I Love You, You Love Me Too

I Love You, You Love Me Too
Melamar Pekerjaan



"Mikoooo, bangun..." Panggil Bunga dari dapur.


Miko merasa sangat malas bangun pagi itu, tadi malam ia baru sampai rumah pukul 11 malam. Itu pun ia harus mengejar tikus didapur yang mengganggu Bunga masak.


Bunga masuk ke kamar.


"Miko, ayo bangun... sudah jam setengah 7" Bunga menggoyangkan tubuh Miko, Miko menarik selimutnya.


"Ayo cepat bangun, kau bisa terlambat ke kantor" kali ini Bunga menarik tangan Miko.


"Argghh kau mengganggu sekali! Aku masih ngantuk" Miko berteriak.


"Kau bilang hari ini tuan Panda akan datang ke kota ini untuk membantumu menyelesaikan masalah dengan para manager yang mau memecatmu"


Miko baru ingat, ia langsung bergegas ke kamar mandi dan bersiap ke kantor.


Bunga hanya tertawa kecil melihat tingkah Miko.


"Salah sendiri daritadi tak mau bangun" ujarnya.


Tiba-tiba tercium bau hangus dari dapur.


"Astaga!!! Aku sedang menghangatkan rendang untuk sarapan" Bunga berlari ke dapur, asap sudah mengebul disana.


"Uhuuk uhuukk..." Bunga terbatuk-batuk menghirup asap.


Miko yang baru selesai mandi terkejut melihat dapur yang penuh dengan asap. Ia segera membuka pintu keluar agar asap cepat hilang terkena angin.


"Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini?!" Omel Miko.


"Aku hanya ingin menyiapkan mu sarapan" jawab Bunga sambil memanyunkan bibirnya merasa bersalah.


"Hadeeeh, kau hampir saja membuat rumah ini terbakar" ucap Miko lalu masuk ke kamar untuk memakai baju kerjanya.


Bunga bersungut-sungut, ia kesal karna rencananya membuatkan Miko sarapan gagal.


"Aku berangkat.."


Miko sudah siap dan langsung menuju ke mobil. Bunga mengejar Miko dan menyodorkan wajahnya.


"Apa maksudmu?" Miko memandang heran ke arah Bunga.


"Cium keningku, seperti pasangan suami istri pada umumnya"


Bunga menyodorkan lagi wajahnya, Miko menyentil pelan kening Bunga. Bunga cemberut sambil memegang keningnya.


"Aku sudah terlambat jangan mengajakku bercanda"


Miko langsung masuk ke dalam mobil, ia membuka jendela mobilnya.


"Bila kau ada rencana keluar beritahu aku, siapa tahu nanti aku bisa menjemputmu sepulang bekerja" ucap Miko.


"Aku akan pergi menemui temanku, ia menawarkan pekerjaan di sebuah SMA. Aku akan mengantarkan lamaran kerjaku"


"Baiklah, aku berangkat" ujar Miko sambil melambaikan tangan.


Bunga tersenyum melihat Miko. Ya, Bunga sudah merasa jatuh cinta pada Miko dari awal pernikahan mereka karna Miko adalah pria yang baik. Namun Miko sepertinya belum bisa melupakan Nana, sahabat sekaligus cinta pertamanya yang sudah menikah.


♥️♥️♥️


Semenjak menikah dengan Miko lalu pindah ke kota F, Bunga terpaksa harus meninggalkan sekolahan tempat ia mengajar selama ini. Bunga adalah sarjana psikologi, biasanya ia menjadi guru Bimbingan konseling di sekolah.


Rumah tangga Bunga dan Miko bisa dikatakan sederhana, walaupun Miko dipercaya menjadi pemimpin di perusahaan tersebut namun Miko dan Bunga sepakat tinggal di rumah kecil nan asri yang dibeli Miko dari hasil tabungannya. Rumah dinas yang diberikan Lilo tidak digunakan karena terlalu besar untuk mereka berdua.


Bunga juga menolak memiliki pelayan dengan dalih ia ingin menjadi istri seutuhnya yang mengurus rumah serta suaminya. Walaupun pada prakteknya Bunga sering ceroboh menggunakan barang-barang dirumahnya.


"Ini sudah hampir jam 7 sebaiknya aku membereskan dapur dan bersiap bertemu There" pikir Bunga, ia segera masuk kedalam rumah.


"Kekacauan ini membuatku gila!!" pekik Bunga saat melihat dapur yang berantakan.


Ia mengambil ponselnya dan memesan Come Clean sebuah aplikasi bersih-bersih rumah. Tak sampai 10 menit petugas kebersihan yang ia pesan datang, seorang wanita separuh baya menggunakan seragam berwarna hijau.


"Selamat pagi nona, saya Karen dari Come Clean" ucap wanita itu.


"Tolong bersihkan kekacauan ini, bila penggorengan itu tak dapat digunakan lagi kau boleh membuangnya" ujar Bunga sambil menunjuk penggorengan gosong dengan jijik.


"Baik nyonya" kata Karen santun.


"Aku mandi dulu, kau bersihkan dengan benar ya. Aku akan memberikan kau tip yang besar bila semua bersih sesuai keinginan ku" ucap Bunga sambil mengedipkan mata kepada Karen.


Karen mengangguk paham, Bunga bergegas menuju kamar mandi. Ia mandi sambil bernyanyi riang, hatinya selalu dalam suasana baik setelah menikah dengan Miko. Pria yang ia cintai setelah mereka menikah.


Setelah mandi Bunga keluar dari kamar mandi yang berada dekat dengan dapur.


"Waah kau sangat cekatan Karen" ujar Bunga takjub, dapur sudah bersih namun Karen masih berusaha membersihkan penggorengan.


"Kau tak perlu seperti itu, buang saja penggorengan itu" kata Bunga.


"Tetapi penggorengan ini masih bagus dan bila saya sudah selesai membersihkannya ia akan kembali seperti baru" ucap Karen sambil tersenyum.


"Benarkah?" Karen mengangguk yakin.


" Kau pantas mendapat tip yang besar Karen. Aku mau pakai baju dulu, bila sudah selesai tunggu aku diruang tamu ya"


Bunga masuk ke dalam kamar sedangkan Karen masih berjibaku dengan penggorengan.


"Syukurlah" gumam Karen senang, ia berhasil menghilangkan noda gosong yang ada dipenggorengan.


"Apa kau sudah selesai?" tanya Bunga yang sudah siap untuk pergi.


"Sudah nyonya"


"Baiklah, ayo kita keluar bersama. Aku akan pergi"


Karen mencuci tangannya lalu mengikuti Bunga keluar rumah.


"Ini uang bersih-bersihnya dan ini uang tip untukmu" Bunga memberikan dua lembar uang 100ribu kepada Karen. Mata Karen berbinar senang.


"Terima kasih nyonya"


"Oia bisakah aku meminta nomor ponselmu? agar bila suatu saat aku mengacaukan dapurku lagi, aku bisa langsung menelpon mu"


Dengan senang hati Karen memberikan nomor ponselnya. Setelah itu, Karen pamit pulang. Bunga mencari kunci motornya di tas, ia menggunakan motor matic sebagai kendaraannya bepergian bila tak ada Miko.


♥️♥️♥️


Bunga sampai di sekolah White Pigeon, sebuah sekolah SMA yang cukup terkenal di kota itu. Ia mendapatkan tawaran itu dari teman komunitasnya sesama guru.


"Selamat pagi Bunga, sudah lama kita tak bertemu" There menyambutnya dengan gembira, mereka cipika cupiki.


"Haii There, terima kasih banyak memberikan ku tawaran pekerjaan ini" ucap Bunga sambil memeluk Theresia.


"Sebenarnya lowongan ini sudah lama kosong, dan aku baru tahu minggu lalu kau tinggal dikota ini" ucap There.


"Ya aku ikut suamiku pindah ke sini, ia mendapatkan tawaran pekerjaan yang cukup menjanjikan disini" ucap Bunga sambil tertawa kecil.


There ikut tertawa.


"Ini lamaran pekerjaanku" Bunga menyerahkan map coklat kepada There.


"Kau bisa bekerja mulai besok, aku sudah menceritakan tentangmu kepada kepala Yayasan dan ia sangat senang kau bisa bergabung" There menggenggam tangan Bunga sambil tersenyum.


"Waaah senangnya, terima kasih There"


"Iya sama-sama"


"Tapi kenapa lowongan guru bimbingan konseling lama tak terisi?" tanya Bunga heran.


There menjadi gugup, ia memaksakan senyumnya.


"Sebenarnya, para guru itu tak tahan dengan anak pemilik yayasan yang sangat brutal dan tak bisa diatur. Mereka semua lari tunggang langgang karna perilakunya"


"Hah?!!!"