I Love You, You Love Me Too

I Love You, You Love Me Too
Berjuang



"Setidaknya aku sudah menyelamatkanmu dari orang-orang yang mengeroyok mu" Bunga sewot.


Nicky turun dari motor Bunga, Ia berjalan ke arah tukang nasi goreng yang mangkal dijalan itu.


"Dasar tak tahu terima kasih" gerutu Bunga.


"Heiii, apa kau mau makan nasi goreng?" teriak Nicky. Bunga terkejut mendengar kata-kata Nicky.


Bunga memarkirkan motornya, ia turun dan berjalan mendekati Nicky.


"Pinjamkan aku uang" Nicky mengarahkan tangannya kepada Bunga.


"Apa-apaan ini?" Bunga menepak tangan Nicky.


"Dompetku baru saja diambil oleh para berandalan itu, dan sekarang aku tak punya uang"


"Bagaimana bisa kau bisa berurusan dengan berandalan itu" tanya Bunga heran, Nicky menggaruk kepalanya.


"Sebenarnya mereka itu teman-temanku, aku dijebak datang kesana. Salah satu pacar temanku ternyata menyukaiku dan aku disalahkan atas hal itu" Nicky menceritakan yang terjadi pada Bunga, Bunga hanya mengangguk-angguk.


"Pasti kau pernah menggodanya kan?" tuduh Bunga membuat Nicky menatapnya tajam.


"Aku tidak tertarik dengan wanita yang hanya melihat seseorang dari fisik dan kekayaan orang tuaku!"


"Ooowwhh begitu" Bunga memanyunkan bibirnya mengerti.


"Apakah kau sudah memesan nasi gorengnya?" tanya Bunga karena ia heran tukang nasi goreng itu hanya diam tidak melakukan apapun.


Nicky menggeleng.


"Aku tak punya uang, dan kau tak mau memberikan ku pinjaman" Nicky cemberut.


"Dasar anak manja"


Bunga berdiri dan memesan 1 nasi goreng untuk Nicky dan 2 nasi goreng dibungkus untuknya dan Miko. Saat nasi gorengnya jadi Bunga langsung menuju motornya.


"Kau sudah membayarnya?" teriak Nicky, ia ragu untuk memakan nasi gorengnya.


"Sudaaaah..." balas Bunga, ia segera menstarter motornya dan pulang.


♥️♥️♥️


Bunga sampai dirumah, namun Miko belum pulang. Ia kembali menelpon Miko namun telponnya tak diangkat.


Maaf aku masih ada sedikit pekerjaan


Miko mengirim pesan pada Bunga, Bunga membalasnya.


Oke, aku sudah membelikan nasi goreng. Segeralah pulang atau nasi goreng ini akan dingin.


Tak ada balasan lagi dari Miko, Bunga cemberut. Ia menyalakan televisi lalu duduk dan makan nasi goreng. Setidaknya itu sedikit mengurangi kesepiannya malam itu.


Bunga melihat ke arah jam dinding, sudah pukul 21.00. Cukup malam untuk orang yang meeting.


Apa kau masih lama?


Bunga mengirim pesan lagi.


Jika kau lelah tidurlah duluan, aku tak dapat memastikan oekerjaan ini akan selesai jam berapa


Balas Miko, Bunga hanya bisa pasrah.


Baiklah


Bunga meletakkan ponselnya, ia merebahkan tubuhnya disofa.


"Pekerjaan apa sampai malam begini?" pikir Bunga sedih.


Tiba-tiba terbersit pikiran buruk dikepala Bunga.


"Apakah Miko berselingkuh dibelakang ku??" pikiran Bunga seperti berputar-putar dengan prasangkanya sendiri.


"Ya Tuhaaan, jaga suamiku. Jangan sampai dia selingkuh dan membuatku patah hati" doa Bunga dalam hati, ia menjadi sangat was was.


Apa kau bekerja bersama seorang wanita??


Bunga mengirim pesan lagi, ia sangat gugup menunggu balasan dari Miko.


Ya


Miko menjawab singkat. Bunga semakin merana, ia tak tahu harus berbuat apa. Dirinya yang kini sudah sangat mencintai Miko harus patah hati kembali.


"Miko pulanglah.. Huaaaa" tangisnya pun pecah.


♥️♥️♥️


"Apa kau begitu sibuk Miko?" suara seorang wanita mengagetkan Miko dan Tania, mereka menoleh bersamaan.


"Nona Jessy?" Miko terkejut melihat anak mantan bosnya.


"Aku senang kau masih mengingat ku" ujar Jessy sambil tersenyum.


"Bagaimana kabarmu? Kau tidak perlu memanggilku nona, aku kolegamu sekarang bukan bosmu lagi"


"Begitukah? Aku merasa canggung memanggil mu begitu" ucap Miko sambil tertawa kecil.


Tania keluar dari ruangan Miko, ia bermaksud membuatkan minum untuk Jessy.


"Apakah kita bisa membicarakan bisnis saat ini?" tanya Jessy sambil duduk dikursi yang ada didepan meja Miko.


"Maafkan aku, tapi kau lihat berkas-berkas ini? Aku harus menyelesaikannya hari ini. Aku sudah meminta sekretaris ku menjadwalkan meeting denganmu besok atau lusa" ujar Miko, Jessy kembali tersenyum.


"Baiklah, datanglah ke kantorku besok. Aku akan menunggumu. Maaf mengganggu pekerjaan mu Miko"


Miko mengangguk lalu tersenyum. Jessy berjalan keluar dengan anggun, memang Jessy adalah wanita yang cantik dan berpendidikan tinggi. Usianya masih muda namun ayahnya sudah memberikannya jabatan yang bagus diperusahaan.


Miko sendiri mengagumi sosok Jessy yang pintar dan ramah kepada siapapun di kantor. Namun memang Jessy memiliki ketertarikan pada Miko sejak dulu.


Bahkan saat tahu Miko akan menikah, Jessy memutuskan untuk berlibur ke luar negeri selama beberapa hari.


♥️♥️♥️


Miko membuka pintu perlahan, ia takut membangunkan Bunga. Namun ia mendengar suara tangisan yang berasal dari ruang televisi.


"Bunga?" Bunga mengangkat wajahnya, ia langsung berhambur kepelukan Miko.


"Ada apa? Apa terjadi sesuatu di hari pertamamu bekerja?" tanya Miko, Bunga menggeleng.


"Lalu kenapa kau menangis seperti ini?" Bunga tak mengatakan apapun dia makin mempererat pelukannya.


"Aku tak bisa bernafas bila kau memelukku seerat ini"


Bunga melepaskan pelukannya, ia masih sesegukan. Miko mengajaknya duduk bersama.


"Katakan padaku"


"Kau.. kauu bekerja sampai malam begini dengan seorang wanita.. hiks" Bunga menahan sesak di dadanya.


"Lalu apa masalahnya?" Miko bingung.


"A.. apa kau berselingkuh dibelakang ku?" Bunga makin terisak.


Miko menatap aneh kepada Bunga, tak lama ia tertawa.


"Ya Tuhan... Kau berpikir aku bekerja bersama seorang wanita dan aku selingkuh dengannya, begitukah?" Miko memastikan, ia kembali tertawa. Bunga mengangguk.


"Aku memang bekerja sampai malam dengan seorang wanita, tapi itu sekretaris ku Tania. Dia wanita matang yang berusia 10 tahun lebih tua dariku dan sudah menikah"


"Benarkah?" Bunga ingin meyakinkan dirinya.


"Apa perlu aku menelponnya?" Bunga menggeleng.


"Aku percaya padamu" katanya masih agak sesegukan.


Miko mengusap air mata Bunga.


"Mana nasi gorengku? Aku sangat lapar" ucap Miko.


"Aku akan segera menyiapkannya"


"Baiklah, aku akan menaruh tasku dan berganti pakaian"


Miko masuk ke ruang kerjanya lalu keluar dan menuju kamar. Tak lama ia sudah berganti pakaian dan menghampiri Bunga yang ada diruang televisi.


"Apa yang kau tonton?" tanya Miko sambil mengambil piring berisi nasi goreng yang Bunga letakan dimeja.


"Film perang" jawab Bunga santai, sepertinya kesedihannya hilang begitu saja.


"Aku sudah pernah menonton film ini, nanti diakhirnya..." Bunga menutup mulut Miko.


"Jangan menceritakannya" Bunga cemberut. Miko mengangguk paham lalu menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


Bunga menoleh ke arah, Miko yang asik menonton televisi sambil memakan nasi goreng.


"Kau tak akan pernah mengkhianatiku kan?" tanya Bunga sambil menatap Miko.


"Apa yang kau katakan? Satu-satunya wanita yang ingin aku kencani sudah bersuami dan tidak pernah menganggap ku sebagai pria yang menarik. Jadi kau tak perlu mengkhawatirkan masalah itu" Miko menjawab enteng.


"Ya kau benar. Bolehkah bila sekarang aku berjuang untuk mendapatkan cintamu??"