I Love You, You Love Me Too

I Love You, You Love Me Too
Cemburu Buta



Bunga sampai dirumah dengan wajah penuh kemenangan, ia semakin senang melihat mobil Miko yang sudah terparkir di garasi rumah. Ia segera berjalan cepat masuk ke dalam.


"Miko..." panggil Bunga dengan wajah sumringah.


"Selamat datang" Miko yang sedang duduk diruang televisi menoleh ke arah Bunga dengan wajah datar, ia sedang minum coklat hangat.


"Bila kau pulang sore kenapa tidak menjemputku?" tanya Bunga sambil cemberut.


"Bukankah kau bilang bisa pulang sendiri?" jawab Miko sambil memalingkan pandangannya ke arah tv.


"Emmm begitukah?" Bunga duduk disebelah Miko dan mengambil cangkir besar berisi coklat panas dari tangan Miko dan meminumnya.


Miko hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Bunga.


"Karena kau pulang cepat, bagaimana bila nanti malam kita nonton di bioskop?" ucap Bunga semangat.


Miko mengambil kembali cangkirnya dan menggeleng.


"Ayolah Miko, kita belum pernah berkencan selama menikah. Kau selalu sibuk bekerja, jadikanlah aku kekasihmu sekali iniiiiiiiii saja" kata Bunga manja sambil menggoyangkan tangan Miko.


"Aku malas" Miko menjawab singkat, ia melirik ke arah Bunga yang terlihat kecewa dengan penolakannya.


Bunga berdiri dan berjalan gontai ke arah kamarnya, wajahnya terlihat sedih.


"Jam 7 kita berangkat dari sini, tak perlu berdandan yang berlebihan" seru Miko, Bunga tersenyum menoleh ke arah Miko dan mengangguk senang.


Ini memang hari keberuntunganku...


Ucap Bunga gembira. Ia masuk ke kamar dan keluar lagi untuk mandi, selama didalam kamar mandi ia bersenandung riang. Miko yang mendengarkan hanya tersenyum tipis.


♥️♥️♥️


Malam itu Bunga sudah siap untuk pergi, ia mengenakan celana jeans berwarna biru dan kaos hoodie putih dengan tulisan "Love" besar. Ia masuk ke mobil.


"Wangimu seperti ruang rapat dikantorku" Goda Miko, wajah Bunga seketika panik ia mencium bajunya bagian kanan dan kiri.


Miko tertawa melihat tingkah Bunga.


"Kau sedang mengisengiku ya" ujar Bunga kesal, ia memakai sabuk pengaman namun sabuk pengaman itu agak keras jadi ia kesulitan memakainya.


Miko tersenyum lalu membantu Bunga memakai sabuk pengamannya. Jantung Bunga berdegup dengan kencang, ia melihat Miko tanpa berkedip.


"Baiklah, kita berangkat" kata Miko, ia melajukan mobilnya menuju tempat yang Bunga inginkan.


Sesampainya disana, Bunga bergelayut mesra dilengan Miko. Miko membiarkan Bunga melakukan hal yang ia inginkan.


"Film apa yang kau ingin lihat?" tanya Miko saat sudah berada didepan bioskop.


"Tentu saja drama percintaan yang romantis" jawab Bunga penuh kebahagiaan.


"Baiklah, kau tunggu disini"


Miko berjalan ke arah tempat pembelian tiket, Bunga menuju tempat penjual pop corn dan minuman ringan. Saat ia membalik tubuhnya ia tak sengaja menabrak seorang wanita, minuman dan pop corn yang dibawanya tumpah semua.


"Maaf kan aku" kata wanita itu panik, ia membantu Bunga mengelap celananya yang basah terkena minuman ringan.


Miko menghampiri Bunga.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Miko khawatir, ia melihat celana Bunga basah cukup banyak.


"Iya aku tidak apa-apa ini hanya air Miko" jawab Bunga sambil tersenyum.


"Miko?" wanita yang menabrak Bunga mengenalinya.


"Nona Jessy?" Miko menyapa kembali wanita itu.


Jessy tersenyum manis namun Bunga melihat cemburu kepada wanita itu.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Jessy ramah.


"Aku akan menonton disini, apakah kau menonton juga?" Miko balik bertanya pada Jessy.


Jessy mengangguk cepat, mereka berdua terlihat akrab. Bunga cemberut, ia seperti menonton drama percintaan antara suaminya dengan wanita yang ia tak tahu siapa.


"Ini Bunga, dia istriku" jawab Miko sambil memegang panggul Bunga.


"Bunga.." Bunga berusaha tersenyum dibalik kekesalannya.


"Jessy, senang berkenalan denganmu. Selama ini aku penasaran seperti apa istri Miko, ternyata kau adalah wanita yang cantik dan menarik" ujar Jessy sambil tersenyum, senyumannya nampak anggun dan dewasa membuat Bunga sangat iri.


"Kau dengan siapa?" tanya Miko.


"Aku bersama beberapa temanku, itu mereka disana" ujar Jessy.


"Oh baiklah, aku dan Bunga harus pergi dulu" ucap Miko sambil menggandeng tangan Bunga dan pergi meninggalkan Jessy.


Bunga menahan senyumnya diperlakukan dengan baik oleh Miko.


♥️♥️♥️


"Kenapa kita ke sini? Bukankah kita akan nonton film?" tanya Bunga heran saat berada di depan toko pakaian.


"Celanamu sangat basah, bila kau memaksakan menonton dengan keadaan seperti itu kau bisa sakit" ujar Miko sambil memilih celana panjang untuk Bunga, Bunga senyum-senyum melihat perhatian Miko padanya.


"Cobalah yang ini" kata Miko sambil memberikan celana panjang berwarna hitam kepada Bunga, Bunga mengangguk dan langsung ke ruang ganti.


Bunga terus tersenyum sambil membayangkan malam panjangnya bersama Miko hari ini. Setelah selesai Bunga keluar dari ruang ganti dengan wajah sumringah, namun ia melihat Miko sedang berbincang dengan Jessy.


Apakah wanita itu sedang mengikuti kami...??


Gumam Bunga kesal. Dengan malas ia menghampiri Miko dan Jessy.


"Apakah celana itu pas untukmu?" tanya Jessy sambil memperhatikan celana yang dipakai Bunga.


"Ya sepertinya pas" jawab Bunga sambil memaksakan senyumannya sekali lagi.


"Syukurlah, aku ke sini karena aku merasa harus bertanggung jawab atas tindakan ku tadi. Biarkan aku yang membayarnya" usul Jessy sambil mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya dan menaruhnya dimeja kasir.


"Tidak perlu seperti itu nona, biar aku yang membayar belanjaan istriku" Miko menolak dengan halus, tanpa ia sadari Miko memegang tangan Jessy saat mencegah Jessy membayar.


Mata Bunga melotot kesal, ia menarik tangan Miko segera.


"Terima kasih nona, tapi aku sudah membayarnya" ucap Miko, lalu ia mengajak Bunga keluar dari toko itu.


Jessy memperhatikan mereka yang berjalan menjauh darinya lalu menghela napas panjang.


"Jangan cemberut begitu, wajahmu akan terlihat seperti nenek tua" goda Miko sambil tertawa lepas.


Bunga melirik sinis kepada Miko, Miko masih tertawa sambil meenggandeng tangan Bunga. Tiba-tiba langkah Miko terhenti.


"Apakah aku harus mengingatkanmu lagi tentang siapa wanita yang harusnya membuatmu cemburu?" ujar Miko sambil menatap wajah Bunga.


Bunga menggeleng sambil menunduk.


"Ubah wajah cemberutmu itu, atau lebih baik kita pulang dan tidak usah menonton" ancam Miko, Bunga makin cemberut.


"Senyum..." perintah Miko, Bunga malah menunjukan sederet giginya.


Miko tertawa lagi.


"Bisakah kau berhenti melakukan hal yang membuatku tertawa?"


"Eeem siapa wanita itu?" tanya Bunga ragu.


"Owh itu, dia adalah Jessy anak dari bosku dulu" jawab Miko, mereka mulai berjalan lagi menuju bioskop.


Bunga mengangguk-angguk.


"Tapi sepertinya dia menyukaimu" kata Bunga yakin, Miko tertawa lagi.


"Lalu apa yang akan kau lakukan bila benar dia menyukaiku?"


Bunga hanya diam, ia tak tahu harus berbuat apa. Seketika wajah Bunga panik.


"Apakah itu artinya aku memiliki saingan dalam memperjuangkan cintaku padamu?"