I Love You, You Love Me Too

I Love You, You Love Me Too
Curiga



Bunga sudah sampai dirumah, Nicky langsung pulang setelah mengantar Bunga. Bunga menaruh tasnya dan duduk ditempat tidur. Matanya menangkap foto pernikahannya dengan Miko, ia mengambil foto yang terletak di samping tempat tidurnya.


"Saat menikah kita tertawa dengan bahagia, namun kenapa sekarang hatiku sangat sakit" ucap bunga pada foto yang dipegangnya.


Bunga menaruh kembali foto pernikahannya, ia masuk ke kamar mandi dan menyikat gigi. Setelah itu ia menguncir rambut panjangnya dan mengganti baju. Ponsel Bunga berbunyi, nama Nicky tertera disana.


"Ya ada apa?" Bunga menjawab dengan malas.


"Apa kau belum tidur?" ujar Nicky yang memang sengaja buru-buru sampai dirumah agar bisa menelpon Bunga.


"Kau pikir aku mengangkat telponmu dalam keadaan mengigau?" ujar Bunga kesal.


"Hahaha.. kau masih saja terdengar tak suka padaku, padahal aku sudah mentraktirmu makan tadi" ucap Nicky.


"Terima kasih atas makan malamnya tuan Nicky" kata Bunga malas.


"Apa kau menunggu telpon suamimu?" Nicky penasaran.


"Bisa ya dan tidak" kata Bunga sama sekali tidak antusias.


"Kenapa?"


"Tidak apa-apa, aku hanya takut dia benar-benar tak menelponku" suara Bunga terdengar sedih.


"Kau tahu aku pandai bernyanyi?"


Bunga mengernyitkan dahinya, ia tak percaya.


"Bukankah kau hanya bisa berteriak dan membuat orang kesal?" ledek Bunga.


"Dengarkan baik-baik..."


Nicky bernyanyi sebuah lagu, Bunga terkesima dengan suara Nicky yang ternyata terdengar merdu. Tak lama Nicky menyelesaikan lagunya.


"... bagaimana? Suaraku bagus kan?" Nicky terdengar bangga.


"Emm... boleh juga. Setidaknya tidak membuat telingaku sakit" Bunga terkekeh, ia melupakan sejenak kesedihannya.


"Baiklah, kau terdengar baik-baik saja sekarang. Tidurlah.."


"Oke.. terima kasih Nicky"


Bunga menutup telponnya, ia tersenyum menatap ponselnya lalu tertidur.


♥️♥️♥️


Jessy terus mendekati Miko saat meeting, Miko merasa sangat tak nyaman. Setelah meeting selesai, Miko langsung masuk ke kamarnya.


Miko melihat ponselnya, ia teringat pada Bunga.


"Lebih baik aku menelponnya" Miko melihat jam di dinding, masih pukul 8 malam kemungkinan Bunga belum tidur karena perbedaan waktu hanya berjarak 1 jam dan negara tempat Bunga berada lebih cepat.


Tut... tut... tut...


Miko mencoba beberapa kali menelpon Bunga namun ponsel Bunga sibuk.


"Apa dia sudah mematikan ponselnya?" pikir Miko, ia menghela nafas panjang.


Tring..


Sebuah pesan masuk, Jessy mengajak Miko makan malam bersama kolega lainnya. Miko mengusap wajahnya kasar. Miko masuk kamar mandi dan mengganti pakaiannya lalu keluar dari kamar untuk makan malam bersama.


"Apa kau sudah mengantuk Miko?" tanya Jessy saat melihat Miko kurang bersemangat.


Miko menggeleng, ia memasukan salah satu tangannya ke saku celana.


"Apa besok kita sudah bisa kembali?" tanya Miko, ia ingin segera pulang dan menebus kesalahannya pada Bunga.


Jessy mengangguk dengan wajah tak senang, karena ia sudah tak memiliki alasan untuk menahan Miko bersamanya dinegara itu.


"Baiklah. Sebaiknya kita segera makan malam agar bisa beristirahat sebelum pulang besok" kata Miko.


Makan malam dimulai, Miko berulang kali memeriksa ponselnya. Tanpa ia sadari, ia menunggu Bunga menelponnya namun istrinya itu sudah tertidur pulas.


♥️♥️♥️


Hari minggu yang cerah, Bunga dibangunkan oleh suara ponselnya yang berisik. Nicky menelponnya.


"Ada apa? Aku masih ngantuk" ucap Bunga sambil menguap.


"Kau ada didepan rumahku?" tanya Bunga heran.


"Ya benar, ayo cepat cuci mukamu dan keluar" Nicky sangat bersemangat.


Bunga menutup telpon Nicky, ia menghela nafas panjang. Ia sangat malas untuk bangun namun tak mungkin ia membiarkan Nicky menunggunya didepan rumah. Bunga langsung mencuci muka dan sikat gigi.


"Apa kau sudah g**a? Hari minggu adalah waktu liburku" ucap Bunga dengan wajah mengantuk, namun ia sudah memakai sepatu olahraganya.


"Hei... libur bukan berarti kau harus bermalas-malasan. Ayo cepat" Nicky menarik tangan Bunga.


Bunga pasrah, ia naik ke mobil Nicky. Nicky mengajaknya sebuah taman tempat banyak orang berolahraga dengan keluarganya.


"Ramainya..." ucap Bunga senang.


"Kau belum pernah kesini?" tanya Nicky heran.


Bunga menggeleng, matanya berbinar melihat banyaknya orang berolahraga didepannya.


"Baik.. kita lari mulai dari sini"


Bunga menoleh ke Nicky dan mengangguk antusias. Mereka berlari beriringan, Bunga nampak semangat.


"Aku baru tahu ada taman seperti ini didekat rumahku" ucap Bunga yang memang lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermalas-malasan dirumah.


"Benarkah? Padahal aku beberapa kali pernah kesini dan berolahraga" kata Nicky.


"Kau lihat disana, banyak makanan yang enak untuk dijadikan sarapan" sambung Nicky sambil menunjuk sebuah tempat yang banyak digunakan orang berdagang.


"Ayo kita ke sana" Bunga langsung membelokan arah larinya.


Nicky menahan Bunga untuk pergi ke sana.


"Itu adalah tujuan terakhir kita, sekarang olahraga tujuan utama kita ke sini. Jangan sampai berat badanmu malah bertambah banyak setelah mengetahui tempat ini" Nicky terkekeh.


Bunga memanyunkan bibirnya karena kesal, perutnya mulai keroncongan dan tenggorokannya haus.


"Aku lelah" rengek Bunga, setelah melalui 2 putaran taman itu.


Nicky tertawa kecil.


"Ya ya ya baiklah. Ayo kita sarapan"


♥️♥️♥️


Miko memilih penerbangan pertama untuk pulang ke negaranya, bahkan Jessy masih tertidur saat ia dan Tania sekretarisnya sudah berada di pesawat.


"Apakah tuan sudah menghubungi nona Jessy?" tanya Tania khawatir.


"Aku sudah mengirimkan pesan singkat padanya" ucap Miko santai.


Setelah sampai, Miko segera menuju rumahnya namun setelah sampai dirumah Miko tak dapat menemukan Bunga dirumah.


"Kemana dia pagi-pagi begini?" pikir Miko.


Miko membereskan barang-barangnya dan mandi. Tak lama terdengar suara mobil berhenti didepan rumahnya.


"Apakah mobil itu berhenti tepat didepan rumahku?" tanya Miko dalam hati, ia masih mengeringkan rambutnya yang baru ia cuci.


Miko tersentak, terdengar suara Bunga sedang berbincang dengan seseorang diluar rumah. Miko menaruh handuknya dan keluar, Bunga menoleh saat Miko membuka pagar depan rumahnya.


"Miko? Kau sudah pulang?" wajah Bunga terlihat senang, namun tidak dengan Miko.


Miko melihat curiga pada Nicky, begitu pula dengan Nicky. Ia melihat Miko sebagai pria jahat yang mengabaikan istrinya.


"Oia ini Nicky, muridku disekolah" ujar Bunga dengan wajah sumringah.


Nicky mengulurkan tangannya, begitu pula dengan Miko. Ada aliran listrik yang begitu kuat dalam tatapan keduanya, namun Bunga tak dapat melihatnya karena ia tak merasa ada yang salah dengan apa yang ia lakukan.


"Apa boleh Nicky mampir?" tanya Bunga polos.


"Tak perlu, aku harus segera pulang" kata Nicky, ia melambaikan tangan pada Bunga dan masuk kembali ke mobilnya.


Bunga membalas lambaian Nicky sambil tersenyum.


"Sepertinya kau sangat senang"