I Love You, You Love Me Too

I Love You, You Love Me Too
Masalah Baru



"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Bunga heran, ia berjalan memasuki rumah sambil mnegelap keringatnya dengan handuk kecil.


"Tak apa-apa" jawab Miko singkat.


Bunga masuk ke dalam kamar, ia mandi dan mengganti pakaian. Miko menunggunya diruangan televisi, tak lama Bunga duduk disebelah Miko sambil memawa dua cangkir cokelat hangat yang ia buat setelah mandi.


"Tak biasanya kau pulang pagi-pagi sekali?" tanya Bunga.


"Pekerjaanku sudah selesai, dan aku tak punya alasan untuk berlama-lama disana" jawab Miko enteng, matanya tertuju pada televisi.


"Oh begitu" Bunga nampak agak kecewa dengan jawaban Miko.


"Semalam aku menelponmu, tapi nomormu sibuk. Apa kau sedang menelpon seseorang?"


"Ya begitulah" jawab Bunga acuh.


"Temanmu tadi?"


Bunga mengangguk dengan pasti.


"Dia bukan temanku tetapi muridku" tutur Bunga, Miko mengernyitkan dahinya.


"Murid?"


"Iya.."


"Apakah dia murid yang membuatmu mendapatkan masalah waktu itu?" tebak Miko, Bunga tertawa dan mengangguk lagi.


"Bagaimana bisa kau menjadi dekat dengannya?" tanya Miko heran.


"Aku menolongnya beberapa kali dan dia membalas budi padaku. Kami tidak dekat Miko, ini hanya balas budinya saja" tutur Bunga membuat Miko hanya mengangguk-angguk.


"Apa saat ini kau sedang cemburu Miko?" Bunga bertanya dengan nada senang.


Miko terdiam dan berpikir.


"Emm.. mungkin saja.." jawab Miko enteng membuat Bunga berharap.


"Apa itu artinya kau sudah mulai mencintaiku?" tanya Bunga lagi dengan antusias, ia mendekatkan wajahnya kepada Miko.


Miko menjauhkan wajah Bunga dengan mendorong kening Bunga dengan jari telunjuknya.


"Jangan berharap terlalu banyak nona"


♥️♥️♥️


Bunga bangun pagi itu, ia segera membuatkan roti bakar untuk Miko. Tak lupa Bunga segelas susu putih disuguhkan untuk suami tercintanya.


"Selamat pagi.." Sapa Bunga saat Miko keluar dari kamar sambil merenggangkan tubuhnya.


Miko hanya mengangguk dan sambil menguap ia masuk ke kamar mandi. Bunga tersenyum, akhirnya setelah beberapa hari paginya selalu sepi karena Miko harus ke luar negeri ia merasakan kembali melihat wajah suaminya yang baru bangun tidur.


"Aku akan pulang cepat hari ini, jadi setelah pulang bekerja kau pulanglah dengan segera" ujar Miko.


Bunga mengangguk antusias, tentu saja wanita muda itu sangat senang bila suaminya sedang tidak sibuk dikantor.


"Apa kau tidak meeting hari ini?" tanya Bunga takut-takut.


Miko menggeleng.


"Aku sudah menyerahkan urusan Jessy kepada Tania. Aku lelah meladeninya" ujar Miko malas.


"Bukankah dia klien yang cukup bonafit untuk perusahaanmu?"


Miko menghela nafas, agak berat ia memutuskan semua itu.


"Apakah kau akan baik-baik saja jika aku terus bertemu dengannya?" tanya Miko dengan nada agak khawatir.


"Kenapa denganku? Tentu saja aku akan baik-baik saja" Bunga memutar matanya untuk mengalihkan pandangan dari Miko.


Miko tahu Bunga berbohong.


"Bila kau memang tidak keberatan maka aku akan meneruskan proyek dengannya, tapi aku merasa terlalu jahat padamu karena aku terus berdekatan dengan wanita yang jelas-jelas menyukaiku" ungkap Miko.


Bunga menyuap rotinya lalu menganggukkan kepalanya.


"Aku akan baik-baik saja Miko, aku juga sibuk akhir-akhir ini. Sekolah akan mengadakan sebuah pentas seni dan aku akan mengajukan diri sebagai panitia bersama There" Bunga berusaha tersenyum dengan wajar.


Bunga melirik sebal kepada Miko.


"Aku hanya berteman dengannya, jika kau keberatan aku akan menjauhinya" Bunga berusaha meyakinkan Miko.


"Kau harus berteman dengan banyak orang yang bisa menghiburmu. Aku lihat kau banyak tertawa dengannya, jadi tak ada masalah jika kau nyaman bersamanya" tutur Miko, Bunga mengangguk dengan yakin.


"Baiklah, aku harus berangkat.."


Miko mencuci tangannya dan mengambil tas dari ruang kerjanya. Bunga mengikuti langkah Miko sampai ke teras rumah, seperti biasa Bunga juga memanyunkan bibirnya berharap Miko memberinya kecupan pagi hari.


"Kau akan masuk angin jika begjtu setiap pagi"


Dengan acuh Miko masuk ke mobilnya, ia hanya mengacak lembut rambut Bunga sebelum masuk tadi.


♥️♥️♥️


Sesampainya disekolah, beredar foto Bunga dan Nicky sedang makan malam berdua. Tentu saja itu menjadi rumor yang tak biasa karena Nicky cukup dikenal sebagai siswa bermasalah.


"Apa-apaan ini?" seru Bunga saat melihat fotonya tertera di majalah dinding sekolah.


Bunga menyobek foto itu dengan kesal, ia menatap ke arah semua siswa yang memandang rendah dirinya.


"Siapa yang berani melakukan ini!" ujar Bunga berteriak.


"Sudahlah, tak perlu kau cari tahu. Berita murahan ini akan hilang begitu saja nantinya"


Nicky tiba-tiba datang dengan santai, ia melihat sisa foto yang belum tersobek.


"Hem.. disini kau terlihat gemuk" ujar Nicky sambil menyeringai.


Nicky berjalan santai memasuki ruang kelasnya, Bunga masih gusar. Reputasinya sebagai guru bimbingan konseling akan rusak.


"Bunga... apa benar kau berkencan dengan Nicky?" There menghampiri Bunga dengan wajah penuh rasa penasaran.


"Ku mohon jangan bertanya seperti itu" ujar Bunga frustasi.


"Apakah itu artinya wanita yang makan malam bersama Nicky bukan dirimu?" There mendesak.


Bunga melihat kesal ke arah There, ia tak percaya hal yang ia anggap kecil menjadi besar saat diketahui oleh banyak orang.


"Itu memang aku, tapi aku tidk berkencan dengannya There...." ungkap Bunga.


"Lalu apa yang kalian lakukan disana?"


"Ya seperti yang terlihat difoto, kami hanya makan. Apa ada adegan lain difoto selain kami sedang makan?" tanya Bunga heran.


There menggaruk kepalanya yang tak gatal, karena memang foto itu hanya menunjukan dua orang yang sedang makan.


"Kau harus menjelaskannya kepada kepala sekolah, dia menunggumu diruangannya" kata There sambil berlalu.


"Apa?" Bunga menghela nafas panjang.


Bunga melangkahkan kaki memasuki ruangan kepala sekolah, selama 1 jam Bunga harus mendengar petuah demi petuah yang diberikan oleh kepala sekolah yang intinya ia tidak diizinkan untuk kencan dengan siswa yang ada disekolah itu.


"Arghhhhh!!! Kenapa jadi serumit ini!!" gerutu Bunga dalam hati.


"Jangan terlalu memikirkannya" Nicky yang berada tepat diluar ruang kepala sekolah berbicara padanya.


"Ka..kau..?" Bunga heran.


"Bila kau dipanggil oleh kepala sekolah, tentu saja aku juga. Hahaha difoto itu ada kau dan aku kan?" Nicky berjalan santai, ia mengetuk ruang kepala sekolah dan masuk.


Bunga mendengus kesal.


"Kenapa dia bisa santai sekali?" gumamnya.


Saat bel pulang sekolah, Bunga langsung bergegas menuju motornya. Betapa kesalnya Bunga, ada beberapa surat cinta dari beberapa siswa kurang ajar yang ingin menggodanya.


"Tidak sopan!" serunya sambil membuang surat cinta itu ke tempat sampah yang berada didekat parkiran.


Bunga menaiki motornya, sepanjang jalan ia menggerutu dan memaki. Saat dia akan membelikan motornya, ia tak melihat ada sebuah mobil yang melintas.


Brak....