar rasa syukur darimu setiap pagi?" Bunga melirik sinis kepada There.


"Bukan begitu Bunga, Aku sangat khawatir harus mencari guru BK yang baru lagi. Kau kan tahu sangat sulit menemukan guru BK yang mau mengajar disini setelah tahu tingkah laku Nicky"


"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan bertahan disini. Jadi mulai besok kau tak perlu menungguku seperti ini lagi" tegas Bunga.


"Ya Tuhan, terima kasih Bunga. Kau tak perlu khawatir gajimu disini akan sangat layak"


"Sudahlah There, kau tak perlu bersusah payah mengiming-imingi aku dengan apapun. Aku suka pekerjaan ini"


"Baiklah, aku berharap ucapanmu itu benar"


There tersenyum lalu kembali ke tempat duduknya bersiap untuk mengajar. Seorang wanita paruh baya menghampiri Bunga, itu adalah ibu kepala sekolah namanya Carol.


"Ibu Bunga, hari ini saya akan mengenalkan ibu dengan semua murid yang ada disini"


Bunga merapihkan riasan dan bajunya, lalu mengikuti ibu Carol.


♥️♥️♥️


Bunga dan ibu Carol sampai dikelas Nicky, mereka berdua masuk dan meminta izin kepada guru yang sedang mengajar. Tanpa Bunga sadari Nicky terus memperhatikannya.


"Baik, bila ada yang ingin ditanyakan kepada ibu Bunga saya persilakan murid-murid"


Nicky mengangkat tangannya.


"Sampai kapan ibu akan bertahan disini?"


Geeerrr....


Semua murid tertawa mendengar pernyataan Nicky, membuat wajah Bunga memerah. Tapi ia tak mau menyerah semudah itu.


"Eheeemm, saya akan bertahan disini sampai saya tidak tahan" jawabnya dengan yakin, semua murid kembali tertawa mendengar jawaban Bunga termasuk ibu Carol.


Bunga terlihat bingung, apa yang salah dari jawabannya.


"Bila sudah tidak tahan lebih baik ke kamar mandi!" teriak Nicky disambut gemuruh oleh semua murid.


"Setidaknya saya akan bertahan dengan menjadi guru tanpa berhutang kepada orang lain" ucap Bunga membuat Nicky terdiam, ia ingat semalam ia kelaparan dan berhutang kepada Bunga.


Bu Carol dan Bunga keluar ruangan.


Aku tak akan kalah darimu!


Ucap Bunga dalam hati.


♥️♥️♥️


Saat pulang dari sekolah, Bunga hendak memesan Ojek online. Nicky muncul didepannya sambil berkacak pinggang.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Bunga dengan nada datar sambil menatap Nicky.


"Aku sudah mengganti uangmu, tidak perlu berbicara mengenai hutang kemana-mana!" bentak Nicky.


"Owh itu, ini uangmu saya kembalikan"


Bunga mengeluarkan uang yang diberikan oleh Nicky tadi pagi dari sakunya.


"Tadi malam saya tidak ada niat memberimu hutang" Bunga tersenyum menyeringai, benar-benar menantang Nicky.


"Aku lebih tidak suka bila hutang budi pada orang lain!" kata Nicky dengan kasar.


"Oowwh begitu kah? Tapi aku tak suka nasi goreng semalam diganti dengan uang, apalagi hanya selembar uang lima puluh ribu" ucap Bunga sombong sambil menatap selembar uang yang ada dimejanya dengan jijik.


"Dan kau seharusnya tahu kalau kau sudah ku tolong semalam jadi bila kau bicara hutang budi sangat banyak yang harus kau bayar kepadaku"


Nicky merasa kata-kata yang keluar dari mulut Bunga seperti belati yang menghujam harga dirinya.


"Aku tak pernah meminta kau menolongku!" teriaknya.


"Jika kau bisa, kembalikanlah situasi tadi malam menjadi berubah dan aku tidak menolongmu. Bila tak bisa, kau harus membayarnya" ucap Bunga merasa menang.


"Apa maumu!"


"Pertanyaan bagus.. Aku belum memikirkan apa yang aku inginkan.." Bunga seperti memikirkan sesuatu.


"Aku akan membayar berapapun yang kau mau!"


"Sayangnya bukan uang yang aku mau" Bunga berkata dengan santai, membuat Nicky semakin geram.


"Cepat katakan apa maumu!"


Perdebatan Bunga dan Nicky menjadi perhatian guru-guru lainnya, termasuk Theresia.


"Apa yang terjadi antara Bu Bunga dan Nicky ya, Bu There?" tanya salah seorang guru kepada There.


"Saya juga tidak tahu Bu"


Para guru memperhatikan perdebatan itu, Nicky terlihat marah namun Bunga masih menjawab pertanyaan-pertanyaan Nicky dengan enteng.


"Kau tak perlu membuang-buang tenagamu dengan meluapkan emosimu itu. Aku akan memikirkannya baik-baik agar tidak ada yang merasa dirugikan disini"


Bunga tersenyum manis kepada Nicky lalu berdiri dan hendak meninggalkan ruangannya.


"Jangan merasa menang! Aku akan mengikuti permainan mu!"